Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Penyesalan Leo


__ADS_3

Doni yang di telepon Andi segera meluncur ke universitas Putra Bangsa. Mobil Doni memasuki gerbang kampus, dan mencari sosok bosnya. Sesaat kemudian Andi menemukan bosnya yang nampak duduk di bangku taman kampus. Mobil Doni di parkir mendekati lokasi Andi.


Andi yang melihat mobil Doni berjalan masuk membuka pintu mobil. Andi langsung duduk menghempaskan dirinya di sebelah Doni. Merekapun tak lama meninggalkan kampus.


“Gila, kelihatannya bos hari ini ceria banget, kayak dapet undian berhadiah.” Ungkap Doni sambil memutar haluan mobil keluar area kampus.


“Bukan undian berhadiah lagi Don, tapi ini bidadari dari langit yang di utus malaikat yang dipersiapkan untuk ku setelah sekian lama menjomblo.” Jawab Andi sambil tersenyum.


“Kelihatannya bos percaya diri banget, memangnya mbak Katrin mau menerima bos," jawab Doni.


“Jangan ngacau kamu, awas ya aku potong gaji kamu. Kalau sama bos itu bicara yang baik-baik,” ancam Andi.


“Baik bos, jangan potong gaji aku,” jawab Doni sambil melirik Andi


“Kita ke café dulu. Aku mau lihat CCTV di dalam café. Aku ingin mengecek kejadian di café tadi malam, yang melibatkan Katrin dengan kekasihnya itu. Bagaimana wajah si kunyuk kekasihnya itu hingga membuat Katrin ingin mengakhiri hidupnya.” Perintah Andi dengan sedikit kesal.


Perjalanan menuju café hanya 15 menit, tak lama kemudian mereka sampai di café yang mereka kelola. Setelah ke luar dari dalam mobil Andi masuk di ruang kerjanya. Andi menghidupkan computer dan melihat kejadian yang ada di café tadi malam.


“Astaga, itu kan si kunyuk Leo. Gila bener Leo, dia berkhianat dari Katrin hanya karena cewek rendahan seperti itu. Bener-bener bodoh banget Leo. Ternyata kau masih Leo yang dulu yang suka mempermainkan perempuan." Andi pun tersenyum dengan penuh arti mengingat masa sekolah dulu dengan Leo.


Flash back on


Di sudut ruangan osis nampak Leo berbincang dengan Andi yang memang keduanya sama-sama pengurus osis di sekolahnya. Keduanya merupakan bintang kelas yang banyak digemari oleh siswa putri.


“Andi, aku kemarin jalan bareng sama Dewi anak kelas X yang bodinya kayak gitar itu lo. Apalagi anaknya agresif banget. Pokoknya seru dan asyik jalan bareng sama Dewi” Kata Leo dengan bangga.


“Terus Rina mau kamu kemana kan? Apa kamu sudah putus dengan dia? Tanya Andi


“Tidak, aku baik-baik saja dengan Rina, aku tidak ada masalah, cuman kalau pacaran sama dia datar-datar saja, kurang hot," kata Leo bersemangat.


“Emang kompor, kok harus hot, awas lo kepanasan?" Tegur Andi sambil menaik turunkan alisnya untuk ngasih kode Leo sambil melirik pintu masuk ruang Osis


Tak lama kemudian Rina pun masuk ke dalam ruang Osis. “Plak, ini buat kamu yang mengkhianati aku. Kita Putus.” Rina dengan kesal meninggalkan mereka berdua.


“Sial banget aku hari ini.” Umpat Leo sambil mengusap wajahnya yang merah akibat tamparan Rina.


“Makanya anak gadis orang jangan di permainkan” Andi menonjok lengan Leo kemudian pergi meninggalkan Leo.


Flash back off


Tak lama waktu menunjukan jam 12, Andi siap-siap ingin pulang. “ Doni, tolong kamu ke ruangan saya! Panggil Andi Lewat intercom dalam ruang kerjanya."

__ADS_1


Tak lama Doni pun muncul di hadapan Andi. “Siap bos, ada yang bisa saya bantu?"


“Coba perhatikan cctv itu!” perintah Andi.


