Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Andi, Katrin dan bunda Ajeng sudah sampai di villa keluarga Andi dengan Doni sebagai sopirnya. Untuk keluarga yang lain mereka sudah berada di sana terlebih dahulu. Hanya Tora dan Widya terpaksa tidak ikut karena Widya baru melahirkan.


“Sayang ayo turun. Kita sudah sampai.” Andi mencium kening istrinya yang lagi tertidur. Bunda Ajeng yang duduk di depan di samping Doni sudah turun duluan, tinggal Doni yang masih menurunkan barang-barang bawaan.


“Sayang itu lo ditunggu bunda.” Andi kembali menggoncang tubuh Katrin tapi tidak kunjung bangun. Andi pun mendekati Katrin dan mengecup bibirnya dan memainkan sedikit sensasi membuat Katrin terbangun.


Doni yang mengambil barang dari bagasi melihat ulah Andi langsung berteriak mengejutkan Andi dan Katrin.


“Bos, ada ular yang berbisa lagi mengejar-ngejar mangsa.” Teriak Doni spontan membuat Andi dan Katrin turun dari mobilnya.


“Mana ularnya? Cepat ambil kayu. Kamu pukul ularnya!” perintah Andi cemas langsung memeluk istrinya.


“Itu bos ularnya sudah berhasil menangkap mangsanya!” ucap Doni sambil menunjuk Andi.


“Sialan kamu Don, dasar tidak suka melihat orang lain senang ya?” Andi meninju lengan Doni.


“Habisnya kamu main sosor saja. Tidak lihat apa, temenmu masih jomblo. Kamu tidak kasihan melihat temenmu ini?” ucap Doni sendu sambil mengeluarkan koper Andi dan Katrin.


“Tenang, nanti aku carikan ya? tapi kamu harus bisa memainkan jala dan umpanmu!” Andi tersenyum dan tiba-tiba memanggil seseorang yang terlihat masih muda seusia Katrin.


“Farida, tolong kesini sebentar!” teriak Andi yang masih memeluk Katrin.


“Ha…, siapa itu Farida?” tanya Doni yang masih bengong menatap Farida yang berjalan menuju ke arahnya.


“Itu, putri dari mang Sukri yang menjaga villa ini, dia kuliah jurusan keguruan. Gimana? Cantik bukan?” bisik Andi di telinga Doni.


“Iya cantik dan bodinya sexi.” Doni masih bengong mengagumi kecantikan Farida.


“Nah, aku kenalkan kamu dengannya tapi kamu harus usaha sendiri meluluhkan hatinya!” bisik Andi agar tidak terdengar oleh Farida yang sudah begitu dekat dengannya.


Andi memperkenalkan Katrin sebagai istrinya dan Doni sebagai orang kepercayaannya. Kedua-duanya saling mengenalkan diri masing-masing. Katrin sangat menyukai Farida yang supel dan mudah bergaul, mereka langsung akrap satu sama lainnya.


“Mbak Farida, bantu aku membawa barang-barang aku ke kamar ya?” ucap Katrin sambil membawa salah satu barang miliknya untuk dibawa ke kamarnya.


“Panggil Farida saja mbak! Kita seumuran!” Farida tersenyum sambil membawa salah satu koper milik Katrin. Andi dan Doni juga membawa perlengkapan yang lainnya.


Acara pesta diadakan besok pagi, semua kerabat dekat nampak ngobrol di ruang tamu. Bunda Clara dan yang lainnya juga sudah ada di villa.


“Sini sayang!” ucap bunda Clara yang duduk di sofa. Katrin menghampiri bunda Clara dan kerabat yang lainya.


“Bunda, Arga sama Anita mana?” tanya Katrin menyebarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


“Itu lagi memeriksa peralatan dan perlengkapan untuk besok di dekat kolam renang. Kalau kamu mau menemuinya, kesana saja!” ucap bunda Clara sambil menunjukan dimana Arga dan Anita berada.

__ADS_1


“Sayang, ayo sama aku saja!” Andi langsung menarik lengan Katrin menunjukan tempat Arga dan Anita.


“Astaga Arga. Dan kamu Anita?” Katrin terkejut karena Arga dan Anita lagi ciuman di gazebo.


“Kakak ipar? Baru datang ya?” tanya Arga gugup karena ketahuan ciuman dengan Anita.


“Iya. Kata bunda kalian memeriksa peralatan dan perlengkapan untuk besok? Ta_pi kalian?” Katrin tidak melanjutkan perkataannya.


“Iya sudah selesai Rin,” sahut Anita menahan malu dan mukanya tampak memerah kayak kepiting rebus.


“Dik, biarkan saja? Harusnya kamu jangan berteriak! Kasihan mereka?” bisik Andi yang menempel di telinga Katrin.


Katrin pun memahami apa yang dikatakan oleh Andi dan bergelayut manja mendekati mereka berdua.


“Arga, Nita makasih ya telah membantu persiapan untuk besok.” Katrin mendekati Anita dan menciumnya.


“Sama-sama Rin, aku dan kak Arga sangat senang bisa membantu acara kamu dan kak andi,” ucap Anita yang menggeser duduknya dekat Katrin.


“Arga, buruan nikah saja! Kalau sudah halal tambah seru lo? Bisa minta lebih!” bisik Andi di telinga Arga.


“Memang kakak sudah merasakan lebihnya? Enak tidak kak?” tanya Arga yang menebak kalau Andi pasti direpotkan dengan kehadiran keponakannya, anak dari Tora dan Widya sehingga belum melakukan malam pertama nya.


“Enak dong, pokoknya entar kamu jadi kecanduan. Itu buktinya kakak ipar mu mu saja, mintanya lengket terus sama kakak!” Andi mengerlingkan matanya menatap Katrin.


