Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Toko Senjata


__ADS_3

"Omong-omong, kembalilah ke penginapan terlebih dahulu." Li Hao menghentikan langkahnya saat mengatakan itu.


Diao Chan dan Wei Han ikut berhenti dan menoleh ke arah belakang.


"Apa yang kau rencanakan kali ini, Li Hao?" Diao Chan menyipitkan mata, memandang pemuda itu dengan tatapan curiga.


"Bukan sesuatu yang spesial." Li Hao mengangkat pundaknya, dan kembali melanjutkan, "Aku ingin membeli pedang untuk Turnamen nanti dan beberapa keperluan lainnya."


"Oh, begitu..." Diao Chan mengangguk sekali dan tidak bertanya lebih dalam, "Baiklah, kami pergi dulu."


Diao Chan kembali berjalan usai mengatakan itu, begitupula dengan Wei Han.


Li Hao memerhatikan mereka sejenak sebelum berjalan ke arah yang berbeda, ketika dirinya sudah melangkah cukup jauh-- seorang pria paruh baya tiba-tiba saja muncul di depannya.


Dia adalah paman Jang, orang kepercayaan ayah Diao Chan.


"Ada apa?" Li Hao bertanya tanpa mengeluarkan ekspresi terkejut atau semacamnya.


"Langsung ke intinya saja, siapa dan kenapa kau bisa bersama nona muda?" paman Jang bertanya, tatapannya sedang menyelidik.


"Aku adalah Li Hao. Kami hanya teman seperjalanan, dan aku mulai bertemu dengannya ketika dia hampir dibunuh oleh bandit." Li Hao dengan tenang menjawabnya, ia sebenarnya ingin mengatakan kalau Diao Chan hampir 'dilecehkan', tetapi rasanya kurang etis jika mengatakan hal itu pada pria paruh baya di depannya ini.


Li Hao tidak terlalu mengetahui sifat orang tersebut, seandainya saja dia adalah tipe orang yang mudah tersinggung maka kemungkinan dirinya akan dalam bahaya meskipun memberikan jawaban tanpa kebohongan.


Paman Jang sedikit melebarkan mata, ia tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dalam jawaban itu.


Hening selama beberapa waktu, sampai akhirnya paman Jang membuka mulutnya dan berkata, "Baiklah, itu saja. Aku akan mencari tau identitasmu lebih jauh, kuharap kau bisa bekerja sama untuk tidak memberitahukan pertemuan ini pada nona muda."


"Lalu..." paman Jang kembali melanjutkan kata-katanya, dan kali ini aura mengancam ditunjukkan hanya untuk Li Hao seorang, "Aku akan memberikan kematian yang paling menyakitkan jika kau melakukan hal buruk pada nona muda."


Beberapa keringat dingin langsung muncul di wajah Li Hao, jantungnya berdebar cukup kencang, "Tentu..." Li Hao menjawab sambil berusaha menyembunyikan ketakutannya.


Paman Jang tidak banyak bicara lagi, ketika pandangan Li Hao ditutupi oleh orang yang sedang lewat-- dia sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.


"Menyeramkan..." suara Li Hao bergetar saat menggumamkan hal tersebut, ia terdiam di tempatnya selama beberapa saat sebelum menghela nafas panjang, "Aku yakin dia adalah seorang Nascent Soul."


Meskipun itu adalah ucapan tanpa bukti, Li Hao mempunyai insting yang cukup bagus. Perasaannya saat menatap pria paruh baya itu sangat berbeda ketika dirinya berhadapan dengan seseorang di tingkat Golden Core.


"Latar belakang Diao Chan sungguh menarik, ya." Li Hao mendapatkan ketenangannya, ia tersenyum tipis sebelum kembali melangkahkan kakinya.


......................

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, Li Hao akhirnya menemukan sebuah tempat yang menjual berbagai macam senjata. Ia tanpa banyak berpikir langsung masuk ke dalam sana, dan menemukan beberapa orang sedang melihat-lihat berbagai jenis senjata yang terpampang di lemari kaca.


Li Hao sendiri mulai melihat senjata-senjata itu dalam diam, dan tidak banyak waktu yang ia butuhkan sampai mengambil sebuah pedang panjang berwarna silver.


Pedang tersebut polos dan tidak ada kemewahan dalam desainnya, tetapi Li Hao merasa yakin kalau pedang ini akan menjadi senjata yang cocok untuknya saat di Turnamen nanti.


"Sangat ringan..." Li Hao bergumam pelan ketika beberapa kali mengayunkan pedang tersebut


Sesaat setelah itu, seorang pria berusia 25 tahun-an datang padanya sembari tersenyum-- dia tidak lain adalah salah satu pegawai yang menjaga tempat ini.


"Selamat pagi, Tuan muda. Apakah anda ingin membeli pedang itu?" Pegawai bertanya dengan nada ramah.


"Begitulah, berapa harganya?" tanya Li Hao penasaran.


"Harganya dua puluh koin emas, Tuan muda. Pedang tersebut bernama pedang Angin, dinamai seperti itu karena bobotnya yang sangat kecil dan tidak bisa dibandingkan dengan pedang pada umumnya." jelas Pegawai tanpa memudarkan senyum ramahnya.


