Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Prustasi


__ADS_3

Sejak telpon dari Indah tidak ada respon, berita tentang Katrin pun belum ada kabarnya. Pihak kepolisian pun sudah 2 bulan belum menemukan hasilnya. Orang kepercayaan Andi, Arga dan Ayah Seno pun belum menemukan titik terang.


Andi nampak prustasi dengan diculiknya Katrin, hidupnya jadi berantakan. Teman rekan kerjanya pun nampak kasihan melihatnya. Toni selalu menghiburnya dan ada kalanya Toni ikut dengan Andi mencari Katrin dengan tujuan yang tidak jelas.


Mbok Sum juga menyesal tidak bisa menjaga Katrin dengan baik, mbok Sum merasa bersalah karena saat itu dia bisa lengah dan tidak mengetahui kedatangan Indah.


Bunda Clara selalu menghibur putranya jika waktu senggang akan berkunjung ke rumah Andi. Bunda Clara mencari-cari Andi di rumahnya tidak diketemukannya. Bunda Clara kemudian bertanya kepada mbok Sum. “Mbok, dimana tuan muda Andi? Aku mencari-carinya tapi tidak menemukannya,” ucap bunda Clara yang menghampiri mbok Sum yang sedang masak.


“Itu nyonya, biasanya tuan muda mengurung diri dai dalam kamar bayi. Dan biasanya dikunci dari dalam nyonya. Ini kunci cadangannya, bisa kok di buka dari luar nyonya.” Mbok Sum memberikan kuncinya untuk bunda Clara.


Bunda Clara mengambil kunci yang diberikan oleh mbok Sum dan membuka kamarnya pelan-pelan. Dan memang betul ternyata Andi sedang berada di kamar bayi yang telah di siapkannya sebelum penculikan itu terjadi. Bunda Clara mengamati anaknya yang sangat berantakan. Rambutnya yang tidak terurus dan badannya kurus. Bunda Clara berjaln mendekati Andi hingga meneteskan air matanya menatap anaknya, namun Andi tidak menyadari jika bunda sudah berada di dekatnya.


Andi memegangi 2 box bayi yang dibelinya bersama Katrin. Andi mengingatnya disaat Katrin minta dibelikan box bayi.


Flash back on


“Sayang, aku ingin kamar bayi yang berada di sebelah kamar kita. Dan nanti tolong dibuatkan pintu yang menghubungkan dengan kamar kita. Dan jangan lupa kamu kasih 2 box bayi ya? Satu warna biru dan satunya warna pink,” rengek Katrin pada suaminya yang baru saja pulang tugas dari luar kota.


“Iya besok Minggu ya kita beli sama kamu. Aku masih sibuk lo sayang, jadi kamu mesti sabar ya?” ucap Andi waktu itu karena memang dirinya masih sibuk dengan kegiatannya di kantor. Setelah operasi penjaringan Gepeng Andi dituntut segera membuat laporan untuk kantornya.


“Sayang, aku mintanya hari ini ya hari ini tidak boleh besok ataupun lusa, tahu tidak ini juga permintaan calon anak kamu lo yang,” ucap Katrin tegas dan ngambek pada Andi suaminya. Andi pun menghela nafasnya kemudian langsung mendekati Katrin.

__ADS_1


“Iya, baiklah sayang aku mandi dulu ya? dan kamu segera ganti bajumu!” Perintah Andi sambil mencium kening istrinya untuk mencairkan suasana hati istrinya. Katrin langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Andi. Dan berbalik mengecup bibir suaminya.


“Terimaksaih sayang, kamu memang suamiku yang pengertian dan calon ayah yang baik untuk anak-anak kita. Berjanjilah kamu akan selalu membahagiakan dan menjaga kita ya?” ucap Katrin seraya menyatukan keningnya dengan kening Andi.


“Tentu sayang. Aku akan setia dan menjaga cinta kita dan buah hati kita untuk selama-lamanya. Itu janji suamimu yang tersayang.” Bisik Andi ke telinga istrinya dan kembali memeluknya.


Flash back off


Andi meneteskan air matanya mengingat bayangan istrinya. “Maafkan aku sayang aku tidak bisa menjagamu dan calon anak kita dengan baik,” gumam Andi lirih dan tak kuasa dirinya menangis hingga bahunya terguncang.


Bunda Clara yang sudah berada di samping Andi langsung merengkuh Andi dalam pelukannya kemudian mengusap-usap kepala anaknya agar bisa menenangkan dirinya. “Sayang, dengarkan bunda. Berdo’alah minta petunjuk sama Allah, bunda yakin Allah akan mengabulkannya. Percayalah akan kebesaran Allah,” ucap bunda Clara menyakinkan Andi.


