
"Mengerikan..." sesaat, hanya itu saja yang dipikirkan Li Hao saat ini.
Li Hao terdiam di tempatnya selama beberapa waktu sebelum mengangkat pedang Iblis Malam, "Daya hancur yang luar biasa, dengan begini-- apakah aku bisa menyelesaikan misinya?" Li Hao bertanya-tanya, tetapi ia langsung menggeleng pelan.
"Tidak, aku harus terus berlatih." Li Hao menggenggam pedangnya dengan erat, ia kemudian kembali melakukan gerakan pertama dan kedua secara berulang kali.
Li Hao sengaja melakukannya karena ia belum mempelajarinya kedua gerakan itu secara sempurna, dan juga ia ingin membiasakan dirinya pada kedua gerakan itu.
......................
Hampir setengah hari Li Hao terus berlatih tanpa istirahat sedikitpun, ia kemudian berhenti setelah melakukan gerakan kedua dari jurus Tujuh Gerakan Bintang.
Nafas Li Hao saat ini memburu, ia langsung membaringkan tubuhnya di tanah dan menatap langit malam. Ia kemudian membuka layar misinya dan melihat-- kalau para bandit itu akan menyerang desa dalam satu jam lagi.
"Baiklah... Aku akan istirahat selama setengah jam." Li Hao bergumam dan tanpa sadar dirinya mulai memejamkan mata.
......................
[Ding! Misi dimulai!]
Tiba-tiba terdengar suara bunyi notifikasi dan membuat Li Hao langsung membuka matanya, ia segera bangkir berdiri dan mengumpat keras dalam hati.
"Sialan! Sialan! Sialan! Bisa-bisanya aku ketiduran!" Li Hao buru-buru berlari keluar dari hutan, ia mengaliri Qi ke kedua kakinya dan kemudian berlari ke desa dengan kecepatan yang sangat tinggi.
......................
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit saja, Li Hao bisa melihat desa itu-- di sana mulai ada kobaran api dan juga asap.
"Bangsat! Aku tidak boleh gagal!" Li Hao mengeluarkan pedang Iblis Malam dan bersiap-siap melancarkan jurusnya.
***
Beberapa belas menit sebelumnya.
Di penginapan sederhana, salah satu kamar.
"Kakak~ di mana kakak Li berada?" Wei Han saat ini sedang berbaring di kasur dan menghadap ke Diao Chan yang tidur di sebelahnya.
Diao Chan tersenyum masam, dirinya juga tidak tau keberadaan Li Hao sekarang, "Dia pasti akan segera kembali, tidurlah... Kamu pasti mengantuk, bukan?" Diao Chan mengusap pelan kepala anak kecil itu.
Wei Han menguap sembari menganggukkan kepalanya, ketika matanya baru saja tertutup-- tiba-tiba suara teriakan terdengar jelas di telinganya.
__ADS_1
"Eh... Apa itu?" Wei Han segera membuka matanya dan menemukan Diao Chan sudah berdiri sembari memegang sebuah pedang di tangannya.
"Wei Han, tunggu di sini... Kakak akan memeriksa situasi di luar." Diao Chan berkata dengan raut wajah serius, dan anak kecil itu langsung mengangguk patuh.
Diao Chan sendiri keluar dari penginapan dan ia langsung mendapati sekelompok orang yang menunggangi kuda kini sedang membunuh para warga.
"Mereka bandit?!" Diao Chan berdecak kesal, ia kemudian kembali ke dalam penginapan dan membawa Wei Han keluar dari sana.
"Ayo kita pergi dari desa ini, situasi sekarang tidak aman!" Diao Chan hendak membawa Wei Han pergi, tapi anak kecil itu menunjuk ke satu arah dan membuatnya menoleh ke arah yang ditunjuknya.
Diao Chan bisa melihat-- seorang ibu dan anak kecil sedang berusaha kabur dari seorang bandit penunggang kuda yang memegang parang berlumuran darah.
"Kakak..." Wei Han menarik pelan jubah Diao Chan, tampaknya ia memberikan isyarat supaya dia menolong ibu dan anak itu.
Diao Chan memasang ekspresi rumit, ia kemudian memandangi Wei Han dan berkata dengan serius, "Bersembunyilah di tempat yang aman, kakak akan menolong mereka dan kembali padamu."
