Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Malam Pertama


__ADS_3

Pelaksanaan pesta di Villa telah berakhir, semua orang telah kembali ke rumah masing-masing. Untuk kerabat dekat diberi fasilitas menginap di hotel keluarga. Di villa memang sengaja dikosongkan hanya untuk mereka berdua.


Di dalam kamar setelah makan malam dan melaksanakan sholat Isyak, Katrin hendak mengganti bajunya dengan baju tidur, akan tetapi semua baju tidur yang kemarin sudah ditata rapi, tidak ada di kopernya. Katrin terkejut karena hanya mendapatkan beberapa potong lingerie pemberian bunda Clara. “Hem, ini pasti kerjaan bunda Ajeng dan mbok Minah,” gumam Katrin sambil memegang salah satu lingerie pemberian bunda Clara.


“Sayang, kemana semua baju-baju aku yang telah aku siapkan?” tanya Katrin yang membongkar semua isi kopernya.


“Bukanya kemarin yang mengemas mbok Minah dan bunda Ajeng?” tanya balik Andi kepada Katrin.


“Kak, masak aku harus pakai pakaian seperti ini?” Katrin menunjukan salah satu lingerie kepada Andi.


“Bagus itu sayang, kamu pakai sajalah, menyenangkan suami itu ibadah lo?” kata Andi sambil menahan senyumnya karena dalam hatinya dia tidak sabaran ingin menikmati keindahan tubuh istrinya.


Akhirnya Katrin dengan sangat terpaksa masuk ke kamar mandi untuk memakai salah satu lingerie pemberian bunda Clara. Gaun tidur yang kurang bahan itu hanya menutupi sebagian tubuh polos Katrin, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh Katrin yang mulus.


Katrin mengendap-endap keluar dari kamar mandi agar Andi yang nonton televisi di sofa tidak mengetahuinya. Katrin langsung naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Andi melirik sekilas apa yang dilakukan oleh Katrin, Andi menelan salivanya melihat pemandangan yang ada di depannya. Dengan seketika Andi naik ke ranjang dan mendekati Katrin.


Andi tersenyum dan membisikan sesuatu di telinga Katrin. “Sayang, apa kamu sudah siap?” tanya Andi yang semakin membuat gugup Katrin. Muka Katrin kelihatan memerah karena menahan malu.


“Iya, kak tapi aku takut kalau nanti sakit,” ucap Katrin lirih karena perasaan takutnya.


“Percayalah pada kakak, aku akan melakukannya pelan-pelan,” ucap Andi langsung melafalkan do’a dan memulai mengecup kening, pipi dan bibir Katrin. Saat mengecup bibir Katrin, Andi sedikit membuat permainan dengan sensasi yang menggairahkan sehingga membuat Katrin merasakan kenikmatan.


Andi mulai memanas dan sangat liar menjajaki setiap inchi seluruh bagian tubuh Katrin. Andi merasa mereka sudah halal sehingga Andi tidak canggung lagi melalukan gerakan-gerakan exotis yang mampu membuat mereka merasakan sensasi yang luar biasa.

__ADS_1


Entah sejak kapan tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang, Andi berusaha sekuat tenaga menerobos pertahanan milik Katrin. Dengan pergerakan yang sangat pelan dan berirama Andi mulai menyatukan tubuh mereka.


Katrin yang awalnya merasakan kesakitan yang luar biasa, semakin menikmati permainan Andi. Andi seolah tahu bagaimana memimpin permainan yang bisa membuat kedua-duanya penuh gairah dan mencapai puncak secara bersama-sama.


Pergulatan dan penyatuan mereka berlanjut hingga tengah malam. Pesona dan lekuk tubuh Katrin yang mulus dan sexi membuat Andi selalu menginginkannya lagi hingga membuat Katrin terkapar tidak berdaya. Namun mereka berdua sangat puas dan merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.


Karena mereka melakukannya beberapa kali membuat mereka merasakan keletihan yang sangat luar biasa hingga tertidur berpelukan sampai waktu menjelang subuh.


“Sayang, terimakasih ya, karena kamu telah menjaga kehormatan kamu hanya untuk kakak.” Andi mengecup kening Katrin.


“Kak, itu aku sedikit nyeri,” kata Katrin sambil melirik bagian tubuhnya yang berada di bawah pusar.


