Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Terjebak Di Hutan Yang Luas


__ADS_3

Setelah terdiam selama beberapa waktu, akhirnya Li Hao membuka suara atas kedatangan mereka yang berniat untuk merekrutnya.


"Tuan dan Nyonya sekalian, saya sungguh berterima kasih atas undangan yang kalian berikan. Namun, untuk sementara saya ingin berpetualang di daratan ini tanpa terikat dengan sekte manapun." Li Hao menangkup tangannya saat mengatakan itu, "Mungkin di masa depan nanti saya akan mencari tempat untuk saya tinggal, dan kalian semua yang ada di sini akan saya jadikan pilihan utama ketika itu terjadi."


Li Hao menolak secara halus tetapi dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung siapapun di antara mereka.


Kelima orang itu menyipitkan mata mereka setelah Li Hao berkata demikian, jelas mereka ragu karena Li Hao adalah individu yang berbakat. Seandainya itu terjadi maka kemungkinan Li Hao akan memilih sekte atau kelompok yang lebih besar dari mereka.


Li Hao bisa melihat keraguan di wajah mereka, ia hanya bisa diam dan menunggu tanggapan positif dari mereka.


"Itu adalah alasan yang bagus untuk menolak, tapi apa kau yakin akan memilih lima di antara kami? Bisa saja kau mengatakan itu supaya bisa terhindar dari ini..." ucap pria berbadan kekar yang berasal dari klan Padang Pasir Hitam.


Dua orang lainnya juga setuju dengan itu, sementara Ahn Yang dan perempuan paruh baya dari sekte Lingkaran Pelangi diam tanpa mengatakan apapun.


"Kalian benar, itu memang adalah alasan untuk menolak kalian. Tapi bukan berarti saya tidak membutuhkan tempat di masa depan, bukan? Tidak selamanya kultivator pengembara seperti saya akan terus sendiri, suatu saat nanti saya membutuhkan sekte yang cocok untuk saya tinggali." balas Li Hao tenang.


"Aku mengerti alasanmu, anak muda. Tidak ada alasan bagiku untuk memaksamu..." Ahn Yang tersenyum, kemudian menangkupkan tangannya, "Maafkan aku jika telah membuang waktumu yang berharga, kuharap takdir bisa menyatukan kita kembali di masa depan nanti."


Beberapa orang juga tidak mau terlalu memaksa Li Hao sehingga mereka memilih untuk pamit undur diri. Di sana kemudian hanya menyisakan pria berbadan kekar yang berasal dari klan Padang Pasir Hitam dan perempuan paruh baya yang berasal dari sekte Lingkaran Pelangi, meski Li Hao telah menolak secara halus tetapi keduanya masih bersikukuh untuk mendapatkannya.


Mereka berdua mulai membujuk Li Hao sembari membanggakan sekte dan klan mereka masing-masing, hal itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya kedua orang tersebut menyerah.


Sebelum mereka pergi, Li Hao bisa merasakan kalau pria berbadan kekar itu memberikan tatapan khusus kepadanya. Entah apa artinya, tetapi mulai hari ini ia harus waspada setiap saat.


"Inilah mengapa aku tidak terlalu suka menarik perhatian dalam menunjukkan kemampuanku." Li Hao berkata dalam hati, lalu menghela nafas panjang, "Aku harus menjadi lebih kuat supaya mereka memikirkan konsekuensinya kalau mengincarku."


***


Seminggu berlalu semenjak Li Hao keluar dari kota Luoyang, saat ini ia berada di sebuah Hutan luas yang dipenuhi dengan binatang spiritual.


Sudah hampir tiga hari Li Hao terjebak di sini. Awalnya, ia hanya ingin membunuh beberapa hewan untuk meningkatkan exp-nya agar bisa naik level. Namun tanpa disadari, dia sudah terlalu jauh masuk ke dalam hutan dan tidak ingat jalan untuk kembali.


Meskipun hal ini bisa disebut sebagai kesialan tetapi Li Hao tidak menganggapnya demikian, karena Hutan yang dipenuhi dengan binatang spiritual adalah ladang exp bagi dirinya.

__ADS_1


"Ugh, aku mulai bosan makan daging..." Li Hao merasa ingin mual setelah menelan daging buruannya, "Padahal sebelum datang ke dunia ini, aku selalu iri pada orang-orang makan daging setiap hari."


"Apa mungkin karena aku tidak membumbuinya?" Li Hao bertanya dalam hati sebelum menepis pertanyaan itu dari pikirannya, "Yah, aku tidak peduli. Dibumbui atau tidak tetap saja masuknya ke dalam perut..."


