
Terimakasih para pembaca setia yang telah membaca dan jadi penggemar setia, untuk menambah semangat update episode selanjutnya, jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!
Setelah acara penentuan hari pernikahan Katrin, Katrin dan kawan-kawannya melakukan kegiatan jalan-jalan di mall. Katrin dan temannya nonton di bioskop dan mereka lanjut makan-makan di restoran yang berada di mall.
“Rin, selamat ya. Maaf aku semalam tidak bisa hadir.” ucap Dewi sekaligus minta maaf karena tidak bisa menghadiri acaranya Katrin karena ada saudaranya yang datang dari luar kota.
“Iya, tidak apa-apa! Aku do’akan semoga kalian juga lekas menyusul!” Katrin menatap kedua sahabatnya, tapi tatapannya berhenti sesaat melihat wajah sendu Dewi. Katrin merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Dewi.
“Dewi…, kamu kenapa?” tanya Katrin yang melihat ada kegundahan di hati Dewi. Dewi menghela nafasnya dan menyandarkan dirinya duduk di kursi. Dewi semakin sendu dan berniat untuk menyampaikan sesuatu kepada kedua sahabatnya.
“Kemarin, ada saudaraku yang datang ke rumah dan berniat untuk menjodohkan aku dengan temannya. Dan parahnya kedua orang tuaku menyetujuinya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku mencintai kak Toni.” Dewi nampak sembab kedua bola matanya, karena sudah tidak bisa membendungnya lagi.
Katrin mendekati Dewi, dan mengelus punggungnya. Katrin berusaha menghibur Dewi. “Kamu sudah menyampaikan hubunganmu dengan Toni apa belum?” tanya Katrin berusaha mencari solusi dari masalah sahabatnya.
Dewi menggelengkan kepalanya, sebagai tanda kalau belum menyampaikan keberadaan Toni ke orang tuanya.
Katrin menghela nafasnya.” Kamu ajaklah bicara ke dua orang tua kamu. Kamu ajaklah kak Toni main ke rumah kamu sehingga bisa mengenal satu sama lainnnya.”
“Iya, aku setuju dengan pendapatmu Rin, Aku lihat kak Toni bertanggungjawab dan layak untuk dipertahankan.” Anita menyambung pembicaraan kedua sahabatnya sambil memesan makanan untuk mereka bertiga.
__ADS_1
Tak berapa lama pesanan makanan mereka datang, untuk sesaat mereka melupakan kasus Dewi. Mereka menikmati makannya dengan lahap kecuali Dewi yang masih memikirkan masalahnya.
Sementara itu Alexa dan pak Irfan berada di mall, pak Irfan memanjakan Alexa dengan beberapa belanjaan baju dan sepatu bermerk. Dilihat dari keakrabannya, mereka telah jadian tapi entah kapan. Alexa berjalan manja dengan menggandeng tangan Irfan. Alexa berbisik manja kepada pak Irfan. “Kak, aku lapar.” Alexa menatap pak Irfan, dengan manja Alexa memohon.
“Ok, ayo kita makan di restoran situ saja.” Mereka berdua masuk ke dalam restoran, Alexa memandang seluruh ruangan restauran untuk mencari ruangan yang kosong. Tiba-tiba matanya menangkap keberadaan Katrin dan teman-temannya. Alexa mengandeng tangan pak Irfan untuk menghampiri mereka, pak Irfan belum mengetahui keberadaan mereka.
“Kak Katrin dan kak Anita. Aku senang bertemu dengan kalian. O iya perkenalkan, ini kak Irfan!” Katrin dan kedua temennya terkejut mengetahui keberadaan pak Irfan. Demikian juga sebaliknya.
“Kalian saling mengenal?” tanya pak Irfan pada semua orang yang ada di situ. Alexa dengan bangga menjawab pertanyaan pak Irfan.
“Tentu, kak Katrin dan kak Anita calon kakak ipar ku!” Alexa memperkenalkannya kepada pak Irfan. Pak Irfan sangat kaget dengan napa yang disampaikan oleh Alexa.
“Tentulah sayang, kak Andi itu kakak aku!” jawab Alexa penuh percaya diri. Sementara Pak Irfan menelan salivanya dengan perasaan yang tidak menentu. Katrin dan kedua temennya saling pandang, sehingga membuat Alexa curiga melihat perubahan sikap mereka.
