Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Bertemu Leo


__ADS_3

Andi menjemput Katrin kerumahnya. Mereka bergegas pergi ke rumah sakit. Tak lama kemudian mereka tiba di depan rumah sakit. “Dik hari ini bunda keluar rumah sakit.” Andi menggandeng Katrin memasuki ruangan bunda Clara.


“Asalamualaikum, bunda?” Andi mencium punggung tangan bunda Clara dan ayah Sandi. Katrin pun mengikuti hal yang sama.


“Waalaikumsalam, nak! Sini duduk sama bunda nak!” ucap bunda Katrin sambil menepuk tepi ranjangnya.


“Ayah, kalau ayah ke kantor sekarang tidak apa-apa!” Ucap Andi ketika duduk di dekat ayah.


“Tidak nak, ayah hari izin tidak masuk. Tolong ini kamu urus administrasi bunda mu!” Ayah Sandi menyodorkan selembar kertas pada Andi.


“I_ya, yah. Ayo dik ikut aku!” Andi mengambil selembar kertas dari ayahnya dan keluar bersama Katrin menuju bagian Adminitrasi rumah sakit. Setelah menyelesaikan Administrasi mereka hendak kembali menuju ruangan bunda. Di dekat lorong Poli Ginekologi, mereka bertemu Leo.


“Andi…, Katrin? Kalian juga ada di rumah sakit?” tanya Leo nampak terkejut melihat mereka.


“Iya? Ini mengurus kepulangan bunda,” jawab Andi sambil menggandeng Katrin seolah-olah menunjukan kalau Katrin hanya miliknya.


“Kamu sendiri lagi ngapain?” Andi balik bertanya kepada Leo.


“A_ku…, mengantarkan Sandra?” Leo menghentikan perkataannya karena tiba-tiba Sandra keluar ruangan menghampiri mereka.


“Ayo sayang, Kita pulang! Katrin kau ada di sini?” Sandra pun terkejut melihat kehadiran Katrin dan Andi.


“Iya kita kebetulan lewat sini dan bertemu dengan kak Leo,” ucap Katrin sambil bergelayut manja dengan Andi.


“Sial, beruntung banget Katrin. Terlepas dari kak Leo masih dapat cowok yang cakep dan macho. Kelihatannya lebih tajir dari kak Leo,” gumam Sandra kesal dan menatap sinis Katrin.


“Rin. Sebentar lagi aku akan melahirkan anak kak Leo, jadi kamu jangan menggoda kak Leo lagi ya?” ucap Sandra tiba-tiba dan mengusap-usap perutnya yang masih datar.


“Menggoda? Tidak salah ucapan kamu San? Mana pernah aku menggoda kak Leo?” tanya Katrin pada Sandra.


“Kamu kan cewek penggoda dan murahan? Itu buktinya, kamu baru putus dengan kak Leo, sekarang sudah dapat gebetan lagi?” ucap Sandra pedas.


“Maaf mbak, jaga ucapanmu! Katrin sudah tidak peduli dengan kalian. Dan perlu kamu ingat Katrin dan aku akan menikah. Aku mencintainya dengan tulus,” ucap Andi sambil mengeratkan pelukannya ke Katrin.


“Maaf kan sikap Sandra ya? Dik, jaga sikapmu, jangan membuatku malu.” Leo menarik lengan Sandra mengajaknya pergi dari situ.

__ADS_1


“Kak aku tidak ingin dia merebut mu kembali.” Sandra nampak cemas dan tak kuasa mengikuti Leo pergi ke luar.


“Dik, apa kamu tidak tahu Katrin sudah bersama orang lain!” ucap Leo kesal dengan tingkah Sandra.


“Aku lihat kakak masih cinta sama Katrin,” ucap Sandra kembali membuat Leo semakin kesal.


“Dik kalau kamu tidak percaya dengan aku, lebih baik kita tidak usah menikah.” Leo menghentikan langkahnya memandangi wajah Sandra.


“Tapi kak…, aku takut kakak suatu saat akan meninggalkanku dan kembali kepada Katrin.” Sandra meneteskan air matanya.


“Sudahlah sayang, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Aku akan mengakhiri kesalahan yang kita lakukan dengan hal yang baik.” Leo memeluk Sandra dan mencium keningnya.


“Aku akan bertanggungjawab semuanya dan aku akan membesarkan anak kita bersama kamu,” ucap Leo sambil menghapus air mata Sandra.


