Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Hancur


__ADS_3

Devan dan mamanya serta kekasih yang dijodohkan dengannya sampai di kediamannya. Mama Sandra marah besar meskipun Devan sudah tunangan dengan Wanita pilihannya ternyata masih menyimpan perasaan terhadap Key. Mama Sandra langsung menelpon calon besannya untuk mempercepat pernikahan mereka.


Devan badannya langsung lemah lunglai, dia tidak bisa lagi mengelak dan kesempatan untuk kembali dengan Key sudah tidak ada lagi. Devan pasrah akan nasibnya, karena bagaimanapun dia juga tidak bisa menolak atasannya yang sebentar lagi menjadi mertuanya.


Devan dengan perasaan hancur berjalan menuju kamarnya. Devan sudah tidak mempedulikan lagi apa yang mamanya rencanakan. Baginya hidupnya hancur dan sudah mati sehingga dia akan mengikuti kemauan mamanya. Papa Leo hanya mendesah melihat anak laki-lakinya yang nampak pasrah dengan keadaannya. Leo pun tidak bisa menghentikan istrinya karena sudah melibatkan atasan Devan.


Devan merebahkan dirinya tiduran di atas ranjang dan memandang langit-langit kamarnya dengan perasaan yang tidak menentu. Devan mengingat kembali saat mereka bermesraan di masa putih abu-abu.


Sementara itu Key di kamarnya masih mengingat pertemuannya dengan Devan. Dirinya merasa sakit mengetahui kalau Devan bersama wanita lain. Bunda Katrin mengetuk-ngetuk pintu Key namun tidak juga dibuka pintunya oleh Key. Bunda mencoba menarik hendel pintu kamar dan ternyata tidak terkunci.


Key tidak menyadari kalau bundanya masuk ke kamarnya bahkan diberi salam pun Key tidak mendengarnya. Key pikirannya menerawang entah kemana. Kemudian bunda mendekatinya dan mengelus bahunya baru akhirnya Key menoleh daan terbangun langsung memeluk bunda.


Bunda Katrin menasehatinya agar merelakan Devan dengan Wanita lain karena bagaimanapun pernikahan yang tidak direstui oleh orang tua itu tidak baik untuk ke depannya. Meskipun Key menyetujui perkataan bundanya namun hati Key masih sakit.


Bunda Katrin meniggalkan Key sendiri untuk memberinya waktu untuk berpikir jernih dan tidak nekad berbuat masing-masing. Key sudah seminggu berada di rumah namun masih tetap murung. Leli sahabatnya tidak bisa menghiburnya, suatu ketika Leli mengajak Key untuk nonton namun Key tidak mau.


“Key, ayolah Key kamu jangan begitu. Kau harus melupakannya. Atau paling tidak biar kamu tidak lagi mengingatnya lebih baik kamu mulai kerja. Kamu bisa melamar pekerjaan sebagai dokter di rumah sakit,” ucap Leli

__ADS_1


“Wah benar juga. Apa yang kmu katakan Lel,” ucap Key sambil browsing lowongan yang ada di internet. Key membuat lamaran kerja sebagai dokter di beberapa rumah sakit besar yang ada di kotanya.


Setelah mengerjakan beberapa surat lamaran, Leli dan Key ngobrol di teras belakang sambil menikmati makanan ringan dan minum teh hangat. Baru beberapa menit duduk di teras mbok Sum datang dan mengatakan kalau ada tamu mencari Key.


Key berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh Leli. Ternyata tamunya adalah Brian. Brian dengan membawa bingkisan coklat diberikan untuk Key. Brian juga memberinya setangkai mawar merah untuk Key.


Leli yang mengetahui Brian sedang pendekatan dengan Key. Leli langsung izin pulang dengan alasan kalau bundanya minta di antar ke butik. Key yang mengerti apa maksud dari Leli langsung mendelik menatap tajam kea rah Leli.


Leli yang mengetahui tatapan tajam sahabatnya langsung saja pergi sebelum sahabatnya tambah murka. Key yang baru ketemu kembali dengan Brian sejak kepulangannya dari Amerika merasa canggung. Key malu dengan sikapnya tempo hari yang berantakan dihadapan Brian.


