Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Tujuh Bulan


__ADS_3

Setelah pemakaman kakeknya Bima, semuanya ngaji di rumah Bima. Doni atas ijin Andi menunggu Bima di rumahnya sampai tujuh harinya sang kakek. Bima nampak sedih, tapi di sisi lain Bima dipertemukan dengan om, kakek dan neneknya dari ayahnya. Doni mengurus kepindahan Bima untuk di bawa ke rumahnya.


Setelah masalah Bima selesai, semua peserta KKN fokus melaksanakan kegiatannya hingga akhirnya mereka menyelesaikannya dengan baik bahkan dapat penghargaan menjadi peserta KKN paling kompak dan peduli dengan lingkungan.


Katrin selesai KKN dan ingin mengadakan pesta di rumahnya sekaligus mengadakan syukuran karena kehamilannya sudah memasuki usia tujuh bulan. Semua kerabat dan temannya nampak menikmati hidangan yang disajikan oleh Katrin.


“Kak Katrin aku mau tinggal disini boleh?” tanya Bima yang tiba-tiba sudah berada di dekat Katrin. Katrin menganggukkan kepalanya sebagai tanda memberi persetujuan kepada Bima. Bima bersorak senang kemudian menghampiri Doni untuk minta ijin tetap tinggal di rumah Katrin.


Bima yang tampan menarik simpati bunda Clara dan ayah Seno. Bunda Clara langsung jatuh hati dengan si tampan Bima. “Nak sini dekat sama bunda Clara. Nak Bima besok ikut bunda jalan-jalan sama ayah Seno ya? di tempat ayah Seno besok ada pertandingan Karate antar sekolah Dasar yang berada di semua wilayah kota.” Bunda Clara mengajak Bima duduk di dekatnya.


Bunda Clara dengan keramahannya langsung bisa mengambil hati Bima. Bahkan mereka nampak akrap satu sama lainnya. Tak berapa lama mereka dikejutkan dengan kedatangan Arga dan Anita.


Bima nampak mengagumi Arga yang datang dengan masih menggunakan seragam karena baru lepas piket.”Om, gagah…, aku Bima ingin menjadi seperti om? Bisakah?” tanya Bima kepada Arga dengan percaya diri.


“Bisa dong sayang, itu kan ada jenderalnya tanya tuh gimana caranya agar bisa menjadi jendral seperti ayah Sendi, kalau om masih kalah jauh dengan ayah,” jelas Arga kepada Bima sambil mendekatkan dirinya duduk di dekat Bima.


“Bima sayang, sini sama kak Katrin. Kamu temani makan ya sama kakak. Kakak ingin makan bersama kamu, mungkin adik-adik kamu yang masih di perut kakak sangat menyukai kamu.” Katrin mengelus-elus perutnya, Andi yang berada di dekatnya tidak diam sesekali menempelkan telinganya ke perut Katrin.

__ADS_1


Setelah acara makan-makan selesai, semua tamu berpamitan pulang. Doni juga pulang bersama Farida, sedangkan Bima sudah tertidur di kamar tamu. Bima bener-bener ingin tidur di rumah Katrin dan Andi.


“Sayang, gimana kalau ibu nanti menanyakan keberadaan Bima?” tanya Farida cemas sambil melihat pemandangan indahnya kota lewat jendela mobil.


“Tenang saja, ibu aku orangnya santai apalagi kalau Bima sudah berada di tangan keluarga bunda Clara. Ibu aku juga mengenal bunda Clara mereka bersahabat seperti saudaranya.


“Ok, kalau begitu kakak antar pulang aku ke kost ya?” ucap Farida kepada Doni sambil memejamkan matanya sejenak. Tapi karena dirinya kecapaian membantu acara tujuh bulanan Katrin akhirnya Farida tertidur pulas.


Doni yang tidak tega membangunkan Farida langsung membawa Farida ke apartemennya. Doni sudah lama tidak tinggal dengan orang tuanya. Jadi Doni lebih memilih tidur di apartemen. Doni menggendong Farida menuju apartemen dan membaringkannya di tempat tidur.


