Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Berangkat Kerja


__ADS_3

Hari ini pagi-pagi Brian sudah berada di halaman rumah Key. Brian bertemu dengan bunda Katrin dan langsung di suruh masuk kerumah. “Nak sarapan dulu ya? Ini tadi bunda sudah masak, sambil nunggu Key,” ucap Bunda sambil mengajak Brian ke ruang makan.


“Iya bunda. Aku sarapan sama Key saja,” ucap Brian balik.


“Key sayang, ayo lekas turun, itu ada Brian menunggu di ruang makan,” ucap Bunda yang sudah berada di dekat Key.


Key melongo tidak percaya, karena semalam baru saja ketemu. “Bunda mengigau ya? Masa masih pagi begini kak Brian sudah sampai di tempat kita?” tanya Key yang masih penasaran.


“Pletak.” Bunda menyentil kening Key dengan jarinya. “Sudah dibilangi bunda tidak percaya. Ayo segera turun dan make up kamu jangan lama-lama.” Bunda kembali mengingatkan putrinya.


“Bunda, Key masih belum percaya? Betul-betul kak Brian? Bunda, kak Brian bener-bener calon suami idaman, pasti mau menjemput aku untuk berangkat kerja bareng. Tapi aku malu bunda, kak Brian kan yang punya rumah sakit. Aku pastikan nanti jadi pusat perhatian pegawai rumah sakit. Ogah ah. Aku berangkat sendiri saja. Tolong bunda sampaikan sama kak Brian,” Key menghempaskan dirinya duduk di ranjang.


“Key…, tidak baik seperti itu. Janganlah mengabaikan calon suami. Percayalah Brian pasti akan melindungi kamu dan bunda rasa mereka pasti tidak akan berani macam-macam sama kamu.” Bunda menarik tangan Key untuk mengajaknya turun menemui Brian.


Key menurut dan melangkahkan kakinya dibelakang bundanya. Setelah berada di depan Brian, Key menyapa Brian. Alangkah kagetnya Key yang tiba-tiba Brian mendekati Key dan mencium keningnya.


“Waduh-waduh, calon menantu bunda, tunggu halal dulu nak. Jangan main sosor saja,” ucap bunda Katrin yang memang sengaja memberi peringatan untuk calon menantunya.


Brian langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Maaf bunda, Brian rindu berat sama dik Key. Dan dik Key itu menggemaskan sehingga membuat aku tidak tahan. Misalakan besok langsung ke penghulu, Brian siap bunda,” ucap Brian yang bener-bener tulus ingin segera meresmikan pernikahannya dengan Key.

__ADS_1


“Nak Brian. Pernikahan itu banyak yang harus dipersiapkan apalagi kita keluarga besar dan tentunya keluarga besar nak Brian juga banyak. Persiapan kita harus benar-benar matang,” jawab bunda kemudian mempersilahkan mereka sarapan. Bunda kemudian langsung kembali ke kamarnya untuk bersiap berangkat kerja. Ayah Andi dan Ata sudah berangkat sejak tadi karena ada kegiatan di kantor masing-masing.


Key sarapan berdua dengan Brian. Key melayani Brian dengan sabar layaknya suami istri. Key mengambilkan makanan dan minuman untuk Brian, baru Key mengambil makanana untuk dirinya. Namun baru mengambil piring saja dicegah oleh Brian.


“Sayang, kita makan sepiring berdua saja ya? Aku ingin kamu suapin aku!” ucap Brian yang mulai berani minta perhatian ke Key. Key mengurungkan niatnya untuk mengambil piring. Kemudian Key duduk disamping Brian dan mulai menyuapi Brian. Brian sangat suka karena hari ini dirinya bener-bener bisa dekat dengan Key.


“Kak, sudah ya? Sebentar lagi bunda turun pasi kakak akan diceramahi lagi,” ucap Key sambil memanyunkan bibirnya.


