Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Janji Devan


__ADS_3

Hari ini pengumuman penerimaan pendaftaran Akpol. Secara kebetulan Devan dan Satria diterima, mereka bahkan ditempatkan dalam satu kelompok. Sebelum berangkat mengikuti Pendidikan Devan menyempatkan bertemu dengan Key.


Devan menghubungi Key dan mereka janjian di mall. Devan sudah berada di restoran yang ada di mall. Devan menunggu kekasihnya dengan perasaan gusar. Devan sesekali melihat jam tangannya menunjukan kalau Key terlambat selama 15 menit.


Tidak berapa lama Key datang dan langsung menyapanya. “Kak Dev, maaf aku terlambat karena tadi aku harus menunggu bunda pergi dulu,” ucap Key langsung duduk dihadapan Devan. Devan tersenyum melihat tingkah laku Key.


Devan memegang tangan Key kemudian Devan berkata lirih. “Dik, aku nanti Pendidikan 4 tahun lamanya, jadi nanti kita bisa bertemu disaat libur sabtu dan minggu. Itupun jika tidak ada kegiatan, jadi kamu harus sabar menunggu aku ya? Setelah pendidikan selesai dan sudah diizinkan menikah aku akan melamar mu dan menikahi mu,” ucap Devan pada Key. Key sangat menghargai apa yang diucapkan oleh Devan. Key menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan napa yang diucapkan oleh Devan. Devan tersenyum puas karena Key mau menerima permintaannya.


Sementara itu pelayan yang siap untuk mengantarkan pesanan Devan hendak berangkat menyajikan hidangan tapi di tahan oleh seorang pemuda. “Kau tinggal saja di situ biar aku yang mengantarkannya ke meja itu. Aku mau ganti baju pelayan terlebih dahulu.” Pemuda tersebut langsung bergegas menuju ruang kerjanya kemudian menyamar menjadi pelayan dan membubuhkan kacamata dan tahi lalat di wajahnya.


Setelah selesai menyamar kemudian langsung bergegas membawa hidangan tersebut ke meja Devan dan Key. Melihat kedekatan Devan dan Key, dia nampak marah dan tersenyum licik berusaha merencanakan sesuatu.


Dengan gerak yang cepat dan lincah pemuda itu menaruh dan menata semua menu makanan dengan rapi dan sempurna. Namun ketika menaruh jus buah di depan Devan tiba-tiba dia pura-pura kesandung.


“Byur…, maaf tidak sengaja tuan.” Mari aku bersihkan katanya sambil mengambil tisu di depannya kemudian mengelap kemeja Devan. Devan yang berada di depan Key berusaha menahan amarahnya karena dia tidak ingin terlihat sebagai seorang pemuda yang pemarah dan Arogan.


“Tidak apa-apa aku akan ke toilet dulu. Dik kamu tunggu di sini ya?” ucapnya sambil terus berlalu dari hadapan Key. Sementara itu pelayan yang menyiram tubuh Devan dengan jus pura-pura membersihkan lantai.


Key yang mulai curiga dengan tingkah laku pemuda tersebut langsung menghampiri pemuda yang sedang membersihkan lantai. Dengan keberaniannya Key langsung membuka kacamata pelayan tersebut.

__ADS_1


“Kak Brian? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menggangguku? Aku salah apa sama kakak?” kata Key dengan wajah berkaca-kaca.


Brian langsung memeluk Key dan berbisik padanya. “Dengarkan aku Key? Aku tidak rela kalau dirimu dekat dengannya. Bagaimanapun aku akan berusaha keras untuk menaklukkan mu agar kamu mau menerima cinta aku.” Brian mengelus-elus rambut Key dengan perasaan sayang dan tidak dipungkiri Key merasa nyaman jika ada di pelukannya.


Brian langsung melepaskan pelukannya tak kala melihat Devan keluar dari toilet dan dirinya pergi meninggalkan Key. Karena bagaimanapun dirinya masih menghargai hubungan Key dengan Devan. Dia tidak ingin di cap sebagai perusak hubungan Key dengan kekasihnya.


Key pun mengerti apa yang dirasakan oleh Brian, namun baginya Devan segala-galanya karena sudah membangun komitmen dengannya. Jadi bagaimanapun dia tetap akan menjalankan komitmennya dengan Devan.


