
Andi, Katrin dan bunda Clara sudah ada di Mall, bunda nampak heboh memilih berbagai macam pilihan perhiasan yang harganya membuat Katrin melongo.
“Nak, pilih yang ini saja ya?” ucap bunda Clara pada calon menantunya.
“Maaf bunda, ini terlalu mahal?” ucap Katrin polos.
“Sayang ambil saja. Andi tidak akan bangkrut nak.” Bunda Clara menyakinkan calon menantunya.
“Tapi bunda, kita harus belajar hidup sederhana,” ucap Katrin sambil memilih perhiasan yang kira-kira harga terjangkau.
“Nak, pilih yang ini saja. Andi tidak akan bangkrut nak.” Bunda Clara menyakinkan calon menantunya.
“Ta_pi…, kita harus belajar hemat bunda?” Katrin bersikeras pada pilihannya.
“Nak, percayalah sama bunda. Selain café, Andi juga punya bisnis property. Jadi perhiasan ini tidak akan membuat dia bangkrut.” Bunda Clara mengambil sesuai pilihannya dan meminta pelayan untuk segera mengemasnya.
“Sayang, sudahlah kamu ikut kemauan bunda saja.” Andi mengusap rambut Katrin dsn menciumnya.
“Ayo nak kita ke toko tas dan sepatu.” Bunda Clara menarik tangan Katrin untuk menuju toko tas dan sepatu merk terkenal.
“Baik bunda.” Katrin mengikuti bunda Clara di belakangnya.
“Ayo nak, kamu pilih yang paling kamu suka.” Bunda Clara menunjukan tas dan sepatu merk terkenal dan limited edition.
“Sudah, bunda, ini saja cukup.” Katrin mengembalikan beberapa pilihan bunda kepada pelayan toko.
“Mbak…, sekalian yang itu di bungkus juga,” ucap bunda Clara tidak mau mengalah.
“Bunda…, itu terlalu banyak pengeluaran bunda,” ucap Katrin pada calon mertuanya.
“Sayang, tidak apa-apa.” Andi berbisik ke telinga Katrin sambil mengeluarkan kartu Gold yang dimilikinya.
“Nak, untuk baju dan dekorasi kita serahkan ke bunda Ajeng saja. Untuk perlengkapan make up yang biasa kamu pakai apa sayang nanti kita belikan.” Bunda Clara menggandeng menantunya seperti anak sendiri.
“I_ya bunda.” Katrin bergelayut manja dengan bunda Clara.
“Nak…, semua sudah kita beli. Untuk keperluan yang lain bunda yang siapkan sendiri,” ucap bunda Clara sambil berjalan menuju restoran yang terkenal di dalam mall.
“Dik, kita makan dulu.” Andi menggeser kursi untuk bunda dan Katrin. Tak berapa lama kemudian pelayan datang menghampiri mereka.
“Bunda, mau makan apa?” tanya Katrin sambil melihat daftar menu makanan yang ada.
“Bunda mengikuti kamu saja nak?” ucap bunda sambil asyik memencet ponselnya menghubungi seseorang.
“Mbak yang ini 3 porsinya,” ucap Katrin sambil menyerahkan daftar menu makanan kepada pelayan.
“Selamat siang bunda?” ucap Indah tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
“Siang,” ucap bunda datar menunjukan tidak suka dengan kedatangan Indah.
“Bunda, apa boleh kita ikut bergabung?” tanya Indah tanpa rasa malu.
“Silahkan.” Bunda Clara menjawab dengan ketus.
“Hai…, sayang apa kabar?” ucap Indah menyapa Andi.
__ADS_1
“Baik.” ucap Andi datar sambil menarik tangan Katrin untuk meninggalkan Indah menuju kasir.
“Mbak tolong pesanan yang tadi di bungkus saja.” Andi membayar pesanannya.
“Iya pak, tolong tunggu sebentar,” ucap pelayan.
Setelah menunggu, pesanan mereka sudah terbungkus dengan rapi. Andi mengajak Katrin menuju meja tempat bunda Clara menunggu.
“Ayo bunda, kita pergi dari sini,” ucap Andi sambil menggandeng Katrin. Bunda Clara pun bersiap untuk pergi.
“Bunda…, maafkan Indah?” Indah tiba-tiba berdiri memeluk bunda Clara sambil menangis di pelukan bunda Clara.
“Sudahlah nak, lupakan semuanya. Andi sekarang juga akan menikah,” jelas bunda Clara sambil melepaskan pelukannya Indah.
“Bunda…, Indah ingin kembali bersama Andi.” Ucap Indah memohon dan berlutut di hadapan bunda Clara.
“Sudahlah nak, jangan kau permalukan dirimu, berdirilah.” Bunda Clara meraih bahu Indah dan menariknya untuk berdiri.
“Bunda tolong aku, bujuk kak Andi untuk kembali pada ku.” Indah berteriak histeris sehingga membuat semua pengunjung menatap dirinya.
“Dengar, Indah, sudah aku katakan berkali-kali aku tidak akan kembali padamu.” Andi menarik tangan bunda Clara untuk meninggalkan tempat itu.
Indah tidak menghiraukan perkataan Andi, tiba-tiba Indah mengeluarkan pisau menarik tangan Katrin dan mengancamnya. Semua orang yang ada di situ panik, melihat Katrin. Lain halnya Katrin nampak tenang.
