Terjerat Cinta Satpol PP Arogant

Terjerat Cinta Satpol PP Arogant
Tidak ada Kepastian


__ADS_3

Empat tahun berlalu Key telah menyelesaikan sekolah kedokterannya, namun untuk melanjutkan spesialis Key dikirim ke Amerika. Key mendapatkan beasiswa dari kampus karena nilainya yang cemerlang.


Devan sudah setahun dinas, yang kebetulan di tempatkan di kota kelahirannya. Jadi sebelum ke Amerika Devan sering bertemu dengan Key. Devan setiap akhir pekan selalu berkunjung ke rumah Key. Mama Sandra sering memantau putranya hingga membuat Devan marah. Suatu ketika mama Sandra dengan terang-terangan meminta Key untuk menjauhi Devan.


Key sempat menjauhi Devan, namun dengan gigih Devan selalu bisa mematahkan pertahanan hati Key untuk menjauhinya. Devan dengan kata manisnya selalu bisa membujuk dan merayu Key, hingga Key kembali jatuh dalam pesonanya.


Ayah Andi mengamati apa yang dilakukan oleh putrinya, ayah Andi selalu menasehati Key agar segera menjauhi Devan. Namun cinta Key yang begitu besar dan tulus pada Devan tidak bisa dipatahkan begitu saja.


Menjelang keberangkatannya ke Amerika, Key mengemas barang-barang bawaannya ke dalam koper. Ata yang kebetulan libur Pendidikan Akmil, hari ini pulang ke rumah. Ata mendekati adiknya dan iseng berbuat jahil kepada adiknya karena lama mereka tidak berkumpul sibuk dengan pendidikannya.


“Key sayang, kakak merindukanmu, gimana baru saja kakak pulang kamu besok sudah berangkat? Gimana kabarnya Devan si permipan?” tanyanya membuat sang adik kesal.


“Devan saja kak, tidak pakai permipan. Emangnya bahan adonan kue apa? Itu anak orang kak dan calon adik iparnya kakak?” Key menatap kesal sang kakak yang tiba-tiba muncul dan mengerjainya.


“Habisnya kakak gemes dik? 5 tahun pacaran dengan kamu tapi status tidak jelas dan tidak ada kepastian. Harusnya kamu tuh tunangan ulu dik sebelum berangkat? Biar kalian saling mengikat dan nanti bisa mengingatkan untuk menjaga hatinya masing-masing agar tidak kecantol cowok atau cewek lain,” Ata semakin berceloteh memanas-manasi hatinya sang adik.


“Kakak tidak lucu ah? Devan boleh nikah kalau sudah dinas 2 tahun kak, dan in ikan baru setahun. Lagian aku masih di Amerika sekitar 2 tahun. Aku percaya kok sama kesetiaan Devan.” Key kembali berargumentasi degan kakaknya hingga membuat sang kakak kesal.


“Tunangan dulu dik, bukan nikah. Adik dibilangin kakak kok ngeyel. Iya Devan sih setia tapi mamanya? Apakah mamanya sudah menyetujui hubunganmu dengan Devan?” Ata semakin keras mengingatkan adiknya tapi sang adik tetap pada pendiriannya.


“Sayang? ternyata kalian ada di sini to? Ata janganlah kau terlalu keras sama adik kamu biarkan dia berpikir sendiri. Yakinlah pada keputusan dan tindakan adik kamu,” ucap bunda Katrin tiba-tiba yang masuk ke dalam kamar Key.


“Iya ma. Mudah-mudahan adik tidak terlambat keburu tersakiti,” gumamnya lirih namun terdengar oleh bunda Katrin. Bunda Katrin langsung menjewer telinga Ata.

__ADS_1


“Ampun bunda.” Ata langsung menelangkupkan kedua tanganya di depan bunda Katrin. Hingga membuat bunda dan Key tersenyum melihat tingkah kakaknya.


“Hajar saja ma si kakak. Mulutnya pedes banget,” ucap Key senang melihat tingkah sang kakak yang meringis kesakitan karena di jewer oleh bunda.


“Dik, kamu tega betul sama kakak. Sakit dik telinganya kakak.” Ata mengusap telinganya yang memerah karena dijewer bunda.


