Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Nonton


__ADS_3

Hari minggu pun telah tiba. Ayah Andi sibuk dibelakang membantu bunda Katrin di dapur. Sedangkan Katan olahraga di belakang bersama Ketty. Setelah usai olahraga mereka duduk di teras belakang menghadap di pinggir kolam. Mereka minum susu dan beberapa hidangan kue ada di sampingnya.


Ketty yang super usil tiba-tiba bangun dari duduknya dan menyerobot kue kesukaan kakaknya. Katan berusaha mempertahankan kuenya agar tidak jatuh ke tangan Ketty.


“Dik, bukannya kamu sudah makan? Ini punya kakak, kamu itu cewek dik makannya kok banyak banget. Tidak luculah dik kalau kamu nanti kegemukan. Bisa-bisa Devan tidak tertarik dengan kamu lo dik?” ucap Katan pada adiknya dan secara tidak sengaja di dengar oleh ayah dan bunda.


“Kak, siapa itu Devan kak?” tanya ayah yang kawatir dengan putrinya yang baru beranjak dewasa.


“Itu yah cowok yang baru pindah dari luar kota yah, anaknya pokoknya ok banget. Dan kelihatannya tertarik sama dik Key yah,” ucap Katan pada ayahnya.


“Ayah jangan dengerin omongan kakak ya? Kakak sih pokoknya ngablak yah daripada tidak ada yang diomongin. Itu lo yah cowok yang kemarin nyamperin Key pas mobil ayah mogok. Masa baru kenal sudah dikatakan cinta sama aku. Kan aneh kak Ata.” Key membela diri dihadapan ayahnya.


“Kalian itu ya, sekolah dulu yang bener dan kerja nanti baru pacaran dan nikah. Kakak sama Adik hati-hati bergaulnya. Kalian boleh berteman tapi harus ada batasannya. Kamu harus bisa jaga diri, terutama kamu Key. Kamu harus bisa mengambil sikap kamu sebagi gadis yang memiliki adat istiadat dan budaya timur.” Ayah Andi memberi wejangan dan nasehat kepada putra dan putrinya.


“Siap yah. Aku dan adik tahu kok batasannya dalam bergaul. Dan perlu ayah tahu aku akan selalu menjaga dan mengawasi adik.” Katan menyakinkan kedua orang tuanya agar tidak mencemaskan pergaulan mereka.


“Enak saja main awasi orang aja. Kak, aku juga punya privasi dong kak. Awas ya kalau kakak melanggar privasiku maka aku juga tak segan-segan membeberkan rahasia kakak.” Ketty terkekeh karena sudah ke sekian kalinya bisa mengancam sang kakak.

__ADS_1


“Sudahlah kalian bercanda melulu. Sana mandi dan segera sarapan. Bunda sudah menyiapkan untuk kalian,” ucap bunda Katrin kepada kedua buah hatinya.


Ayah dan bunda nampak senang melihat kedekatan kedua putranya. Ayah duduk bersandar di bangku kemudian disusul bunda di sampingnya. Mereka berdua terbawa suasana yang sahdu, bunda menyandarkan kepalanya di bahu ayah Andi.


Anak-anak yang tahu suasana hati kedua orang tuanya langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Katan dan Ketty pun segara membersihkan dirinya dan segera sarapan karena aya dan bundanya sedang menunggu untuk sarapan bersama.


Ayah Andi dan bunda Katrin senang dengan putra dan putrinya yang nampak rukun. Bahkan kalau di luar mereka kompak saling melengkapi satu sama lainnya.


Setelah semuanya siap mereka sarapan bersama. Setelah sarapan mereka ngobrol sebentar. Katan dan Ketty pamitan kepada ayah dan bundanya kalau mereka mau nonton bareng. Ayah Andi tidak pernah mengekang mereka berdua. Namun tiba-tiba ayah mengatakan kalau dirinya dan bunda Katrin hendak ikut nonton bersama mereka.


Katan dan Ketty saling pandang. Kalau ayah dan bunda ikut berarti mereka tidak jadi mengajak Alya, takut ketahuan dan menimbulkan salah paham. Ayah tahu mereka menyembunyikan sesuatu. Ayah pun bertanya kepada mereka. “Kak, ada apa kak? Apa kamu tidak ingin ayah dan bunda ikut dengan kalian?” tanya ayah pura-pura tidak tahu.


