Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Kota Tianjin IV


__ADS_3

Pria gemuk itu langsung melebarkan matanya usai Li Hao bertanya demikian, dengan segera ia bersujud tanpa mempedulikan ketakutannya dan berkata, "Tuan! Anda boleh mengambil nyawa saya, tapi jangan lakukan apapun pada keluarga saya satu-satunya!"


"K-kakak!"


Semua orang yang ada di kedai langsung memasang ekspresi rumit, lalu mereka melakukan hal yang serupa seperti pria gemuk pemilik toko.


Melihat mereka semua memohon sampai bersujud kepadanya membuat Li Hao merasa tidak nyaman, ia menarik kembali auranya dan meminta ketujuh pria paruh baya itu untuk bangkit berdiri.


Setelah itu, Li Hao menyuruh mereka untuk berbaris di hadapannya dan menanyakan alasan mereka melakukan tindakan pemerasan seperti ini.


Sebelum menjelaskan alasannya, pria gemuk itu memberitahu kalau namanya adalah Kung Kung. Sementara, keenam lainnya hanya diperkenalkan sebagai saudara sesumpahnya semenjak masih kecil.


"Semuanya dimulai ketika anak saya tiba-tiba pingsan saat sedang melayani pelanggan di kedai ini..." ucap Kung Kung dengan raut wajah yang terlihat sedih, "Di hari pertama setelah dia pingsan, dia mengalami demam parah diikuti dengan bintik-bintik hitam yang mulai bermunculan di tubuhnya. Kemudian, di beberapa hari berikutnya, dia mengalami kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya hingga berakhir tak bisa menggerakkannya sama sekali. Bintik hitamnya semakin menyebar ke seluruh tubuhnya, dan sekarang hampir sebagian besar tubuhnya terlihat menghitam..."


"Lalu, tujuanmu melakukan cara kotor seperti ini adalah untuk biaya pengobatan anakmu?" Li Hao menebak, dan Kung Kung menganggukkan kepalanya.


"Ya, saya berniat menyewa salah satu tabib terkenal di daratan surgawi ini untuk menyembuhkan penyakit yang menimpa anak malang saya. Alasan saya menyewa tabib terkenal karena tabib-tabib yang pernah saya bawa sebelumnya tidak mampu melakukan itu, mereka hanya mengatakan kalau anak saya telah menerima sesuatu seperti kutukan hitam."


"Kutukan hitam...?" Li Hao memasang ekspresi seolah baru pertama kali mendengarnya, "Bisakah aku melihatnya?"


"Huh...?" Kung Kung memasang ekspresi bingung, begitupula dengan yang lain, "Um, anda tidak berniat melakukan sesuatu yang berbahaya, 'kan?"


"Tidak, lagipula aku bisa membunuh kalian semua dengan mudah jika aku mau." Li Hao membalas sembari menggeleng kecil.


Kung Kung sedikit tidak menerima perkataan itu, namun apa yang dikatakan olehnya adalah sebuah fakta tak terhindarkan.


"Baiklah, mari saya antarkan..." ucap Kung Kung, kemudian menuntun Li Hao ke salah satu ruangan di kedai tersebut.


Ruangan yang Li Hao masuki cukup luas, di sana tidak terlalu terang karena hanya ada beberapa lilin sebagai penerangannya. Di ujung ruangan, ada sebuah kasur kecil yang di atasnya terdapat seorang laki-laki berusia sekitar 13 tahun sedang terbaring tanpa bisa bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Kondisi anak laki-laki itu bisa dibilang cukup mengerikan, selain tubuhnya yang hampir menghitam secara menyeluruh, bau busuk juga keluar dari tubuhnya.


Li Hao tidak terlalu terganggu dengan bau busuk tersebut karena dirinya sudah terbiasa mencium bau semacam ini saat berada di Hutan Tanpa Ujung.


"Kenapa anakmu bisa mendapatkan kutukan semacam itu?"


"Sampai sekarang saya belum menemukan petunjuk sedikitpun mengenai itu, tetapi saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk mencari tau alasan mengapa Lao'er bisa mendapatkan kutukan hitam itu." Kung Kung menjawab, keseriusan terlihat jelas di wajahnya.


Li Hao mengangguk beberapa kali, lalu menatap pria gemuk tersebut dengan tenang, "Aku mungkin bisa menyembuhkannya, tapi jangan terlalu berharap lebih."


Kung Kung yang mendengar itu sedikit melebarkan matanya, namun raut wajahnya segera berubah menjadi rumit, "Maafkan saya Tuan, tapi saya tidak bisa mempercayai anda karena itu mempertaruhkan nyawa anak saya..." ucap Kung Kung, nadanya terdengar sedikit bergetar karena takut pemuda itu tersinggung.


