Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Warisan Leluhur Bunda Clara


__ADS_3

Assalamualaikum bunda?” ucap Katrin waktu masuk ke kamar bunda Clara.


“Waalaikumsalam nak? Sini duduk nonton telenovela sama bunda.” Bunda Clara menggeser tempat duduknya merapat ke suaminya. Katrin menempatkan dirinya duduk berdekatan dengan bunda Clara.


“Bunda, ayah makanannya sudah siap. Mari kita makan,” ucap Katrin memberitahu bunda Clara.


“Iya nak, mari kita makan.” Ayah Sandi menggandeng bunda Clara menuju ruang makan.


Mereka berempat makan dengan lahap, terutama bunda Clara nampak menyukai masakan yang dibuat oleh Katrin.


“Mbok, masakannya enak sekali?” puji bunda Clara sambil melanjutkan makannya.


“Itu yang masak nak Katrin, nyonya,” ucap mbok Ijah sambil menuangkan minum di dalam gelas bunda Clara.


“Betul begitu nak?” tanya bunda Clara terhadap Katrin calon menantunya.


“Tidak kok bunda, aku hanya membantu saja, mbok Ijah yang memasaknya.” Katrin nampak tersipu malu mendengar pujian calon mertuanya.


“An…, kamu memang pinter milih calon menantu.” Ayah Sandi menepuk bahu Andi.


“Jelas dong yah. Siapa dulu ayahnya?” Andi melirik ayahnya.


“Andi dengarkan ayah, kelak kamu harus membahagiakan nak Katrin lo ya? Jangan kau sia-siakan dia. Nak Katrin cantik, pinter dan pandai segalanya.”


“Siap Ayah, Aku akan laksanakan.” Andi menganngkat jempol tangan kanannya.


“Nak Katrin, kalau Andi menyakiti kamu, bilang ke ayah ya? Ayah nanti yang akan menghajarnya,” ucap ayah Sandi sambil menghabiskan makanannya.


“Iya yah.” Katrin nampak tersipu malu menatap ayah Sandi.


“Yah mana bisa begitu dong, anak ayah kan Andi?” Andi menyela pembicaraan ayah dan Katrin.


Tak berapa lama kemudian, Arga datang bersama Anita. “Assalamuaaikum?” sapa Anita yang datang bersama Arga.


“Waalaikumsalam, sini nak Anita, semua calon menantu bunda berkumpul,” ucap bunda Clara yang telah selesai makan siang. “Ayo sekalian makan nak?” ucap bunda Clara kembali.


“Aku sama kak Arga sudah makan di luar, bunda?” Anita menghempaskan dirinya duduk di dekat bunda Clara.


“Baiklah kalau begitu, ayo ikut bunda ke perpustakaan.” Bunda Clara berjalan menuju perpustakaan diikuti oleh Katrin dan Anita.


“Nak, bacalah buku ini!” Bunda Clara mengambil sebuah buku kuno warisan leluhur bunda Clara.

__ADS_1


Katrin dan Anita nampak beradu pandang dan tidak mengerti apa yang dilakukan oleh bunda Clara.


“Tip Memuaskan Suami di Ranjang Warisan Leluhur suku X?” ucap Katrin pelan.


“Iya nak kalian berdua harus mempelajarinya! Ini ilmu leluhur bunda sehingga bisa membuat ayah Sandi betah sama bunda,” ucap bunda Clara sambil menaik turunkan alisnya.


“Bunda, kita kan masih lama menikahnya,” ucap Katrin membela diri agar tidak di suruh mempelajari buku yang menurutnya tidak penting.


“Justru itu nak, nanti setelah menikah kamu bisa mempraktekannya. Buat kedua putra bunda klepek-klepek di ranjang,” ucap bunda Clara semakin fulgar berbicara dengan kedua calon menantunya.


“Bunda…!” pekik Katrin dan Anita bersamaan.


“Kamu harus tahu nak, keturunan Ayah Sandi pasti hot di ranjang, makanya sebelum kalian menikah dengan anak-anak bunda, kalian harus tahu resep-resep leluhur bunda, untuk membuat mereka puas,” bisik bunda Clara dengan kedua calon menantunya.


“Masa sih bunda?” tanya Katrin dan Anita bersamaan.


“Iya nak, tahu nggak waktu malam pertama Ayah Sandi sempat membuat ambrol ranjang di rumah bunda,” jelas bunda Clara.


“Maaf bunda memang semalam berapa kali Ayah Sandi meminta ja_tahnya?” tanya Katrin lugu.


“Katrin, janganlah kau tanyakan itu, malu?” sela Anita memotong pembicaraan Katrin.


“Gak apa-apa nak? Yang jelas berkali-kali nak, bahkan bunda dibuatnya tidak bisa berjalan.” Bunda Clara tersenyum memandang Katrin dan Anita.


