Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Heboh


__ADS_3

Andi memasuki halaman rumahnya kemudian memarkirkan kendaraannya di garasi rumah. Di depan rumahnya nampak beberapa kendaraan keluarga dan temannya terparkir di depan.


Andi mengandeng tangan Katrin untuk masuk ke dalam rumah. Begitu masuk kedalam rumah Andi dan Katrin dikejutkan dengan suara gaduh dan berisik dari balik pintu.


“Selamat untuk calon ayah dan bunda semoga selalu sehat sampai hari kelahiran.” Semua orang memberi selamat kepada Andi dan Katrin.


“Selamat ya Rin,” ucap Anita yang datang bersama Arga, langsung memeluk dan menciumnya.


“Terimakasih, ya? kalian dapat informasi nya dari Alexa ya? bener-bener ember itu Alexa.” Katrin kesal dengan Alexa, padahal Katrin ingin buat kejutan untuk bunda Clara.


“Iya, tadi Alexa menelepon bunda, jadi kita semua langsung kesini” ucap Anita yang bergelayut manja memegang tangan Arga.


“Selamat kak, kamu bakalan jadi ayah. Bener-bener tepat sasaran kak. Mantap betul.” Arga mengacungkan jempolnya untuk Andi.


“Iyalah Andi? Kita kan rajin olahraga dik! Makanya berbuah” Andi mengernyitkan dahinya kepada Arga.


“Berbuah? Emangnya pohon apa?” Arga menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Andi.


“Ayo dik kita ke taman belakang saja,” Arga menggandeng tangan Anita menuju taman belakang.


“Rin, nanti kita ngobrol lagi ya?” bisik Anita ke telinga Katrin saat melewati Katrin yang masih bengong di dekat pintu.


“Nak, bunda senang karena sebentar lagi bunda akan jadi nenek.” Bunda Clara memeluk dan mencium menantunya dan menuntunnya masuk ke dalam ruang keluarga.


“Iya, bunda. Alhamdulilah, aku mengandung dua bayi kembar.” Katrin mengelus-elus perutnya memberitahukan kehamilannya dengan senang hati.


“Ha…, bunda mau dapet cucu kembar. Andi kamu memang top chaer. Ayah…, ayah…, cucu kita kembar.” Teriak bunda Clara memanggil ayah. Ayah mendekati bunda dan Katrin.

__ADS_1


“Selamat ya sayang, ayah senang sebentar lagi ayah akan jadi kakek. Nanti cucu kakek pasti jagoan semua, jadi akan aku ajak naik kuda, panahan dan menembak,” ucap ayah Sandi bangga.


“Ayah cucu kita perempuan dong, pasti cantik kayak barbie. Aku ingin merasakan merawat anak perempuan, yang bisa didandani dan dipakaikan baju barbie yang lucu-lucu,” bunda Clara ngotot tidak mau kalah.


“Tidak bisa dong, kalau bibit ayah pastinya jagoan semua? Buktinya anak kita cowok semua. Jadi keturunan Andi pasti cowok lah,” ucap ayah Sandi dengan percaya diri.


“Ayah, kalau aku bilang cewek ya cewek,” ucap bunda Clara kesal dan sewot. Katrin hanya bisa diam memandangi kedua mertuanya.


“Ayah, bunda ngapain?” kata Andi yang tiba-tiba muncul di depan ayah dan bundanya yang ribut tentang bayinya yang belum lahir.


“Itu ayahmu maunya dapat cucu cowok, padahal bunda inginnya cucu cewek.” Bunda Clara sewot dengan ayah Sandi yang tidak mau mengalah.


“Ayah, bunda cucunya belum lahir tahu? Masa sudah diributkan. Ayo dik kamu harus istirahat, kasihan dedek bayinya. Maaf ayah bunda, cucunya mau istirahat dulu ya?” Andi menggendong Katrin menuju kamar mereka berdua.


“Ayah, tuh lihat anakmu kelakuannya persis sama kamu dimana pun selalu pamer kemesraan,” ucap bunda Clara yang melupakan keributan nya dengan suaminya.


Sementara Andi yang sudah berada di kamar memanjakan Katrin dengan memijat-mijat kakinya. “Sayang gimana, sudah enakan belum? Aku tidak ingin kamu kecapean,” ucap Andi terus memijat kaki Katrin yang lama lama pijatannya berubah menjadi pijatan exotic yang membangkitkan gairah keduanya.