“Pak Irfan, mohon maaf kami sudah selesai makan, kami pamit dulu,” ucap Dewi menghindari terjadinya kesalahpahaman diantara mereka. Dewi menggeser kursinya diikuti dengan yang lainnya.
Pak Irfan nampak tidak percaya dengan napa yang didengarnya. Pak Irfan merasa hubungannya dengan Alexa akan nampak begitu rumit, karena dia sebenarnya masih berusaha keras untuk move on dari Katrin. Pak Irfan masih meragukan cintanya kepada Alexa meskipun di hatinya sudah ada getar-getar cinta, tapi dia butuh waktu untuk memastikannya.
“Kakak kenapa? Apa ada yang salah?” Alexa yang polos masih belum mengerti perubahan sikap pak Irfan.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, sayang. Ayo kamu pesan makanan yang paling kamu suka ya?” Pak Irfan menggeser tempat duduk dan mempersilahkan Alexa untuk duduk. Tak lama kemudian mereka memesan makanan. Pak Irfan yang galau membuat Alexa terdiam dan manyun karena perubahan drastis pak
Irfan setelah bertemu Katrin dan teman-temannya.
Alexa masih terdiam dan tidak kunjung juga menyentuh makanannya sehingga menyadarkan pak Irfan akan sikapnya. Pak Irfan langsung mengambil makanan Alexa dan menyuapinya. Alexa luluh juga dengan sikap yang diberikan pak Irfan kepadanya. Alexa yang manyun nampak tersenyum ceria atas perhatian yang diberikan oleh pak Irfan.
Pak Irfan memperlakukan Alexa dengan sangat lembut, bahkan pak Irfan membersihkan makanan yang tersisa di sudut bibir Alexa dengan tangannya. Pandangan mata pun tak bisa dihindari oleh kedua belah pihak, pak Irfan merasa gejolak jiwanya memanas dan mengecup bibir Alexa yang merah. Sesaat mereka berdua menikmatinya, pak Irfan tersadar akan perbuatannya kemudian melepas ciumannya. “Astaga, apa yang aku lakukan, aku sungguh dibawa kendali. Kenapa rasanya aku ingin berbuat lebih dengannya?” gumam pak Irfan lirih dan melepaskan nafasnya dalam-dalam dan kembali menikmati makanannya.
Sementara itu group rempong nya Katrin ke luar restoran dengan pertanyaan yang ada di benaknya masing-masing. Katrin menghela nafasnya sambil menatap kedua sahabatnya.
“Astaga…Anita, kita akan sering ketemu dengan pak Irfan, terus bagaimana reaksi kak Andi ya?” ucap Katrin yang duduk di bangku istirahat salah satu sudut mall.
“Tenang lah Rin. Aku rasa kak Andi akan bersikap lebih bijak. Lagian Aku rasa pak Irfan belum tentu jadian dengan Alexa,” ucap Anita berusaha menghibur hati Katrin. Lain halnya Dewi yang suka ceplas-ceplos langsung berkata sejujurnya.
“Kalau menurutku pak Irfan sudah jadian sama Alexa rin, coba kamu perhatikan mereka dari sini! Lihat pak Irfan memperlakukan Alexa dengan sangat romantis layaknya sepasang kekasih!” ucap Dewi kepada kedua sahabatnya.
“Untuk kak Andi, aku rasa tidak masalah, pasti kak Andi bawaannya akan selalu memantau dirimu ketika berdekatan dengan pak Irfan. Aku bisa pastikan kalau dirinya akan bucin terus kalau berada di dekatnya!” Dewi berkata terus terang tanpa ada rasa sungkan dengan Katrin maupun Anita.
“Betul Dewi, aku setuju dengan yang kamu katakana! Nanti kalau Alexa bener-bener jadian dengan pak Irfan jangan harap kamu berdekatan dengan pak Irfan. Bisa-bisa pak Irfan babak belur oleh tonjokan kak Andi.” Anita terkekeh menggoda Katrin.
__ADS_1
“Sudahlah, soal kak Andi kita lihat saja nanti, aku tahu dia akan bersikap selayaknya laki-laki dewasa yang tidak mencampurkan urusan pribadinya atas kebersamaan Alexa dan pak Irfan,” ucap Katrin dan mengajak mereka untuk pulang. Mereka pun pergi meninggalkan mall dan berjalan menuju parkiran mobilnya.