"Yah, kurasa tidak akan mudah membujuknya." Li Hao berkata dalam hati, ia mengerti perasaan pria gemuk itu, "Dengan menyewa salah satu tabib terkenal di Daratan Surgawi, apa kau yakin anakmu bisa sembuh?"


"Saya tidak yakin, namun kemungkinan kesembuhannya semakin besar jika dirawat oleh seorang tabib terkenal."


"Itu tidak salah, tapi berapa lama anakmu bisa bertahan sampai kau memanggil tabib itu kemari? Aku tidak tau jumlah uang yang telah kau kumpulkan, namun mengumpulkan uang dengan cara memeras orang lain itu adalah hal yang salah..." ucap Li Hao sambil menggeleng kecil, "Lagipula, cepat atau lambat usahamu bisa saja ditutup oleh pihak kota karena membuat keresahan seperti ini."


"Memangnya pengobatan macam apa yang ingin anda lakukan?" Kung Kung bertanya setelah terdiam selama beberapa saat.


"Aku memiliki satu cara, tapi aku belum pernah mencobanya." Li Hao menjawab, "Selain itu, aku tidak ingin ada orang lain yang melihat termasuk dirimu."


Kung Kung menjadi tambah ragu setelah mendengarnya, namun mengingat perkataan pemuda itu sebelumnya membuatnya menjadi bimbang.


"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan sampai membahayakan nyawa anakmu" ucap Li Hao ketika melihat raut wajah rumit pria gemuk di depannya.


Kung Kung tidak langsung membalas, ia terdiam selama sepuluh menit lamanya dan akhirnya menyetujui Li Hao untuk mencoba menyembuhkan anaknya dari kutukan hitam.


"Ingat, jangan pernah berharap lebih..." Li Hao berkata saat melihat pria gemuk itu hendak keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Sementara Kung Kung menganggukkan kepalanya paham, ia tentu saja tidak berharap banyak pada seorang pemuda asing. Kung Kung hanya berharap kalau anaknya baik-baik saja selama pengobatan berlangsung.


Setelah Kung Kung keluar dari ruangan itu, Li Hao membuka layar system untuk memastikan kembali misinya. Ia kemudian mengeluarkan sebuah telur merah dari inventory, lalu memandanginya sejenak.


"Haaa... Kuharap ini akan baik-baik saja." Li Hao bergumam, lalu meletakkan telur itu di atas perut anak kecil yang terbaring di atas kasur, "Bagaimana cara mengaktifkan kemampuan telur ini?"


Sesaat setelah Li Hao berkata demikian, aura hitam perlahan menyelimuti tubuh anak kecil itu dan di detik selanjutnya telur merah yang ada di atas perutnya secara perlahan menyerap aura hitam tersebut.


Li Hao langsung menyadari itu karena dia masih memegang telurnya agar tidak jatuh, alisnya sedikit mengerut ketika merasakan aura hitam itu hampir mirip dengan aura hitam yang keluar dari pedang Iblis Malam.


"Perbedaan yang bisa kurasakan adalah aura yang keluar dari pedang Iblis Malam jauh lebih mengerikan dari aura hitam ini." ucap Li Hao dalam hati.


Pada saat proses penyerapan aura hitam itu berlangsung, tubuh dari anak laki-laki tersebut perlahan mulai kembali normal. Bintik hitam di tubuhnya secara bertahap menghilang, dan wajahnya yang sebelumnya pucat pasi perlahan menjadi cerah.


Crack!


Li Hao sedikit tersentak melihat retakan kecil yang terjadi di telur merah itu, ia langsung berharap dengan menyerap kutukan hitam, telur itu bisa menetas. Namun, harapannya pupus setelah mengetahui kalau retakan lainnya tidak lagi muncul sampai akhir.


"Ternyata benar-benar bisa..." Li Hao bergumam sambil mengangkat telur merah dari anak laki-laki tersebut, kemudian ia menyimpannya di dalam inventory supaya tidak dilihat oleh orang lain.


[Ding! Berhasil menyelesaikan misi system!]


[Mendapatkan Kunci Dungeon Level Normal]


Li Hao melihat layar system muncul dan memberitahukan kalau dirinya telah berhasil menyelesaikan misi, ia diam-diam menghela nafas panjang lalu menoleh ke arah pintu keluar.


"Kalian boleh masuk..." ucap Li Hao, di detik selanjutnya pintu terbuka dan memperlihatkan sejumlah pria paruh baya masuk dengan raut wajah penasaran sekaligus khawatir.


Mereka semua mendekat dan langsung menahan nafas ketika menemukan anak laki-laki yang terlihat sehat tanpa adanya wajah pucat dan bintik hitam, meskipun masih tercium bau busuk namun itu hanyalah bekas saja dan akan hilang jika membersihkan diri.

__ADS_1


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2