
Sesuai janjinya hari ini Andi mengantar Alexa pergi ke kampus Katrin. Andi yang terburu-buru karena ada tugas mendadak, dengan terpaksa meninggalkan Alexa di depan kampus. “Alexa, nanti jangan lupa kamu hubungi Katrin ya? Untuk no ponselnya sudah aku kirim ke kamu,” pesan Andi sebelum meninggalkan Alexa pergi.
Alexa memencet tombol ponselnya menghubungi Katrin, namun tidak kunjung diangkat oleh Katrin. Alexa yang kesal berjalan menuju Gedung kampus tanpa memperhatikan jalan, hingga di pertigaan jalan menuju Gedung kampus ada mobil yang tiba-tiba muncul dari tikungan dan hampir menabraknya. Alexa yang kaget jatuh tersungkur hingga kepalanya membentur pilar yang ada di jalan.
“Astaga…, apa yang harus aku lakukan.” Pak Irfan turun dari mobilnya dan berusaha menyadarkan Alexa yang pingsan karena kaget.
“Mbak…, mbak bangun!” Pak Irfan terus berusaha membangunkan Alexa, tapi karena Alexa tidak kunjung bangun akhirnya pak Irfan menggendong Alexa untuk dimasukan ke dalam mobilnya. Pak Irfan melajukan kendaraannya menuju klinik kampus.
“Dokter, tolonglah wanita ini!” Pak Irfan mengendong Alexa menuju ruang perawatan.
“Baik, pak. Tolong bapak tunggu sebentar.” Dokter dan perawat menangani pasien dengan sangat serius.
Mereka membersihkan kening Alexa yang terluka karena membentur pilar di jalan. Sesaat kemudian Alexa sadar dari pingsannya.
“Maaf mbak, tolong jangan bergerak dulu! Kami akan mengobati luka yang ada di kening kamu,” kata perawat yang merawat luka Alexa.
“Mbak tolong ambilkan ponselku! Aku akan menghubungi saudaraku,” ucap Alexa dengan suara yang pelan karena menahan sakit.
Setelah melakukan perawatan, perawat mengambilkan ponsel Alexa dan memberikannya kepada Alexa.
“Kak, Rin…, tolong jemput aku ke klinik kampus! Aku hampir ketabrak mobil,” ucap Alexa setelah tersambung dengan Katrin.
“Hampir Ketabrak mobil? Siapa yang menabrak mu?” tanya Katrin serius, namun Alexa mematikan ponselnya karena tiba-tiba pak Irfan datang masuk dalam ruang perawatan.
“Astaga Alexa, belum selesai ngomong sudah dimatikan.” Katrin nampak kesal dan bingung dengan tingkah Alexa.
Sementara Alexa yang berada dalam ruang perawatan, bengong melihat pak Irfan yang masuk ke ruang perawatannya. “Ini cowok kharismatik banget dan nampaknya berwibawa banget,” gumam Alexa yang menatap kagum pak Irfan.
“Maaf mbak, tadi saya hampir menabrak kamu!” ucap pak Irfan mendekati Alexa yang berbaring di ranjang.
“Tidak apa-apa kak…, pak. Saya baik-baik saja kok,” jawab Alexa gugup.
__ADS_1
“Panggil saja aku kakak, paling kita terpaut 4 tahun,” pak Irfan semakin mendekat ke arah Alexa kemudian duduk di sebelah Alexa.
“Tadi saya sudah konsultasi dengan dokter, katanya lukanya tidak begitu parah, tapi 3 hari sekali harus dibersihkan!” ucap pak Irfan yang tidak lepas memperhatikan Alexa. Alexa semakin gugup dibuatnya.
“I_ya, kak. Terimakasih telah membawaku ke sini,” ucap Alexa berusaha hendak duduk di pembaringan.
Pak Irfan yang mengetahuinya langsung membantu membangunkan Alexa dari tidurnya. Kedua panca indera mereka saling bertemu dan mereka nampak mengagumi satu sama lainnya.
“Dik tolong minta no hpnya, aku buru-buru harus mengajar,” ucap Pak Irfan sambil memberikan kartu nama kepada Alexa. Alexa menyimpan kartu nama Pak Irfan dalam tasnya.
Alexa mendikte nomer ponselnya, untuk dicatat pak Irfan. “Dik nama kamu siapa?” tanya pak Irfan.
“Alexa,” jawab Alexa.
“Kakak sendiri siapa namanya?” tanya balik Alexa.
“Irfan, saya salah satu dosen yang mengajar di universitas Putra Bangsa. Maaf aku pergi dulu, nanti aku hubungi kamu!” Pak Irfan pamitan meninggalkan Alexa.