“Kakak janji?” Sandra menatap mata Leo dan ditemukan kejujuran di bola matanya. Leo menganggukan kepalanya dan menggandeng Sandra menuju ke parkiran mobil.


Sementara itu Andi dan Katrin bengong menatap kepergian mereka.


“Dasar cewek aneh! Kau jangan pedulikan ucapanya ya, sayang?” umpat Andi sambil mengajak Katrin pergi menuju ke ruangan bunda Clara.


“Tadi antri kok bunda? Ayo bunda kita sudah boleh pulang.” Andi mengangkat tas yang berisi semua perlengkapan bunda Clara. Katrin berjalan disamping bunda Clara.


“Bunda aku ambilkan kursi roda ya?” ucap Katrin hendak melangkah mengambil kursi roda yang berada di dekatnya.


“Tidak usah sayang, aku sudah sehat.” Bunda Clara tersenyum senang dengan perhatian Katrin.


“Wah menantu ayah baik banget!” ucap ayah tersenyum memandang Katrin sambil menggandeng bunda Clara berjalan.


“Kak, kalau begitu aku bantu bawakan tasnya bunda.” Katrin menghampiri Andi yang menenteng tas bunda di kanan dan kiri tangannya.


“Tidak usah sayang, ini berat lo sayang?” ucap Andi sambil terus berjalan menuju parkiran mobil.


“Wah kalian bener-bener pasangan yang sangat serasi, dan saling melengkapi,” puji bunda Clara.


“Ingat waktu muda dulu ya Bun?” Ayah Sandi mengelus punggung tangan bunda Clara dan menggandengnya ke luar menuju parkiran.

__ADS_1


“Iya dan kelihatannya anak kita sifatnya menurun dari kamu, yah? Suka memanjakan pasangannya?” Bunda Clara menyambung pembicaraan suaminya.


“Tentulah Bun, buah pasti tidak akan jatuh jauh dari pohonya.” Mereka berdua pun tersenyum bahagia. Tersenyum melihat kebahagiaan anaknya dan sebentar lagi akan menikah.


“Silahkan ayah dan bunda masuk.” Andi membukakan pintu untuk mobil. Selanjutnya andi juga membukakan pintu bagian depan mobil untuk Katrin. Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di kediaman bunda Clara. Bunda Clara dan ayah masuk ke dalam kamarnya. Andi masuk ke ruang kerjanya sedangkan Katrin membantu mbok Ijah menyiapkan makan siang.


“Mbok, aku buatkan pudding untuk bunda ya?” ucap Katrin sambil menyiapkan semua bahan utuk membuat pudding.


“Baik non mari saya bantu.” Mbok Ijah menyiapkan alat untuk membuat pudding. Setelah selesai menyiapkan makan siang dan membuat puding Katrin mencari Andi di ruang kerjanya.


“Tok…, tok…,” Katrin mengetuk pintu ruang kerja Andi.


“Siapa?” sahut Andi yang berada di ruang kerajanya.


“Aku, sayang?” Katrin membuka pintu ruangan dan berjalan masuk menghampiri Andi.


“Sini sayang.” Andi menepuk pahanya dan menarik tangan Katrin untuk duduk di pahanya.


“Sayang kamu mau apa?” ucap Katrin yang sudah berada dalam pangkuan Andi.


“Sayang, aku ingin mencium kamu. Bibirmu sudah merupakan canduku,” ucap Andi sambil mencium bibir Katrin hingga sedikit bermain di situ.


“Sayang, ayo makan. Apa kamu tidak lpar?” Katrin melepaskan ciuman Andi.


“Aku lapar, tapi aku tidak ingin makan,” ucap Andi terus memandangi Katri seakan ingin menembusnya dengan senjatanya.


“Terus mau makan apa, sayang?” Katrin berdiri dari dekapan Andi dan berjalan menuju sofa diikuti Andi.


“Mau makan kamu,” goda Andi yang duduk di sofa mendekati Katrin.


“Sayang tolong dong sampaikan ke ayah dan bunda kalau makan sudah siap,” ucap Katrin memohon pada Andi.


“Dik belajar dong dek, menarik hati calon mertua.” Andi kembali menggoda Andi dengan menaik turunkan alisnya.


“Kakak, aku malu. Ayo kamu saja yang melakukannya!” Katrin menggandeng tangan Andi ke luar ruangan menuju kamar bunda Clara.

__ADS_1


🍁🍁🍁Terimakasih para pembaca, jangan lupa komentar, like dan votenya!


__ADS_2