“Dengarkan aku sayang, kalau kamu menolak ku maka aku akan membunuhnya,” ancam Indah mengarahkan pisau yang dipegangnya ke leher Andi.
“Indah, lepaskan Katrin, kalau terjadi sesuatu dengannya aku akan menghabisi mu,” teriak Andi panik.
“Dret…,dret….” Ponsel Indah berbunyi, Indah berusaha mengambil ponselnya di dalam tas. Katrin memanfaatkan situasi tersebut.
“Ingat kau Indah, jangan harap kamu bisa menyakitiku.” Katrin membekuk Indah, dengan kedua tangan diarahkan kebelakang tubuhnya.
“Dulu kamu memilih meninggalkan Andi, dan sekarang bunda memilih Katrin sebagai menantu bunda,” ucap bunda Clara sinis.
“Pak satpam, bawa dia ke kantor polisi,” teriak Andi memanggil satpam.
“Baik pak,” jawab pak satpam.
Setelah Indah diamankan pak satpam. Andi mendekati Katrin.
“Sayang, kamu ada yang terluka tidak?” Andi meneliti seluruh tubuh Katrin.
“Tidak…, aku tidak ada luka sedikitpun.” Katrin memutar tubuhnya menunjukan kalau dirinya baik-baik saja.
Andi memeluk Katrin. Bunda Clara terharu melihat anak dan calon menantunya.
“Nak, kamu hebat! Kamu bisa bela diri ya?” ucap bunda Clara mendekati Katrin.
“Sedikit bunda, dulu ayah dan kak Tora sering mengajariku,” ucap Katrin bangga.
“Sudahlah ayo kita pulang,” Andi memeluk tubuh Katrin sambil membawa belanjaan mereka.
Akhirnya mereka keluar dari pusat perbelanjaan. Andi memacu kendaraannya ke jalan raya, tapi arahnya tidak ke rumah Katrin maupun bunda Clara.
“Sayang, kita mau kemana?” tanya Katrin penasaran.
__ADS_1
“Aku dan bunda mau buat kejutan untuk kamu, sayang?” kata Andi memegang tangan Katrin sedangkan tangan satunya memegang kemudi.
“Iya sayang, mudah-mudahan kamu suka,” ucap Bunda Clara yang duduk di belakang Katrin.
Andi mengarahkan mobilnya menuju perumahan mewah di tengah kota.
Andi membelokan mobilnya masuk ke dalam salah satu rumah tersebut.
“Ayo dik turun!” ucap Andi membukakan pintu mobil untuk Katrin dan bunda Clara.
“Nak, ada yang bisa saya bantu?” ucap mbok Sum yang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
“Tolong bawa makanan ini ke meja makan mbok!” ucap bunda Clara menyerahkan makanan yang kita beli di restoran tadi kepada mbok sum.
“Baik bu.” Mbok sum membawa makanan tadi masuk ke dalam.
“Ayo sayang, kita masuk ke dalam.” Bunda Clara meraih tangan calon menantunya untuk masuk ke dalam.
“Rumah yang bagus, dan elite, pasti harganya mahal,” gumam Katrin sambil masuk ke dalam.
Mereka bertiga duduk di sofa ruang keluarga.
“Nak, ajaklah Katrin untuk keliling melihat rumah ini!” perintah bunda Clara kepada Andi. Andi mengandeng tangan Katrin dan berkeliling melihat seluruh ruangan yang ada di rumah itu termasuk taman dan kolam renang di belakang rumah.
Setelah capek berkeliling, Katrin menselonjorkan kakinya duduk di kursi taman belakang.
“Sayang, kamu capek ya?” ucap Andi sambil memijit kaki Katrin.
“Iya, kakiku pegel banget, sayang,” ucap Katrin manja sambil memegang betisnya yang pegal.
“Sayang, bagaimana rumah ini?” ucap Andi tiba-tiba.
“Bagus dan mewah,” ucap Katrin sambil memandang bunga-bunga yang ada di taman.
“Kamu suka?” Andi kembali bertanya.
“Suka banget, bahkan ini rumah seperti impian aku,” Katrin menyandarkan tubuhnya di kursi.
“Sayang…, ini rumah kita, nanti kalau sudah menikah kita pindah ke sini.” Andi memeluk dan mencium kening Katrin.
“Sayang, mana mungkin? Kamu kan hanya _?” Katrin tidak meneruskan ucapannya.
“Abdi Negara…? Maksud kamu! Dik aku itu punya usaha sendiri dik, seperti yang bunda katakana tadi.” Andi menyakinkan Katrin.
“Tapi kak rumah ini mahal?” Katrin menatap Andi dengan sejuta makna.
“Iya, tapi aku mampu dan bisa membeli rumah ini dik,” ucap Andi dengan sombongnya.
”Sudahlah yang terpenting kamu do’a kan semua bisnis dan usaha kakak berjalan lancar.”
“Iya kak, terimakasih, kamu telah menyiapkan segalanya untuk masa depan kita.” Katrin mengecup bibir Andi. Andi terasa terbakar mukanya dan berusaha membalas ciuman Katrin.
“Nak Andi dan nak Katrin, diminta masuk ke dalam untuk makan,” kata mbok Sum.
💕💕💕💕
__ADS_1
Begitulah niat Andi yang panas, terselamatkan oleh kehadiran mbok Sum. Terimakasih, para pembaca yang setia, tolong beri komentar, like dan votenya!💕💕💕💕