“Kak, pijatnya agak ke atas, yang situ terasa pegal banget,” ucap Katrin yang agak meninggikan roknya sehingga nampak lah paha mulusnya yang membuat Andi menelan salivanya.


“Sayang, kamu jangan menggodaku. Aku tidak tahan lagi sayang.” Andi memanas langsung mengelus-elus paha Katrin yang mulus langsung merayap ke atas dan langsung kebagian inti tubuh Katrin. Andi yang sudah tidak tahan langsung mengecup semua bagian tubuh Katrin. Katrin merasakan sensasi yang luar biasa hingga akhirnya Andi memasukan pusaka nya secara berlahan-lahan ke dalam wadahnya. Andi dan Katrin merasakan kenikmatan yang luar biasa dan akhirnya mereka berdua tertidur pulas hingga adzan ashar membangunkan mereka.


“Sayang ayo mandi,” Andi membangunkan Katrin dan mengangkat tubuh polosnya ke dalam kamar mandi dan meletakkannya ke dalam bath tub. Mereka mandi bersama, Andi yang kembali memanas harus menahan hasratnya karena sadar di dalam diri Katrin masih ada bayi kembarnya.


“Sayang, aku bantu bersihkan tubuhmu ya?” Andi memandikan tubuh istrinya dengan kasih sayang. Kemudain kembali mengangkaatnya keluar kamar mandi. Setelah selesai mereka berdua bersiap menuju mushola untuk sholat ashar di bawah.


Di mushola sudah ada keluarganya menjalankan sholat dengan imam ayah Sandi. Kemudian mereka berdua langsung bergabung melaksanakan sholat.

__ADS_1


Setelah sholat mereka ngobrol di taman sambil minum teh dan cemilan yang disediakan oleh mbok Sum.


“Ayah, aku sama Anita mau menikah, minggu depan rencananya mau melamar ke rumahnya, sebelum ayah dan bundanya pergi ke Amerika.” Arga memulai pembicaraan sambil memegang tangan Anita.


“Kalau itu aku setuju Ar, tunggu apa lagi, nanti keburu kadaluarsa, makanya segera halalin ya?” ucap Andi sengklek membuat semua orang bengong menatapnya.


“Kadaluarsa? Memangnya makanan?” tanya ayah dan Argan bersamaan.


“Iya…, nanti kalau keseringan bisa-bisa kadaluarsa dan tidak halal lagi,” jawab Andi sekenanya membuat semua orang gemes menatapnya.


“Sayang kalau ngomong pakai rem dong yang?” Katrin mencubit pinggang Andi pelan.


“Remnya blong dik, jadi suka keceplosan,” Andi menghindari cubitan Katrin dan memegang tangannya hingga menariknya dalam pelukannya dan mencium kening Katrin dengan sangat mesra di hadapan semua orang sehingga membuat semua orang bengong menatapnya.


“Bener-bener blong dan sengklek yah, putramu yang satu itu,” ucap Andi dipenuhi dengan gelak tawa mereka bersama.


“Ya, gitulah nak. Dulu ayahmu semasa muda sama persis dengan kalian sama-sama sngklek. Bahkan ayahmu super sengklek. Masa sudah ditolak sama kakek kamu, ayahmu malah nekad mencium bunda langsung di depan kakek. Kakek kamu yang masih memegang budaya timur dan keturunan ningkrat merasa aib seperti itu, jadi bunda langsung dinikahkan dengan ayahmu.” Bunda Clara tersenyum mengingat masa mudanya dulu.


“Masa sih bun? Ayah seperti itu? Apa tidak takut dengan kakek?” tanya Andi pada bundanya.


“Ayah tidak takut nak, ayah mengambil celah untuk menaklukan hati kakek kamu yang keras kepala, toh akhirnya mereka menikahkan ayah.” Ayah bangga menceritakan waktu masih muda dulu kepada kedua putranya.


“Sudahlah yah, ayo kita kembali ke permasalahan semula. Nak, nanti kamu sampaikan kepada keluarga kamu ya, kalau kita mau melamar kamu.” Bunda Clara mengusap bahu Anita menunjukan rasa sayangnya kepada Anita.


Begitulah mereka ngobrol sampai mendekati waktu magrib. Dan setelah sholat magrib mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Anita diantarkan oleh Arga dengan mobilnya karena tadi memang dijemput oleh Arga.


💓💓💓💓Terimakasih para pembaca yang setia, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan kasih komentar, like dan votenya!💓💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2