
Brian langsung membawa Key keluar restoran dengan dalil kalau bunda Katrin menyuruhnya segera pulang. Key pun tidak curiga dengan apa yang disampaikan oleh Brian, namun baru beberapa langkah ada seseorang yang memanggil-manggilnya dan suaranya pun cukup dikenalnya hingga Key menghentikan langkahnya. Brian menghela nafasnya karena usahanya untuk melindungi Key agar tidak sakit hati dari laki-laki yang dicintai telah sirna. Niat hati untuk mengelabuhi agar Key tidak ketahuan Devan, ternyata Devan keburu mengetahuinya.
Key berbalik arah dan melihatnya jika Devan berlari kecil menu arahnya namun hatinya terasa sakit begitu melihat kalau dibelakang Devan ada cewek lain yang dulu pernah menyerangnya bersama dengan mama Devan. Brian yang tahu situasinya langsung memeluk bahunya untuk menguatkannya agar dirinya tegar menerima kenyataan akan Devan yang lebih memilih Wanita pilihan mamanya.
Devan mendekati Key dengan jarak yang begitu dekat. Devan hendak memeluk Key namun Key langsung menahan Devan dengan tangannya sambil matanya berkaca-kaca ingin menahan tangisnya. “Kak Devan janganlah mendekatiku. Dua tahun tidak ada kabar ternyata jawabannya seperti ini. Sudahlah kak, kakak lupakan semua yang terjadi di antara kita. Kita jalani hidup dengan pilihan masing-masing. Kau sudah menentukan sikap kamu kak untuk bersamanya. Dan perlu kau ingat kau jangan mengusik aku lagi.”
“Key dengarkan kakak, aku akan perjuangkan cinta kita. Aku ini sudah berusaha untuk membujuk mama untuk menerima kamu sebagai menantunya.” Devan membela diri dan berusaha menyakinkan Key agar mempercayainya.
“Tidak kak. Bagiku kakak hanya obral janji. Memperjuangkan apa yang kakak perjuangkan, sudah dua tahun kakak tidak pernah menghubungi dan seolah-olah telah menghilang di telan bumi. Kenapa sekarang kakak baru mengatakan kalau ingin memperjuangkan cinta kita? Permisi kak aku mau pulang!” Key langsung kembali membalikan badannya dan hendak melangkah pergi namun tiba-tiba Devan menariknya dan memeluknya. Key meronta-ronta hendak melepaskan diri dari pelukan Devan namun tidak kunjung dilepaskan.
Brian yang gerah dengan sikap Devan, langsung mendekatinya dan berusaha melepaskan tubuh Key dari pelukan Devan. Karena tidak dilepaskan oleh Devan, Brian langsung melayangkan satu bogem mentah ke wajah Devan. Devan meringis kesakitan dan ada sedikit darah di bibirnya. Setelah terlepas dari pelukan Devan Brian dengan cekatan memeluk Key dan membawanya pergi.
Brian dan Key tidak mempedulikan kejaran dari Devan. Key masih berlinang air matanya karena tak kuasa dirinya melihat kekasih hatinya telah berjalan dengan perempuan lain. Brian dengan sabar memapahnya untuk menuju mobil. Setelah masuk dalam mobil Brian menghapus air mata Key dengan tangannya. Dengan kasih sayang Brian memberinya perhatian dan menghiburnya hingga Key menangis di pelukannya sampai tertidur. Brian mengusap rambut Key kemudian menghela nafasnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian sampai di rumah Key, Brian turun dari mobil dan hendak membangunkan Key namun diurungkan niatnya kemudian Brian mengendong Key masuk ke ke rumah dan merebahkan tubuh Key di kamarnya yang telah dibersihkan oleh mbok Sum.
Bunda Katrin sangat senang dengan kedatangan Key dan calon menantunya. Namun rasa senang bunda tiba-tiba sirna tak kala ada Devan yang tiba-tiba muncul di rumahnya. Devan setelah kena pukul Brian ternyata mengejar mobil Brian bahkan meninggalkan perempuan yang dijodohkan dengan dirinya oleh ibunya di restoran.
