Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Ijab Kabul


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pagi, terdengar adzan subuh berkumandang, Katrin dan temennya bagun dari tidurnya dan segera membersihkan dirinya untuk menunaikan ibadah subuh. Setelah melaksanakan ibadah subuh mereka bersiap diri untuk sarapan. Tak berapa lama setelah sarapan tim perias datang hendak merias mereka. Suasana rumah mereka ramai dengan kerabat dari bunda Ajeng dan ayah Katrin.


“Rin, kamu cantik sekali. Kamu kelihatan beda seperti putri cinderela,” ucap Anita yang tidak lepas memandang wajah Katrin sahabatnya.


“Iya betul, pasti kak Andi akan mengagumi mu!” tambah Dewi yang ikut berkomentar menyambung pernyataan Anita.


“Kalian juga cantik kok!” Katrin tersenyum memandang kedua sahabatnya.


Acara akan dilaksanakan jam 9 pagi, tapi persiapan mereka untuk dirias hampir memakan waktu 2 jam.


Sementara itu di kediaman Andi, semua orang disibukan dengan mahar dan seserahan yang dibawa Andi. Bunda Clara selalu menginginkan semua barang yang terbaik untuk calon menantunya. Bahkan bunda Clara langsung menangani sendiri segala keperluannya.


“Alexa semua barang sudah masuk ke dalam mobil kan?” tanya bunda Clara sambil mengecek barang yang akan dibawanya satu persatu. Ayah Sandi yang mengetahui istrinya seperti itu menggeleng-gelengkan kepalanya karena bagaimanapun dia tidak menginginkan istrinya jatuh sakit.


“Sayang, sudahlah serahkan masalah barang seserahan pada yang masih muda,” ucap Ayah Sandi sambil menggandeng bunda Clara untuk duduk di kursi.


“Ayah, aku ingin terbaik untuk menantuku. Dan aku ingin semuanya dalam pengawasan aku.” Ayah Sandi tersenyum memandang istrinya dan paham betul kemauan istrinya.


“Ayah, bunda bagaimana penampilan aku,” Andi turun menghampiri ayah dan bundanya menggunakan setelan jas berwarna cream yang terkesan kalem dan elegan. Model yang dia pilih slim fit dengan kombinasi kemeja dan celana yang juga ngefit untuk menampilkan siluet tubuhnya yang macho dan menawan.


“Wah putra bunda, bener-bener cakep dan tampan.” Bunda Clara mengacungkan jempolnya. Tak lama kemudian Arga juga bergabung dengan mereka. Arga tidak kalah cakep dengan Andi.


“Kak, sudah hafal belum bacaan ijab kabul nya.” Arga mengingatkan dan memastikan kepada kakaknya.


“Sudah. Aku tadi malam menghafalkannya,” kata Andi yang duduk di dekat ayahnya.


“Kak selamat ya, aku senang kakak sebentar lagi akan menikah.” Alexa datang tiba-tiba bersama dengan pak Irfan. Pak Irfan menghampiri Andi dan mengucapkan selamat juga. Keberadaan pak Irfan di keluarga Andi sudah mendapat restu dari semua pihak dan Andi pun sudah tidak mempermasalahkan hubungan mereka.

__ADS_1


“Bro semuanya sudah siap mari kita berangkat.” Tiba-tiba Doni datang menghampiri mereka. Doni membawa pakaian Andi dalam kopernya dan hendak memasukan semua keperluan Andi di dalam mobilnya.


Rombongan andi berangkat menuju rumah Katrin. Andi duduk di dalam mobil yang dikemudikan oleh Doni dan Arga menemaninya.


Mereka bertiga berbicara dengan sangat inten membahas vitalitas kaum pria. “Bro selamat ya? Kamu sebentar lagi akan melepas masa lajang kamu. Sudah minum obat kuat belum bro? Aku punya resep khusus kalau kamu mau.” Doni memulai pembicaraan diantara mereka untuk menghilangkan ketegangan yang dirasakan oleh Andi.


“Terimakasih bro, aku tidak perlu begituan ya. Aku rasa tanpa dooping obat, aku bisa melakukannya berkali-kali.” Ucap Andi penuh percaya diri. Andi mengangkat lengan kanannya bergaya layaknya peragawan.


“Kak, tapi jangan telalu berlebihan ya? kasihan kakak ipar nanti tidak bisa jalan.” Arga menimpali mereka dari kursi belakang.


“Kalian dong yang berlebihan, masa begituan bisa membuat tidak bisa jalan.” Andi menimpali ucapan Arga.


Tak terasa Andi dan rombongan sudah sampai di rumah Katrin, rombongan disambut sangat meriah oleh keluarga Katrin. Setelah semuanya siap mereka duduk di tempat yang telah disiapkan. Tidak berapa lama pak penghulu datang. Tora selaku wali dari pihak Katrin menikahkan mereka. Andi mengucapkan ijab qobul dengan lancar.


“Gimana syah?” tanya pak penghulu kepada semua orang. Dan semua orang menjawabnya. “Syah,” ucap mereka serempak.