Wei Han mengangguk patuh dan segera pergi menjauh dari sana.
Melihat Wei Han yang sudah pergi menjauh, Diao Chan langsung datang ke tempat ibu dan anak kecil itu.
"Hahahaha..... Lari, lari! Lari atau mati!" bandit yang menunggangi kuda tertawa lantang sambil mengayunkan parangnya.
Ketika bandit itu sedang asik sendiri, tiba-tiba saja sebuah serangan datang padanya dan membuatnya terpental dari punggung kuda.
Pandangan bandit itu mulai kabur, ia perlahan mengangkat kepalanya dan menemukan seorang wanita cantik sedang mengangkat pedangnya ke atas sambil memberikan tatapan dingin.
"Haha... Pelacur ... Apakah kamu bermalam bersa-"
Srasssh!
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, tubuh bandit itu seketika terbelah menjadi dua dan menciptakan genangan darah di tanah.
"Sampah." Diao Chan berkata dengan jijik, lalu berbalik, "Sepertinya ada beberapa bandit yang menyadariku. Sialan... Ini jadi merepotkan."
"T-terima kasih, nona..." seorang wanita paruh baya mendekati Diao Chan bersama anaknya, mereka berdua adalah ibu dan anak yang dikejar bandit itu.
"Ah, kalian cepat pergi dari sini. Situasi akan memburuk..." Diao Chan mengingatkan mereka berdua.
"Baik, nona. Sekali lagi kami berterima kasih..." meskipun masih berada dalam kondisi genting, ibu dan anak kecil itu tetap menyempatkan diri untuk berterima kasih pada penyelamat mereka.
Diao Chan tersenyum sebelum menganggukkan kepalanya pelan, "Sama-sama..."
__ADS_1
Ibu dan anak itu kemudian pergi dari sana, sedangkan Diao Chan hanya diam di tempat sambil melakukan posisi bersiap.
"Hahahaha... Aku tak menyangka akan menemukan wanita cantik di sini!"
"Sepertinya kita bisa bersenang-senang terlebih dahulu."
"Kuahahaha.... Aku harus yang pertama, itu harus!"
Beberapa bandit yang berada di tingkat Forging Qi dan Qi Refinement mulai berdatangan, mereka memasang ekspresi menjijikkan saat memandangi Diao Chan.
"Kalian hanyalah sekumpulan sampah, kenapa bisa orang semacam kalian dilahirkan?" Diao Chan mendengus dingin, dan tanpa basa-basi lagi langsung bergerak maju.
"Oho... Kata-katamu sangat tajam."
"Jangan ada yang memberikan luka fatal padanya!"
Para bandit itu kemudian menghadapi Diao Chan tanpa menggunakan kekuatan penuh, mereka saling bertukar serangan sampai akhirnya wanita cantik itu berhasil membunuh dua bandit di tingkat Forging Qi.
"Keparat... Dia kuat sekali!"
"Jangan lengah, goblok!"
Para bandit kembali menyerang Diao Chan dan kali ini mereka mulai melancarkan jurus-jurus yang menghancurkan area sekitar.
Dalam waktu yang relatif singkat, Diao Chan berhasil membunuh empat Forging Qi yang tersisa dan seorang bandit di tingkat Qi Refinement.
"Tidak masuk akal! Bagaimana mungkin ini terjadi?!!" tiga bandit di tingkat Qi Refinement mulai menggila, mereka tak menyangka akan ada perbedaan kekuatan sejauh ini-- meskipun berada di tingkat yang sama.
"Anak-anak anjing ini... Apa yang sudah kalian lakukan?"
Seorang pria paruh baya bertubuh kekar muncul dan langsung memukul kepala ketiga bandit itu, ia tidak mengenakan baju sehelai-pun-- tubuhnya penuh dengan bekas luka yang mengerikan.
"Kalian goblok, gak becus menghadapi seseorang di tingkat yang sama dengan kalian!" pria paruh baya itu mengumpat keras kepada mereka bertiga.
"Maafkan kami, bos. Tapi dia bukan seorang kultivator biasa!"
"Banyak alasan! Pergi dari sini dan bunuh para warga desa yang tersisa!"
"Baik, bos!" ketiga bandit itu buru-buru pergi dari sana.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.