“Sudah hampir dua bulan Katrin tidak ada kabar bun? Aku kuatir padahal sebentar lagi akan melahirkan,” ucap Andi lirih. Andi kembali menitikan air matanya.


Setelah selesai sholat mereka berdua pergi ke ruang tengah. Mereka ngobrol dan mengingat kebersamaan mereka dengan Katrin. Tak berapa lama kemudian ponsel Andi berdering dari ayah Seno.


“Nak segera kesini nak, nanti kita share lokasinya. Ini anak buah ayah sudah berhasil mengintai rumah kosong yang kemungkinan digunakan untuk menyekap Katrin selama ini. Rumah tersebut di jaga oleh beberapa orang. Ini ayah dan Arga sudah ada di lokasi. Dan Arga sudah menghubungi polisi,” ucap ayah Seno melalui ponselnya.


“Baik ayah. Aku akan segera meluncur ke sana,” ucap Andi dan langsung menutup ponselnya setelah ayah Seno ngeshare lokasinya.


“Bunda aku pamit dulu, do’akan menantu dan calon cucu bunda selamat.” Andi mencium tangan punggung bunda Clara. Kemudian Andi bergegas mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan bunda Clara yang masih bengong di tempatnya. Tapi tadi bunda Clara mendengar percakapan suami dan anaknya karena memang di loudspeaker oleh Andi.

__ADS_1


Bunda Clara langsung menghubungi bunda Ajeng untuk memberitahunya dan mengajakanya berdoa agar menantu dan calon cucunya ditemukan dalam keadaan sehat. Tak lama kemudian bunda Ajeng dan juga Anita datang ke rumah Andi. Semua yang ada di rumah Andi berdo’a untuk keslamatan Katrin dan calon anaknya.


Sementara itu Katrin yang disekap hampir dua bulan berusaha bertahan dengan keterbatasan yang telah disediakan. Untuk makan juga disediakan tapi tidak seenek makanan yang ada di rumah. Andi selalu memanjakanya dengan asupan-asupan gizi yang telah disediakan oleh mbok Sum.


“Hai nona, ayo makan makananmu dengan baik agar bayi dalam kandungan kamu terlahir sehat. Aku akan menjual bayimu ke luar negeri ada seseorang yang ingin mengadopsinya,” ucap salah satu pengawal Indah yang di sewa.


“Dengarkan aku pak. Aku tidak akan makan makanan yang kamu sediakan. Lebih baik aku mati bersama anakku daripada nanti kalian akan memisahkan kami. Aku tidak rela bayiku akan diasuh orang lain, apalagi orang-orang seperti kalian!” ucap Katrin sengit hingga menarik perhatian pengawalnya Indah. Pengawalnya Indah langsung menangkap kepala Katrin dan kemudian mendorongnya ke arah makanan hingga menyentuh bibirnya.


“Kalian benar-benar manusia yang tidak bermoral.” Dengan terbata-bata Katrin mengucapkannya karena menahan sakit.


“Ha…, ha…, makanya kalian jangan berurusan dengan nyonya kami. Ketahuilah nyonya kami itu sangat jahat dan kejam. Dia ratunya mafia yang terlibat di segala macam jaringan kejahatan.” Pengawal Indah terus memojokan Katrin hingga Katrin tidak bisa berkutik.


“Dengarkan aku kalau kalian tertangkap aku pastikan kalian akan masuk penjara seumur hidup kalian. Cankan itu! Aku tahu suamiku dan keluarganya tidak akan tinggal diam.” Katrin masih berusaha melawan. Tiba-tiba Indah muncul dihadapan Katrin.


“Apa kamu bilang kamu akan memenjarakan aku seumur hidup. Jangan mimpi kamu Katrin. Dengarkan aku setelah anakmu lahir aku akan menghabisimu. Dan untuk bayimu aku akan menjualnya karena akan menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi kami.” Indah tertawa terbahak-bahak dihadapan Katrin sehingga membuat Katrin muak. Katrin yang sudah dilepaskan oleh pengawal Indah langsung menghampiri Indah dan menamparnya.


“Plak…, dasar wanita jahanam. Aku tidak akan membiarkan kamu menjual bayiku.” Katrin nampak marah dan tidak bisa mengontol dirinya hingga membuat


Indah panas dan hendak menyakitinya.


Indah menampar balik Katrin hingga dua kali. Wajah Katrin nampak memerah akibat tamparan Indah. Katrin nampak menahan sakit karena wajahnya yang memar.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, bagaimana keselamatan Katrin ya? Mari kita simak episode selanjutny dan jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!


__ADS_2