Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Semakin cinta


__ADS_3

Hampir semua yang bekerja di rumah sakit mengetahui kalau Key adalah kekasih sekaligus tunangan Brian. Mereka mengagumi pasangan muda tersebut karena memang nampak serasi. Brian yang tampan bersanding dengan Key yang cantik bagaikan bidadari. Brian semakin mencintai Key bahkan memperlakukannya dengan sangat baik.


Namun Key sebagai tunangan Brian, tidak mau diperlakukan secara khusus atau istimewa oleh semua orang yang bekerja di rumah sakit sekalipun Brian.


Semua orang semakin kagum dengan Key apalagi Key juga merupakan dokter muda spesialis bedah tulang yang handal. Banyak pasien yang sudah dia tangani dan mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Key. Rumah sakit milik Brian langsung meningkat omsetnya bahkan pelayanan di rumah sakit tersebut juga semakin membaik. Brian semakin yakin kalau jabatan direktur rumah sakit ini jika diserahkan ke Key sangat dipastikan akan maju dengan pesat.


Brian berencana akan kembali ke perusahaan, namun Brian terlebih dahulu memastikan kalau Key bisa menghendel semuanya. Brian sedikit demi sedikit membimbing Key tentang manajemen rumah sakit. Key yang cerdas dan pintar tentunya menerimanya dengan mudah.


Key sebenarnya menolaknya, namun Brian memaksa Key untuk menerimanya. Bahkan calon mertuanya juga memintanya secara pribadi hingga akhirnya Key tidak berani menolaknya. Calon mertuanya begitu nampak menyanyangi nya.


Hari ini tiba-tiba mamanya Brian langsung datang ke rumah sakit secara pribadi hanya untuk menjemput Key belanja seserahan acara pernikahannya.


Mereka berdua pergi ke mall dan nampak begitu dekat seperti ibu dan anak. Key yang manja semakin membuat mama Brian menyanyangi nya. Mama Brian sangat menyukai Key yang energik seperti dirinya. Key menurut mama Brian merupakan cerminan dirinya pada saat masih muda.


Tidak lama kemudian Brian setelah menyelesaikan urusannya meeting dengan klien langsung menyusul mereka di mall. Brian langsung mengajak mereka berdua ke toko Berlian. Brian memilihkan beberapa set perhiasan yang sangat bagus hingga membuat Key senang.


“Kak, ini sih bagus. Aku juga suka, tapi harganya terlalu mahal. Bahkan ini untuk uang muka beli rumah saja juga bisa. Kak aku ingin yang simple dan sederhana saja dan tidak terlalu mahal,” ucap Key sopan biar tidak menyinggung hati Brian.


Mamanya Brian tersenyum melihat tingkah laku Key. “Sayang, tidak apa kok, uang Brian itu banyak. Dia itu bekerja memang untuk membahagiakan orang yang dia cintai. Jadi diambil saja yang ini dan yang ini untuk mama,” ucap mama Brian yang tidak mau kalah dengan menantunya.


Brian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku mamanya yang soal gaya dan model tidak mau kalah dengan anak muda.

__ADS_1


“Sayang, tidak masalah. Kalau kamu senang aku juga senang,” ucap Brian sambil mengeluarkan debit card untuk pembayaran.


Setelah belanja segala keperluan untuk pernikahan. Mereka bertiga langsung pulang tapi untuk kali ini mamanya Brian pulang dengan sopirnya karena ada sesuatu yang harus diselesaikan. Brian dan Key pulang bersama tapi kembali ke rumah sakit. Brian ada meeting dengan klien yang ingin menanamkan modalnya ke rumah sakit.


Brian mengajak Key ke ruangannya. Brian menyuruh Key untuk istirahat di dalam kamar sementara Brian menyiapkan berkas-berkas untuk meeting.


Setelah Brian pergi meeting, Key tiduran sambil melihat acara di televisi. Key yang merasa jenuh ke luar ruangan Brian dan berjalan-jalan ke lorong rumah sakit dan hendak ke taman rumah sakit.