“Ya sudah nanti kita nonton bareng. Kak, kamu beli tiketnya ya? Sekalian kamu beli tiket dengan aplikasi ya? Tolong kamu belikan 6 tiket nanti uangnya ayah ganti,” ucap ayah sambil berdiri kemudian menggandeng bunda Katrin masuk ke kamar untuk bersiap diri.


“Kak 6 tiket kira-kira untuk siapa ya yang 2 tiketnya?” tanya Ketty pada sang kakak. Kaka Ata hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda kalau dia tidak tahu.


“Assalamualaikum kak Ata dan kak Key. Ayo berangkat?” tiba-tiba Alex dan Arsha muncul dihadapan mereka berdua. Ata dan Key saling pandang ternyata yang dua tiket untuk sepupunya.

__ADS_1


“Iya, nunggu ayah dan bunda dulu. Kalian udah makan belum. Tuh sarapan dulu biar disediakan sama mbok Sum,” ucap Ata kepada saudara sepupunya. Alex dan Arsha langsung nyelonong masuk menuju ruang makan. Mereka berdua makan dengan lahapnya karena kebetulan tante sama om Arga ke luar kota untuk perjalanan dinas. Sekitar dua minggu, mereka masak masakan pembantunya jadi merindukan masakan rumahan buatan bundanya.


Setelah ayah dan bunda turun mereka berangkat dengan mengendarai mobil Pajero sport milik ayah Andi dengan Katan sebagai Pengemudi dan Ketty duduk disampingnya. Untuk ayah dan bunda duduk dibelakang sendiri untuk yang tengah Alex dan Arsha. Mereka berenam nampak senang dan menikmati perjalanan mereka.


Setelah sampai di mall, Katan memarkir kendaraannya di tempat parkiran. Mereka langsung menuju ke studio 2 dimana disitu khusus untuk mereka yang datang bersama keluarga atau kerabatnya. Karena tempatnya di desain sedemikian rupa hingga membuat para keluarga nyaman untuk nonton.


Ayah Andi dan keluarga nampak menikmati film yang ada di bioskop. Mereka nampak menikmatinya karena memang melihat Film yang sifatnya menghibur berupa komedi. Bahkan ayah Andi dan bunda Katrin tertawa lepas melihat hiburan hari ini.


Ketty yang duduk dengan Katan sibuk sendiri dengan makanannya hingga membuat orang di sampingnya merasa terganggu. Orang yang duduk di sebelah Ketty menegurnya agar mereka tidak berisik.


Dengan diam akhirnya mereka menikmati filmnya sampai habis. Setelah waktu pertunjukan selesai, lampu ruangan di bioskop dinyalakan. Mereka langsung keluar ruangan, namun tiba-tiba di depan pintu bioskop Ketty ada yang mencoleknya. Ketty nampak terkejut denganya dilihatnya ternyata Devan dan keluarganya juga nonton di bioskop.


“Ketty, om, tante dan semuanya, perkenalkan ini keluarga aku,” ucap Devan ramah.


“Leo…, Sandra? Jadi Devan putramu ya? Wah kalian memang bener-bener orang tua yang bisa membanggakan putra kalian. Devan jadi anak yang tumbuh dengan baik dan cerdas serta tampan. Pasti kalian sangat senang punya putra seperti dia. O…, iya kenalkan ini putra dan putri aku serta keponakanku.” Ayah Andi memperkenalkan anggota keluarganya satu persatu untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka berdua.


Leo menyambutnya dengan baik karena memang dari dulu Leo sudah menyelesaikan masalah diantara mereka. Bahkan Leo sekarang sangat berbeda dengan Leo yang sekarang. Untuk Sandra sudah bisa merubah sikapnya kelihatan dari pertemuan hari ini. Sedangkan Katrin masih sedikit canggung dengan pertemuan yang tidak di sengaja ini.

__ADS_1


Andi menghela nafasnya. Ternyata dunia itu memang sempit. Anak-anaknya harus bertemu dengan Anak Leo dan Sandra yang sudah lama mereka hindari. Namun dengan santai langsung bisa mengendalikan keadaan. Andi mengundang mereka untuk makan-makan bersama, tapi Leo menolaknya karena dirinya ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkannya.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕


__ADS_2