Tiba-tiba terdengar ponsel berbunyi. Key yang mengetahui kalau itu bunyi ponselnya langsung mengangkatnya.


“Assalamualaikum sayang? Bisakah aku menjemput kamu? aku ingin mengajak kamu jalan-jalan?” suara Devan di seberang sana.


“Waalaikumsalam. Iya bisa kok ini aku sudah selesai packing. Kalau begitu aku akan siap-siap,” balas Key dan langsung menutup telponnya.


“Bunda, aku habis ini mau jalan bareng sama Devan. Aku mandi dulu ya?” pamit Key pada bundanya.


“Bun, kalau kakak suruh memberi masukan lebih baik adik tinggalkan Devan dan pacaran saja sama Brian,” ucap Ata sambil berjalan sejajar dengan bundanya meninggalkan kamar Key.


“Sudahlah kak, kita pantau saja adik kamu dan biarkan waktu yang menjawab. Aku yakin kelak adikmu dapat jodoh yang tepat. Kau sendiri bagaimana? Apakah sudah mantap dengan Alya?” tanya bunda kepada Ata.


“Sudah dong bun. Kalau itu sudah jelas jangan diragukan lagi. 100 persen kakak mantap dengannya. Bagi kakak, Alya cinta pertama dan terakhir kakak.” Ata berkata dengan bangganya di hadapan bunda Katrin.


“Kau itu mewarisi jiwa dan pribadi ayahmu nak. Bunda jadi teringat dengan masa muda bunda dulu,” ucap bunda katrin sambil terus berjalan hingga akhirnya bunda mengambil arah ke ruang kerja ayah.


Bunda menghampiri ayah Andi yang sibuk di meja kerjanya. Bunda langsung duduk di hadapan ayah Andi hingga ayah Andi menghentikan pekerjaannya.

__ADS_1


“Sayang, adakah yang mengganggu pikiran kamu? kelihatannya kamu lagi risau?” tanya Ayah pada bunda Katrin.


Bunda mendesah panjang hingga akhirnya bunda menceritakan tentang Devan yang hendak menjemput Key. Bunda juga menceritakan tentang kecemasan Ata kepada adiknya.


“Jadi Devan mau kesini. Ayo kalau begitu kita temui anak itu di ruang tamu. Aku ingin membicarakan tentang hubungannya dengan Key. Aku tidak terima jika anak aku dibuat menunggu dan tidak ada kepastian,” ayah Andi menggandeng bunda Katrin menuju ruang tamu.


“Lo, Key? Devan sudah datang apa belum? Nanti kalau sudah datang kau antar anak itu ke ruang kerja ayah ya?” ucap ayah Andi pada Key yang sudah siap untuk pergi dan duduk di ruang tamu.


“Iya, yah! Tapi adik mohon ayah jangan memarahi Devan biar masalah adik, aku selesaikan sendiri.” Key memohon pada ayahnya.


“Tenang sayang, ayah pasti bisa mengkondisikan. Ayah tidak akan mencampuri urusan kamu, tapi kamu tanggungjawab ayah. Untuk itu ayah berhak untuk menegur pria yang berusaha menyakiti putri ayah.” Jawab ayah Andi tegas hingga Key tidak berani menatapnya.


“Ayah, Key tidak merasa disakiti. Key baik-baik saja. Key yakin kak Devan tulus sama Key,” Key terdiam sesaat setelah mendengar ada seseorang mengucapkan salam dan masuk ke rumah.


Devan diantar bibi masuk ke rumah dan langsung mencium tangan ayah dan bunda. Kemudian tanpa basa-basi lagi ayah Andi langsung membawa Devan ke ruang kerjanya.


Ayah mengutarakan semua unek-uneknya. Ayah Andi meminta Devan agar segera memberitahu orangtuanya tentang kelanjutan hubungan mereka.


Devan sebagai seorang laki-laki tentunya setuju dengan apa yang disampaikan oleh ayah Andi. Devan kemudian izin kepada ayah Andi untuk pergi membawa Key keluar menikmati keindahan alam Jakarta di malam hari.


Devan memberi kejutan dengan membuat pesta perayaan kepergian Key dengan teman-temannya. Key sangat menyukai apa yang dilakukan oleh Devan. Key berharap Devan akan selalu membahagiakannya sampai akhir hayatnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2