Setelah sampai di dekatnya, Andi mencium keningnya dan berbisik mengucapkan sesuatu di telinga Katrin. “Terimakasih sayang kamu sangat cantik.” Andi melekatkan cincin pemberiannya di jari manis Katrin.


Selanjutnya acara dilanjutkan dengan foto bersama dengan kedua mempelai. Semua kerabat dari mempelai pria maupun wanita foto bersama bergantian bersama kedua mempelai.


Giliran Alexa dan pak Irfan untuk foto bersama dan mengucapkan selamat. “Selamat pak Andi, do’akan kita segera menyusul,” ucap pak Irfan tulus sehingga Andi sudah tidak dibakar cemburu lagi.


“Terimkasih. Semoga kamu bisa membahagiakan Alexa dan janganlah kau sakiti adikku,” ucap Andi lirih.


Untuk giliran berikutnya group rempong paling akhir untuk berfoto mereka ke depan dengan pasangan mereka masing-masing. Arga dan Anita foto bersama dengan pengantin dan selanjutnya disusul Toni dengan Dewi. Mereka tampak kompak dengan pasangannya dan suasana menjadi ramai karena kegaduhan yang mereka buat.


“Pak, Andi akhirnya menikah juga ya? Mbak Katrin akhirnya terjerat juga ya sama cintanya Satpol PP yang Arogant dan somplak,” goda Toni pada Katrin sehingga semua orang tertawa mendengarnya.

__ADS_1


“Pak Andi, ingat rujak dan es cendol kan?” ucap Pak Broto yang baru datang dengan istrinya.


“Kalau itu sih ingat banget pak. Terimakasih pak, karena bapak yang salah target membuat aku semakin dekat dengan gadis pujaan aku.” Andi menyalami pak Broto dan istrinya sambil melirik Katrin.


“Pak besok minggu, kalau tidak ada halangan ikut perayaan pesta kami di villa ya? Sekalian keluarganya dibawa pak!” ucap Andi sekaligus undangn untuk mengundang pak Broto.


“Siap pak akan kami usahakan,” ucap pak Broto sekaligus pamitan untuk pulang.


Acarapun sudah selesai waktu menunjukan pukul 13.30 wib. Semua tamu sudah pulang dan property dan dekorasi sudah dibereskan oleh pihak Weeding Organizer. Katrin dan Andi sudah bersiap diri untuk kembali ke kamarnya. Disaat Katrin dan Andi melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar, tiba-tiba dari arah pintu muncul Leo dan Sandra. Mereka menghampiri Katrin dan Andi.


“Selamat ya, atas pernikahan kalian, semoga kalian segera dikarunia momongan,” ucap Leo yang menggandeng tangan Sandra yang perutnya mulai membesar. Katrin terdiam dengan sikap Leo, Andi yang mengetahui situasi seperti itu langsung mengucapkan terimakasih atas ucapan Leo.


“Terimakasih telah menyempatkan diri untuk hadir di pernikahan kami. Silahkan mencicipi hidangan yang ada. Maaf kami pamit dulu karena istri saya kelelahan,” ucap Andi sopan kemudian menggendong Katrin ala bridal style menuju kamar Katrin. Karin dengan manjanya melingkarkan tangannya di leher Andi.


Leo yang melihat situasi seperti itu hanya bisa menelan salivanya, karena Leo sesungguhnya masih ada rasa sama Katrin. Sandra yang mengetahui perubahan sikap Leo menjadi sangat kesal. Sepanjang jalan menuju rumahnya Sandra cemberut dan memanyunkan bibirnya. Leo tidak peka aas perubahan yang terjadi dalam diri Sandra.


“Kak, bagus ya? kamu abaikan istrimu hanya karena istri orang lain! Kamu masih mencintainya ya?” ucap Sandra kesal dan matanya berkaca-kaca menahan air matanya.


“Maaf dik, bukan maksud aku seperti itu, percayalah aku akan membahagiakanmu.” Leo memegangi tangan Sandra, tapi Sandra yang sudah dibuatnya kesal langsung menghempaskan tangan Leo.


“Kak, jangan sentuh aku selama kamu masih terobsesi dengannya.” Sandra tak kuasa membendung air matanya. Leo yang mengetahui itu langsung menepikan mobilnya. Leo merengkuh Sandra dalam pelukannya dan menciumi kening Sandra.


“Aku janji dik mulai sekarang hanya ada kamu yang ada di hatimu. Aku akan fokus sama kamu dan calon anak kita.” Leo mengelus-elus rambut Sandra, karena dia tidak menginginkan sesuatu terjadi sama perkembangan calon anaknya di perut Sandra.


Sandra mulai tersentuh dengan perkataan Leo, perasaan Sandra mulai melunak dan mulai mempercayai Leo. Di dalam manik mata Leo ditemukan kejujuran di dalammnya. Akhirnya mereka melanjutkan untuk pulangg ke rumah.


🍁🍁🍁 Terimakasih para pembaca setia yang telah membaca dan jadi penggemar setia, untuk menambah semangat update episode selanjutnya, jangan lupa kasih komentar, like dan votenya!🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2