Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Disekap


__ADS_3

Setelah olahraga mengelilingi kompleks Andi berencana masuk ke kantor karena ada kegiatan di alon-alon. Andi sudah siap dengan seragamnya kemudian mencium kening Katrin untuk berangkat. Bima menghampiri Andi dan hendak memaksa ikut Andi ke kantor.


“Bim, kamu lupa ya kalau nanti dijemput bunda Clara. Kata bunda kamu mau diajak lihat pertandingan di tempat ayah? Kamu siap-siap ya? Bunda sudah meluncur ke sini menjemput kamu.


“O…,iya om. Aku lupa,” ucap Bima sambil menepuk jidatnya sendiri. Andi berangkat kerja, tak lama kemudian bunda Clara datang menjemput Bima. Katrin tinggal sendiri sama mbok Sum.


Katrin yang sendiri berada di kolam renang sambil berjemur. Sedangkan si mbok sedang masak di dapur. Tiba-tiba ada seseorang masuk ke rumah Katrin. Si mbok Sum disekap dari belakang memakai obat bius hingga pingsan. Kemudian menyeretnya ke dalam kamar dan di sekap di sana. Setelah membereskan si mbok, dia berkeliling rumah mencari Katrin karena memang targetnya Katrin.


“Hai Katrin lama tidak bertemu? Bagaimana kabarmu? Jangan harap kamu bisa bahagia di atas deritaku? Dengarkan aku, bagaimanapun aku akan tetap memperjuangkan milikku,” ucap seseorang itu sambil mendekati Katrin.


“Astaga kak Indah, apa yang kamu lakukan? Bukankah kamu masih ada dipenjara?” ucap Katrin cemas, karena bagaimanapun Indah pernah membahayakan dirinya selama ini. Tapi hari ini posisinya dia lagi hamil jadi sangat sulit melawannya.


Katrin mundur selangkah dari jangkauan Indah, karena posisinya yang lagi hamil jadi dia kalah cepat dengan Indah. Indah menangkap Katrin dan menyatukan kedua tangan Katrin ke belakang sambil mengancamnya dengan pisau meminta Indah untuk masuk ke dalam mobilnya.


Indah membawa Katrin ke sebuah rumah kosong yang terletak di pinggiran kota. Indah menyekap Katrin ke dalam kamar yang sangat pengap. Indah meninggalkan Katrin begitu saja.


“Dengarkan aku mulai detik ini kamu akan aku sekap disini dan nanti setiap waktunya makan kamu akan mendapatkan jatah dari pelayan yang aku suruh mengawasi mu. Dan jangan berusaha kabur dariku karena di luar ada penjaga yang siap untuk membunuhmu.” Indah mengancam Katrin, namun Katrin yang keras kepala berusaha melawannya. Tapi perlawanan Katrin yang mengandung anak kembar tidak bisa mengalahkan kekuatan Indah.


Indah mendorong tubuh Katrin hingga terjatuh menahan sakit. Katrin meringis menahan sakit dan memegangi perutnya.

__ADS_1


“Katrin, sebaiknya kamu menuruti apa yang menjadi kemauan aku. Aku tidak akan menyakiti kamu jika kamu menuruti perintah aku. Aku akan memastikan kalau bayi kamu selamat hingga lahir,” ancam Indah kemudian meninggalkan Katrin di dalam kamar.


Sementara itu mbok Sum yang dibius berangsur-angsur sadar dan berusaha keluar dari kamar namun pintunya dikunci dari luar. Kemudian si mbok keluar dari candela, beruntungnya si mbok karena candela kamarnya tidak ada teralisnya.


Si mbok mencari-cari Katrin di semua ruangan karena tidak menemukannya si mbok langsung menghubungi Andi lewat ponselnya. Tak lama kemudian ponsel si mbok diangkat oleh Andi.


“Assalamualaikum, nak …, anu…nak…, non Katrin anu…?” si mbok terbata-bata tidak bisa mengungkapkan apapun.


“Waalaikumsalam. Anu kenapa mbok? Ada apa dengan Katrin?” tanya Andi cemas.


“Non Katrin diculik seseorang. Maaf si mbok tidak bisa menjaganya.” Si mbok menceritakan kronologisnya. Andi langsung menutup telponnya dan melelpon polisi untuk melaporkan kejadian yang menimpa istrinya. Setelah menghubungi polisi dan keluarganya Andi meluncur pulang ke rumahnya.


