Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Hierarki Binatang Buas


__ADS_3

Binatang buas mempunyai Hierarki atau tingkat tersendiri dalam Dunia Kultivator, mereka yang berada di kasta terendah disebut sebagai Fana. Meskipun begitu, tidak semua binatang buas tingkat Fana itu lemah.


Hierarki hanya sebutan sederhana untuk potensi dari binatang buas, semakin tinggi Hierarki-nya maka akan semakin tinggi pula potensinya.


Binatang buas tingkat Fana bisa saja lebih kuat dari tingkat yang di atasnya, namun perbedaan Hierarki membuat kekuatan mereka tidak begitu berarti.


Sebagai contoh, tingkat Bumi yang berada di atas tingkat Fana. Mencapai basis kultivasi Nascent Soul selama seribu tahun adalah waktu yang sangat cepat untuk tingkat Fana, tetapi bagi mereka yang berada di tingkat Bumi-- seribu tahun adalah waktu yang lama, karena pada umumnya binatang buas tingkat Bumi bisa mencapai tingkat Nascent Soul selama 600 sampai 800 tahun lamanya.


Itulah perbedaan Hierarki yang sebenarnya. Meskipun ada binatang buas tingkat Fana yang lebih dulu lahir dan mempunyai kesempatan untuk berkembang, tetapi mereka tidak akan mampu menyaingi binatang buas tingkat Bumi yang lahir sesudahnya.


Li Hao memegang telur tingkat Legenda itu dengan tangan kanannya dan memperhatikannya secara seksama, "Menurut apa yang kubaca dari buku tentang Beast-- hanya ada tingkat Fana, Bumi, Langit, Kuno dan Legenda saja. Tapi ada beberapa tulisan yang menyinggung kalau tingkat 'Legenda' bukanlah puncak dari Hierarki." Li Hao mulai memikirkan sesuatu, dan perlahan menepisnya.


"Tidak perlu memikirkan hal lain, ada masalah yang harus kuprioritaskan..." Li Hao terdiam sejenak usai mengatakan itu, lalu berkata dengan suara kebingungan, "Bagaimana cara menetaskan telur ini? Apakah tidak ada panduan untuk melakukannya?"


Li Hao sudah memeriksa riwayat pemberitahuan yang menjadi salah satu fitur sampingan system, tetapi ia tidak menemukan satupun petunjuk atau panduan untuk menetaskan telur tersebut.


"Baiklah, mari gunakan pengetahuan dari novel." Li Hao perlahan memejamkan mata dan mulai mengingat kembali jalan cerita dari ratusan sampai ribuan novel yang telah ia baca.


Beberapa waktu berlalu, Li Hao membuka matanya dan terdiam sejenak. Ia sudah menemukan beberapa cara yang masuk akal, tapi ia cukup ragu untuk melakukannya.


"Yah, apa boleh buat... Tidak ada pilihan lain." Li Hao berdiri dan berjalan menuju ke ruangan yang menjadi tempat untuk dirinya beristirahat.


Li Hao duduk bersila di atas kasur dan menempatkan telur merah itu di pangkuannya, "Baiklah, aku akan menggunakan cara yang paling umum terlebih dahulu." Li Hao bergumam, dan ia memegang telur tersebut menggunakan kedua tangannya.


Suasana hening terjadi dan Qi berwarna biru mulai menyelimuti kedua tangan Li Hao, tidak lama setelah itu-- Qi tersebut mengalir secara perlahan ke telur merah seperti aliran air di sungai.


Ketika Qi tersebut mengalir, telur merah menyerap dengan cepat energi spiritual yang datang padanya. Li Hao tentu mengetahuinya dan ia hanya menyaksikan dalam diam.


Selama kurang lebih 15 menit, Li Hao menghentikan tindakannya dan mengangkat kedua tangannya dari telur merah itu.


Nafas Li Hao sedikit memburu dan keringat sudah membasahi pakaiannya, tampilannya saat ini seperti seseorang yang baru saja selesai berolahraga.

__ADS_1


"Sepertinya benar, telur merah ini memerlukan energi spiritual untuk dijadikan makanannya. Itu artinya, menetaskan telur ini akan menyulitkan bagiku yang berada di tingkat Qi Refinement." pikir Li Hao serius, sebab dirinya cukup yakin kalau telur tersebut membutuhkan konsumsi energi spiritual yang sangat banyak.


