Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Melarikan Diri ke Dungeon


__ADS_3

"Kuberikan satu kesempatan lagi, berikan bocah itu dan mari akhiri ini dengan damai..." ucap Xue Jian dengan tatapan tajam.


"Kesempatan...? Arogan sekali kau berbicara seperti itu seolah kau mengetahui hasil akhirnya seperti apa." Dang Tun mendengus sebelum mengeluarkan sebilah pedang dari tangan kanannya, "Mari kita lihat, seberapa hebat kemampuanmu itu sampai berani mengatakan hal bodoh di depanku."


"Dasar tua bangka sialan!" Xue Jian tidak lagi menahan auranya, lalu melesat maju ke arah kakek tua itu.


Pertukaran serangan kemudian terjadi di antara Dang Tun dan Xue Jian, setiap pedang yang berbenturan menciptakan suara serta angin kuat. Di sisi lain, Li Hao yang berada di luar kubah energi langsung melarikan diri dari sana.


Para bawahan Xue Jian yang masing-masing dari mereka di ranah Golden Core bintang 12 langsung mengejar Li Hao yang sedang melarikan diri, meskipun basis kultivasi mereka di atas pemuda itu tetapi mereka tidak mampu menyaingi kecepatannya.


Kecepatan Li Hao saat ini bahkan membuat seorang Xue Jian kesulitan untuk mengejarnya, jadi dia mampu membuat kesepuluh orang itu kehilangan jejaknya dalam waktu yang tergolong singkat.


Setelah berhasil lolos dari kejaran kesepuluh orang itu, Li Hao yang bersembunyi di sebuah gang sempit langsung mengeluarkan kunci dungeon dari inventory. Sebenarnya ia bisa saja keluar dari kota ini mengingat Xue Jian masih berhadapan dengan Dang Tun, tapi resikonya cukup tinggi karena bisa saja ada orang-orang dari sekte Lotus Hitam berada di luar kota, selain itu melarikan diri pun sulit karena sebagian besar Qi-nya telah habis digunakan untuk menggunakan teknik Immune Step.


"Haaa... Aku harus bersyukur karena system memberikan teknik Immune Step sebagai hadiah misi, aku tak tau bagaimana nasibku sekarang jika tidak memiliki teknik itu..." Li Hao menghela nafas panjang melalui mulutnya, lalu menatap sejenak kunci perak di tangannya, "Baiklah, tidak perlu buang-buang waktu lagi."


Li Hao memutar kunci dungeon seolah-olah ada sebuah pintu di depannya. Kunci itu mengeluarkan cahaya keperakan dan kemudian membentuk sebuah portal perak berukuran hampir tiga meter. Pada saat yang bersamaan, kunci dungeon itu mulai berubah menjadi partikel cahaya dan perlahan-lahan menghilang seiring dengan terbentuknya portal perak tersebut.


Ketika portal perak itu terbentuk secara sempurna, kunci dungeon di tangan kanan Li Hao lenyap.


"Jadi ini yang namanya portal menuju dimensi lain...?" Li Hao berdecak kagum karena portal itu terlihat sangat menakjubkan di matanya, kakinya perlahan mulai melangkah ke portal tersebut.


"Tunggu!"


Langkah Li Hao terhenti mendengar suara itu, setelah menoleh ke belakang ia menemukan seorang pemuda yang tampak seusianya sedang berdiri di jalan masuk ke dalam gang.


"Dia sepertinya bukan dari kelompok yang mengejarku..." Li Hao menyimpulkan setelah melihat pakaian kasual pemuda itu, "Ada apa?"


"Kau... Orang yang telah membuat keributan di kota, bukan?!" pemuda itu bertanya dengan suara lantang, dia tampak waspada.


"Aku salah satunya, tapi aku hanya dijadikan target oleh mereka. Seorang pak tua bernama Dang Tun mengenalku dan membiarkanku pergi karena aku tidak salah, saat ini dia sedang bertarung dengan orang terkuat yang mengejarku." Li Hao menjelaskan secara singkat supaya tidak ada kesalahpahaman.


Pemuda itu terlihat terkejut usai mendengar ucapan Li Hao, namun dia langsung menggeleng cepat lalu menunjuk ke arah orang bertopeng hitam tersebut, "Jangan bergerak dan ikuti aku ke Pusat Gedung Kota, kalau kau melangkah satu langkah saja maka aku akan menganggapmu sebagai musuh!"

__ADS_1


"Haaa... Merepotkan sekali. Aku tidak peduli, lagipula kau tidak akan mampu mengalahkanku." Li Hao membalas dengan acuh tak acuh, lalu memasuki portal yang ada di depannya.


Pemuda itu langsung mengejar Li Hao ketika melihatnya bergerak, namun belum sampai setengah jalan dia langsung berhenti karena terkejut melihat keberadaan orang tersebut menghilang begitu saja.