Setelah sampai di rumah, Andi langsung mengintrogasi si mbok, tak lama kemudian Arga dan Doni datang. Mereka bertiga selanjutnya memeriksa CCTV rumahnya. Mereka bertiga sangat terkejut denga napa yang dilihatnya ternyata semuanya ulah dari Indah.


“Entahlah Ar, aku sendiri tidak mengetahui hal itu. Kenapa kok bisa bebas,” ucap Andi kesal sambil mengusap rambutnya dengan kasar.


Tak berapa lama kemudian pihak ke polisian datang ke rumah Andi. Mereka menyerahkan semua bukti tentang penculikan Katrin yang dilakukan oleh Indah.


Andi pun kemudian menanyakan tentang kebebasan Indah. Salah satu anggota polisi menyampaikan ternyata Indah selama ini masih berada di bawah pengawasan rumah rehabilitasi narkoba. Jadi Indah bebas karena melarikan diri dari proses rehabilitasi narkoba.

__ADS_1


“Pak Andi, kami dari pihak kepolisian akan mencari ibu Katrin hingga ketemu. Kami mohon nanti kerjasama dari pihak keluarga agar pencarian segera diketemukan,” ucap salah satu anggota kepolisian yang menangani kasus Katrin.


Setelah polisi pergi, semua keluarga dari Andi maupun Katrin datang ke rumah Andi. Bunda Ajeng yang baru datang menangis sejadi-jadinya karena mengingat Katrin yang hamil tua dan biasanya sangat manja pada suaminya.


Bima yang datang dengan bunda Clara nampak bingung meliahat semua orang bersedih. Kemudian Bima mencari Katrin ke beberapa ruangan di dalam rumah. Bima ditarik lengannya oleh Arga kemudian Arga dan Anita menjelaskan kalau Katrin diculik oleh sesorang.


Bima menangis memanggil-manggil nama Katrin dan mendoakan agar Katrin dan calon adik bayi diberi keselamatan.


Andi tidak tinggal diam, langsung meminta Doni untuk mengerahkan anak buahnya mencari Katrin. Andi nampak stress memikirkan istri dan calon anaknya yang masih dalam kandungan. Ayah Seno pun tidak ketinggalan semua anak buahnya dikerahkan mencari menantunya.


Sementara itu Anita menghibur bunda Ajeng dan bunda Clara. Anita sendiri sangat sedih mendengar berita kalau sahabat sekaligus kakak iparnya diculik. Apalagi pelakunya Indah, seorang wanita yang kejam.


“Anita, gimana dengan menantu dan calon cucuku, kamu tahu kan? Katrin tidak bisa tidur tanpa belaian Andi? Dan kau tahu kan akhir-akhir ini makan harus disuapin suaminya? Bagaimana nanti ya nak? Apakah Indah akan memperlakukannya dengan baik? Indahkan sangat dendam dengan Katrin?” ucap bunda Clara terbata-bata sambil menahan tangisnya.


“Sudahlah bunda, untuk sementara kita hanya bisa mendo’akan Katrin semoga Katrin selamat dan selalu dilindungi oleh Allah. Kak Andi, Arga dan ayah Seno masih terus berusaha mencarinya. Semoga lekas diketemukan bun. Dan kalau ketemu aku tidak akan melepaskan Indah, akan ku becek-becek jadikan perkedel,” ucap Anita menenangkan bunda Clara dan bunda Ajeng.


Andi masih sibuk menelpon kesana kemari kemudian tak berapa lama tiba-tiba telponya berdering dari orang yag tidak dikenal.


“Dengarkan aku Andi, kalau kamu mau istri dan calon anakmu selamat besok kau tanda tangani surat cerai kamu dengan istrimu dan menikahlah denganku,” ucap Indah diseberang sana lewat ponselnya.

__ADS_1


“Indah, kamu bener-bener sudah gila ya? aku menyesal selama ini mengenal kamu. Jangan kamu sakiti istriku. Kalau kamummenyakitinya kemanapun aku akan tetap mengejarmu bahkan ke liang semutpun aku pasti akan menemukanmu. Camkan itu.” Andi menggertak Indah agar takut. Tapi Indah tetaplah Indah wanita setengah Gila yang tidak takut dengan gertakan siapapun apalagi gertakan Andi.


Terimakasih para pembaca yang setia, kira-kira Bagaimana keadaan Katrin ya? Mari kita simak episode selanjutnya. Dan jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!


__ADS_2