
Brian langsung mengambil kunci mobilnya kemudian menggandeng Key keluar restoran diikuti oleh Leli. Brian membuka pintu mobil bagian depan kemudian membimbing Key masuk di sebelah sopir. Leli mengikutinya duduk di bangku belakang.
“Kak langsung kerumah Key ya? Aku tidak ingin Key ada kesulitan dengan orang tuanya. Nanti aku yang menjelaskan ke bunda Katrin,” ucap Leli pada Brian.
“Ok, tidak masalah. Aku pun bisa kok bertanggungjawab dan membela Key,” ucap Brian percaya Diri. Leli nampak senang dengan sikap Brian. Sedangkan Key hanya diam membisu dan pikirannya kacau.
“Mantul…, Mantap betul ya si kakak. Kalau begitu kakak saja yang jadi kekasihnya Key. Aku sporter utama yang dukung kakak deh. Key sama kak Brian saja, dan Devan permipan itu buang saja ke laut Key. Cowok tidak jelas! Bodinya sih ok, tapi…giliran kekasih dianiaya tidak ada pembelaan,” celoteh Leli hingga membuat Key memalingkan wajahnya mengamati pemandangan di luar yang nampak gelap dan hanya ada beberapa lampu penerangan di jalan.
Brian melirik Key yang tidak bereaksi. “Lel, cinta itu tidak boleh dipaksakan, tapi aku akan tetap setia menunggu dan menjaga hatinya untukmu Key. Aku yakin kau sebenarnya mencintaiku tapi hatimu sudah terlanjur ada Devan. Andaikan ada sedikit ruang di hatimu, aku akan berusaha memperluas rasa cintaku kepadamu hingga tidak ada ruang untuk lelaki lain meskipun itu Devan,” ucap Brian dengan bahasanya yang menusuk relung hati Key.
Key hanya tersenyum simpul dan menelan salivanya, karena saat ini yang ada dalam hatinya hanya perasaan sakit. Bagaimanapun Devan sudah mengisi hatinya selama 5 tahun. Bahkan cinta LDR pun ia lakukan saat Devan menyelesaikan Pendidikan militernya dan dirinya harus kuliah di falkultas Kedokteran.
“Sudahlah Key…, kamu harus bijak menyikapi semua ini. Mungkin inilah yang ditakutkan ayah dan bunda kamu hingga mereka menginginkan kamu menjahui Devan,” ucap Leli pada Key hingga Key meneteskan air matanya kembali mengingat dirinya yang keras kepala karena peringatan ayah, bunda dan kakaknya.
“Sudahlah Lel. Aku tahu semua ini salah aku. Aku anak yang tidak menuruti orang tua dan mengabikan nasehatnya. Ayah dn bunda meskipun tahu aku salah mereka juga masih mendukungku. Bahkan mereka masih menerima Devan dengan baik.” ucap Key hingga menagis sesengukan. Brian langsung meminggirkan kendaraannya.
__ADS_1
Brian lagi-lagi memeluk Key dan menenangkannya. Dengan sekejap Key tertidur di dada bidangnya. Kemudian Brian menyandarkan tubuh Key di jok kursi mobil dengan pelan. Brian melanjutkan melajukan kendaraan ke rumah Key.
“Kak…, kakak sudah tahu rumah Key?” tanya Leli yang mengetahui jika Brian langsung engenadarai mobilnya dan mengarah ke jalan rumah Key.
“Tahulah, aku kan pernah ke rumah Key bwermain dengan Ata, yang kebetulan kita memiliki hobi yang sama di bidang olahraga,” jelas Brian kepada Leli yang penasaran dengan sikapnya.
“O…, kirain kakak sengaja memata-matai Key hingga mengetahui kegiatannya tiap harinya,” tanya Leli yang masih penasaran.
“Iya sih setelah mengenalnya, aku dari jauh selalu melihatnya dan memantaunya agar dia tidak disakiti oleh orang lain. Dan kebetulan tadi restouran tempat kalian makan itu restouran aku. Hingga aku bisa langsung muncul dihadapan kalian.” Jelas Brian yang fokus menyetir mobilnya hingga membelokan mobilnya ke pekarangan rumah Key.