"Apa yang terjadi...?" pemuda itu melebarkan matanya dengan sempurna, "Bagaimana bisa dia menghilang secara tiba-tiba?"


Di sisi lain, Li Hao yang memasuki portal langsung dipindahkan ke sebuah ruangan gelap tetapi memiliki luas yang cukup menampung ratusan atau mungkin ribuan orang.


Tidak lama setelah Li Hao menginjak lantai ruangan tersebut, portal perak di belakangnya menghilang dan puluhan obor yang terpajang di sepanjang dinding memunculkan api berwarna biru.


[Ding! Berhasil menyelesaikan misi system!]


[Pedang Iblis Malam berhasil berevolusi!]


Li Hao tersenyum senang melihat misinya berhasil diselesaikan, lalu dirinya segera mengeluarkan pedang Iblis Malam untuk melihat perubahan setelah evolusi.


Tidak ada perubahan signifikan dalam desain pedang Iblis Malam, hanya ada penambahan dua tanduk hitam di gagangnya. Selain itu, pedang tersebut terasa semakin ringan dan bilahnya juga semakin tipis.


Li Hao memegang dagunya dan berpikir sejenak, namun suara notifikasi system membuatnya tersentak.


[Ding! Selesaikan dungeon level Normal!]


[Hadiah: Naik 30 level]


[Hukuman Gagal: Tidak ada]


"Lumayan hadiahnya..." Li Hao bergumam, lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar, "Hm, tidak ada apa-apa di sini. Apa aku harus naik ke tangga itu?"


Li Hao menatap ke arah tangga yang berada di sudut ruangan, namun belum sempat memutuskannya, ratusan tengkorak manusia muncul di mana-mana dan mengelilinginya.


Setiap tengkorak manusia yang muncul memiliki senjatanya masing-masing, ada yang memakai pedang, tombak, perisai, busur dan bahkan gada besi.


Seolah sudah mengetahui musuhnya, mereka langsung menyerang Li Hao tanpa komando atau semacamnya.

__ADS_1


Li Hao sendiri mau tak mau harus menghadapi mereka meskipun Qi-nya masih belum pulih, menggunakan pedang Iblis Malam di tangannya, ia mulai menghabisi mereka satu-persatu.


Selama dua jam lamanya, Li Hao terus bertarung hanya dengan mengandalkan kekuatan fisiknya. Dia akhirnya berhasil mengalahkan semua tengkorak hidup itu tanpa menerima luka parah.


Brugh.


"Melelahkan sekali..." Li Hao menjatuhkan dirinya ke lantai sebelum menghela nafas panjang melalui mulutnya, "Hm, levelku sama sekali tidak bertambah. Apakah makhluk yang ada di dungeon ini tidak meningkatkan exp-ku?"


"Yah, tidak perlu dipikirkan. Lagipula, levelku yang sekarang sudah cukup tinggi jadi sangat sulit untuk menaikkan level jika tidak membunuh makhluk yang sepadan." Li Hao bergumam demikian, lalu mengeluarkan beberapa pil yang mampu memulihkan kondisinya saat ini.


Setelah beristirahat selama satu jam lamanya, Li Hao berhasil memulihkan semua luka ringannya dan juga sebagian Qi-nya.


Li Hao langsung bangun, lalu melihat sekitarnya sekali lagi. Dia terdiam sejenak untuk memikirkan tempat macam apa yang sekarang diinjaknya.


"Menara...?"


Setelah melihat struktur ruangannya di sekitarnya, Li Hao hanya bisa memikirkan hal itu saja.


"Kalau tempat ini adalah menara, itu artinya tangga di sana adalah jalan menuju lantai selanjutnya, bukan?" Li Hao bergumam sembari menatap tangga batu di sisi ruangan, "Berapa lantai yang dimiliki menara ini?"


Li Hao mengelus dagunya sebelum menahan nafasnya selama beberapa saat, "Biasanya dalam komik atau novel, dungeon yang berbentuk menara seperti ini memiliki seratus lantai. Apakah menara ini juga?!"


Kalau memang demikian, Li Hao hanya bisa pasrah dengan hal itu. Menyelesaikan seratus lantai bukanlah hal yang mudah, lantai pertama saja sudah berhasil membuatnya kelelahan.


"Seandainya aku tidak bisa menyelesaikan dungeon ini, apa yang terjadi?" Li Hao sejenak terdiam, "Apa aku akan terjebak di sini selamanya?"


Li Hao menggeleng cepat tidak lama setelah memikirkan itu, menurutnya system tidak akan memberikannya sebuah dungeon yang dirinya tidak bisa selesaikan.


"Aku harus percaya pada system." Li Hao bangkit berdiri, lalu berjalan ke arah tangga untuk naik ke lantai dua.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2