
Hari ini Andi yang berada di rumah Katrin menikmati minum kopi di taman belakang, tiba-tiba berinisiatif mengajak ke rumah Alexa. “Dik ayo, kita ke rumah Alexa.” Ucap Andi kepada Katrin yang duduk di sebelahnya.
“Iya, nanti ya sayang, setelah sholat Magrib,” jawab Katrin yang asyik memainkan ponselnya. Andi mengambil ponsel Katrin dan menaruhnya di meja. Andi yang merasa tidak dipedulikan oleh Katrin langsung menangkup wajah katrin dengan kedua tangannya dan mencium bibirnya hingga merasakan sensasi yang luar biasa.
Katrin yang mendapat serangan secara tiba-tiba dari Andi langsung meresponnya. Andi semakin memanas melancarkan aksinya hingga akhirnya mereka menikmati sensasinya.
“Kak, kebiasaan ya? Cari kesempatan!” Katrin melepaskan diri dari Andi kemudian mengambil ponselnya pergi meninggalkan Andi.
Andi langsung menyusul Katrin dan menghentikan langkahnya. “Sayang, makanya jangan suka abaikan kakak, kalau tidak mau di hukum.” Bisik Andi di telinga Katrin.
“Dasar Arogant! Tapi tidak begitu dong kak!” Katrin melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.
“Dik, kakak minta maaf. Kakak tidak akan mengulanginya…, tapi kakak akan menikmatinya.” Andi kembali menggoda Katrin. Katrin yang kesal menghentak-hentakan kakinya ke lantai. Andi semakin terkekeh melihat tingkah Katrin.
Andi kembali merengkuh tubuh Katrin dalam pelukannya kemudian mencium keningnya. “Maafkan kakak ya sayang?”
“Nak, magrib ayo sholat bersama.” Bunda Ajeng tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua. Andi melepaskan pelukannya kemudian berjalan menggandeng Katrin mengikuti bunda Ajeng. Mereka melakukan sholat Magrib secara berjamaah dengan Andi sebagai imamnya.
Setelah melakukan kegaitan sholat Andi dan Katrin pamitan untuk ke rumah Alexa. Katrin bersip-siap mengganti pakaiannya dengan pakain yang casual sehingga nyaman untuk berpergian.
“Bunda, aku pergi ke tempat Alexa dulu ya?” pamit Katrin kepada bunda Ajeng.
“Iya, tapi kalian makan dulu ya? Bunda sudah masak masakan kesukaannya nak Andi,” ucap bunda Ajeng sambil menyiapkan makanan di meja makan.
“Wah, enak ya jadi menantunya bunda, tidak minta pun langsung dimasakan makanan kesukaannya. Tapi kalau anaknya sendiri minta diabaikan,” seloroh Katrin sambil membantu bunda menyajikan masakannya di meja makan.
“Ya…iyalah. Aku kan calon mantu kesayangan bunda,” jawab Andi senang, sambil menggeser duduknya berhadapan dengan Katrin.
“Kakak terlalu percaya diri. Menantunya bunda kan ada dua!” goda Katrin sehingga membuat bundanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan calon menantunya.
__ADS_1
“Sudah ayo segera makan! Nanti keburu dingin.” Bunda Ajeng mulai mengambil nasi dan lauknya. Katrin mengikutinya untuk mengambilkan makanan untuk Andi dan dirinya sendiri.
“Bunda, masakannya mantap,” Andi mengancungkan jempolnya memuji calon mertuanya untuk mengambil hatinya.
“Bunda kan jago masak kak, semua masakan bunda pasti ok!” ucap Katrin yang tampak menikmati masakan bundanya.
Mereka bertiga nampak menikmati makannya, setelah selesai makan, Katrin bersiap diri untuk pergi bersama Andi. Andi sekalian pamitan kepada bunda Ajeng.
Sesaat kemudian, Andi dan Katrin sudah berada di jalan raya mengendarai kendaraan Andi menuju rumah Alexa. Andi memarkirakan kendaraannya di halaman depan rumah Alexa, sesaat dirinya melihat mobil sport yang parkir di sebelah mobilnya. “Ada tamu ya rupanya? Tapi tamu siapa? bukankah paman dan tante masih di Amerika?” gumam Andi lirih sambil membukakan pintu mobil untuk Katrin.
Katrin yang mengetahui keberadaan mobil pak Irfan, pura-pura tidak mengenalinya dan langsung masuk ke rumah mengikuti Andi.
Andi tanpa permisi terlebih dahulu menyelonong masuk ke dalam rumah Alexa. “Pak Irfan! Apa yang bapak lakukan di sini!” Andi terkejut melihat sikap pak Irfan yang begitu dekat dengan Alexa.
“Ternyata benar yang dikatakan tempo hari, mereka serius menjalin hubungan. Kalau mereka menikah berarti kita akan sering ketemu,” gumam Andi lirih sambil mengusap dagunya.
“Apa? Kekasih? Dik kenapa mesti pak Irfan? Apa tidak ada yang lain?” tanya Andi yang nampak kesal dan kurang suka dengan pak Irfan.
“Kakak kenapa? Bukannya selama ini kakak selalu mendukung aku berpacaran dengan siapapun?” Alexa menatap tajam Andi dengan penuh selidik dan tanda tanya.
