
Perayaan perpisahan dengan Key berjalan dengan sangat meriah. Semua teman-teman Key menikmatinya. Segala jenis makanan dan minuman di hidangkan untuk teman Key. Semua temen Key pulang meninggalkan mereka, di restauran hanya nampak Devan dan Key yang ditemani oleh Leli.
Mereka bertiga pun terlibat percakapan. Mereka membahas masa depan dan rencana mereka selanjutnya setelah lulus kuliah.
“Kak, aku tetap melanjutkan ke Amerika untuk mendapatkan gelar dokter spesialis bedah. Dan aku harap kakak masih bisa menunggu aku selama 2 tahun. Aku yakin semua akan baik-baik saja, dan aku percaya akan ketentuan Allah. Aku harap kakak tetap bersabar jika dalam kurun waktu 2 tahun kakak tidak bisa menunggu aku kakak boleh meninggalkan aku,” ucap Key tiba-tiba hingga Devan bereaksi langsung membungkam mulut Key dengan tangannya.
“Sayang janganlah kamu berkata seperti itu. Aku janji akan menunggu kamu sampai kamu selesai menyelesaikan kuliah kamu.” Devan menarik tangan Key untuk selanjutkan ditempelkan di dalam dadanya.
“So sweet banget kalian ya? Aku jadi iri lihat kalian?” ucap Leli yang memperhatikan mereka berdua.
“Leli, apaan sih emang kak Satria tidak romantis kepadamu? Besok kak Satria pulang ke rumah oma Ajeng lo?” Key menggoda Leli yang ternyata sudah jadian dengan Satria sepupunya.
“Iya, aku tahu besok suruh jemput aku di stasiun. Dia gak mau mengendarai mobilnya sendiri, biar tidak capek,” ucap Leli memberitahu Key.
Di saat mereka bertiga asyik bercerita, tiba-tiba muncul ibu-ibu dan seorang gadis mendatangi mereka.
“Wah, bener-bener ya sudah dikasih tahu untuk menjauhi putraku masih nekad juga. Dengarkan hai gadis murahan, Devan sudah punya calon ya? Dan perlu kau ingat calon Devan itu seorang pramugari yang punya masa depan cerah dan bisa membantu karier Devan karena semua saudara dan kerabatnya petinggi di kepolisian.” Mama Devan tiba-tiba menghampiri mereka.
“Mama? Apa yang mama lakukan? Ma aku hanya cinta dan ingin menikah dengan Key. Aku tidak mau mama jodohkan dengan siapapun, termasuk dengannya!” jawab Devan tegas hingga menambah kemarahan mamanya dan gadis yang ada di sampingnya.
“Hai, dasar cewek murahan, pasti kau guna-guna kak Devan agar memilihmu. Dengarkan aku kau lebih baik tinggalkan kak Devan. Relakan kak Devan hanya untuk aku, bagaimanapun perjuangan kalian tidak ada gunanya karena kak Devan akan menjadi milik aku.” Gadis itu ternyata putri dari atasan Devan yang kebetulan kenal akrap dengan mamanya.
__ADS_1
“Dengarkan aku mbak yang sok cantik, yang jelas semuanya terserah Devan. Aku tidak peduli dengan kalian aku mau pergi dulu. Permisi!” Key berdiri hendak beranjak meninggalkan restoran tersebut diikuti Leli. Namun tiba-tiba Key diserang oleh gadis itu. Key berhasil menghindar tapi tiba-tiba Sandra ikut menyerangnya.
Disaat Key terpojok ada sesosok laki-laki yang membelanya. Brian langsung menarik Key dan menempatkan di belakang tubuhnya.
“Maaf ibu dan anda nona kalau anda tidak bisa bersikap sopan lebih baik tinggalkan restoran ini, jika tidak akan aku laporkan anda ke pihak yang berwajib. Oh …, iya aku lupa di sini ada bapak polisi yang terhormat… tuan Devan bisakah anda mengambil keputusan? Segera ajak pergi mama anda dan gadis anda tersebut!” Bentak Brian pada Devan dan mamanya.
