Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Mengantri


__ADS_3

"Ah, ini lebih baik..." Diao Chan tersenyum tipis, ia merasakan kehangatan yang cukup membuat tubuhnya tidak menggigil lagi, "Terima kasih..."


"Ya, sama-sama." Li Hao mengangguk pelan sembari melirik sesaat wanita di sampingnya, keduanya kemudian kembali berjalan bersama.


Tempat pendaftaran Turnamen berada tidak jauh dari tempat Li Hao menginap, dengan jalan kaki-- hanya akan membutuhkan waktu sekitar lima menit saja untuk sampai.


"Sudah cukup banyak orang yang mengantri di sini..." Diao Chan bisa menemukan antrian berbaris panjang yang diisi belasan orang di depan pintu masuk sebuah gedung besar, "Sepertinya mereka semua adalah orang-orang yang ingin mendaftar Turnamen."


"Mendaftar Turnamen di dalam gedung, rasanya cukup modern untuk dunia semacam ini." Li Hao berpikir dalam diam, kemudian mereka berdua berjalan dan ikut mengantri dalam barisan itu.


Kedatangan Li Hao dan Diao Chan menjadi pusat perhatian beberapa orang yang sedang mengantri, sebagian besar dari mereka terpana dengan kecantikan Diao Chan sedangkan sisanya memperhatikan lapisan tipis merah yang menyelimuti mereka berdua


"Oh, kita menjadi pusat perhatian beberapa orang." Li Hao baru menyadari itu, dan menoleh ke wanita di sampingnya, "Sepertinya kecantikanmu yang membuat mereka melihat ke sini."


"Ya, itu sudah wajar." Diao Chan langsung menyombongkan dirinya.


Li Hao hanya mendengus pelan melihat kesombongan wanita di sampingnya itu.


"Omong-omong, apa reaksimu sama seperti itu saat pertama kali melihatku?" Diao Chan bertanya, namun ia tidak menatap mata Li Hao.


"Hm, aku lupa... Sepertinya iya? Tapi itu hanya sesaat saja karena aku sekedar kagum." Li Hao menjawab sekaligus memberikan penjelasan.


Diao Chan terdiam sejenak mendengar itu sebelum helaan nafas pelan keluar dari mulutnya, "Lalu, bagaimana dengan Ling Yue? Siapa yang lebih cantik jika aku dibandingkan dengannya?"


"Huh, kenapa kau tiba-tiba mengungkit nama itu?" Li Hao jelas merasa keheranan, alisnya sedikit mengerut.


"Hanya penasaran saja!" Diao Chan mengatakan itu dengan nada sedikit tinggi sehingga membuat orang yang berada di antrian depan mereka berdua menoleh ke belakang selama beberapa detik.


"Ah, baik, baik... Aku akan mengatakannya." Li Hao buru-buru berkata-- karena selain menarik perhatian orang lain lewat ucapannya yang keras, Diao Chan mengencangkan genggaman tangan kirinya sehingga membuat tangan kanannya kesakitan.


Ketika Li Hao mengatakan itu barulah Diao Chan melemaskan genggaman tangan kirinya, kedua bola mata cantiknya menatap pemuda di sampingnya dengan tatapan tajam.


Li Hao tidak terlalu mengerti alasan Diao Chan merasa ingin tau tentang itu, ia menghela nafas panjang sebelum berkata, "Kalau menurutku pribadi, lebih cantik dia... Tapi jika menggunakan perspektif umum, kecantikan kalian setara."

__ADS_1


"Heh... Kau memujinya cukup bagus." Diao Chan tersenyum tipis sembari berusaha menahan kekesalannya.


"Hei, hei... Kenapa kau mengencangkan genggamanmu?!" Li Hao merasa sedikit kesakitan.


"Hmph! Hanya iseng saja." Diao Chan mendengus kencang sebelum mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.


Li Hao merasa ada yang aneh dengan sifat wanita itu, apakah dia cemburu karena aku mengatakan Ling Yue lebih cantik darinya? pertanyaan tersebut muncul di benaknya tetapi ia langsung menggeleng pelan untuk menepisnya, "Mustahil kalau dia menyukaiku, bukan?"


......................


Ketika waktu berlalu, langit yang gelap perlahan mulai menjadi cerah dan sekarang semakin banyak orang yang mengantri untuk mendaftarkan diri ke Turnamen bebas.


Li Hao dan Diao Chan sudah berhenti bergandengan tangan setelah sinar matahari muncul, meskipun wanita cantik itu masih dalam keadaan sakit tetapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya.


"Sebentar lagi pendaftaran akan dibuka, apa kau masih kuat untuk berdiri?" Li Hao bertanya pada Diao Chan yang berada tepat di depannya.


