
Ata dan Key sudah sembuh seperti biasa bahkan sudah mulai aktivitasnya ke sekolah dengan biasa. Kali ini dia berangkat dan pulang sekolah bersamaan. Ata tidak meninggalkan Key semenit pun. Ata tidak ingin kejadian yang lalu terulang pada saudara kembarnya. Key sudah nampak ceria seperti biasanya bahkan sudah melupakan kejadian yang menimpanya.
Sementara itu Devan nampak gelisah di sudut bangku taman sekolah yang sedang mengamati Key bercanda dengan Leli. Devan berusaha menahan diri untuk tidak menemui Key karena ancaman mamanya. Devan menghela nafasnya dan tiba-tiba berjalan menghampiri Key dan menggandengnya pindah di tempat lain yang jauh dari Leli. Leli berusaha mengikutinya tapi Key melarangnya dengan isyarat tangannya.
Setelah duduk dibangku agak jauh dari Leli tiba-tiba Devan memegang tangan Key dan menciumnya. Devan meminta maaf atas semua perbuatan mamanya dan anak buahnya. Devan menghela nafasnya karena bagaimanapun dia sebenernya sangat menyanyangi Key. Devan berusaha menyakinkan Key kalau dia akan tetap mencintai Key dan tidak menjauhinya dan akan tetap berjuang untuk mendapatkan restu dari mamanya.
Key yang sudah dapat nasehat dari ayah dan bundanya berusaha menolak Devan karena bagaimanapun ucapan orang tuanya ada benarnya juga. Mamanya Devan tergolong nekad jadi dia tidak ingin mendapat perlakuan yang sama seperti tempo hari.
Karena perasaan mereka berdua yang begitu dalam akhirnya pertahanan hati Key mampu diluluhkan oleh perjuangan gigih Devan untuk mengambil hati Key. Akhirnya mereka mengambil kesepakatan akan menjalankan cinta backstreet tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Devan sangat senang dengan keputusan yang mereka ambil sekarang ini. Meskipun hanya backstreet baginya tidak masalah karena dia akan terus mengambil hati mamanya agar merestuinya.
Disaat mereka sedang asyik bercanda dan bersenda gurau tiba-tiba bel masuk ke kelas terdengar, mereka pun akhirnya kembali ke kelas masing-masing.
Key wajahnya nampak cerah sehingga menimbulkan rasa curiga Leli. Leli langsung mengintrogasi Key tentang pembicaraan mereka berdua. Semula Key tidak mau bercerita tapi karena desakan Leli akhirnya Key menceritakan hubungannya dengan Devan.
Leli nampak terkejut dengan pengakuan Key, tapi sebagai sahabat Leli hanya mendo’akan agar kedepannya hubungan mereka tidak bermasalah.
Katan yang mengamati perubahan adiknya merasa curiga karena Key kelihatan senang. “Key, apa kamu hari ini mendapatkan lotre? Hingga kamu suka tersenyum sendiri? Apakah kakak tidak boleh bertanya pada kamu?” tanya Devan pada adiknya hingga membuat Key kesal karena kakaknya memberondongnya dengan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
“Tidak ada apa-apa kok kak. Aku hanya teringat Leli saja masa tadi dikejar-kejar sama si gendut malah berlari hingga dirinya terjatuh ke dalam selokan. Dan itu kak si gendut bukan nolongin e…malah bersorak-sorak hingga Leli kesal. Pokoknya mereka berdua lucu kak. Dua-duanya sok jual mahal tapi kalau aku perhatikan mereka saling menyukai. Bahkan kalau tidak bertemu seharian mereka saling mencari satu sama lainnya.” Key sedikit berbohong kepada kakaknya padahal dia mengingat Devan yang tampan dan padai mengambil hatinya.
“Jangan bohong dik? Tadi si Andre bilang kamu duduk baren sama Devan. Hati-hati dik, kamu harus jaga hati dan sikap kamu sama Devan. Jangan biarkan perasaan kamu sama Devan tumbuh subur dalam hati kamu. Ingat dik, mamanya jahat dan psikopat. Jangan sampai kamu nanti dicabik-cabik atau dipotongnya?” bisik Ata pada adiknya. Tapi sayang sekali nampaknya tidak merubah perasaan atau hati Key terhadap Devan.
“Kakak, jangan bercanda ah. Aku rasa mamanya Devan tidak akan seperti itu. Dan aku yakin dengan seiringnya waktu mamanya akan merestui kita. Kamu tahu tidak kak, Devan akan berusaha memperjuangkan cinta kita.” Key tidak sadar mengungkapkan perasaannya tentang Devan hingga Ata mengernyitkan dahinya karena tidak percaya apa yang diungkapkan oleh adiknya. Devan nampak bingung akan sikap adiknya mau diberitahu kayaknya sulit sekali karena adiknya sudah begitu dalam mencintai Devan.
“Dik, kamu serius?” tanya Ata pada sang adik, hingga akhirnya sang adik tersadar kalau dirinya secara tidak sadar telah mengungkapkan perasaannya terhadap Devan.
Key menghela nafasnya kemudian Key memohon kepada kakaknya agar tidak menceritakan semua ini kepada ayah dan bundanya. Key takut kalau ayah Andi akan melarangnya berhubungan dengan Devan.
Ata yang tidak tega hanya menyetujui permintaan adiknya tapi dengan syarat agar kelak Key bisa menerima segala konsekwensinya tanpa melibatkan orang lain apalagi orang tua.
Setelah memarkirkan kendaraannya, Key dan Ata langsung turun dari mobilnya. Key yang periang seperti biasanya langsung meninggalkan kakaknya dan langsung berjalan sambil main ponsel tidak menghiraukan sekelilingnya hingga menabrak seorang pemuda tampan dan perkasa dengan penampilan elegan.
Pria itu langsung menarik tangan Key yang hendak jatuh hingga dalam pelukan dadanya yang bidang. Key merasa gugup dengan perlakuan cowok tersebut. Key tersipu malu dengan cowok tersebut.
“Maaf kak, aku tidak sengaja,” ucap Key pada cowok tersebut. Cowok tersebut kemudian melepas pelukannya terhadap Key. Namun tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
“Brian? Brian Pamungkas kan?” ucap Ata tiba-tiba berada di antara mereka berdua.
__ADS_1
Brian mencari sumber suara yang telah dia kenali. “Ata? Bagaimana kabar kamu? Lama kamu tidak ikut Latihan?” tanya Brian pada Ata. Brian dan Ata memang selisih 2 tahun tapi mereka nampak akrab. Karena mereka sering olahraga di club yang sama.
“Alhamdulilah sehat. Cuman beberapa minggu harus pemulihan stamina karena kalah perang gara-gara tuh adik tercantik aku yang diserang preman,” jelas Ata hingga membuat Brian menoleh ke arah Key yang cantik dan memikat.
“O…, gadis ceroboh ini adik kamu? tapi cantik. Boleh dong kenalkan buat aku,” bisik Brian pada Ata hingga membuat Key tersipu. Ata menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan permintaan Brian.
Brian mengulurkan tanganya kemudian Key yang menghormati kakaknya segera menyambutnya hingga mereka saling memperkenalkan dirinya.
“Ayo kalau kalian ingin makan hari ini aku yang traktir. Kebetulan aku juga akan makan siang,” ucap Brian pada Ata dan akhirnya mereka masuk ke dalam restoran. Brian yang hendak pergi dari restoran harus kembali lagi karena ingin mendekati Key.
Brian melambaikan tangannya untuk menyediakan makanan seafood yang istimewa hingga tamunya di jamin puas. Tidak lama kemudian beberapa hidangan makanan di sediakan untuk mereka.
“Brian, kamu jangan berlebihan makanan sebegini banyak apa habis hanya untuk kita bertiga?” tanya Ata pada Brian. Brian nampak tersenyum menanggapi pertanyaan Ata. Brian mempersilahkan tamunya utuk makan.
Mereka bertiga makan dengan santai. Brian sesekali melirik Key yang dengan lahap menyantap semua makanan yang menurutnya sangat lezat. Apa yang dilakukan oleh Brian tidak lepas dari pengamatan Ata.
Menurut Ata, Brian lah yang lebih cocok untuk adiknya. Brian yang mahasiswa yang jago bisnis dan memiliki karakter yang menjadi idaman semua wanita bahkan para calon mertua. Ata yakin ayah dan bundanya pasti akan menyetujui jika Key jalan bareng dengan Brian.
💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.💕💕💕
__ADS_1