“Oh, itu Leo bos, masih sama kasus perselingkuhan seperti yang dulu. Dan kelihatannya ceweknya itu temen nona Katrin. Padahal nona Katrin lebih cantik dari selingkuhannya. Untung deh nona Katrin bisa diselamatin oleh bos. Bener-bener belum tobat anak itu.” Cerocos Doni.


“Itulah Don, ternyata kekasih Katrin itu Leo sahabatku dulu. Bagaimana ini Don, tampaknya rumit!”


Andi pun mengungkapkan unek-uneknya sambil mendesah.


“Memangnya kenapa bos, apa ada yang salah?” Doni nampak bingung


“Aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Katrin, semenjak aku menyelamatkan Katrin. Tapi kenapa harus dengan dengan kekasih sahabatku sendiri.” Andi mengungkapkan kegalauannya.


“Mantan bos, sudahlah bos, jangan dipikirkan paling-paling nona Katrin pasti minta putus sama Leo. Dan aku rasa itu syah saja. Bos harus semangat, abaikan Leo. Dan berjuanglah untuk mendapatkan hatinya nona Katrin.” Doni mengangkat tangan kirinya sambil mengepal memberi dukungan bosnya.


“Ok terimakasih dukungan mu. Oh, ya hari ini semua kegiatan di café kamu handel. Aku akan pulang dulu untuk istirahat.” Andi memberi perintah Doni


“Tumben bos, nggak ngantor ya! Tanya Doni.


“Tidak, hari ini lepas kerja, kemarin malam kan habis razia di Alun-alun.” Andi mengambil kunci mobilnya pergi meninggalkan Doni.


Andi masuk mobil, di tengah perjalanan pulang Andi pun teringat sama Katrin. “Astaga, kenapa dia begitu cantik dan senyumnya begitu menggodaku. Kenapa tadi aku tidak minta no hp nya. Aku harus bagaimana, apa besok aku samperin saja ke rumahnya ya.” Gumam Andi dengan mengusap wajahnya secara kasar.


Setelah memarkirkan kendaraan Andi masuk di dalam rumahnya waktu menunjukan jam 12.15 Wib. Di ruang makan nampak kedua orang tuanya sedang makan. “Asalamualaikum.” Andi masuk rumah sambil mengucapkan salam.


“Waalaikumsalam.” Jawab kedua orang tua Andi


“Ayo makan nak, ini ada lauk kesukaanmu,” kata bunda Andi sambil menyiapkan makan.


"Terimakasih bunda."


Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara, hanya sesekali terdengar bunyi dentingan sendok. Tak lama kemudian makan pun selesai.


“Gimana apa kamu sudah punya calon untuk dikenalkan Ayah dan bunda?” Ayah Andi pun membuka pembicaraan.


“Siap, Ayah, tahun ini Andi sudah siap menikah.” Dengan yakin Andi menjawab pertanyaan ayahnya, sambil mengangkat tangan kanannya menunjukan sikap hormat kepada ayah. Sudah kebiasaan Andi seperti itu karena ayah Andi yang bekerja sebagai petinggi di KOREM wilayah setempat dan selalu mendidik Andi kayak militer.


“Wah, bunda sebentar lagi punya mantu dan segera menimang cucu dong," sahut bunda sambil senyum sendiri.


“Iya bunda, yang satu ini pokoknya sesuai banget dengan kriteria bunda. Menantu idaman para mertua," kata Andi menyakinkan orang tua nya. “Astaga kenapa aku begitu yakin, padahal baru sehari ketemu, mudah-mudahan lancar.

__ADS_1


”Andi pamit dulu bunda, ngantuk banget tadi malam habis begadang.” Andi segera naik ke atas menuju kamarnya.


🍁 Kediaman Katrin🍁


Anita yang merasa bersalah setelah pulang dari kampus memutuskan pergi kerumah Katrin. Beberapa menit kemudian mobil Anita terpakir di halaman rumah Katrin.


“Asalamualaikum,” ucap Anita setelah masuk ke rumah Katrin.


“Waalaikumsalam," jawab mbok Minah sambil membukakan pintu.


