
Serangan tanpa henti itu berlangsung selama lima belas menit lamanya, namun kelima pengawal itu hanya mampu memberikan beberapa luka pada Li Hao.
"Aku akan memanggil bantuan! Jangan biarkan dia beristirahat atau melakukan sesuatu untuk memulihkan dirinya!" pengawal di ranah Golden Core bintang dua berseru, lalu melompat mundur dari area pertempuran.
Kemudian, pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah tabung yang memiliki sumbu. Dia kemudian menyalakannya dengan Qi, lalu mengarahkan tabung itu ke langit.
Swooosh!
Cahaya kekuningan melesat di langit dan kemudian meledak sehingga menghasilkan bunyi ledakan yang cukup keras. Sebuah kembang api menghiasi langit malam, dan kembang api itu membentuk dua belati yang saling menyilang.
Li Hao tentu melihat sekilas kembang api tersebut, dan ia bisa menebak kalau itu adalah sinyal untuk memanggil bantuan.
"Sialan! Aku harus mengurangi jumlah mereka jika tidak mau situasi kedepannya tambah merepotkan!" Li Hao berseru dalam hati, namun kepalanya terus berdengung kencang dan tubuhnya semakin lemas seiring berjalannya waktu, "Untuk sekarang, aku harus fokus memperlebar jarak..."
Li Hao terus menghindar sebisa mungkin, meskipun ia lebih kuat dari mereka semua tetapi kesadarannya perlahan menurun seiring berjalannya waktu. Berkat mundurnya pengawal terkuat di antara mereka, ia mampu menciptakan jarak yang cukup jauh sehingga butuh waktu bagi mereka untuk bisa sampai ke tempatnya berada.
Tujuan Li Hao memperlebar jarak adalah untuk memberikannya sedikit waktu agar bisa mengeluarkan pil yang mampu memulihkannya dari berbagai jenis racun, untungnya ia sempat membeli pil semacam itu ketika berbelanja di kota Tianjin.
Li Hao segera menelan beberapa pil yang baru dikeluarkannya dari inventory dan berharap pil-pil itu mampu memulihkannya, tidak lupa ia mengeluarkan pedang Iblis Malam supaya lebih efektif dalam menghindari ataupun menangkis serangan lawannya.
Di sisi lain, keempat pengawal yang melihat Li Hao menelan sesuatu langsung sepakat kalau itu adalah obat pemulih racun.
"Jika obat yang dia telan mampu memulihkannya, kita akan mati!"
"Jangan segan-segan untuk mengeluarkan seluruh kemampuan kita sesuai perintah ketua!"
Mereka semua mengalirkan lebih banyak lagi Qi ke dalam senjata masing-masing, lalu mulai mengeksekusi teknik mereka dari jarak yang berbeda-beda.
Li Hao tentu mengetahui dan ia langsung mengalirkan sejumlah Qi ke dalam pedang Iblis Malam, aura hitam merembes keluar dari sana sesaat setelahnya dan tanpa banyak berpikir dua kali dirinya langsung mengeksekusi teknik 'Membelah Bintang'.
Slaaash!
Li Hao mengayunkan pedang Iblis Malam secara horizontal dan mengeluarkan lekungan aura hitam yang terdapat aura biru di tepiannya.
Pada saat itu terjadi, keempat pengawal tidak sempat bereaksi dan tiga di antara mereka langsung terbelah menjadi dua. Sementara satu orang yang tersisa tidak mengalami luka sedikitpun karena serangan itu meleset namun hampir mengenainya.
"Apaa...?"
__ADS_1
We Chi adalah orang yang selamat dari serangan itu, dan bisa terjadi seperti itu bukan karena Li Hao mengasihaninya tetapi memang murni meleset akibat kondisinya karena racun.
"Aaaah... B-bagaimana mungkin?" We Chi jatuh terduduk karena tidak menyangka dengan hal ini, "Bagaimana mungkin kau membunuh mereka dengan mudah!"
"Nak, bangkit..." pengawal ranah Golden Core bintang dua menyentuh pundak kiri We Chi, "Bantuan sudah datang."
We Chi mendongakkan kepalanya untuk melihat pria paruh baya itu, sementara di sisi lain bermunculan orang-orang dari ranah Qi Refinement sampai Golden Core dan mereka mengepung Li Hao dengan kewaspadaan yang tinggi.
"Sialan..." Li Hao mengumpat pelan, "Tapi, dengungan di kepalaku sudah mulai menghilang dan tubuhku secara perlahan kembali bertenaga. "Sepertinya, pil-pil yang kutelan sedang bekerja saat ini."
"Jangan biarkan dia beristirahat, kita harus membunuhnya di sini demi kejayaan klan Wong!"
"Huuuuaaaa!"
