Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Surat Cinta Misterius


__ADS_3

Hari ini Ketty berangkat sendiri memakai motornya, meskipun punya fasilitas mobil Ketty dan Katan belum pernah mengendarai mobil ke sekolah karena usianya belum genap 17 tahun. Ketty dengan tergesa-gesa memarkirkan motornya. Namun tiba-tiba pak satpam menghampirinya dengan memberinya surat kepada Ketty. Surat itu menyatakan perasaan cinta dan kagum kepada Ketty. Surat itu dibawah sendiri diberi inisial DP.


Ketty yang dingin dan arogant membuang surat tersebut ke tempat sampah. “Dasar laki-laki cemen, begitu saja pakai inisial. Bener-bener tidak gentleman banget,” gumam Ketty lirih sambil berlalu menuju kelasnya.


Sementara itu dari kejauhan nampak seseorang memperhatikan gerak-geriknya. Dia nampak tersenyum dengan tingkah laku Ketty. Dalam hatinya dia semakin mengagumi Ketty. Ketty gadis yang dingin dan arogant. Setelah puas memandangi Ketty kemudian berbalik arah menuju kelasnya.


Ketty kemudian masuk dalam kelasnya. Dan lagi-lagi dia menemukan surat cinta yang sama persis dengan yang dibawakan pak satpam. Ketty tersenyum sinis membaca surat itu. Tapi untuk kali ini surat itu disimpannya ke dalam tasnya.


Untuk sesaat Ketty terdiam memikirkan isi surat tersebut, entahlah setiap mengingatnya dia merasakan ada getaran aneh di dalam hatinya. Leli memperhatikan sikap Ketty hingga dirinya tidak fokus menerima pelajaran.


“Key…, kamu kenapa? Awas ya, nanti ketahuan pak Rizal bisa-bisa kamu dihukum.” Leli menyenggol lengan Ketty.


“Tidak kok, aku tidak apa-apa. Kepala aku agak pusing,” ucapnya berbohong dengan maksud agar Leli tidak memburunya dengan beberapa pertanyaan. Namun Leli tiba-tiba berdiri meminta izin pak Rizal untuk membawanya ke UKS.


Sementara itu Devan yang sedang olahraga berpamitan kepada gurunya untuk mengobati lukanya akibat terjatuh karena main basket. Devan tertatih-tatih masuk ke dalam UKS kemudian duduk di bangku UKS. Sementara itu Ketty yang berbaring di ranjang tiba-tiba bangun dan menghampiri Devan. Ketty dengan cemas meminta obat merah dan antiseptik untuk membersihkan luka Devan.


Devan memperhatikan Ketty yang dengan cekatan mengobatinya. Leli bengong dengan pemandangan yang ada di depannya.


“Kalian jadian ya?” tanyanya polos hingga akhirnya menyadarkan Ketty akan pebuatannya. Ketty pun menjelaskan kalau dirinya dengan Devan tidak ada hubungan apa-apa. Leli tidak percaya dengan penjelasan mereka berdua. Karena menurut penglihatannya mereka ada hubungan sepesial.

__ADS_1


“Kak…, ini aku rasa tidak sakit kok. Tapi tiap hari harus dibersihkan. Kamu jangan lupa membersihkannya kak!” ucap Ketty yang mencemaskan Devan.


“Siap adik manis, syukur-syukur adik yang membersihkan bagaimana? Bisa kan?” Devan menggoda Ketty dengan mengedip-ngedipkan matanya.


“Enak saja. Maunya situ sih ya? Tapi aku tidak mau kak. Karena enak di situ tidak enak di aku!” ucap Ketty yang memanyunkan bibirnya membalas ucapan Devan. Devan yang gemas langsung memencet hidung Ketty.


Ketty berusaha menghindar dari Devan yang usil, tapi sayang tubuhnya limbung tidak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya hingga jatuh menimpa badan Devan. Devan memanfaatkan kesempatan langsung memeluknya. Ketty berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Devan tapi Devan semakin memeluknya erat hingga tidak bisa terlepaskan.


“Hem…, hem…, kalian itu ya? memang tidak malu dilihat orang ya?” Leli menyadarkan mereka kalau diantara mereka ada Leli dan petugas UKS.