Ketika Li Hao baru saja memikirkan itu, ia bisa merasakan kalau ada seseorang masuk ke dalam rumah, tanpa banyak berpikir dirinya langsung menyimpan telur di tangannya ke dalam Inventory.


"Eh, apa yang terjadi padamu?"


Orang yang masuk ke dalam rumah adalah Diao Chan, keterkejutan terlihat jelas di wajahnya saat melihat keadaan Li Hao yang berkeringat.


"Aku hanya sedikit berolahraga." Li Hao spontan menjawab seperti itu.


"Di atas kasur?" Diao Chan memberikan ekspresi kebingungan.


"Tidak, sudah cukup lama aku duduk di sini untuk beristirahat." jawab Li Hao sembari menggeleng pelan.


Diao Chan hanya mengangguk pelan dan tidak menanyakan tentang itu lebih jauh lagi, "Omong-omong, kapan kita akan pergi dari sini? Pendaftaran Turnamen Bebas yang digelar di kota Luoyang akan dibuka dalam waktu kurang dari dua bulan lagi, jika terus berlama-lama di sini-- kita mungkin tidak akan sempat untuk mendaftar." Diao Chan bertanya sekaligus menjelaskan.


"Aku akan beristirahat satu malam lagi, apakah tidak apa-apa?"


Li Hao hanya mengangguk untuk menanggapi itu dan Diao Chan mulai melangkah kakinya untuk pergi dari sana.


***


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Li Hao, mereka bertiga beristirahat selama satu malam dan kembali melanjutkan perjalanan.


Para warga desa memberikan beberapa bingkisan sebelum mereka bertiga pergi, meskipun semua bingkisan itu bukan sesuatu yang mewah tetapi ketiganya tetap berterima kasih.


Selama di perjalanan, Li Hao tidak terlalu banyak bicara-- berbeda dengan Diao Chan dan Wei Han yang terus bercerita sepanjang jalan.


"Aku harap tidak ada masalah yang merepotkan menimpaku selama perjalanan ini berlangsung." Li Hao selalu berharap seperti itu di dalam hatinya, meskipun begitu-- bukan berarti ia tidak mengharapkan misi dari system.


Jika system memberikan sebuah misi, Li Hao sangat yakin kalau hadiahnya bukanlah sesuatu yang biasa. Contohnya dimulai dari pedang Iblis Malam, buku seni bela diri yang tingkatnya tidak diketahui dan telur binatang buas tingkat Legenda.

__ADS_1


......................


Waktu berlalu cukup cepat dan tinggal beberapa hari lagi bagi Li Hao serta yang lainnya untuk sampai ke kota Luoyang.


Saat ini, mereka bertiga berada di Hutan yang luas dan sedang beristirahat. Wei Han dan Diao Chan sedang memakan makanan yang mereka beli sewaktu singgah di kota kecil beberapa waktu lalu.


Sedangkan Li Hao hanya duduk bersender di pohon yang berbeda sembari melihat layar statusnya.


[ Nama: Li Hao


Umur: 18 Tahun


Level: 94


Basis Kultivasi: Qi Refinement bintang 1


Statistik


Strength: 110 Vitality: 55


Agility: 126 Qi: 150


SP: 55 ]


"Setelah berburu banyak binatang buas selama kurang dari dua bulan, aku hanya bisa meningkatkan beberapa level saja." Li Hao menghela nafas panjang ketika memikirkan itu, semakin tinggi levelnya maka akan semakin sulit bagi dirinya untuk meningkatkan level, "Karena aku hanya membunuh hewan buas yang lebih lemah dariku, ada kemungkinan exp yang kudapat menjadi tidak terlalu besar."


Biasanya di dalam game RPG ada yang namanya pengurangan exp jika membunuh monster yang levelnya lebih rendah dari pemain, itu adalah peraturan yang dibuat agar pemain tidak berkembang terlalu cepat.


Ada kemungkinan kalau peraturan tersebut ditetapkan di dalam 'System' milik Li Hao saat ini, memang tidak ada bukti kuat tentang itu-- karena tidak ada fitur yang bisa membuatnya melihat jumlah exp-nya sekarang ini, tapi ia cukup meyakininya-- karena sosok yang menciptakan 'system' pasti sudah mencocokkan pengetahuanku sewaktu di bumi agar aku bisa beradaptasi dengan mudah.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2