
Pertarungan sengit terjadi di antara Li Hao dan Guang Hai, mereka saling bertukar serangan dengan sangat cepat.
Di area lain, pertarungan sengit juga terjadi dan mereka sama-sama berjuang untuk mengalahkan lawan masing-masing.
"Apa hanya segitu saja kemampuanmu?" Guang Hai bertanya dengan suara mengejek di sela-sela pertarungan mereka.
"Bahkan di saat seperti ini kau masih sempat melakukan provokasi?" Li Hao menggeleng pelan, lalu berkata, "Kemampuanku tidak hanya segini saja, dan kuberitahu satu hal-- kau yang sekarang sama sekali tidak bisa membuatku mengerahkan seluruh kemampuan milikku."
"Sombong sekali kau, Li Hao. Biar kulihat, apa kau akan bisa mengatakan itu di akhir pertandingan?"
Guang Hai merapatkan giginya dan ia mulai mempercepat serangannya.
Li Hao tersenyum tipis, "Baiklah, akan kubuktikan."
Li Hao melakukan serangan-serangan dasar dalam pedang, ia belum ada niat untuk melakukan jurusnya karena lawannya juga melakukan hal yang sama.
Pertukaran serangan berlangsung selama dua menit, hingga akhirnya Guang Hai menciptakan jarak di antara lawannya.
Nafas Guang Hai mulai memburu dan beberapa tetes keringat dingin sedikit membasahi pipinya, "Dia bukan lawan yang mudah... Setelah semua ini, dia masih tenang dan bahkan tidak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda kelelahan atau efek negatif lainnya."
Guang Hai menggertakkan giginya, ia sedikit tidak menerima situasi sekarang ini. Tidak ada pilihan lain bagi dirinya, meskipun melukai harga dirinya-- ia akan lebih dulu mengeluarkan jurusnya.
Setelah beristirahat selama kurang dari dua puluh detik, Guang Hai kembali maju dan ia menunggu momentum yang tepat untuk mengeluarkan jurusnya.
Li Hao sendiri yang mengetahui kalau lawannya sudah mulai serius langsung tersenyum tipis, "Baiklah, aku akan sedikit bermain-main denganmu." gumam Li Hao yang tidak bisa didengar oleh siapapun.
......................
Waktu berlalu dan sudah lima belas menit setelah pertandingan dimulai, area satu dan area empat sudah selesai. Para peserta yang berhasil dan gugur akan dipindahkan ke ruangan berbeda, mereka akan terlebih dahulu diperiksa oleh tim medis, lalu bagi yang gugur-- mereka dibebaskan untuk menonton pertandingan atau langsung kembali pulang.
"Sialan... Kau ternyata benar-benar hebat." Guang Hai memasang ekspresi kesal setelah mereka berdua saling memperlebar jarak, nafasnya kini sudah memburu dan pakaian menerima sedikit kerusakan.
Li Hao tersenyum sembari mengatur nafasnya yang sedikit memburu, "Kau juga, aku akui kalau kau lumayan kuat."
__ADS_1
"Tsk, meskipun begitu-- aku tetap tidak akan membiarkanmu menang." Guang Hai mengangkat pedangnya ke atas, dan ia menggenggamnya dengan kedua tangan, "Serangan ini adalah penentuan terakhir!"
Whooosh!
Energi biru yang sangat kuat menyelimuti pedang Guang Hai, fluktuasinya begitu dahsyat sehingga menciptakan angin kuat yang mencangkup sebagian besar area ketiga.
"Sword Qi: Serangan Lekungan!" Guang Hai berseru pelan, lalu mengayunkannya pedangnya secara vertikal.
Li Hao yang sudah bersiap sembari melakukan posisi kuda-kuda sedikit melebarkan mata ketika melihat lekungan energi keluar dari pedang Guang Hai dan mengarah ke tempatnya dengan sangat cepat.
"Berbahaya!" Li Hao yakin dirinya tidak mempunyai kesempatan untuk menghindarinya, ia kemudian dengan cepat memutuskan untuk melakukan gerakan kedua dari tujuh gerakan bintang, "Tusukan bintang."
Li Hao tidak menggunakan Qi dan hanya murni menggunakan kekuatan fisik dalam mengeksekusi jurusnya itu, karena kalau menggunakan Qi-- dampaknya akan sangat berbahaya dan hal tersebut pasti menimbulkan kerusakan yang parah pada lawannya.
Whooosh.
Li Hao menusuk pedangnya ke arah di mana lekungan energi itu melesat, dan ketika serangan mereka saling bertemu-- ledakan terjadi.
