Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator
Gua Dunia Lain V


__ADS_3

Li Hao berusaha mencari cara agar mampu memberikan serangan yang mematikan, ia menggunakan semua teknik yang bisa digunakannya saat ini.


Sraaaash!


Di saat Li Hao hendak mengeksekusi salah satu tekniknya, kupu-kupu raksasa yang menjadi lawannya mengeluarkan serbuk dari sayapnya. Ketika serbuk tersebut mengenai kulit Li Hao, kulitnya langsung terbakar tetapi bisa segera disembuhkan oleh pedang Iblis Malam.


"Huuh, rasa sakitnya seperti mimpi saja..." Li Hao bergumam sembari menatap kulitnya yang barusan terkena serbuk, "Omong-omong, selain kupu-kupu raksasa itu, yang lainnya juga sangat berbahaya. Kalau begini, apa perlu aku mencari tempat sempit untuk menghadapi mereka?"


Li Hao sejenak memikirkannya sebelum menggelengkan kepalanya pelan, staminanya kemungkinan tidak cukup untuk hal itu. Setelah berpikir sembari menghadapi mereka dengan gerakan seminimal mungkin, akhirnya Li Hao memutuskan untuk mengerahkan seluruh Qi-nya yang baru pulih pada elemen petir dan menghabisi mereka dalam sekali serang.


"Baiklah, ayo mulai..."


Li Hao membuat rencana dan mulai menjalankannya dengan hati-hati, ia menciptakan situasi yang di mana belasan Spirit Beast berkumpul di satu tempat.


Meskipun memakan waktu yang cukup lama, akhirnya situasi itu bisa terwujud. Li Hao langsung memanifestasikan seluruh Qi yang sudah dikumpulkannya di dalam pedang Iblis Malam menjadi aliran listrik bertegangan tinggi.


Li Hao merapatkan giginya sebelum mengayunkan pedangnya secara horizontal ke arah belasan Spirit Beast yang berada di udara.


Whoooosh!


Lekungan hitam yang disertai aliran listrik bertenaga tinggi tercipta, dan kecepatannya benar-benar luar biasa sehingga tak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke targetnya.


Duuuuuar!


Ledakan besar terjadi sesaat setelah lekungan hitam tersebut mengenai belasan Spirit Beast yang ada di udara, gelombang angin tercipta dan kepulan asap juga memenuhi area sekitar.


Para Spirit Beast itu langsung terbunuh seketika akibat serangan tersebut.


Di sisi lain, Li Hao langsung jatuh tersungkur akibat kelelahan fisik serta kehabisan Qi, meskipun begitu ia masih bisa mempertahankan kesadarannya dan segera mengkonsumsi pil pemulih untuk kesekian kalinya dalam hari ini.

__ADS_1


[Level Meningkat: 256 > 257]


"Ah, naik satu..." Li Hao bergumam pelan, "Stamina dan Qi-ku sudah habis tak tersisa, bahkan menggerakkan tubuh saja sudah sangat sulit."


Li Hao hanya bisa pasrah dengan kondisinya saat ini, ia membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk bisa kembali bergerak leluasa.


"Ugh, melelahkan sekali..." Li Hao perlahan bangun, kemudian membuka layar statusnya, "Sepertinya aku harus meningkatkan basis kultivasiku, teknik Meteor Jatuh benar-benar menguras Qi-ku. Haa... Memang seharusnya teknik itu dikeluarkan saat aku berada di ranah Nascent Soul."


Perlu diketahui, teknik Meteor Jatuh adalah teknik yang paling berbeda di antara Tujuh Gerakan Bintang. Pada dasarnya teknik tersebut lebih ke tipe Summoning daripada Seni Pedang, namun batu raksasa yang dipanggil bukanlah batu pada umumnya melainkan kumpulan Qi padat yang disamarkan seperti batu.


Li Hao mengalihkan pandangannya ke arah kubah yang tercipta akibat serangannya, lalu menghela nafas panjang melalui mulutnya. Ia senang karena bisa menghabisi mereka tanpa perlu meningkatkan statistiknya.


"Apa yang kulakukan tadi beresiko, sebaiknya aku tidak perlu menyayangkan poin SP-ku jika dihadapi dengan situasi seperti ini lagi." Li Hao memikirkan ulang tindakannya sebelumnya, dan ia menyesali hal itu, "Yah, tak perlu disesali lebih jauh. Sekarang, aku ingin beristirahat seharian..."