Tak berapa lama Katrin datang ke klinik dan langsung menghampiri Alexa. “Sayang kamu tidak apa-apa kan?” Katrin cemas memeriksa semua tubuh Alexa.
“Hanya luka di kening kak, tapi tidak apa-apa! Tiga hari lagi control kak.” Alexa tersenyum memandang Katrin.
“Dik siapa yang menabrak kamu? Nanti biar aku marahi!” ucap Katrin serius.
“Tidak apa-apa kak, dia cowoknya ganteng kok, dan dosen di kampus kakak!” Alexa nampak senang membayangkan pak Irfan.
“Astaga dik, kamu hampir kehilangan nyawamu lo, tapi malah senyam-senyum tidak jelas. Jangan bilang kamu jatuh hati sama penabrak itu ya?” Katrin mendelik kesal menatap Alexa.
“Habisnya cakep banget kak, karismatik dan berwibawa lagi. Satu lagi sangat kebapak-bapakan, aku suka banget kak.” Alexa kembali menghayal dan membayangkan pak Irfan.
“Dik sadar dik, kamu sudah gila apa? Masak jatuh hati sama penabrak kamu!” Katrin memegang kening Alexa dengan tangannya.
__ADS_1
“Kak, sakit kak, jangan pegang lukaku.” Alexa menepiskan tangan Katrin menjauh dari luka yang ada di keningnya.
“Habisnya kamu itu aneh dik, jatuh hati kok sama orang yang mau menabrak kamu.” Katrin mengeleng-gelengkan kepala melihat ulah Alexa.
“Sudahlah ayo kita pulang! Kamu, mengurus kepindahan kamu ke kampusnya besok saja. Ayo aku antarkan kamu pulang!” Katrin menuntun Alexa naik ke dalam mobilnya.
“Besok-besok, hati-hati ya dik kalau jalan!” Katrin menasehati Alexa layaknya menasehati adiknya sendiri.
“Kak aku senang dengan kakak, kakak begitu perhatian sama aku,” ucap Alexa sambil masuk ke dalam mobil Katrin.
“Iya, aku juga senang, karena selama ini aku tidak punya adik. Tapi kalau jadi adiknya kakak harus menuruti apa nasehat kakak ya?” Katrin masuk di belakang kemudi kemudian menjalankan mobilnya.
“Siap kakak yang cantik.” Alexa tersenyum menatap Katrin. “Bener-bener kak andi tidak salah memilih calon istri, cantik dan baik,” gumam Alexa dalam hatinya.
Tak berapa lama Katrin sudah sampai di rumah Alexa. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Alexa.
“Dik, aku tinggal dulu ya? aku masih ada kuliah yang dosennya galak. Biasanya kalau tidak masuk kuliah tanpa keterangan langsung di kasih nilai C. Nanti aku usahakan kesini lagi!” Katrin keluar kamar Alexa kemudian melajukann mobilnya balik ke kampus.
“Rin, kamu kemana saja! Tadi hampir saja terlambat, untung tadi pak Irfan masih ada perlu,” sapa Anita yang dari tadi cemas menanti kedatangan Katrin.
“Aku tadi lagi mengurus Alexa yang kecelakaan?” ucap Katrin santai dan duduk di dekat Anita.
“Alexa? Alexa siapa?” tanya Anita penasaran.
“Saudaranya kak Andi yang baru pindah dari Amerika. Rencananya mau pindah kuliah kesini, tapi tadi hampir ketabrak mobil seorang dosen gitu,” cerita Katrin pada Anita. Katrin menghentikan ceritanya saat pak Irfan datang memasuki ruang kuliah.
“Selamat pagi semuanya, untuk hari kegiatan awal perkuliahan kita, kita awali dengan presentasi dari makalah Katrin,” ucap pak Irfan berusaha menjatuhkan Katrin di depan teman-temanya.
Katrin tetaplah Katrin yang cerdas dan punya prestasi yang gemilang, jadi kalau sekedar presentasi tidak masalah untuknya. Semua temen-temennya memberikan dukungan untuknya. Setelah presentasi semuanya bertepuk tangan mendukungnya. Pak Irfan tambah merasa kagum dengan Katrin.
Setelah selesai mengajar pak Irfan kembali ke ruangannya. Tak berapa lama kemudian pak Irfan menelepon Alexa dan memberitahu untuk menjenguknya. Alexa nampak senang dan menunggu kehadiran pak Irfan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁Terimakasih para pembaca yang masih setia, jangan lupa komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁🍁