Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Lamaran Andi


__ADS_3

Suasana villa di sore hari sangat cerah, namun mereka enggan untuk keluar, sehingga mereka berkumpul di ruang tamu sambil bercanda. Andi tiba-tiba menarik tangan Katrin, membawanya menuju teras belakang. Mereka berdua duduk berhadapan, Andi memetik gitar menyanyikan lagu "Janji Suci" milik Yovie dan Nuno.


Dengarkanlah, wanita pujaan ku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu

__ADS_1


Jangan kau tolak dan buat 'ku…


Setelah lagu selesai Andi mengambil bunga yang disembunyikan di bawah meja. “Dik maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku kelak hingga maut memisahkan kita” Andi melamar Katrin untuk menjadi istrinya.


“Terima…..terima.” teriak temen-temen mereka yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Katrin menganggukan kepalanya sebagai tanda menyetujui lamaran Andi.


“Alhamdulilah, terimakasih ya sayang. Aku akan menjagamu seumur hidupku dan aku segera meminta kamu secara resmi kepada bunda Ajeng.” Andi memakaikan cincin di jari manis Katrin dan mencium kening Katrin.


Arga dan Toni terbawa suasana sehingga mereka ikut memeluk pasangan mereka masing-masing.


Andi memutar musik untuk berdansa dengan Katrin, mereka berdansa mengikuti irama lagu romantis, Andi memegang pinggang Katrin dan mereka menggerakkan tubuhnya mengikuti irama lagu yang ada. Arga dan Toni pergi membawa pasangannya masing-masing entah kemana.


“Dik, kamu hari ini sangat cantik sekali, senyummu selalu bisa membuatku bahagia, bagaimanapun kamu adalah bidadari ku dik, yang tak akan kulepaskan lagi," bisik Andi di telinga Katrin.


“Terimakasih, sayang, aku juga mencintaimu, aku akan mendampingi mu kemanapun kamu pergi, aku akan menjadikan dirimu sebagai masa depanku hingga maut memisahkan kita," kata Katrin sambil mengalungkan tangannya memeluk leher Andi sehingga mereka saling bertatapan muka.


Andi mulai mencium bibir Katrin, kemudian turun kebawah menciumi leher jenjang Katrin. Mereka berdua begitu mabuk cinta hingga Andi tidak bisa mengontrol kendali, tangannya mulai menyusup ke dalam gundukan kembar milik Katrin. Katrin menggeliat terbawa arus kenikmatan yang disalurkan oleh Andi.


“Kak maaf, jangan diteruskan.” Tiba-tiba Katrin kembali kesadarannya sehingga mendorong tubuh Andi agak jauh dari dirinya, nafas merekapun naik turun tak beraturan menahan gejolak yang ada di tubuh mereka.


“Maaf….kakak khilaf. Ayo masuk kedalam.” Andi menggandeng Katrin dengan kasih sayang dan mengantarkannya masuk ke dalam kamarnya.


“Astaga, apa yang aku perbuat, tadi hampir saja aku melangkah yang lebih jauh.” Andi kemudian masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju kamar mandi menuntaskan hasratnya, karena kebetulan Arga dan Toni belum kembali jalan-jalan di sekitar villa.


“Kak, kita lama ya tidak berkunjung di sini, tahu nggak kak tadi aku ketemu sama Indah, dia menanyakan kamu lo kak?" Tiba-tiba Arga membuka pembicaraan mengingatkan Andi akan sosok Indah. Indah adalah sosok wanita yang dulu pernah mengisi hari-harinya selama masih SMA dulu, bisa dikatakan sebagai cinta pertamanya Andi.


Flash back on


Waktu itu usai kelulusan sekolah Andi mengajak Indah jalan-jalan di perkebunan teh dekat villa mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan setapak yang ada di pertengahan perkebunan teh.


“Dik, aku nanti melanjutkan pendidikan ku di ilmu pemerintahan selama 4 tahun, kamu sabar ya nunggu aku. Setelah penempatan aku akan datang ke rumah orang tua kamu, kita lamaran kemudian menikah.” Andi mencium kening Indah dan membetulkan anak rambut indah yang jatuh di keningnya.


“Iya mas, aku akan menunggumu, aku juga ingin melanjutkan studiku, aku akan mengejar cita-citaku untuk menjadi bidan," janji Indah waktu itu.


“Dik sini dik, aku akan tunjukan sesuatu ke kamu.” Andi menarik tangan Indah dan membawanya di bawah pohon yang cukup besar.


Andi menorehkan namanya dan nama Indah di pohon tersebut. “Dik kita 4 tahun lagi harus ketemu disini, kita ikrar kan janji suci kita dik untuk saling memiliki dan berbagi dalam suka dan duka selamanya," kata Andi memandang Indah dengan senyuman.


Kini 6 tahun telah berlalu, Indah tidak menepati janji hingga waktu yang telah ditentukan ternyata Indah menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya.


Flash back off

__ADS_1


Andi menghela nafasnya seolah ingin melupakan masa lalunya dan ingin menguburnya dalam-dalam.“Kakak sudah melupakannya dik, masa depan kakak sekarang Katrin, dialah cinta terakhir kakak dik, do’a kan kakak segera menikah dengan calon kakak ipar mu," kata Andi.


“Wah enaknya jadi Katrin, kayaknya mau segera meried nich,” kata Anita tiba-tiba sehingga menyadarkan Andi kalau di sebelahnya ada Anita.


“Nit, untuk hal ini tolong Katrin jangan kamu kasih tahu ya? Nanti kalau ada sesuatu yang perlu dia ketahui, aku sendiri yang akan memberitahunya.” Andi memandang Anita dengan sangat tajam.


“Ok kak, aku akan diam, aku pastikan akan aku kunci mulutku ini,” jawab Anita sambil menggerakan jari tangannya ke mulutnya.


“Kelihatannya ada sesuatu yang dirahasiakan ya?” tanya Katrin tiba-tiba keluar menghampiri mereka.


“Gak ada apa-apa kok dik, Arga mau buat kejutan untuk Toni dan Dewi, kelihatannya kita perlu ngerjain mereka dik biar tambah lengket seperti kita,” kata Andi agar Katrin tidak curiga.


“O kirain ada sesuatu yang aku nggak boleh tahu,” jawab Katrin sambil menghempaskan dirinya duduk dekat Andi.


“Nggak kok dik. Dik kira-kira apa ya untuk menyatukan mereka," tanya Andi sambil mengelus-elus rambut Katrin.


“Kak kita ajak mereka ke air terjun saja kak, kan agak jauh dari villa ini, jadi biar ada peluang untuk mereka saling mengenal satu sama lain. Gimana?” cerocos Katrin memandang Andi dan Anita secara bergantian.


“Ok, kita besok pagi berangkat, jangan lupa bawa bekal!” Perintah Andi.


“Siap, kak,” jawab Katrin dan Anita secara bersamaan.


“Sayang, cuacanya dingin banget, tolong aku dibuatkan kopi ya?” perintah Arga kepada Anita.


“Sayang…? Wah ada yang sudah jadian, nih?” kata Katrin memandangi Arga dan Anita.


“Jadian, kita belum jadian kok, kak Arga saja yang lebay?” kata Anita kesal.


“Arga, wah gimana nih, ayo tembak saja sekarang, kelamaan kamu,” goda Katrin.


“Susah sih mbak, Anita nggak peka kok, masa aku sudah bela-belain mengikuti kesini, dia nya biasa-biasa saja,” jelas Arga.


“Memangnya aku harus, ngapain?” jawab Anita sambil berlalu meninggalkan mereka menuju dapur.


“Arga, kamu harus sabar, Anita memang begitu kok, makanya kamu harus agresif dong,” jelas Katrin sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Andi.


“Lama-kelamaan aku di sini bisa gila kak, tiap hari kau tampak kan kemesraan kalian di depanku.” Arga pergi meninggalkan mereka berdua.


“Arga, ntar kopinya aku minum lo?” ledek Andi disertai gelak tawa Katrin.


“Tolong nanti kopinya, suruh Anita mengantarkan di taman belakang kak,” teriak Arga kepada Andi.

__ADS_1


Setelah Arga pergi, di teras depan hanya terlihat Andi dan Katrin yang sedang bersenda gurau dan memadu kasih layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Andi membelai rambut Katrin dan sekali-kali mencium kening Katrin.


❤️❤️❤️❤️Terimakasih para pembaca, silahkan kasih komen dan like nya. Untuk keseruan liburan mereka nanti baca lebih lanjut ya?❤️❤️❤️❤️


__ADS_2