“Iya, nak. Sayang kamu harus pelajari buku itu ya? Ingat anak-anak bunda pasti jauh lebih hot dari ayahnya,” bisik bunda kepada Katrin dan Anita sebelum meninggalkan mereka berdua.


“Dik memangnya buku ap aitu?” tanya Andi mendekati Katrin.


“Buku bacaan biasa kok kak!” Katrin menyembunyikan buku pemberian bunda di belakang tubuhnya. Andi berusaha merebut buku yang Katrin sembunyikan. Katrin memerah wajahnya menahan malu. Andi berhasil merebutnya dari tangan Katrin dan membacanya.


“Tip memuaskan_.” Andi tidak melanjutkan membacanya karena Katrin membekap mulut Andi dengan tangannya, mereka berdua beradu pandang. Andi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan cekatan Andi mengecup bibir Katrin.


“Plak…, kak Andi, disini masih ada aku lo kak.” Anita memukul bahu Andi sehingga Andi nampak terkejut.


“Pingin ya…, tuh ada Arga,” jawab Andi sambil menunjuk kea rah Arga yang kebetulan berjalan menghampiri mereka.


“Apa dik?” tanya Arga menghempaskan dirinya duduk di sofa di sudut ruang baca keluaraga. Arga memutar salah satu acara televisi.


“Tidak ada apa-apa kak!” Anita menjauh dari Katrin dan Andi.


“Betul…? Tidak ada apa-apa? jangan-jangan mereka berbuat mesum dihadapan kamu dik!” kata Arga santai sambil menyandarkan dirinya duduk di sofa.

__ADS_1


“Dik besok kakak dikirim berangkat ke pulau X. Disana ada pemberontakan yang harus segera di atasi.” Arga mendesah panjang sambil memejamkan matanya.


“Kak, aku akan selalu mendo’akan kamu kak, semoga kakak sehat dan selamat sampai pulang kembali ke rumah!” Anita menyandarkan tubuhnya ke bahu Arga.


“Sesungguhnya aku berat meninggalkanmu dik, aku inginnya selalu berada di dekat kamu.” Arga memeluk Anita dan mencium keningnya.


“Hem…,hem…, wah lagi syahdu nih!” Andi dan Katrin mendekati mereka.


“Apaan sih kak…,” Anita mukanya memerah karena menahan malu.


“Santai aja Ar, aku pastikan Anita tidak macam-macam kok. Dia akan aman bersamaku,” ucap Katrin yang duduk di sebelah Anita.


“Aku percaya kok kak sama Anita, tapi entahlah kali ini aku berat meninggalkannnya.” Arga menghela nafasnya dan menatap Anita dengan perasaan kasih sayang.


“Ar, kamu harus siap atas semua konsekwensinya, meskipun berat harus kamu jalani!” ucap Andi pada Arga.


“Berapa hari kak, kamu tugas di sana?” tanya Anita tiba-tiba.


“Targetnya paling lama 3 bulan dik, kita harus bisa membebaskan penduduk yang sudah di sandera mereka,” jelas Arga.


“Ayah dan bunda sudah tahu Ar?” tanya Andi ingin tahu.


“Ayah sih sudah, pasti ayah yang menugasanku, kalau bunda aku belum ngasih tahu. Aku tidak tega memberitahunya,” ucap Arga mendesah pelan.


Tiba-tiba ponsel Andi berbunyi ada pesan notifikasi masuk melalui whatshapp nya. “ Andi tolong kamu temui aku di café kamu jam 08.30 wib. Ada sesuatu yang akan aku katakan,” tulis Leo.


“Ok. Aku tunggu kamu di sana,” balas Andi.


“Sayang, whatshapp dari siapa?” tanya Katrin ingin tahu.


“Dari Leo sayang, dia minta aku bertemu dengannya di Café,” ucap Andi sambil mengelus punggung tangan Katrin.


“Kamu yang hati-hati ya sayang? Kamu ajak Arga saja!” ucap Katrin cemas.


“Tidak perlu sayang, aku yakin Leo tidak ada niat buruk. Aku mengenalnya sejak dulu. Ayo kamu aku antar pulang.” Andi berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng Katrin untuk keluar ruangan.


“Ar, aku pulang dulu. Hati-hati di tempat tugas ya? Maaf aku tidak bisa mengantar kamu. Nit ayo pulang bersamaku.” Katrin pamitan sama Arga.


“Duluan saja Rin, aku masih ada perlu dengan kak Arga,” ucap Anita.


Katrin pun beranjak pergi meninggalkan mereka untuk pulang ke rumahnya. Sebelum pulang Katrin menemui bunda Clara untuk pamitan.

__ADS_1


💕💕💕💕Terimakasih para pembaca, kira-kira ada keoentingan apa Leo ingin menemui Andi? Sebelum kita lanjutkan, jangan lupa komentar, like dan votenya!💕💕💕💕


__ADS_2