Meskipun tidak memiliki luka dan mampu memulihkan Qi serta Staminanya dalam kurun waktu beberapa jam saja, Li Hao tidak mau tergila-gila dalam leveling.


Setelah itu, Li Hao memasuki area hutan yang masih utuh. Di dalam sana, ia mencari tempat untuk beristirahat dan menemukan sebuah sungai yang panjang.


"Hm, kalau aku menambahkan semua SP-ku ke statistik Qi, apakah basis kultivasiku akan meningkat?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati sembari memandangi langit yang masih gelap, "Sepertinya tidak, karena semakin tinggi basis kultivasiku maka semakin banyak poin SP yang diperlukan."


Li Hao yakin kalau dirinya ingin naik ke ranah Nascent Soul, ia membutuhkan setidaknya 100 SP atau bahkan lebih untuk ditambahkan.


"Haaa, sudahlah..." Li Hao berhenti memikirkannya, lalu membuka inventory, "Sudah lama aku tidak melihatnya..."


Li Hao mengambil telur merah bersisik dari inventorynya, senyum tipis terukir di bibirnya ketika telur itu bergetar seolah sedang menyapanya.


"Hahaha... Sudah lama, ya? Bagaimana kabarmu?" Li Hao bertanya, dan telur itu kembali bergetar, "Ya, ya... Aku tau kau pasti baik-baik saja."


Li Hao terus mengajak bicara telur tersebut, sampai akhirnya ia menyadari kalau ada sesuatu yang janggal, "Ah, iya... Setauku inventory adalah dimensi yang dimana waktunya berhenti dan tidak ada satupun objek yang bisa masuk ke dalamnya. Kalau begitu, kenapa aku bisa menyimpanmu ke dalam sana?" Li Hao bertanya-tanya, dan tidak lama setelahnya ia terpikirkan jawaban yang cukup masuk akal, "Mungkin karena aku mendapatkan telur ini dari system, larangan inventory jadi tidak berlaku padanya."

__ADS_1


Li Hao mengangguk beberapa kali setelah memikirkan jawaban itu, ia kemudian melakukan posisi meditasi lalu mulai menyalurkan Qi-nya ke telur yang ada di tangannya.


Setelah sebagian Qi-nya telah diserap oleh telur itu, Li Hao merasakan pergerakan yang berbeda dari telur tersebut dan pada saat yang bersamaan suara retakan juga terdengar.


Li Hao langsung membuka matanya dan mengangkat telur itu, ia memperhatikan secara seksama dengan jantung yang mulai berdegup kencang.


Crack!


Retakan di telur itu semakin banyak dan tidak lama setelahnya ada sebuah kepala kecil menerobos keluar dari cangkang telur tersebut.


Kraaak!


Kepala kecil itu merupakan hewan tanpa bulu, dia memiliki kulit serta pupil mata berwarna merah cerah. Ketika kepalanya baru keluar dari cangkang telur, dia memperhatikan sekitarnya sampai akhirnya mendongak ke atas dan menemukan keberadaan Li Hao.


"Ayah!"


Li Hao sedikit melebarkan matanya ketika makhluk kecil itu memanggilnya dengan sebutan ayah, ia bahkan juga terkejut karena seekor bayi Spirit Beast yang baru lahir mampu berbicara bahasa manusia.


"Dia ini... Spirit Beast macam apa?" Li Hao bertanya-tanya dalam hati, dan tiba-tiba saja cahaya terang muncul dari makhluk kecil itu sampai membuatnya terpaksa menutup mata, "Kgh, cahaya apa ini...?!"


Pada saat cahaya itu muncul, Li Hao bisa merasakan kalau beban di kedua tangannya semakin bertambah. Di saat cahayanya menghilang, betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang anak laki-laki berusia 3 tahun.


"K-kau..." Li Hao tidak bisa untuk tidak terkejut, bahkan suaranya terdengar tak percaya, "Apa kau makhluk mungil yang tadi?!"


"Hyahahaha! Ayah!"


Suara yang sama persis dengan makhluk kecil sebelumnya keluar dari mulut anak kecil itu, Li Hao yang mendengarnya hanya bisa membisu dan menyimpulkan kalau Spirit Beast itu memakai jurus transformasi untuk mengubah wujudnya menjadi manusia.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2