Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Ancaman


__ADS_3

Hari ini Ketty pulang dari sekolah dengan mengendarai mobil pemberian dari ayahnya. Ketty seperti biasa berangakat dengan santai tiba-tiba dipertigaan jalan tiba-tiba mobilnya diikuti oleh beberapa orang tidak dikenal memakai motor. Ada yang mepet mobilnya dari depan dan samping hingga akhirnya Ketty menghentikan mobilnya.


Tiba-tiba satu orang berwajah sangar turun dari motornya dan mengetuk-ngetuk pintu Ketty. Ketty ketakutan dan cemas meliahat orang tersebut. Dengan tergesa-gesa Ketty memencet ponsel menghubungi ayahnya namun begitu tersambung tiba-tiba kaca mobilnya dipecahkan.


Sementara ayah Andi yang dikantor mendengar keributan dari ponsel Ketty merasakan kecemasan yang begitu dalam. Andi segera melacak lokasi ponsel ayahnya melalui Toni.


“Keluar nona. Ayo segera ikut kita. Aku tidak akan menyakiti kamu kalau kamu mengikuti kita. Dengarkan kamu kalau ingin selamat dari kami, kau harus menjahui Devan. Karena Devan sudah dijodohkan oleh mamanya.” Salah seorang dari mereka menyeret Ketty keluar dari mobilnya. Dan dipindahkan masuk ke dalam mobil yang baru saja datang.


Belum sampai Ketty naik tiba-tiba ada mobil berhenti tepat dibelakang mereka. Katan dengan jentel langsung meraih tangan adiknya untuk diselamatkannya. Numun sayang jumlah mereka tidak seimbang. Katan berusaha mati-matian melindungi adiknya. Katan berbaku hantam dengan mereka, Ketty menangis melihat kakaknya diserang oleh beberapa berandal. Bahkan Key juga sempat berbaku hantam tapi meskipun punya ilmu bela diri kalau jumlahnya tidak seimbang maka Key pun menyerah memilih beralari menuju mobil sang kakak.


Ketty langsung mengambil ponsel kakaknya yang ada di mobil. Hendak menghubungi ayahnya. Tak lama kaemudian tersambung dengan ayahnya yang sudah berada di jalan. Ketty menyebutan lokasi mereka dan tidak berhenti menangis.


Katan sudah menjadi bulan-bulanan oleh orang-orang tersebut. Darah segar mengalir dari bibir Katan. Ketty menangis mendekati mereka. Ketty memeohon agar melepaskan kakaknya. Tapi mereka sudah tidak memperhatikan tangisan dan regekan Ketty lagi. Mereka semakin kalap memukul Katan.


Tiba-tiba sirine mobil patroli terdengar hinga membuat para preman berhamburan pergi dan meninggalakan Katan yang sudah babak belur. Ketty menghampiri kakaknya dan henti-hentinya menangis sambil meletakan kepala kakaknya dipangkuannya.


“Kak, sadar kak. Kakak harus kuat kita dibesarkan sama-sama kak jadi kita harus saling mendukung dan menguatkan. Kak bangun kak, jangan tinggalkan aku.” Ketty masih menangis hingga kemudian petugas kepolisian hendak membawa kaakanya ke rumah sakit.


Ayah Andi yang baru tiba menghampiri putra dan putrinya. Ketty langsung memeluk ayahnya nangis hingga pingsan dipelukan ayahnya. Andi dibantu dengan Toni dan petugas kepolisian membawa kedua putranya. Andi menggendong Ketty masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit.


Andi langsung memerintah Toni untuk mengurusi semuanya termasuk menghubungi Katrin untuk segera ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit kedua putranya di dorong menuju UGD. Andi mengusap keriangat yang mengalir di dahinya. Andi tidak bisa membayangkan jika putra dan putrinya seperti ini.

__ADS_1


Tidak berapa lama di UGD setelah ditangani oleh dokter Key siuman. Key menagis sejadi-jadinya karena teringat kakaknya yang berusaha membelanya mati-matian. Karena tidak kunjung tenang akhirnya dokter memberi suntikan penenang untuk Key.


Sedangkan Katan menderita luka-luka dibagian wajahnya dan bibirnya. Katan masih pingsan karena darah yang keluar banyak. Setelah luka di bersihkan akhirnya mereka berdua dipindahkan di ruang perawatan. Andi meminta mereka dijadikan dalam satu ruangan VVIP.


