Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Kejutan Untuk Geng Rempong.


__ADS_3

Upacara pembukaan di tempat KKN dan serah terima peserta kepada pihak kelurahan berjalan dengan lancar. Pak Irfan selaku dosen pembimbing juga menyampaikan keberadaan Katrin yang sedang mengandung, dan sekaligus meminta kesediaan mahasiswa yang lain untuk memberi kelonggaran jika suatu saat Katrin dikunjungi oleh suaminya. Para mahasiswa dan pihak kelurahan memberi respon yang positif, karena bagaimanapun mereka sudah resmi menikah.


Setelah acara selesai pak Irfan langsung ke posko KKN, dan secara tidak sengaja bertemu dengan Katrin dan gengnya.


“Pak terimakasih, telah membantu kami. Sebenarnya kami tidak apa-apa pak tetap tinggal di posko bersama teman-teman. Sesungguhnya degan teman-teman kita akan mendapatkan pengalaman yang menarik,” ucap Katrin merendah di hadapan pak Irfan karena bagaimanapun beliau telah membantunya.


“Tidak apa-apa Rin, mahasiswa yang lain juga paham kok dengan kondisimu. Yang terpenting kamu jangan meninggalkan tugasmu sebagai mahasiswa KKN dan tetap selalu mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan. Untuk masalah tidur kamu di rumah yang berbeda itu tidak masalah apalagi tempatnya di rumah sebelah.” Pak Irfan memberi nasehat kepada Katrin dan teman-temannya.


“Baik pak. Kami akan memperhatikannya. Pak karena masih istirahat mari kita ngobrol di rumah kontrakan sebelah. Alexa ikut kesini juga kan pak? Kayaknya sebentar lagi bakal ada yang nikahan nih?” goda Katrin kepada pak Irfan. Pak Irfan yang digoda oleh Katrin hanya bisa tersenyum.


Merekapun akhirnya ke tempat kontrakan. Arga dan Alexa sudah ada di ruang tengah nonton televisi dan menikmati cemilan yang dibelinya dari toko kue.


“Ar, dimana kak Andi?” tanya Katrin yang tidak melihat Andi di ruang tengah. Katrin langsung duduk di karpet bersama Alexa.


“Lo kakak kan lagi di posko katanya mengirim belanjaan untuk kebutuhan satu minggu. Biar nanti kakak dan keponakanku tidak kelaparan,” ucap Arga sambil menghampiri Anita yang berjalan menuju ruang tengah. Tak khayal Arga langsung membopong Anita masuk ke dalam kamar. Katrin dan Alexa menepuk jidatnya melihat ulah Arga.

__ADS_1


“Sa, kapan kamu sama pak Irfan menyusul menikah seperti mereka? Segerakan saja Sa, tidak usah nunggu lulus nanti kelamaan. Bisa-bisa pak Irfan di ambil orang. Tuh lihat pak Irfan dikerumuni para mahasiswi?” ucap Katrin sambil menunjuk ke arah luar dimana pak Irfan sedang dikerumuni mahasiswinya.


“Kak, kayaknya kakak juga harus berhati-hati deh? Lihat itu kak Andi bukan? Kayaknya banyak temen-temen kakak yang mengagumi kak Andi.” Alexa pun nyengir sambil menunjukan telunjuknya ke arah Andi yang sedang dikerumuni mahasiswi-mahasiswi yang cantik.


“Astaga Sa, ayo kita kesana. Kita singkirkan bibit-bibit pelakor Sa.” Katrin langsung berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng Alexa menuju ke tempat laki-lakinya masing-masing.


“Sayang, ternyata ada di sini ya? Aku tunggu kok gak datang-datang!” Katrin menghampiri suaminya namun belum sampai ke tempat suaminya, andi langsung menghampiri dan menggandengnya jika tidak pasti Andi akan dimarahi oleh Katrin.


Alexa pun sama memperlakukan pak Irfan seperti halnya Katrin. Semua mahasiswi melongo melihat tingkah mereka ternyata cowok yang mereka incar sudah ada pasangannya.