Bam!
Melihat itu Li Hao menghela nafas lega, ia menatap pemuda yang kehilangan kesadarannya itu dan bergumam pelan, "Sudah kubilang, kau sama sekali bukan tandinganku."
Di sisi lain, hampir dari setengah penonton takjub ketika melihat pertandingan Li Hao dan Guang Hai, beberapa percakapan dimulai dan mereka membicarakan tentang pemuda yang berhasil mengalahkan Guang Hai, seorang murid utama dari sekte Seratus Pedang.
"Woah, siapa dia? Aku tidak pernah mendengarnya namanya."
"Apakah dia adalah murid tersembunyi dari sebuah sekte besar?"
"Kemampuannya sungguh luar biasa, aku yakin dia belum mengerahkan sepenuhnya."
"Luar biasa serangannya itu, bisa dengan mudah menghancurkan perwujudan Qi!"
"Dia sangat kuat, padahal hanya berada di Qi Refinement bintang satu."
__ADS_1
Suasana menjadi sedikit bergemuruh karena membicarakan Li Hao, namun hal itu hanya berlangsung selama beberapa menit saja sebelum perhatian mereka teralih ke pertandingan yang belum selesai.
***
Di ruang tunggu 2.
Setelah menerima pemeriksaan medis, Li Hao mendapatkan satu pil pemulihan Qi dari pihak Turnamen. Alasannya adalah, pertandingan akan dilakukan sebanyak empat kali pada hari pertama dan kedua. Para peserta akan diberikan pil yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi mereka.
"Pil tahap Mortal tingkat Peak-Tier." Li Hao mengangkat sebuah pil coklat tua menggunakan dua jarinya dan mensejajarkannya tepat di depan matanya, "Menara Lima Naga benar-benar mengeluarkan banyak sumber daya untuk Turnamen ini, sungguh luar biasa."
Karena berada di tingkat Peak-Tier, pil yang ada di tangan Li Hao saat ini bisa dikonsumsi sebanyak apapun dalam satu waktu. Kemurniannya sudah mencapai seratus persen sehingga tidak ada lagi racun yang tersisa di dalamnya.
Li Hao kemudian mengedarkan pandangannya dan menemukan beberapa peserta yang mendapatkan pil berbeda-beda tetapi berada di tingkat yang sama, ada pil yang memulihkan stamina-- adapula yang menyembuhkan luka ringan.
Ketika sedang memperhatikan sekitarnya dalam diam, seseorang datang padanya dan dia tidak lain adalah Guang Hai-- yang baru sadar dari pingsannya.
Li Hao tentu hanya diam dengan kedatangannya, sudah muncul beberapa adegan klise di otaknya sekarang ini.
"Aku akui kekalahanku, Li Hao. Namun, bukan berarti ini akan menjadi yang terakhir kalinya kita bertemu. Aku akan kembali ke sekte dan berusaha untuk menjadi kuat, setelah itu-- aku akan mencarimu dan mengalahkanmu."
"Sudah kuduga, ini adalah salah satu adegan klise di novel-novel yang sering kubaca." Li Hao memasang ekspresi datar seolah bosan, tapi senyum tipis perlahan terukir di wajahnya, "Namun, ini bukanlah sesuatu yang buruk."
"Apa? Kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau mengejekku, ya?!" Guang Hai merasa kesal, tetapi ia tidak akan melakukan tindakan gegabah.
"Tidak ada..." Li Hao menggeleng pelan, lalu melanjutinya, "Omong-omong, kau sungguh percaya diri saat mengatakan itu... Tapi, apa kau pikir aku yang ada di masa depan nanti akan tetap seperti ini?"
Guang Hai mengepalkan kedua tangannya dengan erat, "Aku tau itu... Tapi yang pasti, aku akan menjadi lebih kuat darimu."
"Benarkah? Kuhargai tujuanmu itu..." Li Hao melipat kedua tangannya di depan dada, lalu melanjutinya, "Ada bagusnya kalau kau tidak membual untuk menahan rasa malu dari kekalahanmu itu, dan benar-benar menjadi kuat di masa depan nanti."
Guang Hai berdecak kesal mendengar itu, ia berbalik dan berjalan pergi dari sana tanpa mengeluarkan satu patah katapun.
"Rasanya mendebarkan melihat tekad orang lain yang ditujukan padaku." Li Hao diam-diam tersenyum tipis, lalu mencari tempat duduk untuk mengamati pertandingan di lapangan.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.