Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Hadiah Wisuda


__ADS_3

Hari ini acara wisuda Key. Ayah dan bunda serta Key bersiap-siap untuk mengikuti wisuda. Tidak lama kemudian Brian datang menjemput Key dan keluarganya. Brian membukakan pintu mobil untuk Key dan kedua orang tuanya.


Key nampak anggun dengan sedikit make up yang tipis. Brian nampak mengagumi dan terpana dengan penampilan Key. Begitu sampai universitas Brian langsung menggandeng Key dan mengantarkannya masuk kampus tempat wisuda. Semua undangan nampak mengagumi kecantikan Key. Brian dengan percaya diri dan membusungkan dadanya menggandeng Key. Ternyata Brian juga mengenal beberapa professor di sana. Brian nampak akrab dengan mereka.


“Pak Brian ternyata seleranya tinggi juga ya? Selain cantik, Key juga salah satu mahasiswi yang sangat cerdas dan pandai.” Ucap salah satu professor kepada Brian yang memuji kecantikan Key. Key yang mendengarkan percakapan mereka tampak malu-malu dibuatnya. Key membelalakan matanya tak kala tahu kalau Brian merupakan tamu kehormatan di universitasnya.


“Terimakasih professor Adrian. Namun sayang gadisku belum siap menikah!” jawab Brian yang membuat Key semakin memerah wajahnya. Setelah beberapa saat ngobrol Brian menempatkan dirinya di kusus tamu kehormatan yang jauh dari Key.


Pelaksanaan acara wisuda berlangsung sangat meriah, giliran Key dipanggil namanya. Brian langsung mengambil posisi untuk memotret Key. Senyum Key yang membuat dia mabuk kepayang langsung dia foto.


Semua wisudawan sangat menikmati acara wisudanya, kemudian mereka juga mengabadikan foto bersama. Key yang puas dengan acara wisudanya langasung mengajak kedua orang tuanya untuk foto bersama. Key nampak memegang toga dengan bangga di tengah kedua orang tuanya. Brian nampak berjalan mendekati mereka kemudian langsung memposisikan dirinya ditengah mendekati Key. Key yang kesal dengan tingkah Brian membuat hasil fotonya jelek.


Petugas yang memotret mereka langsung paham dengan tingkah laku mereka kemudian mengarahkan Key agar tersenyum dan Brian daiarahkan agar merapat dengan memegang bahu Key. Karena petugas fotonya professional hasil fotonya kelihatan bagus dan mempesona. Bahkan beberapa jepretan nampak hanya mereka berdua. Brian nampak puas dengan hasil kerja petugas fotonya.


Brian yang puas langsung memberi tip untuk petugas fotonya kemudian memintanya agar mengirim on line ke emailnya. Tak berapa lama ada seseorang yang mengirim bunga dan hadiah untuk Brian. Brian langsung memberikannya kepada Key. Key awalnya bingung antara mau terima atau tidak. Namun bunda Katrin memberi isyarat pada Key agar menghargai Brian.


Key menerima bunga dan bingkisan hadiah yang diberikan oleh Brian yang diabadikan oleh petugas foto.


Ayah Andi dan bunda langsung mengajak mereka untuk pulang, namun Brian masih mengajak mereka mampir untuk makan di restoran yang menyajikan masakan Indonesia. Ayah Andi tersenyum puas melihat usaha Brian yang ingin mengambil hati Key. Baginya Brian mereupakan sosok calon menantu idaman, namun sayang Key belum bisa sepenuhnya menerima Brian. Ayah Andi yakin kalau suatu saat Key akan luluh dengan sikap Brian yang nampak tulus menyayangi dan mencintainya.

__ADS_1


Brian memesankan masakan kesukaan Key dan bunda Katrin. Mereka berdua memang memiliki kesamaan perihal selera. Ayah Andi telah membocorkan semua yang disukai dan yang tidak disukai putrinya. Key sekali lagi dibuat terpesona akan perbuatan Brian. Dalam hatinya Key tidak bisa memungkiri kalau dirinya mulai terpesona oleh Brian. Lagi-lagi Brian telah menarik hati Key untuk jatuh cinta. Bahkan saat makan Brian dengan perhatiannya mengambilkan lauk yang disukai Key yang letaknya jauh daari jangkauan Key.


“Nak Brian, janganlah kau terlalu memanjakan putri ayah. Putri ayah memang seperti itu nak, nanti bisa-bisa dia akan besar kepala karena terlalu kau manjakan dengan memberikan semua apa yang menjadi kesukaannya.


