Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Damai


__ADS_3

Hari ini Key sudah berada di rumah sakit memeriksa semua keadaan pasiennya, termasuk Devan. Key yang dulu mencintai Devan namun sekarang perasaannya sudah berubah. Meskipun Key berada di dekat Devan, tidak merasakan getaran cinta seperti dulu. Baginya Devan adalah masa lalunya yang sudah dilupakannya. Yang ada Devan hanyalah seorang teman biasa, bukan seperti dahulu.


Key sedang melihat luka Devan pasca operasi, dikagetkan dengan kemunculan Brian. Brian yang bucin habis selalu mengikuti Key apalagi berhubungan dengan Devan. Devan terkekeh melihat ulah Brian. Devan tiba-tiba iseng ingin melihat rasa cemburu Brian. Devan yang sedang diperiksa tiba-tiba pura-pura kesakitan untuk menarik perhatian Key. Key mencoba mendekati Devan untuk memeriksa luka Devan namun Brian langsung memerintahkan perawat yang berada di dekat Devan untuk mengurusnya.


“Bener-Bener kau itu cemburuan ya? Aku sudah tidak ada apa-apa sama Key. Aku lega kalau Key dapat calon suami yang tepat. Tapi ingat kau jangan sekali-kali menyakitinya ya? Kalau kamu menyakitinya akan berurusan denganku,” ucap Devan dengan tegas sambil meringis menahan sakit.


“Siapa yang berurusan dengan mu nak?” tanya papa Leo yang muncul tiba-tiba dihadapan mereka.


“Ini pa, Brian calon suaminya Key. Aku berharap dia selalu menjaga Key dengan baik. Ya bagaimanapun Key sudah aku anggap sebagai adikku sendiri jadi siapapun yang mengganggunya akan berurusan denganku,” terang Devan kembali sehingga membuat papa dan mamanya tersenyum. Karena Devan mampu mengendalikan perasaannya dengan baik.


“Maaf nak Brian, begitulah anak papa. Janganlah kau masukan ke dalam hatimu ya? Papa yakin kalian sudah dewasa dan bisa menjaga hati pasangannya masing-masing. Devan juga sudah menentukan keputusannya meskipun harus menuruti apa yang menjadi kemauan mamanya. Dan kamu Key juga sudah menentukan keputusanmu untuk menikah dengan Brian. Papa berharap kalian bisa menjadi sahabat dan tidak lagi menebarkan permusuhan. Jika kalian bisa damai di dalam hati tanpa ada rasa cemburu, kelak jika garis keturunan dari kalian yang secara tidak sengaja menjalin hubungan tidak mempersulitnya lagi. Tidak ada lagi Devan dan Key yang lain.” Papa Leo memberi wejangan untuk mereka bertiga.


“Iya nak, sekali lagi maafkan mama ya?” Mama Sandra mendekati Key dan memeluknya. “Nak Brian, anggaplah Devan saudarmu ya?” ucap mama Sandra yang sudah tidak ada lagi kedengkian dan dendam.


Tidak lama kemudian tunangan Devan datang, namun sikapnya juga sudah menjadi dewasa tidak seperti waktu pertama kali bertemu.


“Key, terimakasih ya? Kamu telah menolong kak Devan. Maafkan aku selama ini karena ego dan citaku ke kak Devan memisahkan cinta kalian berdua,” ucap gadis tunangannya Devan.


“Sama-sama. Sudah menjadi kewajiban aku menolong sesama. Kenalkan kak Brian calon suami aku. Aku akan menikah bulan depan kalian hadir ya? Papa dan mama Sandra, kami mohon juga mau menghadiri pernikahan Key,” ucap Key sopan.


“Iya, pa. Undangannya nanti Brian yang kirim langsung sama Key ke rumah papa dan mama,” ucap Brian kemudian langsung pamitan untuk ke luar ruangan Devan.


Di luar ruangan Brian nampak diam membisu dan memasang wajah yang kelihatan muram. Key merasa bersalah terhadap Brian karena sikapnya yang bersikeras menolong Devan. Key bergelayut manja pada Brian namun Brian tidak ada reaksi sama sekali.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Key. Key yang merasa dicuekin oleh Brian langsung menutup pintu ruanganya kemudian tangannya bergelayut manja melingkari leher Brian dan Key langsung mencium kening Brian. Brian yang hanya pura-pura marah langsung bereaksi membalas ciuman Key dan kali ini ciumannya semakin memanas karena merasakan sensasi yang luar biasa.

__ADS_1


“Tok-tok,” suara pintu diketuk-ketuk dari luar. Sehinga membuat dua sejoli ini tersadar, Brian melepaskan Key dan membuka pintu.


“Ada apa? Tidak tahu apa kalau orang lagi beristiraha,” ucap Brian dengan wajah datarnya.