“Hai, apa urusan mu? Ini urusan aku dengan kekasih aku dan keluargaku. Anda tidak berhak ikut campur. Aku bisa menyelesaikannya sendiri,” Devan emosi dengan tingkah Brian yang sok jagoan.
“Urusan kamu? tapi kamu membiarkan kekasih hatimu dianiaya oleh mama dan pacarmu itu? Itukah namanya kekasih? Dasar cowok tak punya hati!” Brian kembali mengungkapkan pendapatnya untuk membela Key.
“Apa kamu bilang? Jangan remehkan diriku ya? Ingat bagaimanapun aku tidak akan melepaskan Key. Key ayo aku antar pulang kau.” Tiba-tiba Devan memaksa Key untuk mengikutinya, namun Key tidak menghiraukannya karena hatinya masih merasakan sakit.
“Hai, ayolah kak jangan paksa dia kalau tidak mau ya sudah. Ayo kita pulang, kalau tidak kakak akan aku laporkan pada ayah aku agar dipindah tugaskan.” Ancam gadis tersebut pada Devan, dan anehnya Devan menuruti kemauan gadis tersebut.
“Terimakasih kak, anda telah membantu teman saya,” ucap Leli lirih karena masih terpesona dengan Brian yang tampan dan berkharismatik.
Brian menganggukkan kepalanya. Kemudian membimbing Key masuk di ruang pribadinya dan diikuti oleh Leli. “Kau tenangkan dulu pikiranmu, nanti akan aku antar kau pulang ke rumah.” Brian mengambilkan air mineral ke dalam kulkas dan diberikannya kepada Key dan Leli.
Brian berusaha menghubungi Ata, namun tidak juga diangkat oleh Ata. Kemudian Brian bertanya kepada Leli. “Eh…mbak…?” ucap Brian yang terpotong oleh Leli.
“Leli kak, iya kakak mau bertanya sesuatu?” tanyanya pada Brian.
__ADS_1
“Lel, kamu tadi kesini naik apa?” tanya Brian yang bermaksud mengantar mereka berdua pulang ke rumah.
“Aku sih naik taxi kak, kalau Key tadi sih bareng sama Devan permipan itu!” jawab Leli kesal jika mengingat Devan.
“Ok. Fix kalau begitu kalian aku antar pulang, kebetulan tadi aku telpon Ata tidak diangkat,” jelas Brian pada Leli dan Key.
“Yang benar kak? Coba aku telponnya, aku juga nyimpen nomer Ata? Jangan-jangan kakak modus ingin mengantarkan Key pulang?” Leli pun segera menekan tombol telponnya untuk menghubungi Ata, tapi memang benar telponnya tidak aktif.
“Gimana? Bisa tidak?” tanya Brian pada Leli untuk meminta kejelasan.
“Iya kak. Tidak aktif. Kak, karena hari semakin larut maka kalau kakak mau mengantar kami pulang sebaiknya sekarang saja. Aku takut sama ayahnya Key yang over protektif nanti malah kita disalahkan.
“Baiklah, key gimana keadaan kamu? kalau pulang sekarang bagaimana? Aku akan antar kamu pulang ya?” ucap Brian lembut sambil mendekati Key yang masih melamun membayangkan kejadian baru saja.
“Iya kak, tapi tolong jangan kasih kak Ata ya? Tentang masalah ini, apalagi memberitahu ayah? Pasti ayah akan murka besar.” Ucap Key terbata-bata dan menyakinkan Brian.
“Tenang saja gadisku, aku tidak akan membocorkan masalah kalian berdua pada kakak kamu maupun pada orang tuamu!” jawab Brian dengan sedikit menggoda Key.
“Kak Brian…,” Key gemes dengan tingkah Brian. Key melempar tisu ke arah Brian. Sedangkan Leli kembali dibuat terkejut dengan tingkah mereka berdua.
“Gadisku. Bener-bener kalian itu pasangan yang serasi ya? Key ini sih bibit unggul? Janganlah kau sia-siakan dia Key?” bisik Leli di telinga Key hingga Key memukul bahu Leli.
__ADS_1
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah.💕💕💕
Ikuti juga karya kami berikutnya kisah : "Misteri Menantu Pengganti, " dijamin ketagihan.