Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Gua Dunia Lain II


__ADS_3

Belum lama setelah Li Hao memasuki portal, muncul seseorang dari arah lorong. Dia merupakan seorang pria yang masih berusia 25-an, matanya berwarna merah menyala dan pakaiannya terlihat sederhana.


"Wah... Ini mengejutkan. Dia memasuki Pocket Realm di Gua Dunia Lain seorang diri? Keberaniannya patut diacungi jempol." pria tersebut memasang ekspresi sedikit terkejut, "Padahal aku ingin membawanya bersamaku, tapi dia malah pergi ke lubang kuburannya sendiri."


"Yah, kalau dia berhasil keluar hidup-hidup dari Pocket Realm ini. Aku akan membawanya, tak peduli seberapa banyak orang yang ingin menangkapnya..." pria itu tertawa kecil sebelum menghilang di kegelapan secara perlahan.


***


Setelah melewati portal, Li Hao dipindahkan ke sebuah Sabana yang luas. Tempat ini mirip dengan wilayah Netral yang menjadi lokasi Gua Dunia Lain, namun bedanya di sini cuacanya mendung seperti mau hujan badai.


"Aku... Tidak merasakan tanda-tanda bahaya." Li Hao bergumam sembari memperhatikan sekitarnya, "Hm? Tanahnya... Bergetar?"


Wroooom!


Getarannya semakin lama semakin kuat, ekspresi Li Hao berubah menjadi serius ketika mengetahui kalau ada sesuatu di bawah tanah yang sedang bergerak cepat ke arahnya.


"Sial!"


Li Hao langsung melompat setinggi mungkin, dan di detik selanjutnya tanahnya hancur sehingga menciptakan kepulan asap tebal dalam radius ratusan meter.


Wrooo...


Siluet hitam raksasa terlihat bersembunyi dari balik asap tebal. Li Hao yang masih berada di udara segera menjadikan pedang Iblis Malam sebagai pijakan untuk meloncat supaya tidak mendarat di bawah siluet tersebut.


Pedang Iblis Malam jatuh ke arah siluet itu, sementara Li Hao mendarat di jarak yang cukup aman.


Whoooosh!


Sesaat setelah Li Hao berhasil mendarat, angin kuat tercipta dan menghilangkan kepulan asap yang menutupi area sekitar. Di sana, seekor kalajengking yang ukurannya puluhan meter terlihat sedang berputar di tempat.


Kalajengking itu berputar beberapa kali sebelum akhirnya berhenti setelah menemukan keberadaan selain dirinya.

__ADS_1


Whoooosh!


Dengan kecepatan tinggi, kalajengking itu bergerak ke arah Li Hao. Dia mengangkat kedua capitnya seolah ingin menerkam dan mencabik-cabik lawannya.


Sementara itu, Li Hao menggunakan teknik Tinju Petir Merah pada kedua tangannya dan melesat menggunakan teknik Immune Step.


Li Hao bergerak dengan gaya zig-zag untuk membingungkan lawannya, dan setelah berjarak beberapa meter, ia dengan cepat menyelinap ke bawah tubuh raksasa kalajengking itu lalu melompat dengan kekuatan penuh sambil memutar tubuhnya.


Duaaaar!


Kalajengking yang tidak sempat bereaksi langsung terbang ke langit usai menerima kedua tinju dari Li Hao.


Li Hao sendiri langsung bergerak memutari area sekitar untuk mencari pedang Iblis Malam yang sebelumnya telah terjatuh. Namun belum sempat menemukannya, kalajengking raksasa melesat ke arahnya dengan kedua capit yang berputar seperti tornado.


"Apa-apaan?!" Li Hao cukup terkejut, namun ia segera menyingkirkan keterkejutannya dan menciptakan pedang Qi di tangan kanannya, "Baiklah jika tinju tidak dapat membunuhmu, aku akan menyelesaikannya dengan pedang..."


Whoooosh!


Kalajengking yang bergerak ke arah Li Hao merasakan sinyal bahaya saat melihat serangan cepat datang ke arahnya, dia langsung menggunakan kedua capit yang masih berputar sebagai tameng.


Duuuar!


