
Key melaksanakan ujian akhir dengan baik dan sebentar lagi wisuda. Ujian akhir dilaksankan dengan nilai yang memuaskan bahkan bisa dibilang membanggakan kedua orang tuanya.
Key merupakan gadis Indonesia dengan lulusan terbaik 3 besar. Beberapa rumah sakit di Amerika sudah memberi penawaran kepada Key untuk bekerja. Bahkan dosennya memberinya pekerjaan untuk bergabung melakukan sebuah penelitian dengan dana yang cukup besar. Key menolaknya karena baginya ilmunya kan bermafaat jika bekerja di negaranya dan kota kelahirannya.
Untuk mengisi kekosongan hari ini Key bersama temennya yang Bernama Debora penduduk asli Amerika, berkelililing ke pusat perbelanjaan dan nonton film kesukaannya. Key menikmatinya hingga waktu selesai mereka melanjutkan makan malam.
Pada waktu makan tiba-tiba ponselnya berdering ternyata bunda menelponnya dan mengatakan akan berangkat ke Amerika bersama ayah Andi untuk menghadiri acara wisudanya.
Key dengan senang hati menerima telpon bundanya. Setelah selesai menerima telpon dari bundanya, Key melanjutkan makannya. Namun tiba-tiba muncul segerombolan cowok yang menggoda Key.
“Sayang, bolehkah aku gabung bersama kalian?” tanyanya dengan aksen Amerika. Key bersama Debora nampak diam dan tidak menjawabnya. Pemuda yang agak brutal tiba-tiba menangkup wajah Key dan hendak menciumnya. Key yang jago karate langsung menangkapnya dan membantingnya. Semua orang kagum dibuatnya, namun beberapa teman dari berandal tersebut langsung mengepungnya.
Key langsung terpojok karena diserang oleh beberapa orang. Pertahanan Key mulai goyah, Debora dan beberapa pengunjung yang lain tidak bisa berbuat apa-apa. Dari arah belakang Key tiba-tiba ada seorang pemuda yang membantunya.
Key dan pemuda tersebut berpasangan menghalau serangan dari beberapa berandalan tersebut. Kalau dilihat dari jauh mereka seolah-olah telah berpasangan menari dansa karena tubuh Key nampak lentur meliuk-liuk dan sesekali menndang ke arah pemuda-pemuda tersebut.
Tidak berapa lama kepolisian datang dan membekuk segerombolan pemuda tersebut. Pemuda tersebut langgsung mendekati Key dan memperkenalkan dirinya. “Alex,” katanya sambil mengulurkan tangannya kea rah Key dan bergantian kea rah Debora.
Key juga memperkenalkan dirinya dan tentunya Alex sangaat senang menerimanya. Alex yang blasteran Indonesia dan Amerika sanga menghargai gadis timur karena ibunya juga dari Indonesia.
__ADS_1
Alex meminta nomor telponnya Key, karena dibantu Key pun memberinya. Mereka bertiga nampak akrab. Debora sangat tertarik dengan Alex yang tampan. Alex tidak memperhatikan Debora sedikitpun karena baginya gadis Indonesia sangat menarik dan patut untuk dikejar cintanya.
Karena waktunya sudah malam Key dan Debora pamit untuk pulang. Alex menawarkan diri untuk mengantarnya namun Key menolaknya.
Hari ini Debora ikut tidur di apartermen Key. Debora memberitahu Key kalau Alex nampak menyukai dan jatuh cinta pada dirinya. Namun Key mengabaikan apa yang dikatakan oleh Debora. Dalam hatinya tetap masih ada Devan yang tak terlupakan. Devan cinta pertamanya dan sekaligus tambatan hatinya meskipun 2 tahun terakhir tidak ada kabar.
Debora yang penasaran tiba-tiba membuka album Key yang tergeletak di meja belajarnya. “Key boleh dong aku lihat-album kamu?” tanyanya dengan Bahasa Inggris aksen Amerika.
Key menyetujuinya, kemudian Debora membuka-buka album yang dimiliki oleh Key kemudian dia melihat sosok pria tampan yang menarik dan punya wibawa.