Farida terkejut dan hendak melepaskan pelukan Doni. “Kak Doni, apa yang ingin kakak lakukan? Kenapa aku bisa berada di tempat kakak?” tanya Farida yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Doni. Doni semakin mempererat pelukannya dan mengecup bibir, pipi dan kening Farida. Farida merasakan getaran aneh dalam dirinya. Hasrat Doni semakin memuncak sehingga melepaskan pelukannya karena takut nanti tidak bisa mengontrol dirinya.


“Dik, aku mandi di kamar mandi di luar ya? kamu mandi di sini saja. Baju ganti pakai dulu kaos atau hem milikku yang bisa kamu pakai ya? setelah itu kita sholat subuh bareng.” Doni langsung pergi meninggalkan Farida yang nampak bengong. Setelah Doni berlalu dari hadapannya, Farida langsung masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Setelah melaksanakan sholat subuh bersama, Doni mengantarkan Farida pulang ke rumah kostnya karena harus mengajar. Di sepanjang jalan mereka hanya terdiam, kemudian Doni memegang tangan Farida dan menciumnya sambil menatap jalanan konsentrasi mengemudi mobil.


“Dik, aku sudah tidak kuat dik menahan lagi hasrat ku untuk segera memilikimu seutuhnya, bulan depan kita nikah ya? Besok akan aku bicarakan dengan keluargaku, biar mereka segera memintanya kepada orang tuamu.” Doni berkata sambil memainkan tangan Farida yang digesek-gesekan ke pipinya.

__ADS_1


“Tapi kuliah aku masih lama kak? Aku takut nanti aku tidak selesai kuliah karena keburu menikah. Dan biasanya nanti akan bermalas-malasan,” ucap Farida sambil memanyunkan bibirnya. Doni yang gemas langsung menowel bibir Farida bahkan kalau tidak mengemudi mobil pasti sudah dikecupnya.


“Sayang, kau lihat Katrin bisa menjalaninya dengan baik. Bahkan saat KKN pun dia tidak mengeluh meskipun hamil. Percayalah sayang, aku tidak akan menyulitkan mu.” Doni berusaha menyakinkan Farida hingga akhirnya Farida menyetujui keinginan Doni.


“Baiklah kak, aku nurut apa kata kakak saja. Yang penting kakak mencintaiku dengan kelebihan dan kekuranganku.” Farida langsung mendekatkan bibirnya mencium pipi Doni. Doni tersenyum puas melihat kelakuan Farida.


“Dik kau ini bener-bener ingin membangunkan macan yang lagi tidur ya? Kamu tidak tahu ya kelakuan kamu ini bisa membuatnya terbangun dan hendak mencari sarangnya,” goda Doni kepada Farida sehingga membuat Farida terdiam tanpa suara lagi.


Sementara itu di rumah Katrin, [agi-pagi sudah dibangunkan oleh Bima yang mengetuk-ngetuk pintu kamar Katrin. “Kak Katrin om Andi ayo bangun? Kita jalan-jalan mengelilingi kompleks,” teriak Bima yang sudah rapi dengan baju olahraganya.


“Sayang siapa ya yang pagi-pagi sudah berisik banget. Mengganggu orang yang lagi tidur saja,” ucap andi yang semakin erat memeluk tubuh Katrin. Katrin langsung melepaskan pelukan Andi. Dan beranjak membukakan pintu kamarnya untuk Bima.


Bima langsung nyelonong masuk menuju ke tempat tidurnya Andi. “Om ayo bangun jangan suka malas-malasan. Kita olahraga ya? aku ingin berkeliling di sekitar kompleks sini.” Bima menrik-narik selimut Andi sehingga membuat Andi terbangun dari tidurnya. Andi bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihakan tubuhnya.


Setelah siap dengan baju olahraganya Andi langsung mengajak Bima jogging di luar kompleks. Mereka sangat akrap satu sama lainnya. Andi sangat perhatian sama Bima mereka sepanjang jalan saling bercanda menunjukan hubungan yang harmonis.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, mari kita simak episode selanjutnya dan jangan lupa kasih komentar, like, hadiah dan votenya!💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2