Setelah masuk ruang perawatan Andi memberitahu Katrin untuk menuju ruang perawatan. Katrin yang sudah ada di rumah sakit diantar Toni segera berlarian menuju kamar perawatan putra dan putrinya.


Katrin menghampiri putra dan putrinya satu persatu. Katrin meneteskan air matanya karena tidak kuasa melihat penderitaan anaknya. Katan yang mengalami luka-luka dan Katrin yang mengalami trauma.


“Ayah, siapa yang melakukan ini? Apa salah anak-anak kita yah? Kenapa harus terjadi seperti ini?” Katrin menangis disamping putranya. Andi langsung merengkuh tubuh Katrin dalam pelukannya. Mengusap air mata istrinya kemudian mengecupnya. Meskipun dia juga sakit hati seperti istrinya tapi Andi berusaha tegar dihadapan istrinya.


“Sayang, mana ayah tahu sayang? Kita do’akan semuanya selamat dan segera kita bawa pulang. Kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian sayang. Kamu yang tenang ya?” Andi kembali mengecup kening istrinya.


Tidak lama kemudian oma Ajeng datang. Oma Ajeng menangis melihat cucu kesayanganya berbaring tidak berdaya seperti itu.


“Dik, kau lihat bunda Ajeng. Ayo kau ajaklah bunda ke sini. Ingat kamu harus tegar dihadapan bunda.” Andi membujuk istrinya agar tidak menangis lagi.


Katrin menghampiri bundanya kemudian memapahnya untuk duduk di sofa. Tidak berapa lama Katan siuman. Katan memanggil-manggil nama Ketty dengan suara yang lemah. Andi bergegas menghampirinya dan memencet tombol untuk memanggil perawat.


Andi berusaha menenangkan putranya dan memberitahu kalau Kay baik-baik saja. Kemudian perawat datang dan memeriksanya.


Perawat mengatakan kalau kondisi Katan sudah membaik tapi masih perlu pemulihan untuk segera pulang. Paling-paling besok sudah bisa pulang. Karena kondisi sudah membaik maka perawat mohon diri untuk kembali ke tempat jaganya.


“Ayah bagaimana dengan adik Key? Aku takut ayah kalau adik Key kenapa-napa?” Katan berucap lirih karena masih menahan sakit luka memarnya.

__ADS_1


“Tenag jagoan ayah. Adik Key tidak apa-apa hanya sock dan trauma. Itu dia tertidur di samping ranjang kamu,” tunjuk ayah Andi pada gadisnya yang masih tertidur karena obat penenang.


“Anak kesayangan bunda. Kamu makan dulu ya nak biar bunda suapin!” Bunda Katrin menyuapi putra kesayangannya dengan sabar. Tiba-tiba dikejutkan oleh Key yang lagi mengigau.


“Kakak, tolong aku kak! Tolong!Tolong!” teriak Key dibawah alam sadarnya. Ayah Andi dan bunda Katrin langsung mendekati Key.


Pelan-Pelan ayah Andi membangunkan Putrinya. Setelah bangun Key reflek langsung memeluk ayahnya dengan penuh ketakutan.


“Sayang, kamu kenapa? Jangan takut ya? Ini ada ayah, bunda, kakak dan oma Ajeng.” Ayah Andi dengan sabar menyadarkan putrinya.


“Ayah Key takut ayah, mereka menyerang Key. Dan kakak membantu Kay tapi mereka banyak ayah, Key membuat kakak terluka.” Key masih menangis dalam pelukan ayahnya.


Katan yang mendengar adiknya menangis, turun dari ranjangnya dan berjalan tertatih-tatih menghampiri adiknya. Bunda Katrin langsung memapah putranya.


Katan merengkuh adiknya dari pelukan ayahnya. Kemudian membisikan sesuatu bahwa dirinya tidak terjadi apa-apa. Katan mengusap rambut adiknya dan menciumnya.


Ayah, bunda dan oma melihatnya meneteskan air matanya. Memang anak kembarnya saling membutuhkan satu sama lainnya mereka memiliki ikatan yang sangat kuat. Bahkan tak jarang jika salah satu dari mereka sakit maka satunya juga merasakannya.


Tidak berapa lama ruang perawatan mereka menjadi ramai karena kedatangan tamu kerabat-kerabatnya termasuk om Arga dan tante Anita bersama putranya.


Om Arga nampak marah-marah melihat keponakannya babak belur. Om Arga dengan segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi tentang kejadian tersebut.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2