
Setelah menunggu sebagian Qi-nya pulih, Li Hao kembali mengalirkan Qi ke buklet batu yang memiliki ukiran petir. Selama kurang lebih 30 menit lamanya, tanda-tanda keretakan mulai muncul dan tidak lama setelahnya fenomena kehancuran buklet batu terjadi.
Setelah fenomena tersebut berakhir, terlihat sebuah bola petir seukuran telapak tangan melayang di udara. Bola petir itu perlahan melayang lebih tinggi lalu berjejer di samping perwujudan elemen api dan angin.
Li Hao menghembuskan nafas panjang melalui mulutnya setelah melihat semua itu, tanpa banyak berpikir dia langsung keluar dari alam bawah sadarnya dan membuka matanya secara perlahan.
Tubuh Li Hao saat ini dipenuhi dengan keringat, namun dirinya tidak berniat untuk membersihkan diri atau bahkan mengganti pakaiannya yang rusak selama masih belum menyelesaikan dungeon ini.
"Sepertinya aku perlu menelan beberapa pil pemulih Qi lagi..." Li Hao bergumam demikian karena Qi-nya yang dipulihkan sebelumnya telah digunakan untuk mengaktifkan elemen.
Setelah menelan beberapa pil pemulih Qi, Li Hao mengalihkan pandangannya ke arah pedang Iblis Malam yang tidak jauh dari tempatnya bermeditasi. Dia segera mengambilnya, lalu memperhatikan pedang hitam polos tersebut dalam diam.
"Kalau memang kesimpulanku sebelumnya benar, bagaimana cara mengaktifkan kemampuan penyembuhan pedang ini?" Li Hao bertanya-tanya sembari mengelus dagunya, "Haruskah aku terluka dahulu?"
Li Hao memikirkan itu dan tanpa banyak berpikir lebih jauh langsung melukai lengah kirinya menggunakan pedang Iblis Malam.
Tes...
Setelah luka terbuka dan darah mulai menetes ke lantai, aura hitam perlahan keluar dari pedang Iblis Malam dan dengan cepat menyelimuti luka Li Hao. Tidak lama setelahnya, aura hitam tersebut lenyap dan luka yang ada di lengah kirinya sudah tidak ada.
"Ternyata benar..." Li Hao melebarkan matanya saat menyaksikan itu, "Kemampuan baru pedang Iblis Malam memang bisa menyembuhkan penggunanya, kemungkinan besar jiwa yang diserap olehnya adalah bahan bakar untuk bisa menggunakan kemampuan itu."
"Tapi, kenapa hal ini tidak terjadi sebelumnya?" Li Hao mengerutkan alisnya tanpa mengalihkan matanya dari pedang Iblis Malam, "Seharusnya saat aku terluka sebelumnya, pedang ini bisa menyembuhkanku. Hm, apa karena jiwa yang diserap hanya sekumpulan goblin saja? Tidak, itu tidak mungkin. Kalau kemampuan ini tidak aktif hanya karena menyerap jiwa goblin, aku pasti berada dalam kondisi sekarat saat bangun tadi."
Li Hao memikirkan pertanyaan itu selama beberapa saat, ia kemudian menyimpulkan kalau pedang Iblis Malam akan menyembuhkan penggunanya ketika sudah tidak dalam pertarungan lagi.
......................
Selain memulihkan Qi-nya, Li Hao juga memulihkan kekuatan fisik serta staminanya. Hal itu memakan waktu selama beberapa jam meskipun dia telah mengkonsumsi pil yang bisa membantu mempercepat pemulihannya
Setelah kondisinya kembali dalam keadaan prima, Li Hao akhirnya berjalan menuju ke lantai empat. Di sana, suasana sama seperti biasanya dan tidak ada apapun selain dirinya seorang.
__ADS_1
Duuuar!
Tiba-tiba saja suara gemuruh terdengar dan pada saat yang bersamaan muncul kelabang raksasa dengan panjang yang melebihi seratus meter.
Kelabang itu memutari Li Hao dengan cepat seolah sudah mengetahui kalau targetnya adalah dia. Melihat hal tersebut Li Hao tidak tinggal diam saja, dengan pedang Iblis Malam di tangannya, dia langsung mengeksekusi teknik-tekniknya.
Pertarungan sengit terjadi, tubuh keras kelabang itu membuat Li Hao sulit untuk melukainya. Namun setelah menyerang serangga raksasa itu berkali-kali, ia menyadari kalau elemen api adalah kelemahannya.
Tentu saja setelah menyadari hal itu, Li Hao langsung melapisi pedang Iblis Malamnya dengan kobaran api lalu menyerang kelabang raksasa tersebut dengan sangat cepat.