“Key, inikah kekasihmu hingga kau tidak mampu berpaling darinya?” tanyanya yang membuat Key penasaran dengan apa yang dilihat oleh Debora.
Key menjelaskan kalau itu bukan kekasihnya namun orang terbaik yang sering membantunya. Kemudian Key menunjukan foto Devan yang sesungguhnya yang memakai seraagam dinas.
“Debora, aku belum bisa melupakannya. Bagiku, dia adalah cowok pertama dan terakhir aku yang akan aku nikahi kelak,” ucap Key hingga membuat Debora tidak habis pikir dengan keputusan sahabatnya.
Karena sudah malam Debora memutuskan untuk tidur di kamar sebelah. Sepeninggal Debora, Key melanjutkan membuka buku diarynya. Kenangan tentang masa lalunya bersama Devan muncul tiba-tiba.
Flashback On
__ADS_1
Senja telah berganti malam. Di sudut tempat camping di pegunungan yang sejuk nampak dua insan anak manusia sedang bermesra-mesaraan. Nampak Key sedang menyandarkan kepalanya di bahu sang ke kasih yang tak lain Devan seniornya dalam kegiatan pramuka.
Devan nampak menggemgam tangan Key dan berjanji akan selalu menjaga Key sampai meua bersama. Devan dengan manisnya mencium tangan Key dan membawanya untuk diletakan di dadanya.
Devan kemudian mengambil gitarnya dan menyanyikan lagu cinta untuk Key. Key yang sedang jatuh cinta dan berbunga-bunga perasaanya terbawa suasana dan semakin mengagumi Devan. Bagi Key, Devan adalah pangerannya yang mampu meluluhkan hatinya. Kemudain Devan memberikan cincin pertama kali kepadanya dengan inisial “DK” yang berarti Devan dan Key. Namun malam itu suasana dibuat riuh karena tiba-tiba banyak temen-temennya muncul dan berteriak-teriak menggoda mereka yang baru jatuh cinta.
Flashback Off
Key menghela nafasnya kemudian Key mengambil sesuatu diadalam laci. Key membuka tempat cicin yang dulu diberikan oleh Devan. Key nampak murung dan berusaha untuk menghubungi Satria untuk mencari informasi tentang Devan.
Satria yang mengetahui kegalauan Key tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun tentang Devan. Satria sudah diminta oleh bunda Katrin agar tidak memberitahu sepatah katapun tentang Devan. Satria sebenarnya tidak tega denga napa yang dilakukannnya terhadap Key.
Bagi Satria, Key merupakan adik kecilnya yang harus dia sayangani dan manjakan. Sebenarnya dia dari dulu selalu mengabulkan permintaan Key. Satria merasa sakit kalau melihat Key merengek dan menagis di hadapannya.
Satria kemudian menghibur Key dan mengatakan sedikit kebohongan kalau Devan sedang bertugas di luar pulau dan sangat sulit untuk mendapatkan sinyal. Mamun sebenarnya Satria pun sudah lama tidak kontak dengan Devan. Dan yang membuat dia jauh dari Devan karena memang Devan seolah-olah menjauh dengan dirinya. Devanpun kelihatannya juga mengganti nomor pnselnya.
“Dik, apa yang membuat dirimu galau. Kamu yang tenang ya? percayalah semua akan baik pada waktunya.” Hibur Satria pada adik kecilnya.
Key yang sangat mengagumi kakak Satria pasti menurut apa yang diucapkan oleh kakaknya. Karena tidak ada jawaban yang memuasakan tentang informasi yang harus dia dapatkan, akhirnya Key memutuskan untuk menyudahi video callnya dengan Satria.
__ADS_1
Hari memang sudah larut namun Key tidak bisa tidur dan memejamkan matanya. Key teringat dengan bayangan Devan namun sesekali juga muncul bayangan Brian. Karena capek seharian habis keliling kota akhirnya Key tertidur dengan memeluk album foto kenangannya dengan Devan.
Terimakasih para pembaca yang setia atas kontribusinya dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.