Ketika Li Hao sedang menikmati daging buruannya, ia bisa merasakan kalau ada sejumlah binatang buas yang mendekat ke arahnya.


"Hm, mungkinkah mereka tertarik dengan bau yang keluar dari daging panggangku?"


[Ding! Selamatkan ibu serigala dan anak-anaknya dari kejaran pemburu!]


[Hadiah: Naik 5 Level.]


[Kegagalan: Turun 5 Level.]


Kemunculan layar misi sedikit mengejutkan Li Hao, tidak lama kemudian sejumlah serigala mulai terlihat dan serigala yang ukurannya paling besar sudah terluka cukup parah.


"Apa-apaan... Turun 5 level? Kau bercanda?!" Li Hao semakin terkejut usai membaca isi misinya, "Sialan, aku harus menyelamatkan mereka!"


"Hm, aku tidak bisa menemukan mereka. Sepertinya mereka berada jauh di belakang, apa yang harus kulakukan?" Li Hao sebelumnya berpikir untuk memberikan pertolongan pada serigala yang terluka parah, namun mengingat mereka diburu oleh manusia pastinya akan waspada jika dirinya tiba-tiba muncul.


Pada saat Li Hao masih memikirkan keputusannya, ia dibuat tersentak oleh suara geraman harimau, "Apa...?"


Harimau loreng itu secara perlahan mendekati kumpulan serigala yang sedang berjalan dengan penuh kewaspadaan.


"Tunggu, jangan bilang pemburunya bukan manusia melainkan harimau itu?" Li Hao memasang ekspresi tak menyangka, lalu segera melompat turun dari atas pohon sembari mengeluarkan pedang Angin.


"Grr!"


Kemunculan Li Hao membuat harimau itu terkejut sekaligus waspada, sedangkan empat serigala yang tidak jauh dari sana segera berlari untuk menghindari harimau itu.


"Roaar!"


Harimau itu mengaum marah pada Li Hao karena dia telah membuat mangsanya melarikan diri, dengan cepat ia menerkam manusia yang menghalangi dengan cakar tajam miliknya.

__ADS_1


Shin Yu menggunakan pedang angin langsung menangkis terkaman dari harimau itu, matanya perlahan menyipit karena kekuatan binatang spiritual itu jauh lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya.


"Sayang sekali, kekuatanmu masih belum cukup untuk melukaiku." Li Hao menggunakan Gerakan Pertama dari tujuh gerakan bintang untuk membunuh harimau itu.


Li Hao berhasil membunuhnya dalam waktu kurang dari satu menit, namun setelah menunggu selama beberapa saat dirinya masih belum melihat layar kalau misi telah selesai.


"Jadi bukan hanya satu saja yang mengincar para serigala itu?" Li Hao bergumam kecil sebelum mencari ke mana para serigala itu pergi.


Li Hao berlari dengan kecepatan penuh dan tidak butuh waktu lama hingga menemukan sekumpulan serigala yang dikelilingi oleh kawanan singa betina yang berjumlah belasan.


"Sialan, untung saja tidak terlambat." Li Hao merasa lega dan segera memasuki wilayah yang dikelilingi oleh belasan singa betina.


Kehadiran Li Hao jelas-jelas membuat mereka, termasuk para serigala kaget. Mereka semua menatap manusia itu dengan tatapan penuh kewaspadaan.


Tanpa banyak bicara, Li Hao langsung melancarkan gerakan pertama dari tujuh gerakan bintang miliknya. Hanya dengan kekuatan fisik saja, ia berhasil membunuh belasan singa betina di tingkat Forging Qi bintang lima ke bawah dalam waktu kurang dari sepuluh menit.


[Level meningkat: 94 > 99]


Setelah berhasil membunuh mereka, Li Hao menatap para serigala yang ketakutan dengan kehadirannya. Tubuh mereka bergetar dan sadar terjatuh ketika manusia itu datang menghampiri mereka.


"Mereka ketakutan setelah melihat kekuatanku, ya?" Li Hao bergumam sembari menghentikan langkahnya, lalu menatap ke layar yang menunjukkan kalau misinya telah berhasil diselesaikan, "Misiku sudah selesai, sepertinya aku tidak perlu sampai membantu mereka. Apalagi mereka takut dengan kehadiranku."


Li Hao langsung berbalik dan hendak pergi dari sana, baru satu langkah dirinya terhenti karena mendengar suara dari arah belakang.


"Berhenti..."


Meskipun samar Li Hao bisa mengetahui kalau itu adalah suara yang memanggilnya, ia menoleh ke belakang dan matanya sedikit melebar ketika menemuka semua serigala di belakangnya menatapnya secara bersamaan.


"Hahaha... Tidak mungkin kalian yang memanggilku, bukan?"


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2