Keduanya saling menyerang satu sama lain, namun yang paling diuntungkan di sini adalah Li Hao sebab dia bisa bergerak secara fleksibel sementara lawannya tidak.
Dengan kobaran api yang melapisi pedang Iblis Malam, Li Hao dapat lebih mudah memberikan luka pada lawannya. Ketika dia hendak mengeksekusi Tusukan Bintang, kelabang raksasa itu menyemburkan cairan hijau dari mulutnya dan membuat Li Hao terpaksa membatalkan serangannya.
Sraaaash!
Li Hao berusaha sebisa mungkin untuk menghindari cairan hijau tersebut, namun karena jaraknya yang terlalu dekat jadi dia tidak bisa menghindarinya dengan sempurna dan cairan itu mengenai lengan kirinya.
Li Hao merapatkan giginya karena cairan hijau itu seperti membakar lengan kirinya, ia berusaha untuk menelan pil pemulih racun tetapi lengan kanannya tersebut semakin sulit digerakkan dan dia tidak bisa menggunakan tangannya yang lain karena situasinya yang tidak memungkinkan.
"Tsk, aku harus fokus padanya terlebih dahulu." Li Hao melupakan lengan kirinya yang terluka, lalu menyerang serangga kelabang tersebut tanpa memberikan jeda sedikitpun.
Selama kurang dari 10 menit Li Hao melakukannya, dia akhirnya mengambil jarak dengan cara mengeksekusi teknik Putaran Bintang Jatuh.
Setelah jarak puluhan meter tercipta, Li Hao memfokuskan diri untuk mengaliri Qi-nya sebanyak mungkin ke pedang Iblis Malam sekaligus memanifestasikannya menjadi elemen api.
Di sisi lain, serangga kelabang mulai mendekati Li Hao dengan raungan yang keras, dia melapisi seluruh tubuhnya dengan Qi supaya meminimalisir luka yang diberikan oleh manusia itu.
Selain mengaliri Qi ke pedang Iblis Malam, Li Hao juga melakukan posisi kuda-kuda. Ketika pedang di tangannya sudah tercipta kobaran api disertai aura hitam, ia langsung melakukan gerakan menusuk sekuat tenaga dan menciptakan gelombang Qi yang amat dahsyat.
Tusukan Bintang!
__ADS_1
Whoooosh!
Kelabang raksasa yang sudah berjarak belasan meter saja tidak sempat menghindari serangan Li Hao, lapisan Qi yang melindunginya langsung hancur berkeping-keping setelah berbenturan dengan Tusukan Bintang dan tubuhnya kemudian terbelah menjadi dua tanpa bisa bereaksi lebih jauh.
Tubuh dari kelabang raksasa itu terbelah menjadi dua dan melewati Li Hao yang di antara kedua bagian tersebut.
Bam!
Setelah tubuh kelabang raksasa itu jatuh dan terbakar oleh api, Li Hao langsung menjatuhkan pedang Iblis Malam lalu mengeluarkan pil yang bisa menghapus berbagai jenis racun dari inventorynya.
Glek.
Li Hao segera menelan semua pil yang dia keluarkan, lalu memandangi lengan kirinya yang tidak bisa digerakkan.
"Semoga saja tidak terlambat..." Li Hao bergumam penuh harap.
***
Setelah berhasil menghabisi kelabang raksasa, Li Hao langsung memulihkan kondisinya yang hampir mencapai batas.
Namun ada masalah serius yang menimpa Li Hao saat ini, luka racun yang diberikan oleh serangga raksasa itu tidak bisa pulih sama sekali. Bahkan pedang Iblis Malam tidak bereaksi pada luka tersebut, selain itu pil anti racun dan bisa yang ditelannya juga tidak dapat memulihkannya dari luka itu.
"Kemampuan pedang Iblis Malam tidak bekerja sama sekali, sepertinya jiwa-jiwa yang diserap telah habis untuk memulihkan luka-lukaku sebelumnya. Pilnya juga tidak bekerja dengan baik, tapi setidaknya itu memperlambat penyebaran racunnya."
Li Hao menyimpulkan situasinya sekarang ini.
"Kalau pil yang kubeli tidak bisa memulihkan lenganku, mau tak mau aku harus pergi ke lantai selanjutnya dalam kondisi seperti ini. Jika berlama-lama dan membiarkan racun di tubuhku terus menyebar, nyawaku mungkin akan terancam..." Li Hao bergumam dengan raut wajah yang terlihat serius.
Li Hao kemudian mengeluarkan pedang Iblis Malam yang disimpannya di inventory, lalu menaiki tangga menuju lantai lima.
Bersambung......
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.