Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Pergi Ke Turnamen


__ADS_3

Li Hao menghabiskan sekitar dua ribu koin emas untuk membeli berbagai macam pil. Setelah keluar dari sebuah tempat yang cukup megah, helaan nafas berat keluar dari mulutnya.


"Benar-benar pemborosan, sekarang uangku hanya tersisa 803 koin emas." Li Hao bergumam sembari menatap layar di depannya yang menampilkan inventory, "Tapi dengan begini, aku tidak perlu khawatir dengan pertarungan mendadak di masa depan nanti."


Li Hao membeli pil penyembuh yang jenisnya berbeda-beda, ada yang bisa menyembuhkan luka ringan, lalu luka berat, dan adapula yang bisa menyembuhkan penyakit keras.


"Baiklah, sekarang sudah saatnya kembali."


Li Hao berjalan kembali menuju penginapan.


***


Di kamar penginapan.


Setelah Wei Han membukakan pintu kamar, Li Hao masuk ke dalam dan menemukan Diao Chan yang berbaring di atas tempat tidur. Sepertinya dia hanya memejamkan mata dan tidak tidur sama sekali.


"Apakah dinginnya bertambah parah?" Li Hao bertanya ketika ia berdiri di samping tempat tidur Diao Chan.


"Begitulah..." Diao Chan menjawab, suaranya pelan dan juga sedikit serak.


Li Hao tidak mengatakan apa-apa lagi dan ia mengeluarkan sebuah pil berwarna coklat dari inventory, "Ini adalah pil yang dapat menurunkan demam, kualitas yang kubeli berada tahap Profound tingkat Mid-Tier. Seharusnya dengan pil ini, kau bisa sembuh setelah beristirahat selama beberapa waktu."


Kedua mata Diao Chan perlahan terbuka dan ia memandangi sejenak pil yang ada di tangan Li Hao, "Terima kasih, aku akan mengganti biaya pilnya setelah sembuh nanti."


"Tidak perlu, aku hanya menginginkan kesembuhanmu saja." Li Hao menggeleng pelan, lalu memberikan pil tersebut pada wanita itu.


Diao Chan hanya tersenyum tipis, ia perlahan bangkit dan kemudian menelan pil yang diterimanya.


"Aku akan tidur... Jangan membuat keributan yang tidak perlu." Diao Chan berkata demikian, lalu kembali berbaring.


Li Hao hanya mengangguk paham, lalu berjalan menjauh dari sana. Wei Han sendiri yang menyaksikannya dalam diam juga mulai melakukan aktivitasnya kembali.


"Apa kau hendak berkultivasi, Wei Han?" tanya Li Hao penasaran.


"Ya, paman. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berkultivasi di kota ini..." Wei Han menjawabnya dengan senyum lebar di wajahnya.


Li Hao terdiam sejenak sebelum mengeluarkan beberapa pil dari udara kosong, "Kebetulan aku membeli beberapa pil yang berguna untuk mempercepat penyerapan Qi, gunakanlah... Pasti akan sangat berguna bagimu." Li Hao mengulurkan semua pil itu ke anak kecil di dekatnya.


"Eh, tidak perlu, paman. Kamu pasti lebih membutuhkannya dariku..." Wei Han langsung menolaknya karena merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Hahahaha.... Aku tidak membutuhkan pil semacam ini, lagipula aku membelinya karena memang ingin memberikannya untukmu." sahut Li Hao sembari tertawa kecil.


"Itu artinya bukan 'kebetulan' dong?" Wei Han sedikit memiringkan kepalanya.


"Begitulah... Kau sungguh jeli dalam mendengar perkataanku, ya." Li Hao mengelus pelan kepala Wei Han dengan tangan kirinya.


Wei Han sendiri tersenyum, lalu menerima semua pil yang ada di tangan kanan Li Hao, "Kalau begitu, aku akan menerimanya, paman. Terima kasih..." kepala Wei Han sedikit menunduk usai mengucapkan hal tersebut.


"Tidak perlu sampai seperti itu, aku adalah keluargamu, bukan? Jadi, berhentilah bertindak seolah aku ini orang lain." Li Hao mengusap kencang kepala Wei Han sambil tersenyum.


"Ah, baik..." Wei Han tersenyum tipis, lalu bertanya, "Berapa banyak yang harus ku-konsumsi, paman?"


"Cukup satu kali sehari..." jawab Li Hao cepat, lalu melanjutinya, "Tapi aku sarankan untuk mengkonsumsinya setiap dua hari sekali, pil itu tidak berada di tingkat yang sempurna-- jadi masih ada kemungkinan untuk menimbulkan efek samping jika dikonsumsi terlalu sering."


"Aku mengerti, paman. Sekali lagi, terima kasih."


Kali ini Wei Han tidak menundukkan kepalanya melainkan menunjukkan senyum lebar di wajahnya.


Li Hao hanya mengangguk, lalu berkata, "Paman ingin tidur, lakukan sesukamu tapi jangan sampai berisik, ya."


