Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Benang Elemen


__ADS_3

Saat ini, Li Hao dan Xia Zhan sedang berdiri berhadap-hadapan di lapangan yang tidak jauh dari kediamannya.


"Kau seharusnya sudah tau dasar-dasar tentang elemen, bukan?" Xia Zhan bertanya untuk memastikan.


"Begitulah, itu semua berkat buku yang kau berikan padaku." jawab Li Hao sambil mengangguk pelan.


"Kalau begitu, berapa dan elemen apa yang kau punya?"


Li Hao terdiam sejenak ketika Xia Zhan menanyakan hal tersebut. Pada umumnya, seorang kultivator hanya mempunyai satu sampai dua elemen saja-- kemudian mereka yang disebut jenius akan mempunyai tiga sampai empat elemen sekaligus.


Dan menurut sepengetahuan Li Hao, hanya ada beberapa makhluk hidup saja yang mempunyai lima elemen dan sebagian kecil dari mereka mendiami sekte bintang 10.


Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk melihat elemen yang dimiliki oleh makhluk hidup, salah satunya adalah masuk ke dalam alam bawah sadar.


"Hey, kenapa kau diam saja? Apa kau belum mengetahuinya?" tanya Xia Zhan dan menyadarkan Li Hao dari lamunannya.


Li Hao sendiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum canggung, Xia Zhan yang mengetahui arti dari tingkah pemuda tersebut hanya menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, ayo kita cek sekarang." Xia Zhan berkata, lalu melanjutinya, "Di gunung tempat para Tetua tinggal ada sebuah bola kristal yang bisa melihat elemen seorang makhluk hidup, kita bisa menggunakan itu untuk melihat elemen yang kau punya."


"Ah, kurasa itu tidak perlu..." Li Hao menggeleng pelan, "Aku akan masuk ke alam bawah sadarku saja."


"Hm, kau yakin? Tidak semua orang berhasil menggunakan metode itu." Xia Zhan bertanya untuk memastikan.


Faktanya, di antara semua metode yang ada-- memasuki alam bawah sadar adalah metode yang paling sulit untuk dilakukan, akan tetapi metode tersebut bisa dibilang paling akurat di antara metode lainnya.


Perlu diketahui juga, kalau semua metode untuk melihat elemen tidak semuanya akurat-- ada beberapa yang meleset, salah satunya adalah metode menggunakan kristal elemen.


"Aku yakin..." Li Hao mengangguk pelan, lalu melanjutinya, "Aku akan melakukannya di dalam rumah, jika di sini sepertinya terlalu menarik perhatian."


"Baiklah... Kira-kira, berapa lama kau akan selesai?" tanya Xia Zhan penasaran.


"Entahlah, tapi yang pasti tidak sampai satu jam." Li Hao berbalik dan ia berjalan ke rumahnya.


Xia Zhan mengangkat alisnya dan melihat Li Hao mulai menjauh darinya, "Tidak sampai satu jam? Aku dengar metode ini memakan waktu setidaknya tiga jam atau lebih, dia sungguh percaya diri." gumam Xia Zhan pelan.

__ADS_1


***


Setelah memasuki rumahnya, Li Hao langsung melakukan posisi meditasi di tengah ruang tamu, ia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya lewat mulut, matanya perlahan terpejam dan ia mulai menenangkan diri sampai tidak memikirkan apapun lagi.


......................


Satu batang dupa berlalu.


Kelima indra Li Hao kini sudah tidak berfungsi lagi, ia kemudian membuka matanya dan menemukan dirinya di sebuah padang rumput yang luas.


Tidak jauh di depan Li Hao terdapat lima buklet batu lonjong yang posisinya sejajar dan tingginya tidak lebih dari satu meter, "Hm, apa itu?" Li Hao merasa penasaran, dan ia langsung berjalan menghampiri kelima batu tersebut.


Alis Li Hao sedikit mengerut ketika lima buklet batu tersebut terdapat lima lambang elemen: Api, air, udara, tanah dan petir.


"Menurut buku yang kubaca, kultivator yang memasuki alam bawah sadarnya akan menemukan siluet elemen yang terbentuk dari jiwa sejati." Li Hao bergumam, sebenarnya ia saat ini sedang terkejut karena mempunyai lima elemen sekaligus-- bahkan jantungnya sekarang berdebar cukup kencang.


