
"Mengingat kejadian barusan membuat jantungku berdebar cukup kencang." Li Hao berkata dengan suara pelan, "Nascent Soul, ya? Haah... Sungguh menakjubkan."
Li Hao kemudian menatap langit yang cerah dan bergumam, "Aku tiba-tiba menjadi penasaran, siapa yang mengirimku ke dunia ini? Apa alasannya?"
"Kalau dari novel yang biasa aku baca, tokoh utama pasti diminta untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran..." Li Hao kembali bergumam, lalu melanjutinya, "Tapi di beberapa cerita lainnya, aku pernah melihat kalau tokoh utama berusaha menghancurkan dunia ataupun mengubah dunia menjadi buruk."
"Kalau begitu, di sisi mana aku sekarang? Baik, jahat? Atau tidak keduanya?" Li Hao melipat kedua tangan di depan dadanya, dan tidak lama setelah itu-- ia tertawa kecil, "Kenapa aku berpikir kalau aku adalah tokoh utamanya? Sialan, aku memikirkan sesuatu yang tidak berguna."
Li Hao menggelengkan kepalanya sebelum kembali berjalan, ia tidak mau memikirkan apapun lagi dan fokus untuk mencari tempat makan yang mau membeli daging buruan miliknya.
......................
Waktu berlalu dengan cepat.
Li Hao keluar dari kota Shaoyang setelah ia berhasil menjual semua daging buruannya yang ada di inventory. Total koin emas yang ia miliki saat ini terbilang cukup banyak, yaitu 1.233 koin emas.
"Sekarang, aku harus ke mana? Mencari tempat untuk leveling?" Li Hao bertanya-tanya sembari menatap langit yang menjelang sore.
Ketika Li Hao sedang melamun, ia mendengar suara ledakan dari kejauhan. Matanya langsung mengarah ke sumber suara tersebut dan dirinya menemukan sebuah kepulan asap yang mencangkup ratusan meter.
"Pertempuran?" Li Hao sedikit mengerutkan alis sebelum bergerak menuju ke tempat kejadian, karena skala kepulan asapnya bisa dibilang cukup kecil-- ia yakin itu hanya pertempuran di antara Qi Refinement saja.
Setelah Li Hao sudah berjarak kurang dari seribu meter, ia berhenti dan menemukan ada sepuluh pria paruh baya yang kini sedang menyerang seorang wanita bertopeng hitam yang mempunyai rambut berwarna merah panjang.
"Sepuluh lawan satu? Sangat tidak adil..." Li Hao bergumam dengan tatapan mata yang tajam, "Wanita itu ada di tingkat Qi Refinement bintang tiga, empat lawannya juga berada di tingkat yang sama... Sedangkan sisanya hanya berada di tingkat Forging Qi." Li Hao menganalisis basis kultivasi mereka semua.
Li Hao sebenarnya ingin membantu wanita itu, akan tetapi dirinya akan menunggu sampai dia benar-benar membutuhkan pertolongannya.
Selama pertarungan berlangsung, alis Li Hao sedikit mengerut karena melihat wanita itu tampak tidak kesulitan meskipun sedang berhadapan dengan sepuluh orang sekaligus.
"Sepertinya dia menyembunyikan kekuatannya..." Li Hao cukup kagum, dan terus memerhatikan pertarungan itu dengan seksama.
"Sialan! Padahal dia berada di tingkat yang sama seperti kita, tapi kenapa sulit sekali untuk melawannya?!" salah seorang yang berada di tingkat Qi Refinement berkata dengan nada kesal.
Teman-temannya yang mendengar itu juga kepikiran tentang hal itu, mereka tak menyangka kalau wanita yang menjadi lawan mereka saat ini sangat sulit untuk dihadapi.
"Tidak ada salahnya jika aku menggunakan itu." seseorang yang berada di tingkat Qi Refinement langsung keluar dari area pertempuran usai mengucapakannya.
__ADS_1
"Hey! Apa yang kau lakukan?!" salah satu temannya yang melihat dia keluar langsung bertanya.
"Aku akan menggunakan racun pelumpuh! Kalian tahan dia supaya tidak kabur!" jawabnya cepat.
Mendengar hal itu, perempuan bertopeng hitam melakukan sedikit reaksi. Gerakannya kemudian berubah menjadi sangat tajam dan juga bertambah cepat.
Kesembilan orang yang sedang menghadapinya langsung terkejut saat menyaksikan hal tersebut, orang-orang yang berada di tingkat Forging Qi mulai terbunuh satu-persatu.
"Sialan! Ternyata dia tidak mengeluarkan semua kemampuannya!" salah seorang dari tingkat Qi Refinement mengumpat, "Hey, berapa lama lagi kau melapisi pedangmu dengan racun itu!"