“Apaan sih kak! Perasaan situ deh yang maunya nempel terus sama aku,” ucap Katrin menahan malu.


Setelah sampai di kamar Katrin kagum dengan penataan kamar pengantin yang telah dirancang oleh Wedding Organizer kepercayaan bunda.


“Bagus, konsepnya sesuai dengan keinginanku. Dan ini bajunya aku suka banget.” Katrin mengambil bajunya kemudian mencoba memakainya dan sangat pas dengan tubuhnya.


“Cantik Rin, pokoknya selera kamu banget!” Anita mengacungkan jempolnya memuji Katrin.


“Terimakasih.” Katrin masuk ke kamar mandi kembali untuk melepas bajunya.


Setelah berganti baju mereka berdua ngobrol di kamar. “Rin, bagaimana sakit tidak?” tanya Anita polos, seolah ingin tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya.


“Sakit kok. Tapi disini!” ucap Katrin yang menunjuk hatinya.


“Lo kok bisa apa hubungannya begituan dengan hati kamu?” Anita semakin ingin tahu dengan malam pertamanya Katrin.


“Aku dan kak Andi belum melakukan apa-apa!” ucap Katrin berterus-terang dengan sahabatnya.


“What…,Masa sih? Memangnya kak Andi tidak respek? Jangan-jangan kak Andi…?” Anita tidak jadi meneruskan perkataannya karena Katrin keburu menjitak kepalanya.

__ADS_1


“Pletak! Buang pikiran kotormu ya?” teriak Katrin sambil menjitak kepala Anita.


“Aduh. Sakit Rin!” teriak Anita sambil meringis menahan sakit.


“Kita belum melakukannya karena ulah kak Doni dan mbok Minah! Mereka tiba-tiba mengetuk pintu sewaktu kita hampir melakukannya! Kak Doni menyerahkan koper kak Andi dan mbok Minah memberi kabar kalau kak Widya mau melahirkan,” cerita Katrin yang disertai dengan gelak tawa Anita.


“Dik, rupanya kamu disini to?” Andi muncul tiba-tiba di kamar mereka. Sehingga membuat Anita pamit keluar. Tapi sebelum keluar Anita menggoda mereka berdua.


“Kak, gimana ya rasanya kalau halal tapi belum bisa kesentuh?” goda Anita yang berlalu pergi begitu saja menghindari amukan dari Katrin.


“Anita, awas ya, kamu,” teriak Katrin sambil bersungut-sungut memoncongkan bibirnya.


Andi mendekati Katrin sambil berbisik di telinganya.”Sayang, makanya kalau urusan ranjang lain kali jangan diceritakannya ya?” Andi menasehati Katrin tapi tidak membuat dia marah.


“Iya kak! Maaf!” Katrin memeluk tubuh suaminya.


“Kamu sudah mandi belum? Ayo kita mandi dulu baru istirahat, biar besok kita fress di depan tamu-tamu kita,” ucap Andi yang duduk di samping Katrin.


“Kakak saja yang mandi dulu. Aku belakang saja!” Katrin merebahkan dirinya tiduran di ranjang. Andi tersenyum menanggapi kelakuan istrinya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Waktu terus brjalan hingga waktu perayaan pesta pernikahan pun tiba. Semua tamu para kerabat, relasi bisnis dan pejabat pemerintahan di wilayah tersebut datang. Mereka nampak menikmati semua hidangan yang telah disajikan. Pestapun berjalan sangat meriah. Bahkan dilanjutkan dengan pesta dansa.


Semua pasangan muda-mudi mengikuti dansa tak terkecuali bunda Clara dan ayah Sandi. Mereka bergerak menari mengikuti irama dan music yang telah diputar oleh Wedding Organizer.


Saat bertukar pasangan kebetulan Katrin mendapatkan pak Irfan. Dan Andi mendapatkan Alexa. Andi yang dibakar cemburu langsung mengakhiri dansanya dan menarik tangan Katrin menuju altar pernikahan.


“Sayang, kamu kenapa?” bisik Katrin yang pura-pura tidak mengetahui kecembuan Andi.


“Pokoknya kamu diam saja. Atau kamu jangan-jangan suka ya sama Irfan?” Andi mengomel tidak jelas. Katrin yang menyadari kecemburuan Andi bermaksud meneangkannya.


Didekatinya suaminya dan diciumlah pipi Andi. Andi yang mendapat perlakuan itu langsung menarik Katrin dan membalas mencium bibir Katrin.


“Nak jaga sikapmu, semua tamu memperhatikanmu!” ucap bunda clara yang tiba-tiba sudah ada di samping Andi. Andi yang baru sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian semua orang langsung menyudahi ciumannya.


Untuk acara selanjutnya adalah melempar bunga. Katrin membelakangi tamu undangan dan bersiap untuk melempar bunganya. Setelah hitungan ke tiga Katrin langsung melempar bunganya.


“Bruk.” Bunga berada dai dalam pegangan Alexa.


“Aku mendapatkannya,” ucap Alexa senang kemudian menghampiri pak Irfan.


“Sayang meskipun kamu tidak mendapatnya, tidak mengubah niatku untuk meminangmu,” bisik pak Irfan yang sudah memantapkan pilihannya.


Semua orang berteriak menyebut nama Alexa dan pak Irfan. Demikianlah pesta pernikahan Andi dan Katrin sangat memberi kesan kepada semua orang terutama Pak Irfan dan Alexa.

__ADS_1


🍁🍁💓💓💓


Terimakasih para pembaca setia yang telah membaca dan jadi penggemar setia kisah ini, untuk selanjutnya cerita nya tambah seru Lo?, tapi jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁💓💓💓


__ADS_2