Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Setelah Setahun


__ADS_3

Hari ini pembelajaran kelas 3 SMA telah berakhir, acara pelepasan dan wisuda telah dilakukan dengan baik oleh pihak sekolah semua orang tua diundang untuk datang ke sekolah. Ata dan Key merupakan siswa lulusan terbaik di sekolahnya. Ayah Andi selaku orang tua mereka di daulat untuk mewakili mereka naik ke panggung memberi pesan dan kesan tentang sekolah putranya.


Ayah Andi yang tampan dan gagah memberikan pesan yang sangat menyenangkan bagi bapak dan ibu guru Ata dan Key. Bahkan semua orang tua siswa yang hadir juga mengagumi ayah Andi.


“Pantas saja putra kembarannya pintar dan tampan, ayahnya saja seperti itu. Bibit unggul, pasti ibunya juga cantik!” ucap salah satu orang tua siswa yang mengagumi ayah Andi.


“Iya, tuh lihat kedua anaknya naik ke panggung untuk menerima penghargaan dari sekolah. Busyet cakep betul anak-anaknya,” sambung ibu-ibu yang ada di sebelahnya.


“Dengar-dengar putrinya langsung diterima di universitas kedokteran lo? Dan yang lebih heboh lagi diterima dengan beasiswa. Bener-bener anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. Tapi sayang yang cowok lebih memilih mengikuti seleksi pendaftaran Akmil. Padahal kalau mau mengikuti daftar ke perguruan tinggi pasti diterima juga di kedokteran.” Sambung ibu-ibu satunya lagi.


Setelah acara pemberian penghargaan selesai Ata dan Key menghampiri kedua orang tuanya. Key memeluk ayahnya sedangkan Ata memeluk ibunya. Mereka berempat foto bersama dan nampak sekali kalau mereka merupakan keluarga yang harmonis.


Tiba-tiba dari jauh nampak seseorang membawa buket bunga dan hendak menghampirinya. Devan dengan seragam pendidikannya langsung menghampiri kekasihnya yang memang hari ini diberi izin untuk kunjungan di akhir pekan.


Setelah hampir setahun melaksanakan pendidikannya, Devan baru sempat mengunjungi kekasihnya. Devan memberi sebuket bunga untuk Key, kemudian berlanjut menghampiri Andi dan Katrin. Andi sebenarnya sangat sulit menerima kedekatan mereka. Karena tidak ingin melukai perasaan putrinya Andi dan Katrin bersikap biasa-biasa saja.


“Siang bunda, maaf datang terlambat. Ini kue untuk bunda, semoga bunda senang,” ucap Devan kepada bunda Katrin. Devan dengan sopan menghampiri mereka. Semua orang nampak mengagumi Devan.


“Hai bro, lama gak jumpa. Tambah cakep saja, dan bodi tambah berbentuk ya? tumben bisa week end. Gimana berat tidak Pendidikan akpol?” tanya Ata untuk memecahkan keheningan diantara mereka.

__ADS_1


“Yang pasti kalau menikmati semuanya ok bro? Ayo kamu sekalian ikut daftar Akpol saja?” Ajak Devan pada Ata.


“Terimakasih bro, kalau aku tetaplah ikut jejak kakek aku, jadi aku pilih daftar Akmil saja! Kita kan keluarga ABRI,” ucap Ata kemudian mengajak Devan gabung dengan kedua orang tuanya dan adiknya.


Mereka memutuskan untuk merayakan kelulusannya untuk makan-makan di restoran. Tanpa mereka sadari mereka makan di restoran milik Brian. Meraka berlima makan makanan seafood kesukaan Key.


Key dengan lahap makan makanan kesukaannya. Sementara itu dari jauh Brian yang kebetulan sedang berada di restoran menyuruh pelayannya membuatkan roti cake spesial kepada Key. Kue tersebut diberi ucapan selamat atas prestasi Key.


Key menerima kue tersebut dengan tersenyum. Terimakasih mbak sampaikan ke pimpinannya masakannya enak dan lezat. Dan terimakasih juga atas kue spesialnya.


Devan menatap penuh cemburu pada Key. Hal itu tidak lepas dari pandangan Ata hingga Ata membantu Key untuk mengendalikan situasi.