“Tidak apa sayang, ayo kita mandi kemudian sholat subuh.” Andi merengkuh badan Katrin dibopongnya menuju ke kamar mandi.


Merekapun mandi dengan berendam diri di dalam bath tub, akan tetapi Andi kembali bergairah setelah melihat tubuh Katrin, Andi junior nampak menegang kembali hingga akhirnya Andi melakukan penyatuan lagi.


Katrin sudah merupakan candu bagi Andi. Andi tidak merasa puas begitu saja, Andi langsung mengangkat tubuh Katrin dibawanya mandi dibawah shower. Andi menyusuri semua bagian tubuh Katrin hingga terperangkap bersandar di didinding. Andi yang sangat liar langsung menggendongnya berhadapan dengan tubuhnya. Andi memulai pergerakan yang sangat pelan dan Katrin kembali dibuat mencapai klimaks kenikmatan yang luar biasa.


“Kak, sudah ya? kita belum sholat subuh,” ucap Katrin yang mencium kening Andi.


“Dik, kalau sudah itu kamu jangan menggodaku lagi?” bisik Andi langsung menurunkan tubuh Katrin dari gendongannya.


Setelah membersihkan diri mereka melaksanakan ibadah sholat subuh secara jamaah, kemudian mereka berencana untuk sarapan.


“Sayang aku ingin sarapan disini saja. Aku masih lelah dan sakit,” ucap Katrin yang duduk di tepi ranjang dan hendak merapikan selimutnya.

__ADS_1


“Sayang kenapa di seprei kita ada noda darahnya?” tanya Katrin sedikit menjerit karena takut.


“Tidak apa-apa sayang, itulah kebanggaan suamimu karena telah memiliki kamu seutuhnya.” Andi menghampiri Katrin mencium keningnya dan mengangkatnya untuk di dudukannya di sofa.


“Kak, apa yang kamu lakukan?” teriak Katrin yang berada dalam gendongan Andi.


“Aku akan mengganti seprei nya sayang,” Andi menyimpan seprei yang lama ke dalam keranjang laundry dan menggantinya yang baru dari almari.


Sesaat setelah membereskan tempat tidur Andi keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Kemudian dia mengambil makanan yang sudah disediakan oleh Farida putrinya mang Sukri yang tinggal tidak jauh dari villa.


“Sayang, ayo kamu makan biar ada tenaga untuk kita buat Andi junior lagi ya?” Andi menyuapi Katrin dan sesekali memasukan makanan untuk dirinya sendiri.


“Lagi…? Kakak apa tidak capek? Aku masih lelah?” ucap Katrin lemah ingin mendapat simpati dari Andi.


“Kakak, masih kuat sayang, makanya kamu harus makan dan menuruti apa kemauan suami kamu, kamu ingin segera dapat adik bayi kan?” tanya Andi sambil menyakinkan Katrin untuk makan.


Katrin menganggukkan kepalanya tanda mau mengerti kemauan Andi. Andi tersenyum melihat tingkah polos Katrin.


“Kak, aku sudah kenyang, aku ingin berbaring di ranjang saja.” Katrin menyudahi makanannya kemudian Andi kembali menggendong Katrin dan mendudukkannya di tepi ranjang.


“Sayang, kamu duduk dulu saja, setelah makan jangan biasakan langsung tiduran, nanti perutmu akan sakit.” Andi dengan sabar menasehati Katrin dengan penuh kasih sayang.


“Iya, kak. Terimakasih. Aku sangat mencintai mu.” Katrin meletakan kedua tangannya untuk memeluk leher Andi, kemudian mengecup bibir suaminya.


“Dik, kau menggodaku ya?” bisik Andi di telinga Katrin kemudian mengecup daun telinga Katrin berlanjut bibirnya dan menyusuri semua tubuh Katrin hingga akhirnya melakukannya lagi untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Andi nampak tersenyum puas sambil memeluk Katrin yang tertidur pulas. “Kau memang wanitaku yang membangkitkan gairahku, aku berjanji akan selau membuat kamu bahagia hingga akhir hayat ku,” gumam Andi lirih sambil mengusap lengan Katrin yang tertidur dalam pelukannya.


💕💕💕 para pembaca setia yang telah menikmati bacaan yang hanya sekedar hiburan saja, semoga bisa menghibur para pembaca setia, dan jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!💕💕💕


__ADS_2