"Mahal... Tapi sepertinya cocok untuk diriku." Li Hao berkata dengan jujur, "Di mana aku harus membayarnya?"


Ketika pegawai itu hendak menjawab pertanyaan Li Hao, suara keributan tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Jangan membuat masalah ini menjadi rumit, aku yang mengambil pedang ini lebih dulu... Kau tidak bisa merebutnya." seorang pemuda yang tampaknya seusia Li Hao berkata dengan tenang.


"Kukukuku... Pedang itu belum ada hak milik siapapun, itu dijual dan aku ingin membelinya sekarang. Kenapa kau tidak menerimanya?" pemuda lainnya berkata dengan nada mengejek.


"Lucu sekali, kukukuku.... Aku yang lebih dulu ingin membelinya, apa kata-katamu itu tidak terbalik?"


"Oh, lalu apa? Mau menentukan pemiliknya di sini?" pemuda yang memegang pedang itu mengeluarkan aura Qi Refinement bintang empat.


"Heh, sekarang kau mau pakai kekerasan setelah kalah dalam perdebatan? Baiklah, baiklah..." pemuda lainnya juga mengeluarkan aura Qi Refinement bintang empat.


"Ekhm... Maaf jika mengganggu kalian, namun tempat ini bukanlah tempat untuk bertarung."


Tiba-tiba seorang pria tua berusia 50-an muncul di antara kedua pemuda itu, aura Golden Core bintang lima muncul sesaat setelah dia berkata demikian.


Kedua pemuda itu langsung mematung sejenak ketika aura mereka berdua ditelan oleh aura orang asing tersebut.


Pemuda yang memegang pedang langsung menarik auranya kembali, dan hal yang sama juga dilakukan oleh pemuda lainnya.


"Oh, kalian berdua cepat mengerti." pria tua itu terkekeh kecil sebelum ikut menarik aura Golden Core-nya.


"Nama saya adalah, Dang Yun. Saya adalah pemilik dari toko ini. Saya kurang lebih sudah mengetahui permasalahan kalian berdua, jika berkenan-- maukah salah satu dari kalian menurunkan egois?"

__ADS_1


"Tidak mau." kedua pemuda itu menjawab pada saat yang bersamaan.


Dang Yun terdiam selama beberapa saat sebelum menghela nafas panjang, "Tolong bekerja sama, Tuan muda. Saya akan memberikan diskon bagi mereka yang mau mengalah dan memilih senjata lain."


"Tetap tidak mau, aku lebih dulu yang mengambil pedang ini. Aku tidak akan berubah pikiran." pemuda yang memegang pedang di tangannya berkata dengan nada tegas.


"Diskon? Baiklah, kalau begitu, aku mau pedang itu." pemuda lainnya menunjuk ke arah Li Hao, atau lebih tepatnya ke arah pedang Angin.


Dang Yun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh pemuda tersebut dan menemukan Li Hao memegang sebuah pedang, matanya teralih ke pegawai di dekatnya dan melakukan kontak mata.


"Ah, sepertinya anda tidak bisa melakukan itu, Tuan muda. Pelanggan ini hendak membayarnya." Pegawai yang mendapatkan kontak mata dari atasannya langsung buru-buru menjelaskan.


"Aku tidak peduli." pemuda tersebut berkata dengan acuh tak acuh.


"Kau sepertinya suka membuat api, ya." Li Hao tersenyum tipis, lalu bertanya, "Siapa namamu dan dari mana asalmu?"


"Kenapa kau bertanya?"


"Tidak alasan khusus. Namun, jika kau mau menjawabnya-- aku akan memberikan pedang ini." Li Hao mengangkat pedang di tangannya ke depan.


"Kukukuku... Baik. Namaku adalah Zhang Hai, aku adalah salah satu murid utama dari sekte Tengkorak Hitam."


"Tengkorak Hitam? Kalau tidak salah itu adalah sekte Aliran Hitam bintang sepuluh, ya." Li Hao mengelus dagunya dengan tangan kiri.


"Tepati kata-katamu... Kau seharusnya tidak lebih buruk dariku, bukan?" Zhang Hai menyeringai tipis


"Oh, kau benar." Li Hao mengangguk pelan, dan melempar pedang tersebut ke arah Zhang Hai menggunakan setengah kekuatannya.


Zhang Hai melebarkan mata dan tidak sempat bereaksi, pedang itu menggores tipis pipinya dan menancap ke dinding yang berada di belakangnya.


"Ah, sepertinya tanganku sedikit licin. Maafkan aku, ya." Li Hao tersenyum lembut sembari menggosok pelan kedua telapak tangannya.


"Kukukuahahaha... Menarik! Siapa namamu?!" Zhang Hai sama sekali tidak marah, tetapi ia merasa sangat senang seolah menemukan sesuatu yang menarik.


"Namaku adalah Li Hao, salam kenal murid terhormat." Li Hao menangkupkan tangannya, dan sesaat setelah itu terjadi-- notifikasi system muncul di depannya.


[Ding! Berhasil menyelesaikan misi system!]


[Mendapatkan hadiah: Pil Peningkatan Qi Tahap Profound tingkat Top-Tier]


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2