“Tidak apa-apa ayah, kalau dik Key senang aku sudah merasa puas dan senang karena bisa menyenangkan wanita yang aku cintai dan sayangi,” ucap Brian yang sekali lagi membuat Key melambung tinggi karena Brian benar-benar mencintainya.


Bunda sebagai seorang Wanita apalagi seorang ibu bisa merasakan kalau Brian benar-benar tipe pria yang bertanggungjawab dan sangat menghargai Wanita. Bunda senang dengan perilaku Brian yang bisa dan mengerti suasana yang tepat untuk mengambil hati Key. Bunda pun sama seperti ayah Andi sangat menyukai Brian dan percaya kalau Brian akan jadi menantunya.


“Nak, Brian yang sabar ya? Mungkin hari ini Key belum benar-benar sepenuhnyamenerima cinta kamu. Tapi bunda sama ayah akan selalu mendukung kamu. Kalau Key masih juga tidak mau, bunda akan mencarikan menantu untuk kamu yang sama dengan Key,” seloroh bunda Katrin hingga membuat Key kesal.


“Bunda! Mana ada orang yang sama persis dengfan Key. Key di dunia ini hanya ada satu bunda. Ya hanya satu Key yaitu putri bunda,” jawab Key kesal.


Key memang membayangkan andaikan Brian itu adalah Devan pasti akan membuatnya senang dan bahagia dalam menjalani hidupnya.


Brian yang mengerti posisi Key langsung berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka. Brian menawarkan untuk mengajak ortu Key dan ke mengelilingi Amerika sebelum pulang ke Indonesia.


Ayah dan bunda menyetujuinya. Akhirnya mereka membuat jadwal untuk berkeliling mengunjungi tempat wiata besok pagi. Namun bunda mengusulkan agar tidak terlalu lama di Amerika, agar memilih beberapa tempat yang sangat terkenal di Amerika.


Brian menyetujuinya, setelah dirasa cukup. Mereka keluar menuju parkiran dan melanjutkan pulang ke apartermen Key. Setelah mengantar mereka pulang Brian langsung pulang menuju hotel.

__ADS_1


Key masuk ke dalam apartermen bersama kedua orang tuanya. Key langsung menghempaskan dirinya di sofa kemudian diikuti oleh ayah dan bunda Katrin.


“Sayang, coba kamu buka hadiah dari Brian, bunda ingin tau apa yang diberikan calon menantu untuk putri bunda.” Ucap bunda Katrin yang jiwa ke kepo annnya bangkit.


“Bunda ingin tahu aja. Kalau bunda ingin hadiah nanti ayah belikan ya?” seloroh ayah Andi menggoda bunda Katrin.


“Ayah. Kalau itu sih ayah sekali memberikan hadiah pada bunda jadi tidak perlu ditanya dan diragukan lagi. Bunda hanya ingin tahu saja bagaimana selera calon menantu bunda,” ucap bunda Katrin hingga membuat Key wajahnya memerah menahan malu akan tingkah laku bundanya yang selalu romantic di sepan ayahnya.


Key kemudian membuka hadiah dari Andi. Kemudian Key membuka kotak kecil yang berisi satu set perhiasan mewah. Dan sangat kelihatan desain perhiasan itu sangat klasik dan elegan pas untuk Key.


“Key, itu bagus sekali. Wah bener-bener selera menantu bunda tidak diragukan lagi dan sangat cocok dengan keluarga kita yah?” ucap bunda Katrin hingga membuat ayah Andi langsung merespon tingkah laku istrinya.


“Sayang, meskipun kita menyukai calon menantu. Kita janganlah begitu saja menerima hadiah seperti itu. Menurut ayah itu terlalu berlebihan. Ingat Brian belum jadi menantu kita. Key sayang besok kamu kembalikan ke Brian ya? Ingat saat ini kamu belum siapa-siapanya Brian.” Ayah Andi memberi nasehatnya kepada putrinya.


“Siap ayah. Besok kalau kakak Brian kesini akan Key kembalikan,” ucap Key kemudian berlalu meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya.


Di dalam kamar Key kembali melihat hadiah yang diberikan oleh Brian. Key mencoba memakainya dan kemudaian bercermin.


“Ini bener-bener baus sekali dan sangat pas dan cocok untuk diriku. Kalau aku kembalikan sayang banget. Tapi apa yang dikatakan ayah ada benarnya juga. Besok akan aku kembalikan saja daripada aku beban moril,” guman Key sambil bercermin dan sekali-kali memegang liontin perhiasan tersebut.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


__ADS_2