
Pagi hari Katrin pergi ke kampus dengan perasaan riang, Anita yang berada di dekatnya memperhatikan raut muka Katrin.
“Hem…, hem kalau senang bagi-bagi dong!” Anita mencolek tangan Katrin.
“Nit…, semalam aku ketemu sama anaknya kak Andi?” bisik Katrin pada Anita.
“What…? Jadi betul kak Andi punya anak!” Anita terkejut dengan pernyataan Katrin.
“Anak asuh Nit, namanya Ibra. Kak Andi donatur tetap di panti asuhan dimana Ibra tinggal,” cerita Katrin panjang dan lebar.
“Jadi bentar lagi meried dong!” goda Anita.
"Iya lah, biar kamu segera menyusul, Arga sudah nggak betah Lo?" Katrin menarik turunkan alisnya.
“Pagi semuanya.” Dewi muncul di tengah-tengah mereka.
“Gimana kencannya semalam Rin, pasti seru ya?” tanya Dewi langsung duduk di bangku kosong dekat Katrin.
“Kencan? Siapa yang kencan. Aku tadi malam pergi ke panti asuhan kok,” jawab Katrin cuek.
“Panti asuhan? Aku mau dong diajak kesana,” sahut Dewi.
“Iya kapan-kapan, tapi lebih baik pas di hari minggu saja,” jelas Katrin.
“Shitttt…, pak Irfan datang,” bisik Anita, mereka bertiga menghentikan percakapannya.
Pak Irfan datang langsung memberi salam dan memulai pembelajaran, namun dalam pembelajaran pak Irfan tidak lepas memandang Katrin.
Katrin nampak risih dibuatnya hingga akhirnya Katrin pamit keluar ruangan untuk ke kamar mandi.
“Maaf pak ijin ke belakang,” ucap Katrin.
“Iya, nanti tolong pekerjaan kamu dan temen mu kamu kumpulkan ke ruangan saya.” Perintah pak Irfan sengaja untuk bertemu Katrin.
“Busyet deh…, bener-bener menyebalkan. Aku ke kantin sajalah.” Katrin melangkah pergi menuju ke kantin. Katrin masih duduk di kantin sampai pelajaran pak Irfan selesai.
“Rin, kamu dicari pak Irfan.” Anita tiba-tiba muncul di depan Katrin bersama dengan Dewi.
“Malas…,” Katrin terus melanjutkan makannya.
“Rin, kamu jangan begitu, nanti kuliah kamu yang materi dari pak Irfan tidak lulus bagaimana?” Anita mencoba mengingatkan Katrin.
“Bodho amat! Kemarin kak andi bilang, nanti malam kita adakan pesta di café kak Andi.” Katrin menyelesaikan makannya.
“Serius kamu Rin?” celetuk Dewi tidak percaya.
__ADS_1
“Seriuslah, kak Andi itu pantang untuk mengingkari janjinya!” jelas Katrin pada kedua sahabatnya.
“Ok…, ntar aku ajak kak Toni,” jawab Dewi antusias.
Tiba-tiba di kantin terdengar kasak kusuk teman-temannya, membicarakan laki-laki yang baru datang ke kampus.
“Di luar ada cowok macho banget pakai mobil sport, kelihatanya menjemput seseorang,” ucap salah satu gadis yang barusan datang ke kantin.
“Iya…, semua cewek pada berlarian menuju parkiran untuk kenalan,” ucap gadis yang satunya lagi.
“Astaga kak Andi pasti menjemputku.” Katrin menepuk jidatnya kemudian pergi meninggalkan kantin.
“Kamu tadi tidak bawa mobil ya?” tanya Anita yang asik menghabiskan makanannya.
“Iya Nit, aku pergi dulu ya, sampai ketemu nanti di café.” Katrin pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
“Hem…, hem…, kalau senang lupa temen ya?” ledek Dewi.
“Bodho…! Da…aaaa.” Katrin melambaikan tangannya.
“Bruk…,” Katrin yang buru-buru menabrak pak Irfan yang berjalan ke kantin.
“Katrin kamu mau kemana?” tanya pak Irfan penuh curiga.
“Mau pulang pak!” jawab Katrin sekenanya langsung pergi begitu saja.
Katrin yang berjalan menuju parkiran segera mendekati Andi yang berdiri di samping mobilnya.
“Sayang, sudah lama ya?” ucap Katrin yang disambut Andi dengan pelukan dan ciuman di keningnya.
Semua cewek yang melihatnya patah hati akut."Gila, ternyata kekasihnya Katrin. Beruntung sekali nasibnya," komen salah satu cewek yang mendekati Andi.