"Sudah siap! Ayo serang dia bersamaan! Sekali saja dia terkena goresan pedangku, maka kemenangan akan ada di tangan kita!" serunya dan kembali bergabung ke dalam pertempuran.
Ketujuh orang yang tersisa langsung menyerang perempuan bertopeng hitam itu dengan sangat agresif, beberapa ledakan mulai terjadi ketika jurus mereka saling berbenturan.
Di sisi lain, Li Hao yang menyaksikan semua itu merasa mau muntah-- baru pertama kali dirinya melihat manusia dibunuh secara langsung.
"Keugh... Aku tidak terbiasa melihatnya." Li Hao menutup mulutnya seperti ingin muntah.
Li Hao memang sudah terbiasa melihat darah dan daging-- tetapi itu hanya sebatas hewan buas saja, beda cerita jika kasusnya adalah milik manusia.
Meskipun merasa ingin muntah tetapi Li Hao masih terus menyaksikan jalannya pertempuran, ia ingin terbiasa melihatnya karena cepat atau lambat dirinya pasti akan dihadapkan dengan situasi semacam itu
......................
"Dia sudah melemah, jangan berikan dia kesempatan untuk memulihkan diri!"
"Bajingan! Dia membunuh enam Forging Qi yang berada di bawah perintahku, aku pastikan kau tidak akan mati dengan mudah!"
"Sudahlah, mereka hanya orang-orang di tingkat Forging Qi. Jangan biarkan amarahmu mengacaukan alur pertempuran ini."
"Kau bisa berbicara begitu karena yang mati bukan berasal dari orang-orangmu, sialan!"
"Berisik! Fokus pada pertarungan!"
Ketika orang itu berbicara, dua orang yang tadinya berselisih langsung terdiam. Mereka tidak bertengkar lebih jauh dikarenakan orang tersebut mempunyai posisi yang cukup berpengaruh.
Pertempuran berlangsung selama lima belas menit, sampai akhirnya-- orang yang menggunakan pedang racun berhasil memberikan luka pada lawannya.
__ADS_1
Perempuan bertopeng hitam itu langsung mundur menjauh ketika menyadarinya, kepalanya langsung berdengung kencang dan seluruh fungsi tubuhnya mulai melemah.
"Ugh... T-tidak bisa..." perempuan bertopeng hitam itu berkata dengan suara pelan sebelum dirinya terjatuh ke tanah.
Meskipun perempuan itu terjatuh ke tanah, tetapi dia berada dalam kondisi sadar dengan mata yang terbuka-- saat ini tubuhnya sama sekali tidak mau mendengar perintahnya.
"Kuahahaha~ akhirnya kau jatuh juga, sialan!"
Keempat pria tersebut langsung mendekati perempuan yang kini terbaring di tanah, salah satu dari mereka jongkok lalu membuka topeng yang dikenakan oleh perempuan itu.
"Woaahh~" keempat pria itu melebarkan mata secara sempurna saat melihat kecantikan yang dimiliki perempuan itu.
"Jackpot..."
"Kuahahaha~ sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kita!"
"Bukankah sayang sekali jika langsung membunuhnya?"
"Hehehehe... Akhirnya kita mempunyai mainan baru."
Keempat pria itu langsung memasang raut wajah yang menjijikan, mereka sama seperti predator buas yang sudah tidak sabar untuk menyantap hasil buruannya.
"Dasar gila." sebuah suara terdengar dari arah belakang keempat pria itu, mereka langsung berbalik dengan perasaan yang terkejut.
Suasana hening ketika mereka berempat menemukan keberadaan seorang pemuda dengan sebilah pedang hitam panjang di tangan kanannya.
"Bocah, pergilah... Jangan mengganggu kami."
"Hm, aku baru datang dan kalian menyuruhku untuk pergi? Bukankah kalian ini tidak punya sopan santun?" Li Hao sedikit mengangkat alisnya, ia mengedarkan pandangannya dan menemukan beberapa mayat di sekitarnya, "Sialan, aku harus berhenti melihat semua mayat ini. Rasanya ingin muntah."
Li Hao kembali memandangi keempat pria paruh baya di depannya, dan mendapati mereka sedang menatapnya dengan tatapan marah.
"Grrr~ bocah, kau ingin pergi atau tidak? Jangan menyia-nyiakan kesempatan terakhirmu."
Li Hao mengangkat sudut bibirnya sebelum melesat dengan cepat ke arah empat pria paruh baya itu, "Mari kita lihat, siapa yang akan memberikan kesempatan terakhir di sini."
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.