Katrin masih sebal dengan ulah suaminya, Katrin ngambek masuk kedalam kamarnya. Andi nampak bingung dengan ulah Katrin. Kemudian Andi mengingat kalau Katrin suka rujak dan es cendol yang kebetulan di ujung jalan ada yang jualan. Andi berangkat membelinya kemudian dibawanya untuk membujuk Katrin.


“Dik, aku bener-bener minta maaf, sebagai permintaan maaf aku bawakan rujak dan es cendol kesukaan kamu. Ayo dik keluar dan dimakan ya? nanti aku suapin kamu.” Andi terus mengetuk pintu Katrin. Katrin yang sangat menyukai rujak langsung membuka pintunya, Andi memanfaatkan situasinya dan menerobos masuk ke dalam kamar.


“Sayang ini rujak dan es cendolnya sepesial lo? Tadi bumbu rujaknya aku yang melembutkan dik, dijamin pasti enak. Aku membuatnya dengan bumbu cinta dan kasih sayang. Aku pastikan kamu akan ketagihan dik. Ayo ha…hak… buka mulutmu.” Andi menyuapi istrinya dengan pelan dan sesekali ikut makan.

__ADS_1


“Iya kak rujaknya enak banget. Aku sangat menyukainya. Lain kali aku dibelikan lagi ya kak? Dan terimakasih karena kakak sangat peduli dengan aku dan calon anak kita,” ucap Katrin yang telah melupakan masalahnya dengan Andi.


“Dik hari ini aku akan pulang bersama pak Irfan, Arga dan juga Alexa. Kamu jaga buah hati kita dengan baik-baik ya? Aku sangat menyayangi kalian nak, jaga bunda kalian, dan jangan rewel ya nak?” ucap Andi sambil mengelus-elus perut Katrin yang mulai agak membuncit.


“Iya kak. Tentu aku akan menjaganya hingga kelahirannya.” Katrin menyandarkan kepalanya ke bahu Andi. Katrin sangat menikmatinya bermanja-manjaan dengan suaminya.


“Sayang rumah ini sudah aku sewa, kalian bisa memakainya toh pak Irfan juga mengijinkan kalian menempati rumah ini. Ini aku berikan untuk kamu dan kedua temanmu. Jadi nanti aku, Arga dan toni bisa berkunjung disini sewaktu-waktu.” Andi memandangi istrinya dengan perasaan yang tidak tega meninggalkannya.


“Jadi ini kejutan untuk geng rempong kak? Semoga aku dan temanku bisa menyelesaikan KKN ini dengan baik. Sayang tapi kesininya jangan terlalu sering ya? Aku malu dengan teman-teman? Mereka masih banyak yang bujang kak, kasihan mereka harus melihat kita seperti ini,” ucap Katrin memohon kepada suaminya.


“Iya. Paling aku kesini seminggu sekali dik. Aku juga sudah minta ijin ke bapak kepala desa dan beliau mengijinkan aku kesini membesukmu.” Andi menyakinkan Katrin agar tidak takut dan kuatir jika dapat larangan dari warga maupun pihak perngkat kelurahan.


“Iya, aku yakin kalau kakak memang jago mendekati atau merayu orang lain. Itu buktinya semua mahasiswi mengejar-ngejar kakak,” ucap Katrin cemberut sambil memonyongkan bibirnya. Tak kalah telak Andi langsung menangkupkan tangannya meraih wajah Katrin kemudian mencium bibirnya. Andi langsung memanas memboyong Katrin menuju ke kamar khusus untuk Katrin. Andi tak kalah semangat dengan sang Adik yang terlebih dahulu bercinta dengan Anita. Untung rumah sedang sepi karena kebetulan pak Irfan belum kembali dengan Alexa, sedangkan Dewi masih melengkapi berkas yang ada di posko.


“Sayang, aku tengok dedek kembar kita dulu ya? Kakak mau pamitan untuk pulang terlebih dahulu.” Andi berbisik mesra di telinga Katrin. Andi langsung melancarkan aksinya begitu sampai di kamarnya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!


__ADS_2