“Sayang, ayo masuk!” Andi membukakan pintu mobilnya. Andi masuk dibelakang kemudi kemudian melajukan kendaraanya menuju cafe.
“Kak…, acaranya kan masih nanti malam, kenapa kita kesini sekarang? Ini baru jam 2 lo sayang? tanya Katrin penasaran.
“Aku minta tolong kamu dik, buatkan konsep pesta ulang tahun untuk anak usia 17 tahun ya?” Aku hari ini ada lembur jadi ngak bisa membuat konsepnya.” Andi memohon kepada Katrin.
“Aku tidak bawa baju ganti lo kak? Aku pulang dulu ya?” Katrin merajuk manja.
“Baju sudah aku siapkan dik! Tadi aku menyuruh salah satu pelayan café perempuan untuk membeli segala sesuatu yang kamu perlukan.
“Kakak kenapa repot banget? Terimakasih!” Katrin mencium pipi Andi yang lagi mengemudi.
Tak berapa lama Andi sampai di café. “Ayo masuk! Dik kamu yang membuat konsepnya, sedangkan untuk perlengkapan dan peralatannya kamu langsung meminta ke Doni.
__ADS_1
“Aku kembali ke kantor dulu.” Andi mengecup bibir Katrin.
“Jangan lupa buat semeriah mungkin, karena ini yang memesan salah satu anak pejabat di kota ini.” Andi pergi kembali ke kantor.
Katrin masuk ke ruang kerja Andi, kemudian membuat perencanaan setelah itu memanggil Doni untuk membantu pekerjaannya.
“Kak Toni buat ruangan nya nuansa biru ya? Karena anak ini pribadinya lemah lembut,” perintah Katrin pada Doni.
“Siap bos nyonya!”Doni menyiapkan segala sesuatunya hingga acara segera di mulai.
Semua background yang di desain oleh Katrin nampak bagus dan mewah, semua tamu sangat menyukainya.
“Terimakasih mbak, pestanya kelihatan meriah dan anak saya sangat menyukainya,” ucap bundanya anak yang mengadakan pesta ulang tahun.
“Sama-sama bu, mudah-mudahan ibu tidak kapok menjadi pelanggan kami,” ucap Katrin ramah.
Tiba-tiba Anita dan Dewi datang ke café dengan dikawal oleh Toni.
“Rin ini semua kamu yang menyiapkan?” tanya Anita heran.
“Iya, aku dibantu kak Doni. Ayo kita di bagian café yang belakang saja!” Katrin mengajak mereka pergi di belakang dekat kolam ikan.
“Kak Toni, kak Andi kok belum pulang ya? kemana?” tanya Katrin.
“Sayang aku disini kok.” Andi menghampiri Katrin dan menciumnya. Andi juga membawakan setangkai bunga mawar dan coklat yang diberikan kepada Katrin.
"Hoi…, Pak, Jangan main sosor saja ya? Ingat masih ada kita!” teriak Toni yang duduk dengan Dewi.
“Sayang, aku tidak ulang tahun lo?” ucap Katrin sambil menggandeng Andi duduk di bangku kafe.
"Iya, itu tanda terimakasih ku ke kamu, karena kamu mau membantuku,” Andi menghempaskan tubuhnya duduk di sebelah Katrin.
“Sayang , orang tua dari anak yang kamu buatkan acara ulang tahun hari ini mengatakan hendak mengirim hadiah sebagai salah satu bentuk terimaksihnya.
“Apa? Hadiah? Kak aku tidak minta lo kak.” Katrin beringsut mendekati Andi.
“Iya, kebetulan orang yang mengadakan pesta ini, atasan saya dik,” jelas Andi.
“O…, yang mengadakan pesta ternyata pak Indra, bakalan dapat bonus besar dong” ucap Toni heran.
“Sudahlah…, sesuai janjiku aku traktir kalian sepuasnya.” Andi menyuruh pelayan untuk menyiapkan beberapa makanan untuk temen Katrin dan temennya.
“Iya pak, sesuai dengan perintah bapak, kami sudah menyiapkannya.” Ucap pelayan café.
Setelah makan mereka berenam duduk santai memandangi bintang di langit. “Andi memetik gitarnya. Sedangkan Toni bermain catur di temani Doni.
__ADS_1
Para wanita bersenda gurau menikmati roti bakar yang disiapkan pelayan café.
💕💕💕Terimakasih para pembaca, jangan lupa komentar, like dan votenya!💕💕💕