Ledakan terjadi sesaat setelah Tusukan Bintang menghantam kalajengking itu, kepulan asap kembali tercipta namun hal tersebut tidak berlangsung lama.


Li Hao tersenyum tipis melihat kalajengking itu telah terbelah menjadi dua, "Gerakan Tusukan Bintang memang yang paling simpel dan terbaik untuk mengeksekusi musuh..."


Setelah berhasil membunuh lawannya, Li Hao langsung mencari pedang Iblis Malam dan pencarian itu memakan waktu kurang lebih selama sepuluh menit.


"Hm, levelku sama sekali tidak naik, ya?" Li Hao bergumam usai melihat layar statusnya, "Omong-omong, kalajengking tadi... Aku tidak bisa melihat basis kultivasinya, namun dia memiliki Qi dalam tubuhnya. Meskipun begitu, monster itu tidak mampu memanfaatkannya dengan baik dan membuat pertarungannya menjadi lebih mudah."


"Tetapi aku masih harus tetap berhati-hati, tidak ada jaminan kalau semua monster di sini tidak bisa memanfaatkan Qi mereka dengan baik." Li Hao berkata dengan suara yang pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah portal yang jaraknya ratusan meter dari tempatnya berada, "Sebelum itu, aku harus menandai tempat ini terlebih dahulu supaya tidak tersesat nantinya kalau ingin kembali."

__ADS_1


Li Hao kemudian mengeluarkan sebuah bola kecil seukuran kerikil, lalu mengalirkan sejumlah Qi ke dalamnya. Setelah itu, ia pergi ke tempat portal berada lalu menguburnya di dekat sana.


Bola seukuran kerikil tersebut merupakan Artefak Penanda. Sesuai dengan namanya, fungsi dari bola itu adalah menandakan titik yang ditentukan, dan sebagai orang yang mengalirkan Qi-nya, Li Hao akan mengetahui lokasi dari bola itu meskipun jarak yang memisahkan mereka sejauh ribuan kilometer.


"Huh... Baiklah, aku selesai." Li Hao menghela nafas pendek, lalu mengendarkan pandangannya, "Kalau begitu, mulai dari arah mana dulu, ya?"


Li Hao tidak berpikir terlalu lama dan bergerak sesuai dengan instingnya saja, namun belum lama setelah dirinya melesat dengan kecepatan tinggi, terjadi gempa hebat yang hampir membuatnya jatuh tersungkur.


"Kalajengking lagi?!" Li Hao mengerutkan alisnya ketika merasakan sesuatu di bawah tanah bergerak cepat ke arahnya, "Tsk, merepotkan!"


Li Hao segera melompat tinggi ke atas sembari mengalirkan Qi dalam jumlah besar ke pedang Iblis Malam. Di sisi lain, ledakan terjadi di daratan dan menciptakan kepulan asap yang tebal, kali ini radiusnya jauh lebih luas dari sebelumnya dan hal itu cukup membuat jantung Li Hao berdebar kencang.


Kepulan asap itu kemudian disingkirkan oleh hembusan angin yang sangat kencang, dan tiga kalajengking raksasa terlihat di sana.


Li Hao yang masih berada di udara tidak bisa untuk tidak terkejut, ia tanpa berpikir lebih jauh langsung mengeksekusi Putaran Bintang Jatuh pada tiga kalajengking yang berasa tepat di bawahnya saat ini.


Whoooosh!


Kumpulan kalajengking itu langsung menyadari keberadaan Li Hao, namun mereka tidak sempat untuk menghindarinya dan menerima serangannya secara mentah-mentah.


Duuuuuar!


Ledakan kembali terjadi dan menciptakan kepulan asap lainnya, Li Hao berhasil membunuh satu kalajengking dalam sekali serangan namun dua yang lain berhasil selamat dan bahkan tidak terluka parah.


"Tsk, ternyata masih belum cukup..." Li Hao berdecak pelan, lalu kembali mengalirkan Qi dalam jumlah besar ke pedangnya, "Baiklah, tidak perlu buru-buru... Ini baru saja dimulai!"


Whoooosh!


Li Hao melesat maju ke salah satu kalajengking raksasa yang paling dekat dengannya, dan mulai melancarkan tekniknya secara bertahap.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2