Setelah beberapa saat di UKS, bel ganti pelajaran pun berbunyi hingga akhirnya mereka kembali ke kelas masing-masing. Leli masih bingung dengan kedekatan Ketty dan Devan. Leli masih berusaha mencari tahu dengan bertanya kepada Ketty. Namun masih sama, Ketty tidak mempedulikannya.


“Dik apa bener yang dikatakan oleh Leli? Kamu sudah jadian dengan Devan. Dik kalau sama Devan, kakak dukung deh? Aku lihat Devan laki-laki yang bertanggungjawab. Dan cocok lo dik kalau jadian sama kamu. Satunya dingin dan arogant dan yang satunya super dingin tapi ramah dan tanggungjawab. Kalian bener-bener klop dik,” bisik Katan pada sang adik. Ketty nampak kesal sehingga menyenggol badan Katan.


“Awas ya kak. Jangan main-main ntar aku laporkan ke ayah. Aku tahu kok kalau kakak juga punya rahasia. Kemarin kakak lagi jalan bareng kan sama anaknya tante Dewi! Itu sama Alya?” ucap Ketty bangga hingga membuat sang kakak terdiam.


“Ok, dik. Tapi aku mohon kamu jangan bilang ke ayah. Nanti pulangnya aku traktir ya?” Katan meminta kepada adiknya.


“Beres. Tapi traktir nonton sama makan ya kak. Aku lama tidak pernah nonton. Ajak Alya juga kak. Aku kangen sama dia. Kita lama tidak bertemu kak. Tante Dewi sam om Toni jarang datang dan membawa anak-anaknya ke rumah kita.” Bisik Ketty di sela-sela mereka menerima materi pembelajaran oleh guru.

__ADS_1


“Iya, nanti aku ajaknya Alya tapi tidak hari ini ya? karena Alya hari ini ada kepentingan. Gimana kalau minggu saja pas libur.” Bisik Katan pada adiknya Leli yang duduk di belakang mereka langsung menendang kursi mereka mengingatkan agar tidak berisik.


Setelah bel pulang berbunyi mereka keluar dari kelasnya. Katan menggandeng adiknya untuk ikut dengannya. Katan mengambilkan helm untuk adiknya yang berada di box samping motor mogenya. Ketty langsung naik di belakang bergelayut manja kepada kakaknya. Tiba-tiba ada seseorang menghampiri mereka dan menyerahkan rangkaian bunga dengan sepucuk surat kepada Ketty. Ketty segera memasukannya dalam tas ranselnya agar kakaknya tidak menjahilnya.


Katan melirik adiknya, kemudian setelah adiknya siap, Katan segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Katan memarkirkan motornya di halaman rumahnya kemudian segera masuk ke dalam rumah diikuti oleh Ketty.


“Dik boleh dong kakak baca suratnya? Pasti dari Davan ya?” ucap Katan meledek adiknya yang berjalan dengannya secara berdampingan. Mereka terus saling meledek dan mengejek karena Ketty tidak memberi izin untuk membaca surat itu.


“Wah, anak-anak bunda kebiasaan ya? pulang sekolah tidak segera menghampiri bunda, tapi ini malah saling ledek di sini. Ayo nak segera ganti baju dan kita makan bersama,” ucap bunda Katrin yang sudah sampai rumah terlebih dahulu.


Katan dan Ketty langsung berhamburan masuk kamar. Ketty tidak segera ganti baju, tapi malah mengambil paket bunga pemberian seseorang. Ketty membaca suratnya yang isinya pujian dan rayuan padanya. Dan lagi-lagi berinisial “DP”. Ketty mencium surat dan bunganya, hingga tertidur di ranjangnya.


Bunda Katrin yang mengetahui putrinya tidak segera turun ke ruang makan, dengan kasih sayangnya sebagai ibu, bunda langsung naik menghampiri putri tercintanya. Bunda tersenyum geli melihat tingkah laku putrinya, yang tertidur dengan bunga dan surat di pelukannya.


Bunda mengusap-usap pipi Ketty agar terbangun dan segera makan. Ketty menggeliatkan tubuhnya kemudian pelan-pelan mengerjapkan matanya. Tapi begitu melihat bundanya berada di sisi ranjangnya langsung bangun dan gugup karena dirinya sedang memeluk bunga dan surat. Kemudian pelan-pelan menyembunyikan di belakang tubuhnya.


Bunda tersenyum sambil mengusap-usap rambut putrinya. Ketty pun senang dengan sikap bundanya ternyata bundanya tidak memarahinya.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2