Setelah kepergian Brian, Key duduk menikmati makanan bersama Devan. Bagaimanapun Key tetap setia karena membangun komitmen dengan Devan. Setelah selesai makan Devan ke kasir membayar makanannya. Dan pergi meninggalkan restoran bersama-sama.


Di depan toko boneka Devan menghentikan langkahnya. Devan menggandeng Key masuk ke dalam toko kemudian membelikannya boneka Teddy Bear warna pink yang sangat besar.


Key tahu Devan sangat mencintai dan menyanyangi tapi tak kala mengingat mamanya Devan, Key merasakan sesak yang begitu dalam di dalam dadanya. Key menghela nafasnya, berharap cintanya dengan Devan kelak bisa bersatu tanpa ada halangan dari kedua orangtuanya maupun orang tua Devan.


Devan menggandeng Key dengan sangat romantic, hingga membuat hati seseorang yang mengamatinya lewat CCTV terasa hancur. Orang itu adalah Brian pemilik mall dan segala isinya. Brian menghela nafasnya kenapa dia terlambat mengenal Key. Brian berharap kelak ada keajaiban datang menghampirinya.


Key mengikuti kemanapun Devan mengajaknya pergi, dan terakhir kalinya mereka nonton film di bioskop. Mereka berdua menikmati acara nonton filmnya hingga selesai.


Devan mengantar Key hingga ke parkiran tempat mobilnya terparkir. Setelah memastikan Key pulang, Devan baru melangkah menuju mobilnya dan keluar mengikuti mobil Key.

__ADS_1


Devan langsung pulang ke rumahnya. Setelah melakukan packing baju, Devan hendak istirahat tapi entah mengapa dirinya tidak bisa tidur. Devan kembali menghubungi Key tapi tidak kunjung dapat balasan. Devan semakin gelisah kemudian Devan menulis pesan lewat ponselnya.


“Sayang, sudahkah kamu tertidur? Tidakkah kamu sedang teringat kakak? Entahlah kakak hari ini selalu ingat kamu. Kakak tidak bisa memejamkan mata, kakak ingin selalu bersamamu? Bisakah kita melakukan video call dik?” tanya Devan lewat pesan ponselnya.


Key yang masih terjaga segera memberi balasan kalau dirinya belum tertidur dan bersedia melakukan video call dengan Devan. Devan merasa gembira akhirnya bisa menghubungi gadis pujaannya.


Mereka berdua pun melakukan video call hingga larut malam sampai Key tertidur dan Devan menyudahi video callnya.


Keesokan harinya Key terbangun agak kesiangan. Karena hari libur setelah sholat subuh Key beranjak di tempat tidurnya kembali. Key membolak-balikan badannya sambil memikirkan hubungannya dengan Devan. Key menghela nafasnya dalam hatinya dia tahu kalau hubungannya dengan Devan pasti akan ada rintangan terutama mamanya Devan.


Ditengah kegalauan hatinya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar dan terdengar suara bunda Katrin yang memanggilnya. Key pun memberitahu kalau kamarnya tidak dikunci hingga bunda Katrin masuk ke dalam kamarnya.


“Sayang, anak gadis bunda kenapa kok malas-malasan. Ayo lekas mandi, kita mau ngantar kak Satria untuk berangkat pendidikan Akpol nya. Kamu jadi ikut tidak? Kalau jadi kita tunggu di bawah ya?” bunda mengusap kepala putrinya.


Key menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau dirinya mau ikut mengantar kak Satria. Key kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Key mengenakan kaos putih dengan bawahan celana jins, turun ke bawah untuk menghampiri keluarganya yang sedang makan.


Setelah sarapan mereka akhirnya berangkat ke rumah oma menjemput Satria dan kemudian mengantarkannya ke tempat pendidikannya.


Pagi pun sudah menyongsong fajar membangunkan semua penghuni rumah keluarga Andi. Andi hari ini sengaja tidak masuk kantor karena ada keperluan mengantarkan keponakannya untuk berangkat menuju tempat Pendidikan.

__ADS_1


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan populeritas novel ini.💕💕💕


__ADS_2