“Maaf pak. Ada pasien yang yang perlu pertolongan karena kecelakaan,” ucap perawat tersebut ketakutan.


“Baik. Kau siapkan segala sesuatunya. Nanti aku menyusul kamu,” ucap Key pada perawat rumah sakit.


“Siap, bu. Kami akan menyiapkannya,” ucap perawat tersebut sambil meninggalkan mereka berdua.


“Astaga, pak Brian menakutkan sekali. Kayaknya pak Brian hanya bersikap manis pada dokter Key saja. Jantungku bener-bener mau copot,” gumam perawat tersebut sambil berjalan menuju ruang operasi.


“Sayang, rubahlah sikapmu. Bersikaplah manis terhadap siapapun. Lihatlah perawat tdi tampak ketakutan melihat siakpamu,” ucap Key lirih.


“Aku akan bersikap manis jika ada di dekat kamu, karena menurutku hanya kamu lah perempuan yang paling cantik dan manis di dunia,” ucap Brian sambil merayu Key dengan kata-kata gombalnya.


Key mencium pipi Brian kemudian langsung pergi meninggalkan Brian. Brian nampak senang dengan perlakuan Key karena Key benar-benar mencintainya dengan tulus dan tidak ada lagi bayang-bayang Devan.


Brian kembali ke ruang direktur dan melanjutkan aktivitasnya kembali. Brian menandatangani semua berkas-berkas. Waktu berlalu hingga 2 jam dan waktunya makan siang. Brian memesan makanan untuk mereka berdua sambil menunggu Key selesai melakukan operasi.


Brian asyik nonton acara televisi sambil istirahat karena dari pagi kegiatannya padat. Namun tiba-tiba ada seseorang laki-laki nyelonong masuk ke dalam ruangannya.


“Siang kak. Kakak ayo kita keluar aku ingin traktir kakak makan siang,” ucap laki-laki tersebut yang langsung duduk di dekat Brian.


“Males keluar aku. Lagian ngapain Roy kamu kesini tumben-tumben banget. Biasanya kamu begitu pulang langsung pergi dengan teman-teman kamu,” ucap Brian acuh tak acuh sama saudara sepupunya yang datang dari Amerika.

__ADS_1


“Ya tentunya ingin ketemu sama kamu lah kak. Wah kelihatannya rumahsakit sekarang bertambah maju. Boleh gak aku bergabung kembali untuk bekerja di sini,” ucap Roy kepada Brian.


“Tidak. Bukannya kamu sudah membuka rumah sakit sendiri di kota kamu. Dan kelihatannya juga maju pesat,” ucap Brian yang memang sangat tidak merespon akan sikap Roy.


“Aku lagi ada masalah kak. Aku tidak ingin kembali ke kota aku karena mama ingin menjodohkan aku dengan anak temennya,” ucap Roy serius agar kakaknya mau menerimanya.


“Tapi di rumah sakit aku sudah ada dokter spesialis bedah tulang yang sangat cerdas dan pintar bahkan tidak kalah hebat dengan kamu,” ucap Brian membuat Roy penasaran dengan dokter tersebut.


“Yang benar kak, aku jadi penasaran dan ingin kenal dengannya? Boleh kan?” Roy semakin penasarasan.


Key yang sudah selesai melakukan operasi langsung masuk tanpa mengetuk pintu namun mengucapkan salam kepada Brian.


“Asalamualaikum sayang, aku sudah selesai melakukan operasi dan berjalan dengan lancar?” ucap Key langsung duduk di sebelah Brian.


“Waalaikumsalam,” jawab Brian dan Roy secara bersamaan.


“Key? Ketty Putri Atmajaya? Benarkah ini Key?” tanya Roy tiba-tiba hingga membuat Brian tidak suka dengan sikap Roy.


“Kak Roy? Kenapa kak Roy ada di sini?” tanya Key yang tidak tahu hubungan Brian dan Roy.


“Sayang, Roy itu saudara sepupu aku. Dan Roy, ini Key tunangan kakak kamu. jadi kamu jangan macam-macam ya? Ngomong-ngomong dimana kalian saling mengenal?” ancam Brian pada Roy hingga membuat Roy terkekeh.


“Astaga, kalian sudah bertunangan. Wah aku kalah cepat dong sama kakak. Aku sama Key berteman di Amerika kak yang kebetulan kitapernah mewakili kampus msing-msaing untuk menghadiri seminar,” ucap Roy lesu.


“ Iya dong. Sudahlah ayo kita makan siang tadi aku deliveri makanan,” ucap Brian sambil membuka kotak makannya. Satunya di serahkan ke Roy sedangkan dirinya dan Key makan sekotak berdua yang semakin membuat Roy bengong karena sikap Brian yang begitu romantic terhadap Key.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.


__ADS_2