“Kak, apa salah kak Irfan?” Alexa berusaha mencari jawaban dengan menatap mata Andi dan Katrin secara bergantian. Katrin diam, takut menyampaikan sesuatu justru akan memperkeruh keadaan.
Pak Irfan yang tahu posisisnya langsung menghampiri Andi dan mengajaknya ke luar menuju teras. “Pak, Andi tolong beri aku kesempatan untuk membahagiakan Alexa! Aku begitu mencintainya!” Pak Irfan berusaha menyakinkan Andi. Andi yang dari awal pernah cemburu dengan pak Irfan tidak begitu saja percaya dengan pak Irfan.
“Apa mencintainya? Lalu bagiamana perasaan pak Irfan terhadap Katrin? Jangan-jangan pak Irfan mendekati Alexa untuk maksud tertentu?” Andi yang Arogant langsung berpikiran negative dengan pak Irfan.
“Aku tidak ada lagi perasaan sama Katrin. Entahlah aku begitu bertemu dengan Alexa langsung jatuh cinta dan dalam hatiku berkata kalau Alexa jodohku.” Pak Irfan kembali menjelaskan kepada Andi untuk mendapatkan kepercaayan dari Andi untuk menjadikan Alexa kekasihnya.
“Kalau tidak bisa, ya tidak bisa. Silahkan anda pergi dari sini!” ucap Andi tegas sehingga terdengar masuk ke dalam rumah dan Alexa mendengar perckapan mereeka. Alexa dengan sedikit berlari langsung ke luar menemui mereka.
__ADS_1
“Kak, apa yang kamu lakukan! Aku mencintai kak Irfan. Jadi aku mohon jangan pisahkan kita.” Alexa memegangi tangan Andi dengan mata yang berkaca-kaca. Katrin yang mengetahui hal itu langsung mengajak Alexa masuk ke dalam kamar.
“Dik sudahlah, kamu jangan menangis, nanti aku yang bilang sama kak Andi.” Untuk sementara kamu diam dulu. Aku akan bantu kamu membujuk kak Andi” ucap Katri sambil menenangkan Alexa.
“Kamu harus nurut sama kakak, karena papa dan mamamu menyerahkan tanggungjawabnya sama kakak.” Andi kelihatan sangat marah dan matanya berapi-api karena luapan emosi.
Pak Irfan yang belum beranjak pergi langsung mendekati Alexa dan memeluknya serta membelai rambutnya. Pak Irfan membisikan sesuatu ke telinga Alexa. “Dik, janganlah menangis, aku akan berusaha untuk mengambil hatinya, percayakan kepadaku.”
Andi bengong melihat sikap pak Irfan kepada Alexa. Katrin yang mengetahui sikap Andi segera mengajaknya masuk ke dalam rumah. Katrin berusaha mendinginkan hati Andi. Katrin memeluk Andi dan mengajaknya duduk di sofa.
Katrin merapatkan duduknya dekat dengan Andi. “Sayang, aku mencintaimu, meski ada ratusan bahkan ribuan seperti pak Irfan tidak akan menggoyahkan rasa cintaku padamu. Jadi hilangkan rasa cemburumu pada pak Irfan. Lihatlah mereka begitu saling mencintai.” Katrin mengusap-usap wajah Andi dan memeluknya sehingga meredakan rasa amarahnya. Tidak berapa lama kemudian Katrin mencium bibir Andi sehingga Andi terbawa suasana hingga terlena dibuatnya.
Rasa amarah Andi mereda berganti dengan rasa panas yang menyelimuti hatinya karena sentuhan Katrin. Katrin langsung melepaskan pelukannya dan mengajak Andi untuk pergi dari rumah Alexa. Andi sudah tidak memperdulikan Alexa dan pak Irfan lagi.
Katrin memberi kode pada Alexa lewat pergerakan tangannya dengan mennyatukan jari telunjuk dan jempolnya sebagai tanda aman kalau Andi sudah tidak mempermasalahkannya.
Alexa berhenti menangis dan tersenyum menatap kepergian Andi dan Katrin. “Terimakasih kak,” ucapnya lirih.
Sementara Andi sudah masuk dalam mobilnya dan membukakan pintu untuk Katrin. Andi masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk Katrin. Andi langsung mencium bibir Katrin kembali yang serasa candu baginya.
“Kakak, mesti dech memanfaatkan kesempatan!” Katrin mencubit pinggang Andi calon suaminya. Tak terasa waktu sudah hampir malam, Andi mengantar pulang Katrin dengan perasaan senang.
“Kak, Aku sayang dan cinta sama kamu.” Katrin menyandarkan tubuhnya di bahu Andi, yang lagi konsentrasi mengemudikan mobilnya.
“Aku juga, bahkan rasa sayang dan cintaku seluas Samudra,” kata Andi memencet hidung Katrin. Mereka sangat menikmati prjalannan mereka hingga sampai di rumah Katrin.
🍁🍁🍁🍁
Terimakasih para pembaca setia yang telah membaca dan jadi penggemar setia, untuk menambah semangat update episode selanjutnya, jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁🍁
__ADS_1