"Tapi kenapa wujud elemen yang kupunya dalam bentuk buklet batu? Apakah seseorang dengan lima elemen memang seperti ini?" Li Hao menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung, ia tidak pernah mengetahui peristiwa semacam ini.


Li Hao kemudian menyentuh buklet batu tersebut dan mengamatinya secara teliti.


Selang beberapa waktu, Li Hao menghela nafas panjang karena tidak melihat sesuatu yang aneh, ia mundur beberapa langkah dan memilih untuk keluar dari alam bawah sadarnya.


***


"Hei..." Li Hao menyapa.


Xia Zhan langsung tersentak dan ia menoleh ke samping, "Apa kau belum melakukannya?" tanyanya penasaran.


"Aku sudah melakukannya, dan aku hanya mempunyai elemen api saja." ucap Li Hao memberitahu.


"Melakukannya hanya dalam waktu kurang dari setengah jam? Dia benar-benar luar biasa." Xia Zhan diam-diam berdecak kagum.


"Kenapa kau diam saja?" Li Hao sedikit mengangkat alisnya.


"Ah, tidak apa." Xia Zhan menggeleng pelan, "Omong-omong, kau itu berbakat tapi kenapa hanya mempunyai satu elemen saja?"

__ADS_1


"Meskipun aku berbakat, bukan berarti jumlah elemen yang kupunya akan banyak." Li Hao mengangkat bahunya, lalu berjalan ke lapangan, "Ayo ajari aku sebelum malam tiba."


Xia Zhan tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengikuti pemuda tersebut dari belakang.


Ketika mereka sudah berada di lapangan, Xia Zhan langsung mengangkat tangan kanannya ke depan, "Elemen bisa diciptakan melalui Qi, kau hanya perlu menemukan sebuah benang di dalam dirimu."


"Benang?"


"Ya, benang elemen. Qi hanyalah pendukung agar elemen bisa dimanifestasikan..." jelas Xia Zhan, lalu berkata, "Jika kau sudah menemukan benang elemen satu kali saja, maka untuk selanjutnya kau tidak perlu melakukan hal tersebut. Cukup bayangkan saja dan elemen akan terwujud."


"Contohnya seperti ini..." Xia Zhan mengaliri Qi-nya ke tangan kanan, dan seketika bola api muncul di atas telapak tangannya itu, "Mudah, bukan?"


Li Hao terdiam sejenak sebelum mengangkat tangan kanannya ke atas, ia kemudian mengaliri Qi-nya dan mulai mencari benang elemen yang dimaksud oleh perempuan itu.


Selang beberapa waktu, Li Hao berdecak kesal, sudah cukup lama ia mencari-- akan tetapi dirinya sama sekali tidak menemukan sesuatu yang dimaksud sebagai 'Benang Elemen'.


Melihat Li Hao kesal membuat Xia Zhan tertawa kecil, sebenarnya pemuda itu bisa saja menemukan benang elemen asalkan dia memejamkan matanya-- tapi ia sengaja tidak mengatakannya karena ingin melihat sejauh mana Li Hao berusaha.


"Tunggu... Kalau tidak salah aku pernah membaca tentang benang elemen, tapi aku tidak terlalu ingat." Li Hao sedikit mengerutkan alisnya, ia kemudian memejamkan mata dan berusaha mengingat hal tersebut.


Xia Zhan yang melihat Li Hao memejamkan mata sedikit mengangkat alisnya, "Hm, apa dia sudah menyadarinya?" Xia Zhan bertanya-tanya dalam hati.


"Aku tetap tidak bisa mengingatnya." Li Hao berdecak, dan mendapati Xia Zhan yang sedang menatapnya dengan tatapan keheranan, "Ada apa?"


"Kau belum menemukan benang elemennya?" tanya Xia Zhan penasaran.


Li Hao menggeleng dan menjawab, "Belum."


Xia Zhan mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh.


"Oh, ya... Aku akan kembali ke rumah dulu." Li Hao berjalan pergi dari sana.


"Eh, kenapa?" Xia Zhan sedikit memiringkan kepalanya.


"Ada sesuatu yang harus kuperiksa" jawab Li Hao cepat, "Tenang saja, aku tidak akan lama."

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2