“Sayang, kalau kamu seperti ini justru membuat aku tergoda. Mau aku cium lagi?” ucap Brian menggoda Key kemudian melanjutkan makan tanpa disuapi Key. Kay langsung mengambil makanan untuk dirinya yang tadi diurungkannya karena dicegah oleh Brian.


Key makan sedikit sekali karena memang jadi kebiasan Key klau sarapan pagi porsinya sangat sedikit.


“Mbok, kelihatan banget kalau Brian itu dewasa ya? Brian bisa menaklukan hati Key yang biasanya keraas kepala. Mudah-mudahan bisa membimbing Key menjadi lebih baik lagi ya mbok?” ucap bunda Katrin kepada mbok Sum.


“Iya, nyonya? Nak Brian tampan dan penuh tanggung jawab pada Key dan kelihatan banget kalau mencintai nak Key,” si mbok juga mengungkapkan isi hatinya memuji Brian.


Sementara itu Brian dan Key sudah berada di parkiran halaman rumah sakit. Seperti biasa di pagi hari diadakan apel pagi dan kali ini Brian yang memimpin apel.


Brian memberikan beberapa patah kata untuk amant apael pagi. Di akhir acara Brian langsung menyampaikan kalau kali ini ada dokter baru spesialis bedah tulang dan menempati sebagai kepala ruangan Ortopedi.

__ADS_1


Semua orang nampak senang dengan yang disampaikan oleh Brian. Namun di bagian belakang ada seorang gadis yang nampak tidak menyukai Key. “ Awas ya, aku tidak akan membiarkan kamu merebut pak Brian dari aku. Bagimanapun caranya aku akan membuat kamu hengkang dari sini.” Gumam gadis tersebut yag tak lain benama Mila.


Apel pagi berjalan dengan lancar hingga akhirnya semua karyawan langsung kembali ke tempat masing-masing. Key melangkahkan kakinya menuju ruangannya namun tiba-tiba dari samping tembok ada seseorang menarik lengannya.


“Hai cewek tak tahu diri, awas ya! Kamu jangan dekat-dekat dengan pak Brian ya? Pak Brian itu calon suami aku. Camkan itu!” ancam Mila terhadap Key. Key nampak tenang-tenang saja.


“Pak Brian tunangan kamu? Setahu aku, pak Brian tunangannya tidak seperti kamu. Tunangan pak Brian cantik dan elegan.” Ucap Key mantap hingga membuat Mila semakin bertambah marah. Mila tiba-iba menyerang Key, namun Key yang jago karate langsung mengelakanya hingga membuat Mila jatuh. Pada saat yang bersamaan Brian lewat.


Mila berteriak minta tolong pada Brian namun diabaikan oleh Brian. Brian yang sebetulnya dari tadi mengamati percakapan mereka. Brian langsung merangkul Key dan mengajaknya pergi meninggalkan Mila. Mila semakin sakit hati dan langsung berteriak-teriak memanggil Brian. Brian menghentikan langkahnya kemudian mendekati Mila.


Brian menyampaikan kalau Key itu tunangannya dan memberi ultimatum terhadap Mila agar tidak mengganggu Key. “Mila. Janganlah hal ini kau ulangi lagi kalau kamu masih ingin bekerja di sini. Itu aku lakukan karena kedua orang tua kita masih bershabat. Kalau tidak jangan harap kamu bisa bekerja disini,” Brian kembali mengajak Key menuju ruanganya.


“Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Sini sayang aku lihat.” Brian menarik tanganKey untuk duduk di sofa dalam ruangan direktur rumah sakit.


“Sayang, kamu jangan berlebihan. Aku tidak apa-apa, seperti kamu lihat kan? Calon istri kamu itu tidak lemah sayang? Ayah aku telah memberiku bekal bela diri, jadi kalau soal seperti itu saja aku bisa jaga diriku,” ucap Key pada Brian.


Brian sangat menyukai Key salah satunya adalah kemandiriannya. Key yang lemah lembut tapi bisa berubah menjadi sosok wanita yang bisa menjatuhkan lawannya dengan sekali hempas.


Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2