Brian mengerti perasaan Key, kemudian Brian mengalihkan perhatiannya dengan menanyakan rencana Key ke depan setelah lulus sebagi dokter spesialis bedah tulang.


Brian mengajak Key berjalan-jalan ke pegunungan dengan pemandangan kebun teh yang menarik. Key menikmati pemandangan di sekitar perkebunan. Key berlari-lari kecil ditengah perkebunan. Brian langsung mengabadikan pemandangan di depan nya dengan mengambil beberapa gambar Key. Brian pun tidak lupa mengabadikan fotonya bersama Key.


Mereka mulai terbawa suasana. Bahkan beberapa pekerja di perkebunan mengira mereka sepasang kekasih yang memadu kasih.


“Kak, ini indah sekali. Aku sangat suka alam pegunungan seperti ini. Aku ingin suatu saat nanti memiliki Villa di sini sehingga waktu akhir pekan aku bisa ke sini,” ucap Key polos yang tanpa Key sadari itu sudah di rekam dalam pikiran Brian dan hendak diwujudkan untuk memberinya Villa yang indah sebagai mahar pernikahannya.

__ADS_1


“Ya. Kamu harus berusaha bekerja keras dan berdo’a untuk mewujudkannya. Dan nanti kakak akan bantu kamu bagaimana?” tanya Brian pada Key dengan sedikit berbisik di telinga Key.


“Masa sih kak, yang benar? Apakah kakak bisa mendesainnya untuk aku? Bukankah kakak lulusan Arsitek?” tanya Key polos.


“Tentu sayangku, apa sih yang tidak bisa aku wujudkan untuk kamu?” ucap Brian yang mampu memporak porandakan hati Key. Tidak dipungkiri sebenarnya Key ada rasa sama Brian namun Sebagian hatinya masih belum bisa melupakan Devan.


“Kakak jangan begitu dong kak. Key malu,” ucap Key sambil menundukkan kepalanya. Berlahan Brian menelangkupkan tangannya menopang dagu Key dengan lembut dan tiba-tiba Brian mencium bibir Key dan berlanjut dengan sensansi yang membuat dua-duanya terbawa arus yang menggairahkan.


Brian yang menyadari terlebih dahulu langsung melepaskan ciumannya dan kemudian meminta maaf pada Key yang tidak seharusnya ia lakukan. Brian mengandeng tangan Key kemudian mengajaknya nongkrong di gazebo tidak jauh dari perkebunan teh.


Mereka berdua menikmati jagung bakar dan kopi dengan cuaca yang dingin sehingga semakin membuat keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing. Mereka nampak romantic layaknya pasangan kekasih. Namun sayang Brian belum berani mengungkapkan perasaannya karena dia melihat kalau Key masih sedikit trauma menjalin hubungan dengan laki-laki.


Brian adalah lelaki yang tulus dan akan menunggu Key dengan sabar. Setelah puas menikmati pemandangan alam di sekitar perkebunan teh. Brian mengajak Key pulang namun Brian tidak mengajaknya pulang ke rumah Key tapi singgah di suatu rumah yang megah dengan konsep yang elegan dengan taman penuh dengan bunga mawar.


Key yang turun dari mobil langsung menuju taman dan berlari kecil menikmati harumnya bunga mawar dan berusaha mengambil kupu-kupu untuk ditangkapnya. Brian tersenyum kecil melihat tingkah Key yang seperti anak kecil. Brian duduk di bangku taman dan tidak berkedip memandang Key yang anggun dengan pesonanya.


Setelah puas bermain dengan kupu-kupu, Key menghampiri Brian untuk duduk disampingnya. “Terimakasih kak. Hari ini aku benar-benar senang. Kau membuat aku bahagia kak,” ucap Key yang polos langsung menghempaskan dirinya duduk di bangku.

__ADS_1


Karena tiba-tiba turun hujan, Brian mengajak Key masuk ke dalam rumahnya. Brian menggandeng Key untuk masuk ke kamar. Key untuk sementara kamu bersihkan tubuhmu dulu di sini, dan istirahatlah. Aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Di almari ada baju untuk kamu, kamu bisa memakainya.


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


__ADS_2