Brian membangunkan Key karena sudah sampai di rumahnya. Namun karena Key yang kecewa dan lelah tertidur dengan nyenyak dan susah dibangunkan. Hingga Akhirnya Brian menyuruh Leli untuk dulu menjumpai ayah dan bunda KAtrin yang sudah menunggu di teras.
“Lel…dan kamu nak Brian terimakasih telah mengantar Key pulang ke rumah dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apapun. Ayah sudah tahu kejadian di restoran kamu nak. Ayo kita turun dulu nak dan kamu nak Leli sepeert biasa kamu tidur di sini saja menemani Key. Key pasti masih membutuhkanmu.” Bunda langsung turun ke bawah diikuti oleh Brian.
“Iya, bunda. Sebenarnya Leli tidak melakukan apa-apa tuh yang telah menolong Key bunda,” jawab Leli yang memuji kebaikan Brian.
__ADS_1
“Leli…, itu sudah kewajiban saya bunda, karena kebetulan kejadiannya berada di restoran saya jadi saya wajib melindungi konsumen saya,” ucap Brian bijak hingga membuat bunda Key mengaguminya. Bunda Katrin dlam hatinya berharap Brian menjadi menantunya.
Di ruang tamu sudah ada Ayah Andi dan Ata menunggu mereka berdua turun. “Nak terimaksih kamu telah menolong putri om. Om sebenarnya sudah mengetahui kejadiaanya dari pengawal ayah yang ayah suruh memata-matai Key.” Ayah Andi mendesah panjang, yang sebenarnya dirinya tidak berniat over protektif terhadap putrinya.
“Sama-sama om. Ata kenapa dari tadi aku telpon Hp kamu tidak bisa? Sebenarnya tadi aku ingin kamu menjemput Key.” Ucap Brian berusaha mencairkan suasana.
“HP aku lagi aku chase. Ya kalau gak begitu kamu tidak main ke sini bro? Kenalkan ini kedua orang tua aku.” Ucap Ata yang nampak akrap dengan Brian.
“Salam kenal om dan tante. Maaf sebenarnya kita sama-sama jadi atlit pertandingan karate waktu masih sekolah. Jadi kita saling kenal om, hanya saja waktu itu saya mahasiswa sedangkan Ata masih SMA.” Brian tersenyum ramah menghadapi ayah Andi dan bunda Katrin.
“Nak Brian karena sudah malam lebih baik nak Brian nginap di sini saja. Kan bisa temu kangen sama Ata,” ucap bunda Katrin yang sebenarnya menunjukan kalau dirinya sangat menyukai Brian.
“Ayo, kita ke atas. Kita bisa ngobrol di balkon.” Ajak Ata pada Brian. Brian pun langsung memanfaatkan kesempatan ini. Baginya sikap bunda sudah merupakan lampu hijau untuk mendekati Key. Meskipun saat ini belum bisa memiliki Key, Brian yakin suatu saat Key akan luluh dan mnerima cintanya. Brian tersenyum simpul melayang-layang memikirkan hubungannya dengan Key.
Sementara itu bunda yang duduk di dekat ayah Andi tiba-tiba dengan cekatan ayah Andi berdiri dari duduknya dan mengangkat bunda Katrin menuju kamar tidurnya. Bunda Katrin langsung bergelayut manja dengan suaminya. Kedua tangan bunda digelayutkan ke leher suaminya.
__ADS_1
Ayah Andi sangat menikmati rasa manja istrinya, meskipun sudah memiliki putra dan putri yang siap menikah bunda masih suka bersikap seperti layaknya mereka masih muda. Ayah langsung merebahkan tubuh bunda ke dalam ranjang. Dan seperti biasanya mereka menghabiskan malam dengan sangat romantic dan beberapa kali hingga mereka terkulai lemas tak berdaya.
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.