Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Devan Family


__ADS_3

Devan yang baru masuk sekolah di tempat barunya nampak senang dan bersiul-siul masuk ke rumahnya. Didapatinya mamanya sedang berada di ruang tengah menikmati acara televisi. Devan tanpa menghiraukan mamanya langsung nyelonong hendak masuk ke kamarnya.


“Devan? Mana bisa kamu bersikap seperti itu nak?” Mama Devan menegur anaknya. Devan secara reflek langsung membalikan tubuhnya dan kembali menghampiri mamanya. Kemudian minta maaf kepada mamanya. Devan dengan perasaan bersalahnya langsung duduk dengan mamanya.


“Ma, papa pulang jam berapa? Biar Devan yang jemput di Bandara. Aku sudah kangen sama papa!” tanya Devan pada mamanya. Mama Devan kemudian melihat jadwal penerbangan yang diberikan oleh suaminya lewat ponselnya.


“Jam 5 nak, sekarang kamu siap-siap sekalian nanti kita jemput adik kamu di rumah nenek kamu ya? tadi adik kamu setelah pulang sekolah langsung kesana.” Mama Devan langsung bergegas masuk e kamar dan siap-siap menjemput suaminya, diikuti oleh Devan yang langsung bersiap diri juga.


Tidak lama kemudian ibu dan anak sudah siap dengan pakaian yang sangat rapi. Kemudian mereka meluncur menuju bandara. Devan yang memegang kemudi mobil meluncur sedang karena jalanan terlihat ramai.


Dua puluh menit kemudian Devan memarkirkan kendaraanya di halaman bandara. Setelah memarkirkan kendaraannya mereka berdua berjalan menuju ruang tunggu tapi tiba-tiba Devan menabrak seorang wanita yang keluar dari toilet.


Devan sangat terkejut lagi-lagi dia dipertemukan dengan Ketty yang cantik dan super arogant.


“Ketty…, Devan…,” ucap mereka bersamaan sehingga membuat mama Deva tertawa melihat tingkah konyol mereka.


Devan memperkenalkan Ketty kepada mamanya. Mama Devan nampak menyukai Ketty yang cantik tapi dia memperhatikan wajah Ketty seperti mengingatkan dirinya pada seseorang. “Mungkinkah itu putri Andi dan Katrin? Wajahnya begitu mirip dengan Andi? Ah…, mana mungkin kebetulan sekali,” gumam mama Devan lirih.

__ADS_1


“Tante aku permisi dulu, kasihan kak Katan sama om aku menunggu di mobil,” ucap Ketty sopan kemudian meninggalkan mereka berdua. Mama Devan memperhatikan putranya yang kelihatan mengagumi Ketty.


“Cantik. Kamu kenal dimana?” tanya mama Devan kepada putranya.


“Di sekolah ma, dia itu cewek paling asyik yang aku kenal. Dan pribadinya membuat aku kagum ma? Dia cewek paling jutek yang aku temui. Dan yang membuat aku penasaran dia tidak seperti gadis lain yang suka mengejar-ngejar aku.” Devan sangat antusias bercerita tentang Ketty padahal baru sehari mengenalnya. Mama Devan nampak menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya.


“Ma, itu papa Leo.” Devan menghampiri papanya dan memeluknya karena seminggu tidak bertemu. Kemudian Devan membawakan tas papanya untuk ditaruh di bagasi mobil. Keluarga mereka nampak harmonis papa Leo mengecup bibir istrinya kemudian menggandengnya masuk ke dalam mobil. Devan terkekeh melihat tingkah laku kedua orang tuanya. Devan yang sudah dewasa memahami kerinduan kedua orang tuanya. Devan mengalah duduk di depan sebagai pengemudi dan membiarkan kedua orangtuanya duduk di belakang.


“Kak, adik mana?” tanya papa Leo tiba-tiba setelah melihat putrinya tidak bersama mereka.


“Adik di rumah nenek pa, ini sekalian mau jalan jemput adik. Papa tidak keberatan kan? Kita mampir ke rumah nenek,” tanya Devan kepada ayahnya. Ayahnya pun menjawab kalau dirinya tidak keberatan menjemput putri yang dia sayangi.