"Ya... Aku rasa masih bisa." Diao Chan menjawab, suaranya terdengar pelan dan serak.


"Apa kau mau sarapan? Aku akan mengeluarkan beberapa makanan jika kau mau."


Li Hao hanya mengangguk pelan sebelum mengeluarkan tiga bakpau dari inventorynya, karena dimensi inventory tidak ada konsep waktu-- bakpau miliknya masih terasa hangat.


"Eh, hangat?" Diao Chan merasa sedikit terkejut ketika menerima dua bakpau dari pemuda di belakangnya.


"Aku menggunakan elemen api untuk menghangatkannya." jawab Li Hao berbohong.


Diao Chan mengangguk paham dan kemudian memakan dua bakpau di tangannya dalam diam, Li Hao juga memakan satu bakpau di tangannya untuk mengganjal perutnya sementara waktu.


Beberapa saat setelah mereka berdua memakan makanan itu, tiga orang dari kejauhan datang dan berjalan menuju ke pintu masuk gedung.


Dua dari mereka sepertinya adalah seorang Golden Core, sedangkan satu orang lagi tidak bisa Li Hao ukur kekuatannya.


"Tampaknya dia seorang Nascent Soul." Diao Chan berkata demikian dan membuat Li Hao bertanya.

__ADS_1


"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Li Hao penasaran.


"Aku sudah sering bertemu dengan seorang Nascent Soul, jadi aku cukup peka terhadap orang-orang yang berada di tingkat itu." jawab Diao Chan menjelaskan, meskipun begitu-- hal tersebut bukan sesuatu yang pasti karena ucapannya hanya didasarkan dari insting saja.


Li Hao hanya diam mendengar itu dan perhatiannya mengarah ke tiga orang yang sedang berdiri di depan pintu masuk gedung.


"Perhatian pada semua orang yang mendaftar." pria paruh baya yang diperkirakan seorang Nascent Soul berkata dengan suara yang sedikit keras, "Pendaftaran akan dibuka dalam sepuluh menit lagi, saya harap kalian bisa tenang dan tidak membuat keributan."


Pria paruh baya itu kemudian berbalik setelah mengakhiri kata-katanya, ia membuka pintu gedung lalu masuk ke dalam sana seorang diri. Sedangkan dua Golden Core yang tersisa menunggu di depan pintu masuk layaknya seorang penjaga.


Setelah sepuluh menit berlalu, salah satu penjaga Golden Core membuka pintu gedung selebar mungkin lalu mengatakan kalau pendaftaran sudah dibuka.


Orang yang berada di antrian paling depan langsung berjalan memasuki gedung, diikuti oleh orang di belakangnya sampai sepuluh orang.


"Aku tak menyangka akan setenang ini." Li Hao bergumam sembari menoleh ke antrian di belakangnya, mereka yang berada di aliran putih dan hitam sama sekali tidak membuat keributan.


"Mereka bukan orang gila, ribut di kota ini akan mendapatkan sanksi yang berat-- tidak peduli latar belakang apa yang mereka milik." sahut Diao Chan yang tidak sengaja mendengarnya, ia kemudian melanjuti, "Meskipun seorang putra Kaisar berbuat salah, dia tetap akan dihukum. Kota Luoyang yang merupakan kota Netral bukan hanya sekedar nama saja, hukuman adil berlaku di sini."


"Begitu, ya... Kota yang damai." Li Hao mengangguk beberapa kali, lalu bertanya dengan nada penasaran, "Tapi biasanya ada beberapa orang kuat yang arogan, bukan? Meskipun kota ini adil terhadap siapapun, bagaimana dengan mereka yang berada di tingkat Immortal?"


"Selama masih mencangkupi kekuatan tempur, pihak kota dan Lima Menara Naga akan memusuhinya. Tentu saja akan dibicarakan baik-baik terlebih dahulu, jika tetap keras kepala dan terus membuat keributan maka mau tak mau harus lewat cara kekerasan." Diao Chan menjelaskan dengan nada acuh.


"Bagaimana jika kekuatan tempur kota dan Lima Menara Naga tidak memadai? Apa mereka akan tetap lewat cara kekerasan?" Li Hao kembali bertanya karena masih merasa penasaran.


"Tidak, tapi lewat ancaman."


"Ancaman?"


"Ya, karena Lima Menara Naga adalah tempat perdagangan yang sudah sangat terkenal di Daratan Surgawi. Mereka akan mengancam pada pembuat masalah, yaitu, didaftar hitamkan dari Lima Menara Naga."


"Ah, apa dengan begitu, si pembuat masalah ini tidak akan bisa membeli produk di Lima Menara Naga lagi?"


Diao Chan hanya mengangguk untuk menanggapinya, sedangkan Li Hao hanya tersenyum tipis karena mendapatkan informasi yang cukup menarik.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2