Sementara Ayah dan bunda tidak mengerti akan ulah kedua anak kembarnya. Setelah acara makan selesai, mereka segera pulang ke rumah. Termasuk Devan. Mereka pisah di halaman parkir. Devan langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi terlebih dahulu meninggalkan restoran.


Bunda yang duduk dibelakang bersama ayah Andi tiba-tiba memulai pembicaraan. “Kakak dan Adik kenal dengan pemilik restoran ini?”


“Kenal kok bun, namanya Brian Pamungkas dia itu pengusaha muda yang sukses meskipun masih mahasiswa dia sudah merintis usaha seperti kedua orang tuanya. Bunda dan ayah kenal kan orang terkaya di kota kita ini? Bapak Yoga Pamungkas beliau itu ayahnya Brian Pamungkas jadi tidak heran Brian sudah sukses meskipun usianya tergolong muda. Dan tahukah bunda Brian Pamungkas itu naksir berat sama Key tapi sayang Key sudah memilih Devan yang tidak jelas restu mamanya itu,” jelas Ata kepada kedua orang tuanya.


“Kak Ata, apaan sih kak! Kakak lebay, kita cuman berteman kok bun? Lagian kita juga baru beberapa kali bertemu.” Key mencari pembelaan kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Bunda tidak mempermasalahkan latar belakang keluarga mereka yang dekat dengan putri bunda. Tapi Bunda berharap kelak kamu tidak salah memilih dalam mencari pasangan hidup nak. Terbaik menurutmu belum tentu baik untuk masa depan kamu. Sudahlah yang terpenting kamu fokus sama studi kamu untuk menjadi dokter spesialis bedah nak!” ucap bunda Katrin bijak hingga putrinya terdiam sebagai tanda mengerti akan ucapan bundanya.


Setelah sampai di rumah mereka membersihkan badannya masing-masing. Ayah dan bunda rebahan di ranjang. Bunda tiduran beralaskan dada ayah Andi. Bunda memainkan dagu ayah yang sedikit ditumbuhi ******.


“Ayah aku mengawatirkan Key, aku tidak ingin dia kecewa dan berharap banyak akan hubungannya dengan Devan. Aku tak ingin kisah ku terulang kepada putri aku. Maaf ayah aku betul-betul tidak rela putriku seperti itu,” ucap bunda pada ayah Andi.


“Sayang, kamu itu janganlah mengingat kisah mu yang dulu. Putrimu bukan kamu sayang, biarkanlah berjalan apa adanya. Aku akan mengawasi putri kita. Aku yakin putri kita akan bijak menyikapi masalahnya. Sayang lebih baik kita buat dedek lagi ya? aku ingin sekali memiliki putra lagi sayang?” Ayah Andi langsung membalik tubuh bunda Katrin dan langsung mencium kening, wajah dan semuanya.


“Ayah jangan nakal ya? Kita sudah tua sayang? Masa anak-anak sudah ke perguruan tinggi kita masih gendong anak lagi?” Bunda Katrin berusaha menghindari ciuman ayah.


“Dik, menolak suami itu dosa lo? Tapi kalau menyenangkan suami itu akan mendapatkan surga?” ayolah dik aku sudah tidak sabaran.


“Ayah, nanti malam saja ya? Aku ada janji di butik dengan klien!” bunda kembali memohon kepada ayah untuk menundanya nanti malam.


“Tidak bisa sayang, ini sudah naik ke ubun-ubun soalnya? Mana bisa aku pending lagi?” ayah Andi langsung dengan sigap melancarkan aksinya. Sedangkan bunda KAtrin lama kelamaan mengikuti dan mengimbangi permainan ayah Andi hingga akhirnya sampai di titik kepuasan.


Setelah puas dengan permainannya, ayah Andi menggendong bunda Katrin menuju kamar mandi. Ayah dengan sabar memandikan bunda, namun ujung-ujungnya ayah menambah bonus untuk melakukannya lagi. Bunda KAtrin dibuat tidak berdaya dengan permainan ayah, akhirnya konsekwensinya ayah Andi mengantarkan bunda ke butik.


💕💕💕Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya kami tunggu. 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2