Mereka semua berseru untuk menanggapinya, kemudian maju menyerang Li Hao tanpa meremehkannya.
"Jangan biarkan kematian teman-teman kita menjadi sia-sia, ayo semangat." pengawal Golden Core bintang dua menyemangati We Chi yang terlihat putus asa.
"D-dia monster, ketua. A-apa kita bisa mengalahkannya?"
"Dia...?"
"Ya, Tuan Wong Chun..."
We Chi sedikit melebarkan matanya sebelum mempererat genggaman pedangnya, semangat bertarung yang tadinya sempat hilang kini telah kembali.
"Bagus, aku senang melihat semangat di matamu itu kembali."
We Chi hanya mengangguk sebagai tanggapannya dan mereka berdua akhirnya maju bersama untuk mengalahkan Li Hao.
Puluhan orang yang di antaranya adalah Qi Refinement dan Golden Core menyerang Li Hao tanpa henti, dia memang sudah terbiasa dengan situasi seperti ini ketika berada di Hutan Tanpa Ujung tetapi mengingat kondisinya yang kurang diuntungkan membuat pertarungan semakin tidak adil, apalagi manusia dan binatang spiritual mempunyai beberapa perbedaan dalam hal pertarungan.
Perlu diketahui, gaya bertempur manusia dan binatang spiritual cukup berbeda jika dibandingkan. Kebanyakan manusia mempunyai gaya bertarung yang terstruktur dan halus karena mereka memiliki tekniknya masing-masing, sedangkan para binatang spiritual mempunyai gaya bertarung yang disesuaikan dengan insting serta pengalaman mereka.
Meskipun begitu, bukan hal yang tidak mungkin kalau binatang spiritual memiliki teknik yang mereka ciptakan secara khusus. Kasus seperti itu biasanya ditemukan pada binatang spiritual yang memiliki akal seperti kelompok Simpanse dan beberapa kelompok lainnya.
Pertempuran yang mengerikan berlangsung selama tiga puluh menit lamanya, dan Li Hao berhasil membunuh hampir sebagian dari lawannya. Meskipun racun di tubuhnya belum menghilang dengan sempurna tetapi efeknya tidak separah sebelumnya.
__ADS_1
Semangat bertarung dari sisi lawan sudah mulai meredup, mereka sama sekali tidak menyangka kalau lawan mereka adalah seorang monster tak terkalahkan.
Li Hao terus mengeluarkan teknik Tarian Bintang Malam dan Tusukan Bintang, dengan kedua teknik itu saja ia berhasil membunuh mereka dengan cepat.
"Aku harus segera mengakhiri ini, tapi mereka tidak memberikanku momentum untuk mengeluarkan teknik yang lebih mematikan." Li Hao berkata dalam hati, dan ketika ia sedang memikirkan cara untuk menciptakan momentum tersebut, ada serangan dari kejauhan yang membuatnya terkejut.
Swoooosh!
Siluet Qi yang berbentuk pedang berwarna perak melesat dan membuat Li Hao harus memfokuskan dirinya untuk menangkis serangan itu.
Duaaar!
Li Hao terpental di udara tetapi langsung menyeimbangkan kembali tubuhnya dan mendarat di tanah dalam waktu kurang dari lima detik, posisinya dengan musuh langsung melebar sejauh puluhan meter dalam lima detik saja.
"Kuat..." Li Hao bergumam, lalu menatap ke arah rombongan lawan dan menemukan seorang pemuda berusia 25-an dengan sebilah pedang di tangan kanannya, "Siapa dia? Aku tidak ingat ada dia sebelumnya..."
"Kalian sungguh tidak becus, bagaimana bisa jumlah sebanyak kalian tidak mampu membunuh satu orang saja?" pemuda itu memasang ekspresi dingin, "Padahal aku sudah memberikan waktu hampir satu jam, benar-benar mengecewakan."
"Tuan Wong Chun, seharusnya anda ikut bergabung dengan kami sejak awal! Mengapa anda hanya diam dan mengamati dari kejauhan?!"
Salah seorang pria paruh baya di ranah Qi Refinement bintang 16 berseru marah, dan Wong Chun langsung menatapnya lalu mencekik lehernya dalam sekejap mata.
"Apa otoritasmu berkata seperti itu, huh?" Niat Membunuh yang begitu kental merembes keluar dari tubuh Wong Chun, "Kalian yang lemah karena tidak mampu mengalahkan satu orang, kini berani untuk menyalahkanku?"
"Keeeugh...!"
Krek!
Wong Chun langsung mematahkan tulang leher pria paruh baya itu dan membuatnya tewas dalam beberapa detik saja.
Brugh.
Wong Chun membuang mayatnya begitu saja, lalu melangkah maju mendekati Li Hao, "Biar aku yang menghadapinya seorang diri, keberadaan kalian hanya menggangguku saja."
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1