Nenek yang sudah tua langsung menegur Devan agar tidak berisik, karena nenek memang tidak menyukai suasana yang ramai. Nenek langsung menjewer telinga Devan hingga meringis menahan sakit. Semua orang tertawa melihat tingkah nenek dan Devan. Sementara itu Delia tampak tertawa terbahak-bahak mendekati mereka.


“Kakak, seperti anak kecil saja. Makanya kak volume suaranya diatur biar nenek tidak kaget.” Delia langsung menghempaskan dirinya duduk di dekat neneknya. Tapi begitu melihat kehadiran papanya Delia langsung berhamburan memeluk papanya. Delia bergelayut manja dilengan papanya dan kemudian menanyakan oleh-oleh dari papanya.


Papa Leo langsung mengeluarkan bingkisan untuk Delia dan juga nenek. Sedangkan untuk mama dan Devan berencana diberikan di rumah. Mereka ngobrol sebentar di rumah nenek kemudian mereka pamit pulang karena waktu memang sudah menjelang malam.

__ADS_1


Devan mengemudikan mobilnya dan Delia duduk di samping kakaknya. Mereka nampak menikmati kebersamaan mereka. Sesekali Delia menggoda kakaknya jika ada cewek yang berhenti di dekat mobilnya ketika lampu merah.


“Kak itu cewek cakep lo kak,” bisik Delia di telinga kakaknya. Sedangkan kakaknya tetap fokus mengemudi sehingga membuat Delia gemas.


“Kak masa sih kakak tidak tertarik sama cewek? Padahal banyak lo yang naksir kakak. Kakak ku yang tampan jangan sampai ya kakak nanti nikah tua tidak punya pasangan.” Delia kesal melihat sikap kakaknya yang cuek. Hal itu bisa dilihat oleh mama Sandra. Kemudian mama Sandra memberitahu Delia kalau kakaknya hanya tertarik sama cewek yang baru saja dikenalnya di sekolah dan tadi juga bertemu di bandara.


Delia nampak senang dengan berita mamanya dan berusaha ingin tahu bagaimana ciri-ciri cewek yang di sukai kakaknya. Sang mama hanya tertawa melihat tingkah laku kedua anaknya.


Papa Leo tiba-tiba ikut nimbrung dengan istri dan kedua anaknya. Papa Leo memberi nasehat kepada mereka untuk berhati-hati dan jangan sampai terlibat pergaulan bebas. Papa Leo mengingat masa mudanya yang kurang control sehingga mereka menikah. Papa Leo sekarang beda dengan papa Leo yang dulu.


“Siap pa,” ucap Devan dan Delia bersamaan. Keluarga mereka nampak harmonis meskipun dulu Leo dan Sandra memiliki masa lalu yang kelam.


“Kak, kalau kakak ada waktu ajak tuh cewek main ke rumah. Aku penasaran dengan cewek yang bisa membuat hati kakak luluh,” bisik Delia mencondongkan tubuhnya mendekati telinga kakaknya. Papa Leo dan mama Sandra mendengarkan percakapan mereka saling memandang dan tersenyum. Tidak terasa kedua anaknya beranjak dewasa dan bahkan juga sudah mengenal lawan jenis.


“Ma, papa mohon mama sering-sering mengontrol pergaulan mereka ya? papa khawatir dengan mereka berdua,” ucap papa Leo sambil mencium kening istrinya. Mama Sandra menganggukan kepalanya kemudian bergelayut manja menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Devan dan Delia sangat menyukai kebersamaan kedua orang tuanya.


“Kak, kau lihat papa dan mama mereka sangat menyanyangi satu sama lainnya. Besok aku kalau punya suami pingin dapet cowok seperti papa. Papa yang romantic dan sayang pada keluarganya,” ucap Delia sambil melirik keromantisan kedua orang tuanya melalui kaca spion mobil yang berada di tengah.

__ADS_1


“Kau itu dik. Belajar dulu yang bener baru mikir cari cowok,” goda Devan diikuti suara tertawanya kedua orang tua mereka.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.


__ADS_2