“Mbok, non Katrin ada nggak?” tanya Anita sambil nyelonong masuk menuju kamar Katrin. “Kebiasaan non Anita pasti nyelonong main masuk saja.” Gumam mbok Minah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Tok-tok, Katrin ini aku tolong dong buka pintunya. Ada yang mau aku jelasin.” Setelah menunggu beberapa detik akhirnya Katrin membuka pintu kamarnya.


“Apa yang kamu jelaskan, kenapa kamu menyembunyikan hal besar ini dari ku, aku tahu maksud kamu agar aku tidak terluka. Tapi setidaknya kalau kamu memberitahuku sejak awal aku bisa menata hatiku sehingga aku tidak sesakit ini.” Katrin menitikkan air mata menangis hingga badannya berguncang.


“Maaf, bukan maksudku seperti itu, sebenarnya aku tidak tega melihatmu terluka.” Anita mendekat untuk memeluk Katrin. Mereka berpelukan seakan melepas beban hati mereka masing-masing.


“OK, kamu aku maafkan asalkan kamu besok traktir aku nonton.” Katrin menjawab dengan tersenyum


Di depan rumah Katrin, ternyata sudah berdiri Leo yang ingin meminta maaf. Setelah pulang kerja Leo menyempatkan diri untuk menemui Katrin. “Bagaimana caranya aku tidak akan melepaskan Katrin. Aku masih sayang dan cinta sama Katrin. Dan aku yakin kamu masih memaafkan ku.” Gumam Leo yang begitu egois dan percaya diri akan mendapatkan maaf dari Katrin. Di tangannya tak lupa membawa serangkaian bunga mawar merah sebagai tanda permintaan maaf.


“Non, ada mas Leo yang menunggu di depan," ucap mbok Minah menghampiri Katrin di Kamar.


“Bilang aku tidak ada mbok," ucap Katrin karena memang malas untuk menemui Leo.


“Tapi non, mana bisa saya berbohong, di luar ada mobil non Anita, pasti mas Leo mengira non ada di rumah," jawab mbok Minah.


“Baiklah mbok, suruh dia nunggu.” Katrin pun mendesah berlahan sambil membuang nafasnya.


“Kamu yang tenang ya, ingat jangan terperdaya lagi dengan rayuan gombalnya," ucap Anita pada sahabatnya.


Katrin menuruni anak tangga untuk menghampiri Leo di ruang tamu. Begitu melihat Katrin Leo langsung berlutut dihadapan Katrin sambil menyerahkan rangkaian bunga mawar. “Sayang, maaf, aku hanya sayang sama kamu, yang kamu lihat kemarin tidak seperti yang kamu bayangkan. Sandra menjebak ku.”


“Tidak kak, kamu tahu kan waktu kita buat komitmen, kita akan setia menunggu sampai aku lulus kuliah, selanjutnya baru menikah. Dan kamu juga tahu, aku paling tidak suka dibohongi apalagi di selingkuhi. Sebaiknya kamu keluar dan jangan kembali ke sini.” Katrin berkata dengan tegas dan membalikan badannya untuk kembali ke kamarnya.


Di luar dugaannya tangan Leo menangkap tangannya hingga memeluk tubuh Katrin. “Sayang, aku menyesal, ku mohon beri aku kesempatan, aku akan membuktikan kalau maaf ku ini tulus dan tidak aku ulangi lagi.” Leo merenggangkan pelukannya sambil menatap mata Katrin.


“Tidak kak, bagiku kamu sudah aku kubur dalam-dalam, kamu adalah masa lalu aku yang tidak mungkin aku terima kembali. Sudahlah kak, mungkin kita tidak berjodoh. Aku sudah ikhlas menerima semua ini. Semoga kamu bisa Bahagia.” Katrin tak bisa mengendalikan diri, air matanya pun jatuh membasahi pipinya. Kemudian berlari meninggalkan Leo menuju kamarnya sambil mengusap air matanya.


Leo berjalan gontai meninggalkan rumah Katrin dengan perasaan kecewa dan penuh penyesalan. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan waktu tidak bisa di putar kembali.

__ADS_1


💓💓💓💓“Semangat untuk semuanya, jangan lupa like dan komennya ya….. maklum masih banyak belajar."


__ADS_2