Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Berharap


__ADS_3

Key dan Brian semakin akrap bahkan ada rasa aneh yang menjalar di hati Key. Namun Key yang keras kepala dan masih menjunjung tinggi kesetiaan tetap berharap untuk bersatu dengan Devan. Baginya cinta dan janji sucinya akan diwujudkan dan disatukan dengan Devan.


Lain halnya dengan Brian yang tetap menunggu hati dan cinta Key sepenuh hati untuk dirinya. Brian percaya Key adalah cinta sejatinya.


Hari ini hari minggu Brian selepas membahas bisnis dengan kliennya yang berada di Amerika langsung menghampiri Key di apartemen. Brian sengaja mengajaknya jalan-jalan. Key yang sudah biasa dengan keberadaan Brian nampak enjoy dengannya.


Key selalu dimanjakan kemewahan oleh Brian. Key menolaknya namun Brian selalu bisa memaksakan kehendaknya.


Hari ini Brian mengajak jalan-jalan ke Manhattan. Mereka menikmati jalan-jalan mereka beberapa tempat mereka abadikan. Mereka juga berpose dibawah patung Liberty, Broadway, Empire Stste, dan jalan santai di central park.


Mereka nampak seperti orang yang lagi pacaran. Dari segi fisik dan kemistry nampak sangat cocok satu sama lainnya. Kadang-kadang Brian sesekali mencuri foto Key. Key yang mengetahui semua yang dilakukan oleh Brian. Namun Key yang masih terikat secara hati dengan Brian berpura-pura tidak mengetahuinya.


Seharian mereka jalan-jalan menikmatinya. Namun tiba-tiba Key merasa capek dan menghentikan langkahnya untuk duduk di bangku taman kota New York. Key memijat-mijat kakinya dengan harapan bisa mengurangi rasa capeknya. Brian langsung menghentikan langkah kakinya kemudian dengan setia memijit kaki Key.


“Dik, kalau capek jangan dipaksakan. Ayo aku gendong.” Brian langsung berdiri dari duduknya kemudian meminta Key agar naik kepunggung nya untuk digendong. Key yang awalnya risih, akhirnya mau juga karena dirinya sudah tidak kuat lagi berjalan.


Brian nampak memanjakan Key. Key nampak menikmati kebersamaan mereka berdua. Brian kemudian mengajak Key untuk masuk ke toko aksesoris. Brian menurunkan


Key dari gendongannya, kemudian melihat sepintas ada boneka Teddy Bear yang memegang tanda hati. Brian membelinya dan menyerahkannya kepada Key. “Key sayang, besok kakak pulang ke Indonesia. Kamu di sini baik-baik saja ya? Ingat kamu sebentar lagi juga harus pulang di Indonesia. Untuk masalah pekerjaan kamu bekerja di Indonesia saja ya? Kakak siap membantu kamu,” ucap Brian kepada Key. Brian membayar ke kasir dengan kartu debitnya kemudian mengandeng Key keluar toko.

__ADS_1


Setelah puas berjalan-jalan melepas kepenatan mereka berdua kembali ke apartemen Key. Brian dan Key masuk ke apartemen dengan tanpa sadar bergandengan.


Di saat mereka sudah berada di dalam apartemen tiba-tiba ponsel Key berbunyi. Nampak bunda Katrin menghubunginya lewat video call. Key mengangkat teleponnya namun tanpa sadar dirinya masih duduk berdekatan dengan Brian.


“Kay sayang, astaga nak. Apa yang kamu lakukan dengan Brian. Aduh nak, bunda tidak mengajari kamu seperti itu. Ingat nak, kamu itu gadis timur yang masih memegang teguh budaya timur. Apa kata ayah mu nak. Kamu dibesarkan dan disayangi ayah kamu agar kelak kamu bisa menjadi Wanita yang bermartabat dan memegang etika sebagai perempuan,” bunda Katrin langsung memberi ceramah dan nasehat kepada putrinya. Bahkan bunda Katrin sesekali terisak menahan tangisnya.


“Bunda sayang, aku sama kak Brian tidak melakukan apa-apa. Ini kebetulan kak Brian sedang melakukan perjalanan bisnis. Dan kak Brian tidak sengaja bertemu aku di mall. Jadi aku sama kakak tidak melakukan perbuatan terlarang. Percayalah sama putri kamu bunda,” Key tidak kalah seperti bundanya berkata dengan panjang dan lebar.