Sementara itu Diandra yang telah ditinggal di restoran oleh Devan kesal dan menelpon Sandra calon mertuanya. Tak lama kemudian Sandra menjemput Diandra di restoran dan bergegas meninggalkan restoran hendak mencari Devan di rumah Katrin.
Brian yang mengetahui tiba-tiba Devan ada di hadapannya nampak kesal terhadapnya. Brian berusaha menyampaikan dengan cara baik-baik agar Devan segera pulang dan tidak menganggu Key. Namun Devan yang keras kepala ingin nyelonong masuk ke kamar. Brian menahannya namun tiba-tiba ayah Andi datang dan dengan tegas ayah Andi mempersilahkan mereka berdua duduk.
Ayah Andi memberi bimbingan dan arahan untuk Brian dan Devan. Brian mengerti dengan ayah Andi, yang pasti ayah Andi tidak tega melihat putrinya tersakiti. Ayah Andi juga mengerti akan posisi Devan, namun menikah itu tidak hanya menikahkan dua manusia saja tapi juga dua keluarga besar. Untuk itu restu kedua orang tua apalagi ibu sangatlah diperlukan untuk memperlancar masa depan dalam berkeluarga atau berumahtangga.
Devan yang tahu kelakuan mamanya langsung menarik mamanya masuk mobilnya dan mengklarifikasi kalau hari ini terjadi kesalah pahaman saja. Dan itu semua disebabkan oleh dirinya bukan kesalahan dari keluarga ayah Andi. Devan meminta maaf kepada ayah Andi dan mengajak mama dan calonnya untuk pergi meninggalkan rumah mereka. Sementara mobil mama Sandra langsung mengikuti mobil Devan yang kebetulan tadi mama Sandra membawa sopir.
Setelah mereka pergi ayah Andi mengajak Brian ke ruang kerjanya. Ayah kemudian meminta Brian untuk segera melamar putrinya karena baginya hanya Brian lah yang bisa meluluhkan kekerasan hati Key.
__ADS_1
Brian meminta waktu untuk melamar Key kurang lebih 3 bulan untuk meluluhkan hati Key. Dalam prinsip Brian dia akan menikahi Key jika Key mau menjadi istrinya atas kemauan dirinya sendiri bukan karena paksaan atau perjodohan oleh kedua orang tuanya.
Brian dengan sabar memberi pengertian ayah Andi agar tidak memaksa Key dengannya biarkanlah mengalir apa adanya dan Brian yakin Key itu sudah digariskan oleh Allah untuk menjadi istrinya. Ayah Andi mendesah dengan pelan, itulah salah satu dari sifat Brian yang disukai oleh ayah Andi.
Ayah andi menyetujui apa yang disampaikan oleh Brian. Kemudian Brian pamit untuk pulang karena masih ada banyak hal yang Brian kerjakan. Brian sebenarnya menyiapkan dokumen-dokumen rumah sakit yang sudah dipersiapkan untuk Key. Brian menginginkan agar rumah sakit keluarganya kelak bisa diurus oleh orang yang tepat.
Brian sebenarnya sudah menyerahkan rumah sakit itu untuk dikelola oleh orang kepercayaannya. Namun suatu hal orang kepercayaannya tersebut meminta untuk bertugas di kota kelahirannya.
Brian tidak memaksa rumah sakitnya diurus oleh Key, dia menginginkan nanti prosesnya berjalan dengan alami yang tentunya harus melalui prosedur resmi perekrutan tenaga medis terlebih dahulu.
Brian kemudian menelpon bagian sumber daya manusia untuk membuat lowongan di bagian bedah saraf. Tidak menunggu lama, besok rumah sakit sudah membuat pemberitaan tentang lowongan kerja.
Brian tersenyum puas dengan hasil kerja para bawahannya kemudian Brian berpesan untuk mengutamakan lulusan dari Amerika atas nama Katty Atmajaya Putri untuk di cek berkasnya. Dan langsung nanti bagian personalia yang menanganinya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.