"Baik, paman."


"Berusahalah untuk menang dari kakakmu, aku akan selalu mendukungmu." Li Hao tersenyum tipis sebelum pandangannya mengarah ke langit-langit ruangan.


***


Hari ini adalah hari dimulainya Turnamen bebas.


Di luar gerbang ketiga, ada banyak sekali orang-orang yang sedang mengantri masuk, sebagian besar dari mereka bertujuan untuk menonton Turnamen bebas yang digelar oleh Lima Menara Naga.


Di sisi lain, Li Hao bersama Diao Chan dan Wei Han sedang berjalan santai menuju ke penginapan Anwei. Mereka bertiga saling mengobrol satu sama lain untuk mengisi waktu luang.


"Apa kau yakin sudah baik-baik saja?" Li Hao bertanya sembari menoleh ke wanita di sebelahnya.


Diao Chan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengeluarkannya secara perlahan dari mulut, "Kau sudah menanyakan hal itu untuk kesekian kalinya, dan semua pertanyaan itu sudah kujawab dengan tegas." Diao Chan berkata, suaranya terdengar sangat kesal, "Aku ini sudah sembuh, kau sendiri sudah merasakan suhu tubuhku yang normal, bukan?"


"Ya, kau benar... Tetapi bisa saja kau masih sakit meskipun suhu tubuhmu sudah kembali normal." Li Hao menyahutinya dengan tenang.


"Tsk, kau ini keras kepala. Berhentilah berbicara denganku!" Diao Chan mendengus kesal usai mengucapakan hal itu.

__ADS_1


Melihat wanita cantik itu marah membuat Li Hao terdiam sejenak, matanya kemudian melirik ke arah Wei Han dan kebetulan mata mereka saling bertemu.


Seolah sedang berkomunikasi, mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa saat. Kemudian, helaan nafas keluar dari mulut Wei Han dan anak kecil itu mengalihkan pandangannya pada Diao Chan, "Bibi, Turnamen akan berlangsung selama tiga hari, bukan?"


"Ya? Ada apa memangnya, Wei Han kecil?" Diao Chan langsung bertanya sembari menatap anak kecil yang digandengnya.


"Tidak, aku hanya bertanya." Wei Han menggeleng pelan, lalu memasang ekspresi sedikit khawatir, "Bibi, kalau kamu sakit lebih baik jangan dipaksakan, ya? Aku tidak lagi ingin melihatmu berbaring dalam kondisi pucat seperti kemarin..."


Diao Chan mengangkat alisnya sebelum tersenyum lembut, ia membopong anak kecil itu dan berkata dengan riang, "Kamu tidak perlu khawatir, Wei Han kecil. Bibi sehat, kok. Buktinya, bibi bisa membopongmu sekarang..."


Wei Han juga tersenyum lembut lalu memeluk Diao Chan, "Aku senang jika bibi sehat..."


Diao Chan mengelus kepala anak kecil itu dan memasang ekspresi lembut, bisa dilihat jika dia sangat menyayangi Wei Han.


Li Hao hanya diam ketika menyaksikan itu, pandangannya kemudian teralih ke depan dan mereka bertiga sudah hampir sampai di penginapan Anwei.


"Sepertinya dia sudah menunggu." Li Hao berkata dengan suara pelan.


Diao Chan yang mengetahui siapa 'dia' yang dimaksud oleh Li Hao langsung mencari keberadaannya, dan dirinya menemukan paman Jang yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Selamat pagi, nona muda." paman Jang menyapa sembari memasang senyum ramah.


"Ah, halo, paman Jang. Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Diao Chan penasaran.


"Saya baru di sini beberapa saat yang lalu." jawab paman Jang cepat.


Diao Chan mengangguk pelan, lalu menurunkan Wei Han ke tanah, "Tolong jaga dia selama Turnamen berlangsung ya, paman. Jangan melakukan tindakan macam-macam, dan patuhi apa yang dia minta. Mengerti?"


"Saya mengerti, nona." paman Jang menjawab, lalu matanya teralih ke anak kecil yang berada di depan Diao Chan, "Halo, Wei Han. Mulai sekarang paman yang akan menjagamu sampai nona muda selesai berpatisipasi dalam Turnamen hari ini..."


Wei Han sendiri terdiam sebelum mengangguk sekali, sebenarnya ia merasa sedikit takut karena akan bersama orang asing tetapi dirinya berusaha untuk tidak mengekspresikan ketakutannya itu.


"Jangan takut, Wei Han kecil. Paman Jang tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu..." Diao Chan menyadari ketakutan anak kecil itu, ia berkata dengan suara lembut, "Nanti sore kita akan bertemu kembali..."


"Baik, bibi." Wei Han kembali mengangguk sekali.


Diao Chan tersenyum, lalu mereka berempat pergi bersama ke tempat yang di mana Turnamen Bebas digelar.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2