“Iya bunda. Kami tidak ngapa-ngapain kok. Tapi kalau semisal bunda meminta aku bertanggungjawab terhadap Key, aku siap. Aku juga siap apabila kalau disuruh menikah sekarang. Aku akan segera membawanya pulang ke Indonesia.” Kye langsung menolak apa yang disampaikan oleh Brian. Key langsung menginjak kaki Brian hingga Brian kesakitan.


“Astaga Key, anak perempuan bunda kok galak banget. Nak Briana yang sabar ya? Key memang seperti itu. Kalau kamu bisa sabar pasti akan menjadi menantu bunda.” Bunda Katrin terkekeh dengan ucapannya sendiri.


“Ayah, jangan begitu dong yah? Aku masih seperti Key yang dulu. Kalau ayah tidak percaya ayah bisa langsung terbang kesini,” ucap Key manja dan tanpa sadar kepalanya disandarkan ke bahu Brian.


“Astaga, Key. Mana bisa ayah percaya sama kamu kalau kelakuan kamu seperti itu!” ucap ayah Andi kembali cemas memikirkan putrinya.


Key yang menyadari perbuatannya langsung menjahui Brian. Brian terkekeh melihat sikap Key. Brian langsung mengambil ponsel Key kemudian langsung ngobrol dengan ayah Andi.


“Ayah selama Key bersama aku. Aku akan menjaganya dan tidak akan pernah menyentuhnya hingga kita menjadi satu pasang kekasih yang berada di bawah naungan ikatan suci pernikahan.” Brian terkekeh menjelaskannya kepada ayah Andi tanpa canggung sedikitpun.

__ADS_1


“Nak Brian, hutang penjelasan sama ayah. Jadi nanti kalau sudah pulang dan punya waktu luang kamu main ke rumah ayah ya? Ayah akan selalu menunggu kamu,” ucap ayah Andi dan dilanjutkan pamitan untuk menutup video callnya karena ayah mau ada acara.


Setelah video di tutup Key langsung memukul-mukul Brian, karena gemas melihat tingkah laku Brian. Brian dengan cekatan memegang tangan Key kemudian kedua mata mereka beradu pandang hingga hati mereka bergetar.


Brian yang tidak kuat dengan pesona Key langsung melepaskan tangan Key dan pura-pura mengambil novel yang tergeletak di meja.


“Dik, kamu suka novel juga ya? Besok aku belikan, sebelum pulang ke Indonesia aku akan mampir dulu ke sini. Hari ini aku pulang dulu. Ingat nanti kamu segera istirahat setelah solat.” Brian langsung pamit untuk ke luar apartemen.


“Iya, kak. Terimakasih untuk hari ini. Kakak memang keren habis mengerti tentang hobi dan seleraku. Jangan lupa kakak istirahat juga ya?” ucap Key yang mulai terbiasa dengan kehadiran Brian. Brian sebenarnya masih ingin tetap tinggal, tapi proyek di Semarang masih ada kendala teknis. Brian harus segera kembali ke Indonesia.


Key mengerti akan kesibukan Brian. Key pun tahu diri, untuk tidak berharap lebih terhadap Brian. Key kembali menghela nafasnya mengingat perjalanan cintanya dengan Devan.


Dirinya dengan Devan sudah tidak ada kontak lagi. Entahlah apa yang terjadi dengan Devan. Key merasa ada sesuatu dengan Devan. Baginya Devan masih tersimpan rapi di bagian tubuh tepat di jantung hatinya.


Brian yang tahu kegundahan hati Key langsung memeluknya. Dan mengatakan kalau dirinya jangan di kawatir kan lagi. Brian dengan polos menenangkan Key yang tidak sengaja terisak dan menagis sesengukan.


Setelah tangisnya reda Brian menggendong Key ke dalam kamarnya untuk di tidurkannya. Brian kemudian menyelimuti Key dengan selimut. Brian hendak izin pulang namun Key sudah tertidur kemudian tanpa sadar menarik-narik tangan Brian agar tidak meninggalkannya.


Brian yang sangat menyayangi Key, akhirnya mengurungkan niatnya untuk kembali ke hotel.

__ADS_1


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. 💕💕💕


__ADS_2