Key tiba-tiba ditelpon ada panggilan darurat dari ruang kerjanya dan disampaikan kalau ada pasien yang membutuhkan pertolongan karena kecelakaan. Key langsung pergi ke ruangannya, alangkah terkejutnya Key ternyata Devan merupakan pasien hyang harus ditangani karena mengalami kecelakaan. Devan dalam keadaan tidak sadarkan diri sehingga Key dengan leluasa bisa memeriksa keadaan pasien.


Setelah memeriksa Devan, Key melalui perawatnya memanggil keluarga Devan. Alangkah terkejutnya Key ternyata yang mendampingi Devan adalah mama Sandra. Mama Sandra nampak murung dan bingung karena dirinya tidak terbayang kalau bertemu dengan Key dengan kejadian seperti ini.


Mama Sandra tiba-tiba berlutut dihadapan Key untuk memintanya menolong Devan. Mama Sandra takut kalau Key dendam dengan dirinya dan tidak mau menolong putranya. Namun Key tidak sepicik itu. Key yang baik hati memegang bahu mama Sandra dan mengajaknya berdiri.


Setelah semuanya siap, Key dibantu dengan perawat melakukan tindakan operasi. Key yang cekatan dan pintar telah menyelesaikan operasinya dengan baik. Setelah operasi, Devan di bawa di ruang observasi.


Beberapa menit kemudian Devan sadar dan dipindahkan di ruang perawatan, Devan bertanya pada mamanya tentang Key.


“Ma. Tadi aku waktu operasi sepertinya aku melihat Key dan yang lebih aneh lagi aku ditolong olehnya.” Tanya Devan pada mamanya.


“Iya nak, Key berada di sini dan bekerja di sini. Key yang melakukan operasi kaki kamu. Key yang telah menyelamatkanmu,” ucap mama Sandra.

__ADS_1


“Nak, maafkan mama ya? Karena mama, kamu tidak bisa hidup bersama dengan Key. Mama baru menyadari kalau Key itu wanita yang baik. Buktinya meskipun hubungan kalian telah kandas dan mama selalu menyakitinya namun Key mengesampingkan itu semua dan menolong mu dengan baik,” ucap mama Sandra.


“Ma, bolehkah aku dipanggilkan Key? Aku ingin bertemu dengannya.” Ucap Devan sambil meringis kesakitan. Mama Sandra langung ke luar ruangan dan bertanya kepada perawat tentang keberadaan dokter Key.


Salah satu perawat memanggil Key dan meminta Key langsung masuk ke ruangan tempat Devan di rawat karena Devan agak panik dengan lukanya. Key dengan langkahnya yang pasti masuk ke kamar Devan.


Devan senang dengan kehadiran Key. Devan tiba-tiba menarik lengan Key hinga kepala Key jatuh di dada bidangnya. Namun Key langsung menarik kepalanya untuk berdiri di sampingnya Devan.


“Maaf kak. Tidak sepantasnya kakak seperti ini, kita sudah hidup dengan pilihan kita masing-masing. Aku juga sudah menemukan calon pendamping hidupku.


Sementara itu Brian yang dapat laporan dari anak buahnya tentang Key, setelah meeting langsung melangkahkan kakinya buru-buru menghampiri Devan di ruang perawatan.


Brian mengetuk pintu perawatan Devan, setelah itu langsung masuk ke dalam dan Brian nampak cemburu melihat Key dan Devan kembali akrap layaknya teman lama yang baru ketemu. Bahkan mereka nampak asyik menikmati makannya.


“Kak Brian sini. Kita makan bareng-bareng,” ucap Key semakin membuat Brian cemburu.


“Maaf sayang, kita harus segera pulang. Mama telpon dan minta di antarkan ke rumah tante Melisa.” Ucap Brian yang menutup teelponnya.


Key yang melihat sorot mata kecemburuan di mata Brian, Key langsung pamitan untuk pulang. Key digandeng Brian dengan sedikit memaksa karena kesal.


Setelah sampai ruangannya tiba-tiba Brian mencium kening, pipi dan bibir Key hingga puas. “Ini hukuman kamu yang telah menemui mantan dan makan bersamanya,” ucap Brian tenang tanpa luapan emosi. Bagaimanapun Brian sangat mencintai Key.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


__ADS_2